‘Mereka punya hati yang sangat lembut dan mudah terluka! Apakah Bapak pernah bertanya kepada mereka? Bagaimana kesehariannya, bagaimana perasaannya selama ini, bahagia atau tidak?!’
Kata-kata Jasmine terus terngiang di benak Ricko. Malam ini pria itu tidak bisa tidur, dia menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan menerawang.
“Apakah aku selama ini sudah sangat egois kepada kedua anakku?” gumam Ricko sembari menghela nafas kasar.
Memang benar yang di katakan Jasmine, jika selama ini dia tidak pernah bertanya tentang kebahagiaan kedua anaknya.
‘Raisa harus merasa selalu senang dan bahagia, karena dengan begitu kondisinya akan selalu stabil!’ Lagi-lagi kata-kata Jasmine melintas di benaknya. Membuat Ricko menjadi kesal sendiri.
“Arggh!! Kenapa gadis itu membuatku seolah menjadi ayah terburuk di dunia! Ini tidak bisa di biarkan!” geram Ricko seraya mendudukkan dirinya di atas tempat tidur seraya mengacak rambutnya dengan kasar. Kemudian, ia menghempaskan badannya ke permukaan tempat tidur lagi dengan kesal.
Dia mencoba untuk memejamkan kedua matanya tapi tidak bisa.
Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke kamar kedua anaknya. Dia membuka pintu kamar anaknya dengan sangat pelan, tanpa menimbulkan suara. Dia mengintip ke dalam kamar tersebut. Jasmine dan Raisa belum tidur. Ia ingin beranjak dari sana akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara putrinya.
“Sebenarnya kami sangat merindukan, Daddy. Kami ingin merasakan ke taman bermain dengan Daddy,” ucap Raisa pada Jasmine yang sedang memeluknya.
“Kenapa kalian tidak mengatakan yang sejujurnya kepada Daddy kalian?” tanya Jasmine seraya mengusap punggung ringkih itu dengan penuh kelembutan. Lalu Jasmine beralih mengusap pipi gembul Rayan yang sudah terlelap di sampingnya.
“Kami takut. Daddy selama ini sangat sibuk, dan tidak pernah mengizinkan kami keluar rumah,” jawab Raisa terisak. Dua anak kembar itu sudah bisa mempunyai pemikiran dan perasaan seperti itu, mungkin karena tidak hadirnya sosok ibu di samping mereka, membuat mereka menjadi dewasa sebelum waktunya.
Jasmine berkaca-kaca saat mendengar ucapan Raisa yang polos dan penuh kejujuran.
“Jangan menangis, Sayang. Ada Kak Jasmine di sini. Aku sudah berjanji kepada kalian akan membujuk Daddy. Kalian sabar dulu ya,” ucap Jasmine seraya mengusap pipi gadis kecil itu yang basah.
Raisa menganggukkan kepalanya lalu memeluk leher Jasmine dengan erat.
Hati Ricko terasa mencelos saat mendengar keinginan putrinya. Bahkan kedua matanya sampai berkaca-kaca karena dia merasa bersalah pada kedua anaknya. Kemudian ia segera berlalu dari sana menuju kamarnya sendiri untuk merenungi semua ini.
“Kak Jasmine baik sekali kepada kami. Apakah Kak Jasmine mau menjadi Mommy kami?” tanya Raisa dengan polosnya.
“Ha ha ha ha. Sudah malam ... ayo tidur!” ajak Jasmine, tanpa menjawab pertanyaan Raisa.
*
*
Ricko malam hari itu tidak bisa tidur sampai menjelang pagi. Dia terus memikirkan ucapan Jasmine dan Raisa. Dan setelah pergulatan batin dan pikiran yang panjang, akhirnya dia membuat keputusan yaitu memberikan izin kepada anak-anaknya pergi ke taman bermain.
Pagi harinya. Jasmine sudah selesai membersihkan diri, sementara itu kedua anak asuhnya masih terlelap di atas tempat tidur.
Tok ... Tok ...
Suara pintu kamar terdengar di ketuk dari luar. Jasmine segera membuka pintu tersebut. Dan ternyata yang ada di balik pintu itu adalah Ricko.
“Aku mengizinkan kalian ke taman bermain!” ucap Ricko dengan datar, lalu segera pergi dari hadapan Jasmine.
Jasmine terkejut saat mendengar ucapan Ricko, tapi rasa terkejutnya itu berubah menjadi bahagia. Dia bahagia karena Ricko memberikan izin pada Rayan dan Raisa pergi ke taman bermain. Kemudian ia segera masuk ke dalam kamar dan membangunkan si kembar yang masih tidur pulas.
“Kak Jas, hebat!!” puji Rayan dan Raisa bersamaan. Anak kembar itu sangat bahagia saat baru bangun tidur mendapatkan kabar jika hari ini mereka akan pergi ke taman bermain.
Jasmine tersenyum saat melihat dua anak itu loncat-loncat di atas tempat tidur penuh bahagia.
“Sekarang kalian harus segera bersiap, karena kita sebentar lagi akan berangkat.” Jasmine berkata kepada dua anak asuhnya itu.
“Siap Boss!” Rayan dan Raisa segera turun dari atas tempat tidur, lalu berlari menuju kamar mandi dan di ikuti oleh Jasmine.
Sementara itu Ricko sedang menghubungi asistennya di ruang pribadinya.
“Bagaimana hasilnya?” tanya Ricko pada asistennya di ujung telepon sana.
“Ibu si kembar adalah seorang mahasiswi fakultas Fashion Design,” jawab asistennya.
“Hanya itu yang kau dapatkan?” tanya Ricko dingin.
“Maaf, Tuan, saya akan berusaha lebih keras lagi untuk mencari data-data gadis itu.” Asisten tersebut menjawab dengan penuh keyakinan.
“Baik, aku tunggu kabar baiknya!” Ricko segera mengakhiri panggilan tersebut karena kedua anaknya masuk ke ruangannya sambil berseru riang kepadanya.
“Daddy! Kami sudah siap. Ayo, berangkat sekarang!” Rayan dan Raisa sangat semangat pagi hari itu.
“Sayang, kalian saja yang berangkat dengan Kak Jas. Daddy ada perkerjaan yang harus di urus,” jawab Ricko seraya menundukkan kepalanya sembari menatap kedua anaknya yang lucu-lucu dan menggemaskan.
“Pak, aku mohon jangan membuat mereka kecewa dan sedih.” Jasmine berkata dari ambang pintu.
“Oke, Daddy akan ikut bermain dengan kalian,” jawab Ricko pada akhirnya, karena dia tidak ingin melihat kedua anaknya bersedih.
“Hore!!” Si kembar berseru sangat bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Ani Ani
bahagia nyameraka
2024-05-08
0
Zerazat
Jasmine emang the best ❤️💪
2024-03-03
1
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Eh apa mgkn Jasmine ibu dari si kmbar putra Ricko...?
2024-01-19
1