04. MSSM

“Anda ingin menjebak saya? saya memiliki bukti bahwa saya telah melakukan sesuai yang anda inginkan?,”.

“Mana buktinya?," tantang Silvia.

Beberapa hari yang lalu, Silvia tanpa sengaja mendengar petugas teknis mengatakan CCTV rusak dalam ruangan Naya, karena itu Silvia menjebak Naya untuk melakukan pembayaran denda yang banyak sebagai tambahan biaya pertunangan Silvia, kemudian Silvia juga masih bisa menggunakan gaun tersebut sebagai hadiah dalam aturan member VIP dengan perusahaan.

Silvia yang sangat menyukai dunia glamour masih belum merasa puas dengan pesta pertunangannya yang diadakan spektakuler, menghadirkan beberapa artis Negara yang berkualitas, tamu yang berkedudukan tinggi, gedung pertunangan yang megah, Silvia masih ingin mengundang artis luar negeri yang sejajar dengan Adele untuk mengisi acara di acara pesta pertunangannya itu dengan cara menjebak Naya.

Naya meminta Pak Herman menunjukan buktinya, saat itu Pak Herman mengeluarkan beberapa dokumen dan gambar desain yang telah disepakati oleh Silvia tapi Silvia menolak dan berdalih dokumen tersebut bisa saja dipalsukan, semua yang berbentuk dokumen, Silvia bantah habis-habisan. Sesaat Pak Herman dan Pak Ruhut pengacara Silvia yang hadir saat itu juga, sesama pengacara saling adu argumen.

Bayu mendekat dan mengelus pundak Naya kemudian berbisik, “Ikuti saja permainannya sayang dan percaya padaku,".

“Baiklah, kita akan bertemu di pengadilan, aku tidak masalah atas tuntutan itu, bukannya aku tidak mampu bayar hanya saja, uangku bukan untuk disedekahkan disembarang tempat,” jelas Naya.

“Well, sampai bertemu di persidangan, anyway siapa dia? Suamimu?," senyum silvia meremehkan.

“Tak kusangka rumor yang beredar itu benar, suami tidak berguna, lelaki gembel yang bersembunyi dibalik punggung istrinya ha ha ha,” timpal Silvia lagi.

Naya ingin membalas apa yang Silvia katakan tapi Bayu menahannya, walau sebenarnya Bayu sangat terhina dengan ucapan itu, Bayu lebih memilih untuk diam karena dia tahu, berdebat pun tidak ada gunanya.

Silvia berlalu, Naya menghembuskan nafasnya berat, tapi Bayu kembali meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Akhirnya Naya bisa pulang dengan memberi jaminan kepada Kepolisian sebagai tahanan rumah.

Masalah Naya sudah tersebar tidak hanya di perusahaan tapi sudah go publik. Saat Naya tiba dirumah, Naya dikagetkan dengan kehadiran keluarga besar Naya yang sedang menunggu kedatangannya. Naya berharap tidak ada masalah yang akan timbul, tapi nyatanya kehadiran mereka bukannya untuk memberi dorongan semangat kepada Naya, tapi mereka datang untuk menambah masalah, harusnya masalah itu hadir karena Naya tapi semuanya kembali menghina dan meminta Bayu mundur sebagai suami Naya.

“Naya bagaimana hasilnya?,” tanya Harun Wicaksana, Papa Naya.

“Belum ada pa, hasilnya akan ditentukan saat pengadilan selesai,”.

“Apakah tidak bisa di musyawarahkan?,” Timpal Harun.

“Beginilah, kalau kau menikah dengan lelaki gembel dan tidak berguna, kau akan menanggung banyak beban sedangkan dia tak bisa berbuat apa-apa untuk melindungimu,” ucap Mama Melani.

“Ma, sudahlah…. Jangan seperti itu,".

“Kakak jangan membelanya, itu sesuai dengan fakta, aku tidak akan seperti kakak yang menikahi gembel, Arana malu kak punya kakak ipar seperti dia”.

“Hey Bayu. Bagiamana kalau kau kerja saja disalah satu perusahaan, dari pada kau dirumah menjadi beban Naya” ucap Tomi.

“Diam kamu, perusahaan yang mana, entar perusahaan bangkrut, dia hanya lulusan SMA,” ucap Mama Melani kesal.

Bayu terdiam mendengar semua ucapan itu, tak ada yang bisa Bayu lakukan selain menahan amarahnya, apalagi saat mendengar ucapan Mama Melani untuk meminta Naya menceraikannya, begitupun dengan Papa Naya yang mendukung keputusan istrinya itu.

“Sayang, ayo kita ke kamar…...” ucap Naya lembut dengan menggenggam tangan suaminya

Bayu mendengar Naya, menatap mata istrinya dalam dan mengangguk, mereka berdua beranjak tanpa permisi menuju kamar mereka.

“Naya, kau sudah dipelet olehnya, sadarlah Naya, Tinggalkan dia….!!” Teriak Mama Melani.

Sesampainya di kamar, Naya memeluk Bayu erat, “Sayang maafkan keluargaku….”

Mendengar itu, Bayu hanya diam.

“Sayang….” Ucap Naya sendu dan menatap mata suaminya yang ternyata air mata Bayu telah mengalir dalam diamnya.

“Sayang,……jangan menangis” ucap Naya lembut dengan mengusap air mata yang berjatuhan dibalik wajah Bayu.

Bayu memeluk Naya, “Aku tidak sakit saat keluargamu menghinaku Nay, aku hanya sakit saat mereka ingin kau menceraikanku,”.

“Itu tidak mungkin terjadi, aku mencintaimu,”.

“Aku juga mencintaimu, sangat!”.

Mereka saling memberi energi untuk melalui masalah hari itu dengan sebuah pelukan dan sesekali kecupan hingga menuntaskan hasrat yang bisa membuat tubuh dan pikiran mereka lebih rileks.

Tiga tahun pernikahan mereka, Bayu tidak pernah menangis ataupun marah dengan banyaknya penghinaan tapi saat ini dia rapuh, karena mendengar kata perpisahan dengan wanita yang dicintainya adalah hal yang lebih berat dari mendapatkan penghinaan tersebut, lelaki menangis itu wajar, dia manusia dan itu normal, terlepas dari gender dia adalah perempuan ataupun lelaki.

...***...

Persidangan pun dimulai, semuanya hadir dalam persidangan kecuali Bayu, saat itu Bayu beralasan ingin menghindari media yang akan meliput persidangan tersebut, Bayu tidak ingin menambah asumsi publik dengan kehadirannya, Bayu tidak ingin membuatnya menjadi semakin kacau.

“Bagaimana Nyonya Naya, apakah anda menerima tuduhan tersebut?,".

“Tidak yang mulia, saya sudah melakukan tugas saya hanya saja saya dijebak dalam hal ini, dan tuntutan denda sangat berada diluar batas kewajaran,".

“Tapi anda tidak memiliki bukti yang kuat,”.

“Izin yang mulia, saya memiliki satu bukti lagi yang harus kita saksikan bersama,".

Pak Herman maju kedepan, membawa sebuah flashdisk yang berisi rekaman percakapan awal sebelum kontrak ditanda tangani Silvia, saat rekaman itu terputar dilayar, semua yang hadir nampak riuh, pengacara Silvia, Ruhut terlihat kecewa oleh kliennya, Pak Ruhut merasa ditipu, sedangkan sebelum masalah itu diperkarakan Pak Ruhut sudah meminta kliennya jujur agar dia bisa membantu maksimal walau itu sebuah kesalahan, dia akan tetap berada di tim pembela.

Begitupun dengan media yang sejak awal Silvia melakukan sesi wawancara dan diundang ke banyak stasiun TV untuk klarifikasi, Silvia terlalu menggebu-gebu menyalahkan Naya.

Dengan penayangan video dengan durasi sepuluh menit tersebut, membuat Silvia malu kemudian sidang ditutup dengan kemenangan Naya.

“Pak Herman, terimah kasih…. Saya tidak tahu anda sangat bekerja keras untuk hal ini," ucap Naya dengan menjabat tangan Pak Herman.

“Nyonya Naya, seharusnya anda berterimah kasih dengan suami anda,” jelas Pak Herman.

“Bayu?," timpal Naya Syok.

“Iya, dia yang memberikan flashdisk itu pagi tadi saat saya menjemput anda,”.

“Bagaimana bisa?," timpal Naya dengan bingung.

“Mungkin suami anda memiliki kelebihan yang tidak ingin ditunjukan, saya sudah berusaha dengan sangat keras mencari hacker terbaik untuk CCTV, mencari rekaman sebelumnya tapi tidak ada yang berhasil, kecuali suami anda,” jelas Pak Herman.

Terpopuler

Comments

Mimin Rukmini

Mimin Rukmini

seru dan bagus

2024-10-04

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

salut dengan Bayu..dia suami yang sangat2 melindungi istrinya.walaupun dia orang biasa..

2024-09-19

1

Femmy Femmy

Femmy Femmy

keluarga yang tidak mempunyai akhlak 😡

2024-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 01. MSSM
2 02. MSSM
3 03. MSSM
4 04. MSSM
5 05. MSSM
6 06. MSSM
7 07. MSSM
8 08. MSSM
9 09. MSSM
10 10. MSSM
11 11. MSSM
12 12. MSSM
13 13. MSSM
14 14. MSSM
15 15. MSSM
16 16. MSSM
17 17. MSSM
18 18. MSSM
19 19. MSSM
20 20. MSSM
21 21. MSSM
22 22. MSSM
23 23. MSSM
24 24. MSSM
25 25. MSSM
26 26. MSSM
27 27. MSSM
28 28. MSSM
29 29. MSSM
30 30. MSSM
31 31. MSSM
32 32. MSSM
33 33. MSSM
34 34. MSSM
35 35. MSSM
36 36. MSSM
37 37. MSSM
38 38. MSSM
39 39. MSSM
40 40. MSSM
41 41. MSSM
42 42. MSSM
43 43. MSSM
44 44. MSSM
45 45. MSSM
46 46. MSSM
47 47. MSSM
48 48. MSSM
49 49. MSSM
50 50. MSSM
51 51. MSSM
52 52. MSSM
53 53. MSSM
54 54. MSSM
55 55. MSSM
56 56. MSSM
57 57. MSSM
58 58. MSSM
59 59. MSSM
60 60. MSSM
61 61. MSSM
62 62. MSSM
63 63. MSSM
64 64. MSSM
65 65. MSSM
66 66. MSSM
67 67. MSSM
68 68. MSSM
69 69. MSSM
70 70. MSSM
71 71. MSSM
72 72. MSSM
73 73. MSSM
74 74. MSSM
75 75. MSSM
76 76. MSSM
77 77. MSSM
78 78. MSSM
79 79. MSSM
80 80. MSSM
81 81. MSSM
82 82.MSSM
83 83. MSSM
84 84. MSSM
85 85. MSSM
86 86. MSSM
87 87. MSSM
88 88. MSSM
89 89. MSSM
90 90. MSSM
91 91. MSSM
92 92. MSSM
93 93. MSSM
94 94. MSSM
95 95. MSSM
96 96. MSSM
97 Sepatah Kata
Episodes

Updated 97 Episodes

1
01. MSSM
2
02. MSSM
3
03. MSSM
4
04. MSSM
5
05. MSSM
6
06. MSSM
7
07. MSSM
8
08. MSSM
9
09. MSSM
10
10. MSSM
11
11. MSSM
12
12. MSSM
13
13. MSSM
14
14. MSSM
15
15. MSSM
16
16. MSSM
17
17. MSSM
18
18. MSSM
19
19. MSSM
20
20. MSSM
21
21. MSSM
22
22. MSSM
23
23. MSSM
24
24. MSSM
25
25. MSSM
26
26. MSSM
27
27. MSSM
28
28. MSSM
29
29. MSSM
30
30. MSSM
31
31. MSSM
32
32. MSSM
33
33. MSSM
34
34. MSSM
35
35. MSSM
36
36. MSSM
37
37. MSSM
38
38. MSSM
39
39. MSSM
40
40. MSSM
41
41. MSSM
42
42. MSSM
43
43. MSSM
44
44. MSSM
45
45. MSSM
46
46. MSSM
47
47. MSSM
48
48. MSSM
49
49. MSSM
50
50. MSSM
51
51. MSSM
52
52. MSSM
53
53. MSSM
54
54. MSSM
55
55. MSSM
56
56. MSSM
57
57. MSSM
58
58. MSSM
59
59. MSSM
60
60. MSSM
61
61. MSSM
62
62. MSSM
63
63. MSSM
64
64. MSSM
65
65. MSSM
66
66. MSSM
67
67. MSSM
68
68. MSSM
69
69. MSSM
70
70. MSSM
71
71. MSSM
72
72. MSSM
73
73. MSSM
74
74. MSSM
75
75. MSSM
76
76. MSSM
77
77. MSSM
78
78. MSSM
79
79. MSSM
80
80. MSSM
81
81. MSSM
82
82.MSSM
83
83. MSSM
84
84. MSSM
85
85. MSSM
86
86. MSSM
87
87. MSSM
88
88. MSSM
89
89. MSSM
90
90. MSSM
91
91. MSSM
92
92. MSSM
93
93. MSSM
94
94. MSSM
95
95. MSSM
96
96. MSSM
97
Sepatah Kata

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!