Kepala pemerintahan tersebut diam mendengar ucapan Naya, dia ingin kembali menaggapi ucapan Naya tapi Naya tetap memberikan kalimat yang tidak terbantahkan oleh hukum bahkan Naya ingin melanjutkan masalah tersebut ke ranah hukum sebagai ancaman. Setelah itu Naya kemudian meninggalkan ruangan tersebut dengan amarah.
"Ayo Bi, tinggalkan tempat ini,".
"Bu tunggu sebentar," panggil kepala pemerintahan tersebut.
Naya tanpa sedikit bergeming, melangkah dengan pasti. Kepala pemerintahan dengan panik meraih ponselnya yang terletak diatas meja kerjanya kemudian menekan tombol yang beberapa saat lalu pun mereka usai membahas tentang akusisi lahan yang digunakan Bibi Nia, kepala pemerintahan tersebut terdengar menjelaskan tentang apa yang terjadi dan ancaman wanita yang dia kenal dengan Naya melalui seseorang yang berada dibalik telfon tersebut.
"Iya Pak Nikol, saya mengerti senang bekerja sama dengan anda”.
Braaakkkkkkkkk.....
Naya berjalan kemudian merebut ponsel milik kepala pemerintahan setempat yang dikenal dengan Pak Bagas.
“E-ehh apa-apaan ini,".
Aura kepemimpinan Naya tiba-tiba muncul, dia hanya mengacungkan jari telunjuknya untuk diam, seketika pak Bagas terdiam, Bibi Nia yang melihat itupun tidak percaya bahwa Naya yang dikenalnya lembut dan periang selama ini memiliki aura ketegasan yang luar biasa, bisa membuat lawannya mundur.
“Jadi ini perbuatanmu?,".
“Naya?!,".
“Iya, ini aku,".
“Hai Naya sayang, bagaimana kabarmu?,".
“Stop basa-basi, cepat katakan apa tujuanmu,".
“Nay tinggalkan dia, kembalilah dan ayo kita menikah,".
“Hahah bahkan seujung kuku Bayu tidak akan sebanding denganmu, kenapa aku harus meninggalkannya?,".
“NAYA!!!,".
“Hentikan semua ini, atau kau sama sekali tidak mendapat kesempatan dimataku," ucap Naya tegas.
“Hahaha Naya, Naya, kau bisa apa dengan statusmu seperti ini? Apa yang kau miliki? Apa yang kau banggakan? ponsel canggih kau jual untuk biaya hidup, perhiasan dan mahkota harga dirimu sudah tidak ada lagi, karena kau mengikuti manusia sampah, maka kau juga seperti dia,".
“Aku lebih baik menjadi sampah yang bisa didaur ulang karena attitude dari pada menjadi sampah busuk seperti dirimu yang hanya menjadi racun di bumi ini,".
Naya kemudian mematikan telfon, menghentikan percakapannya dengan Nikol dan meletakkan ponsel Pak Bagas di atas meja kemudian Naya menarik lembut tangan Bibi Nia.
“Sudahlah Bi, nanti Naya ganti yaa kerugian Bibi,".
Mendengar itu, Bibi Nia terlihat bingung, banyak pertanyaan yang bermunculan dikepalanya tapi dia butuh waktu yang tepat untuk bertanya lansung kepada Naya. Sedangkan Bayu saat itu sedang sibuk mencari penghuni rumah tapi tidak didapatinya seorang pun. Bayu bergegas ingin meninggalkan rumah tapi yang dicari-carinya sejak tadi telah muncul dihadapannya,
“Bibi Nia, Naya, kalian dari mana?,” tanya Bayu.
“kami abis jalan-jalan," timpal Naya dengan mengerdipkan mata ke Bibi Nia.
Seolah paham dengan kode yang diberikan Naya, Bibi Nia mendukung apa yang dikatakan Naya, “Iya, kami abis jalan-jalan".
Mendengar ucapan Bibi Nia, Bayu sangat lega dan meminta izin meninggalkan mereka untuk bersiap menutup warung, Naya mengambil kesempatan tersebut dengan cepat mendekati Bibi Nia,
“Bi, tolong rahasiain dari Bayu yaa, aku nggak mau dia mikir berat, dia udah banyak beban," bisik Naya.
“Iya-iya, tapi nanti Bibi mau nanya sesuatu, boleh ya?,".
“Boleh Bi, tapi nanti yaa, kalau Bayu ngga dirumah,".
“Iyaa-iya," ucap Bibi Nia dengan membalas bisikan Naya kemudian mereka berdua terkekeh.
...***...
Di dalam ruangan kantor yang mewah, dengan perpaduan warna hitam, cokelat dan keemasan desain vintage yang begitu menonjol, desain klasik modern yang di dalamnya terdapat sofa dan minibar. Seorang pria dengan emosi menghancurkan ponsel yang berada di genggamannya dengan membantingnya di lantai siapa lagi kalau bukan Nikol.
Dia tidak menerima segala ucapan yang Naya katakan. Nikol merasa sangat terhina dengan setiap kata yang Naya ucapkan, wajahnya memerah karena tersulut emosi, kepalan tangannga menonjolkan guratan tangannya, dia menatap wajahnya dalam pantulan kaca yang tak jauh berada di hadapannya kemudian bergumam “Baiklah Naya aku akan memaksamu kembali dan kau harus menjadi milikku”.
...****************...
Bayu, Naya dan Bi Nia bersiap-siap akan menutup warung makan mereka, tiba-tiba segerombolan pria datang, dengan tatapan yang tajam para pria tersebut dengan kasar menarik kursi yang ada dalam warung dan mendudukinya, Naya dan Bibi Nia saling memandang sedangkan Bayu yang melihat itu sudah tahu bahwa para pengunjung saat itu bukan untuk memesan makanan, kudapan atau sekedar minuman untuk mereka akan bersantai tapi para pria tersebut ingin melakukan kejahatan.
Bayu memberi kode kepada Naya dan Bi Nia untuk masuk ke rumah terlebih dahulu, tapi saat Bibi Nia dan Naya melangkah, salah satu dari mereka yang bertubuh kekar menghalangi mereka berdua untuk melanjutkan langkahnya,
“Kalian mau kemana?," tanya yang berbadan Kekar.
"Hai cantik, sajikan beberapa makanan yaa?," ucap lelaki yang berkumis dengan badan yang sedikit ramping.
Bayu melihat itu kesal, dia kemudian berjalan dan berdiri tepat di hadapan Naya.
“Maaf Pak, warung kami sudah tutup, makanannya juga sudah habisi,”,
“Kalian ini bagaimana, kalian niat jualan ngga sih, kok nyediain makanan Cuma dikit”. Teriak salah satu dari mereka.
“Maaf Pak, hanya itu kemampuan kami,"timpal Bayu.
“Atau bagaimana bikinkan kami kopi saja, tapi nona yang dibelakang itu harus membuatnya untuk kami, bagaimana teman-teman?,"mereka semua tertawa.
Bayu kemudian tanpa sadar melayangkan nampang ke wajah lelaki kekar tersebut dengan sangat keras hingga lelaki tersebut jatuh tersungkur.
“Berani sekali kalian merendahkan istriku! Naya, Bi, masuk ke rumah sekarang!!".
Naya dan Bibi Nia berlari meninggalkan warung, para preman yang lain melihat salah satu anggota mereka terkena pukulan pun tidak tinggal diam, mereka berbondong-bondong menghadang Bayu, tapi Bayu dengan gesit membalas pukulan mereka, hingga Naya tanpa sengaja kembali teriak dengan suara yang keras meminta pertolongan membuat Bayu kehilangan konsentrasi, membuat preman tersebut memiliki peluang untuk menikam Bayu dengan belati kecil di perutnya.
Naya melihat itupun berlari ke arah Bayu, sedangkan para preman dengan misi yang telah tercapai berlarian meninggalkan Bayu dan Naya,
“Bayuuuuuu…….” Teriak Naya melihat darah melumuri baju Bayu.
“Naya , cepat tinggalkan tempat ini” ucap Bayu dengan terbata-bata.
“Tidak Bay, kita ke rumah sakit”.
Bayu kemudia tidak bisa menahan belati yang masih bersarang di perutnya, Bayu tidak sadarkan diri dengan kehilangan banyak darah, dia telat mendapatkan pertolongan warga. Setibanya di rumah sakit, para dokter lengkap dengan beberapa asisten sedang menangani Bayu yang akhirnya dinyatakan koma , Naya sangat hancur melihat keadaan Bayu,
"Sabar Nak Naya,”
“Bi, bagaiamana kalau terjadi sesuatu dengan Bayu Bi, apa yang harus aku lakukan, aku hanya memilikinya Bi, aku mencintainya”. Jelas Naya dengan isak tangisnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Tony Manru
novel taik,penulis goblok
2024-10-10
0
Tony Manru
sampah taik
2024-10-09
0
Lolo aries
crito celehhh
2024-07-28
0