“Asyik ... asyik ...” Rayan dan Raisa sangat senang saat mereka akan berangkat ke Mall terdekat bersama Jasmine dan di antarkan oleh sopir.
“Untuk apa kau ikut? Bukankah katamu di Mall itu banyak penculik?” tanya Rayan pada saudari kembarnya.
“Kapan aku berkata seperti itu?” Raisa berusaha untuk ngeles, membuat Rayan mencebik sebal.
“Dasar pikun!” sahut Rayan. Raisa ingin membalas perkataan Rayan, akan tetapi langsung terhenti saat Jasmine melerai mereka berdua.
“Duduk yang tenang, anak-anakku sayang. Kita akan segera berangkat ke Mall.” Jasmine melerai kedua anak asuhnya agar tidak berdebat lagi.
“Mbak Jasmine pakai jurus apa?” tanya Sopir sambil menatap Jasmine dari spion tengah.
“Hah? Jurus apa Pak?” Jasmine tidak mengerti dengan ucapan sopir yang usianya sudah kepala empat itu.
“Semenjak ada Mbak Jasmine. Anak-anak di perbolehkan keluar rumah oleh Pak Ricko,” jawab Sopir tersebut sambil fokus menyetir mobil.
“Masa sih? Jadi selama ini anak-anak terkurung di dalam rumah?” tanya Jasmine sedikit terkejut.
“Kurang lebih seperti itu. Pak Ricko sangat menyayangi kedua anaknya, jadi beliau sangat overprotektif,” jelas Sopir tersebut.
Jasmine mengangguk paham, lalu menatap kasihan kepada anak asuhnya. Meskipun niat Ricko baik karena sangat menyayangi bocah kembar itu, akan tetapi hal itu tidak baik kedua anak kembar itu. Pantas saja mereka berdua ini menjadi intovert, itu semua karena Ricko yang selalu membatasi ruang gerak mereka.
Sungguh malang sekali, dua anak kembar ini.
*
*
Tidak terasa Jasmine, Rayan dan Raisa sudah sampai di Mall terdekat. Dua anak kembar seolah menemukan harta karun, karena ini adalah pertama kali untuk mereka datang ke Mall.
“Mbak, mau di tunggu atau tidak?” tanya Sopir kepada Jasmine.
“Sepertinya tidak usah di tunggu, karena kami akan sedikit lama di sini,” jawab Jasmine.
“Baik, Mbak. Kalau ada apa-apa langsung kabari saya saja.” Sopir tersebut langsung naik ke mobil lagi.
“Iya, Pak. Hati-hati,” balas Jasmine, lalu segera menggandeng kedua anak asuhnya memasuki Mall besar itu.
“Kak Jas, di sini ada yang menjual es krim?” tanya Raisa.
“Tentu saja ada, Sayang.”
“Kalau permainan ada tidak, Kak?” Kali ini Rayan yang bertanya.
“Ada semuanya. Di sini sangat lengkap. Kalian mau yang mana dulu? Mau ke pusat permainan atau makan es krim lebih dulu?” tanya Jasmine seraya menunduk, menatap kedua anak kembar itu bergantian.
“Ke permainan dulu, Kak,” jawab Rayan dan Raisa bersamaan.
“Oke, let’s go!!!” seru Jasmine sambil tertawa dan menggoyangkan kedua tangan anak itu bersamaan.
Jasmine membawa dua anak asuhnya itu menuju ke pusat permainan yang ada di lantai 4 Mall tersebut menggunakan lift. Dua anak kembar itu menjadi pusat perhatian pengguna lift.
“Mereka kembar ya?” tanya seorang wanita paruh baya kepada Jasmine.
“Iya, Bu, kembar tapi tidak identik,” jawab Jasmine tersenyum.
“Tapi, wajah mereka sangat mirip denganmu,” sahut wanita paruh baya itu, memperhatikan Jasmine dan dua anak asuhnya.
“Oh, benarkah?” Jasmine tidak percaya akan hal itu, karena hampir semua pelayan di rumah Ricko pun mengatakan hal yang sama kalau wajahnya sangat mirip dengan dua anak asuhnya.
“Iya.”
“Tapi, sayang sekali. Saya hanya mengasuhnya,” jawab Jasmine membuat wanita paruh baya itu langsung terdiam.
Ting
Pintu lift sudah terbuka. Jasmine segera menggandeng Rayan dan Raisa keluar dari sana, menuju pusat permainan.
“Kak Jas, kenapa ibu tadi banyak tanya?” tanya Rayan.
“Ibu tadi hanya ingin tahu saja, karena kalian ini sangat imut dan menggemaskan,” jawab Jasmine sambil terkekeh pelan.
Mereka saat ini sudah berada pusat permainan. Rayan dan Raisa terlihat sangat senang dan bahagia.
“Kak Jas, aku ingin naik itu dan itu!” seru Rayan dan Raisa bersamaan sambil menunjuk berbagai macam permainan di sana.
“Iya, sabar. Kak Jas beli koin dulu untuk kalian.” Jasmine menggandeng kedua anak itu menuju loket pembelian koin.
*
*
Raisa dan Rayan terlihat asyik bermain. Mereka seperti anak kecil pada umumnya, sangat bahagia dan senang ketika di suguhkan banyak mainan.
Akan tetapi, Raisa tiba-tiba menghampiri Jasmine, mengatakan kalau ingin buang air kecil. Jasmine dengan terpaksa membawa Raisa ke toilet dan meninggalkan Rayan yang bermain sendiri di pusat bermain.
Tidak berselang lama, Jasmine dan Raisa sudah kembali dari toilet, akan tetapi mereka tidak melihat keberadaan Rayan. Sudah mencari ke setiap sudut pusat bermain, namun Rayan tidak di temukan.
Rasa cemas, panik, dan takut bercampur menjadi satu di dada Jasmine. Ia segera meminta bantuan security yang berjaga tidak jauh dari sana untuk mengecek CCTV. Jasmine juga tidak lupa menghubungi Ricko.
Dia pikir akan terkena amukan dari Ricko, ternyata pria yang biasanya dingin seperti kulkas itu justru menenangkannya dan minta kepadanya agar tidak panik.
“Aku akan segera ke sana!” Ricko segera memutuskan sambungan telepon tersebut. Ia segera beranjak dari duduknya, meninggalkan meeting penting yang sebentar lagi akan di mulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Ani Ani
ada APA ya
2024-05-08
0
Eka Bundanedinar
kemana rayyan
2024-02-17
2
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
smoga cepat bertemu kmbli Rayan...🤔
2024-01-19
0