“Woah!!” Rayan dan Raisa terperangah saat mereka sudah sampai di taman bermain. Mereka mengedarkan pandangannya, di sana banyak wahana permainan yang terlihat sangat menarik. Banyak pengunjung di sana, karena hari minggu, pengunjung naik dua kali lipat.
Ricko ikut senang saat melihat kedua anak mereka sangat bahagia. Selama ini dirinya terlalu kaku dan juga mengekang kedua anaknya.
“Kak Jas, mau naik itu.” Rayan menggoyangkan tangan Jasmine sembari menunjuk komidi putar.
“Aku juga mau, Kak!” seru Raisa dengan penuh semangat.
“Oke ... oke,” jawab Jasmine tersenyum tipis, lalu menoleh pada Ricko.
“Anda tidak mau ikut, Pak?” tanya Jasmine.
Ricko menggeleng, “kalian saja. Aku akan menunggu kalian di sana!” Ricko menunjuk Food Court yang ada di dekat pintu masuk.
Jasmine tersenyum sambil mengangguk, kemudian ia segera menggandeng dua anak asuhnya menuju wahana komidi putar. Tapi, sebelum itu, dia menitipkan dua tas ransel yang dia bawa kepada Ricko.
“Apakah orang dewasa boleh naik?” tanya Jasmine kepada petugas yang berjaga.
“Boleh, Bunda,” jawab petugas itu.
“Terima kasih, tapi aku--” penjelasannya terhenti saat mendengar Raisa memanggilnya.
“Kak, Jas cepat!!” seru Raisa.
Si kembar sudah naik lebih dulu ke atas kuda poni.
“Baiklah, anak-anak.” Jasmine segera menghampiri kedua anak asuhnya lalu segera naik ke kuda poni di belakang anak kembar itu.
“Ayo bersorak hore!! Dan jangan lupa berpegangan dengan erat, karena kudanya akan berlari!” seru Jasmine pada Rayan dan Raisa sambil tertawa lepas.
“Horee!!!” seru Rayan dan Raisa, juga ikut tertawa. Mereka sangat bahagia, karena ini adalah pertama kalinya ke taman bermain.
Ricko sudah duduk di Food Court, sambil memperhatikan anak-anaknya, tiba-tiba dia tersenyum geli saat melihat tingkah Jasmine yang terlihat seperti anak kecil. Namun, senyumannya itu berangsur pudar, dan wajahnya kembali datar. “Kenapa aku tersenyum hanya karena melihat tingkah gadis itu?” gumam Ricko tidak habis pikir pada dirinya sendiri.
Jasmine bersorak sangat senang, apa lagi saat melihat kedua anak asuhnya tidak berhenti tersenyum, sungguh kebahagiaan yang tiada terkira untuknya.
Komidi putar sudah berhenti setelah berputar tiga kali. Semua orang yang naik di persilahkan untuk turun. Begitu pula dengan Rayan dan Raisa.
“Kalian bahagia?” tanya Jasmine.
“Sangat bahagia, Ini semua berkat Kak Jas, yang sudah berhasil membujuk Daddy,” jawab Rayan sambil menggandeng tangan Jasmine, sedangkan tangan Raisa menggandeng tangan kiri Jasmine.
“Kak Jas, haus,” ucap Raisa sambil mendongak menatap Jasmine.
“Ayo, ke Daddy kalian.” Jasmine menggendeng kedua tangan mungil itu menuju Food Court, di mana Ricko menunggu di sana.
Jasmine membawakan bekal dan air minum sendiri dari rumah, tentu saja semua itu perintah dari si kulkas 5 pintu karena tidak ingin kalau anaknya jajan sembarangan. Sangat over protektif memang, tapi ini demi kebaikan si kembar.
“Kalian sudah selesai?” tanya Ricko ketika kedua anaknya menghampirinya.
“Belum, Dad. Kami hanya ingin minum, setelah itu kami mau menaiki semua wahana yang ada di sini,” jawab Rayan sambil membuka tasnya dan mengambil botol minumnya, begitu pula dengan Raisa melakuka hal yang sama.
“Tapi, ini sudah setengah jam kalian bermain. Raisa tidak boleh terlalu lama berada di luar rumah,” ucap Ricko dengan pelan.
Si kembar tampak sedih, saat mendengar jawaban ayah mereka.
“Pak, berikan mereka sedikit waktu lagi.” Jasmine mencoba bernegoisasi pada Ricko.
“Daddy, please.” Kedua anak kembar itu menatap ayah mereka dengan tatapan memohon, dan menyatukan kedua tangannya di dada.
Melihat kedua wajah anaknya yang polos dan imut, akhirnya Ricko pun mengalah.
“Hore!! Kalau begitu kita naik wahana itu!!” Rayan dan Raisa bersorak senang lalu menarik tangan Ricko dengan paksa menuju wahana pirate ship, atau yang biasa di kenal Kora-Kora.
“Tidak boleh, itu terlihat berbahaya!” tolak Ricko sambil menatap wahana tersebut yang di ayun ke kanan dan ke kiri dengan cepat.
“Tapi, kami mau naik itu!” rengek Ricko dan Raisa hingga menangis keras, membuat mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya.
Karena tidak ingin merasa malu, akhirnya Ricko kembali mengalah, mengizinkan kedua anaknya naik wahana tersebut. Ricko dan Jasmine juga ikut naik wahana itu karena si kembar harus ada yang mendampingi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Raufaya Raisa Putri
mahasiswi fashion desain...ap itu km jas
2024-12-22
0
Ani Ani
seakan dunia melika meraka
2024-05-08
0
Zerazat
Rasakan Ricko emang enak nggak mau nikah tapi pingin punya anak,dasar turunan Sander dulu Duda yang Datar jatuh di tangan Jeje teman Mahasiswi anak nya
2024-03-03
2