Jasmine memutuskan keluar dari kamar tersebut. Dia tidak tega membangunkan ketiga orang itu yang tampak tidur pulas. Karena tidak ada pekerjaan, akhirnya dia memutuskan untuk membantu pelayan lain untuk membersihkan rumah mewah itu.
Jasmine membantu mengepel lantai di ruang tamu dengan penuh semangat.
Tidak berselang lama, terdengar deru suara mobil memasuki halaman rumah mewah itu.
Jasmine segera meletakkan alat pelnya, lalu berjalan menuju halaman rumah untuk melihat siapa yang datang.
“Siapa mereka?” Jasmine bergumam saat melihat wanita cantik dan pria tampan yang keluar dari mobil. Wajah pria tampan itu mirip sekali dengan wajah Ricko, hanya saja mereka terlihat berbeda generasi. Jasmine kini berkesimpulan jika pria dan wanita itu adalah orang tua Ricko.
“Selamat sore, Pak, Bu.” Jasmine menyapa dengan sopan dan ramah.
“Selamat sore juga. Apakah kau pengasuh baru kedua cucu kami?” sapa balik Kirana, sekaligus melontarkan pertanyaan kepada gadis yang berdiri di dekat pintu itu.
“Iya, Pak, Bu. Namaku Jasmine, pengasuh si kembar, dan aku baru bekerja di sini selama 1 minggu.” Jasmine memperkenalkan diri sambil menundukkan pandangannya.
“Oke, aku sudah tahu tentangmu dari Mommy Jeje,” jawab Kirana, lalu menyenggol lengan suaminya pelan, karena sejak tadi suaminya itu hanya diam saja.
“Iya, Sayang,” jawab Nathan sambil tersenyum tipis menatap istrinya.
Nathan dan Kirana berjalan masuk ke dalam rumah tersebut. Kedua mata mereka mengedar, mencari keberadaan kedua cucunya.
Kedatangan mereka pun di sambut para pelayan dengan sopan dan ramah. Seperti biasa, Kirana selalu terlihat tersenyum membalas sapaan mereka, berbeda dengan Nathan yang selalu terlihat datar dan dingin, segala sikap dan sifatnya sama persis seperti Ricko, jika kedua pria itu di sandingkan akan terlihat seperti pinang di belah dua.
“Kenapa rumah tampak sepi?” tanya Kirana kepada Jasmine yang mengikuti dari belakang.
“Anak-anak masih tidur dengan Daddy mereka, Bu,” jawab Jasmine.
“Tumben, tidak biasanya mereka tidur di sore hari.” Kirana berkata, lalu mendudukkan diri di sofa ruang keluarga dan di ikuti oleh suaminya.
Salah satu pelayan datang dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir teh hijau dan beberapa camilan yang berada di dalam toples kaca, dan meletakkan suguhan itu di atas meja, tepat di hadapan pasangan suami istri itu.
Jasmine ingin beranjak dari sana, dia akan melanjutkan perkerjaannya, akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara tangisan dari dalam kamar tamu. Dua anak kembar itu menangis bersahutan sambil memanggil Jasmine.
Jasmine segera berlari menuju kamar tamu. Ketika sampai di kamar tamu, betapa terkejutnya Jasmine saat melihat Raisa tersungkur di atas lantai dekat tempat tidur, di temani Rayan yang ikut menangisi kembarannya, sedangkan Ricko masih pulas di atas tempat tidur.
“Astaga!” Jasmine memekik tertahan lalu segera mengangkat Raisa ke dalam gendongannya, dan memeluknya dengan erat seraya mengusap-usap kepala Raisa yang benjol.
“Raisa menggelinding dari tempat tidur, Kak.” Rayan berkata di sela isak tangisnya.
“Ini salah Kakak karena tidak menjaga kalian.” Jasmine berkata penuh sesal sambil menciumi wajah Raisa yang ada di dalam pelukannya.
“Masih sakit, Sayang?” tanya Jasmine kepada gadis kecil yang sudah tenang di peluknya itu.
“Ini berdarah ... hiks ... hiks ...” Raisa menjawab dengan logat yang lucu sambil menunjuk kepalanya yang terasa sakit.
“Tidak berdarah, Sayang. Hanya benjol, maafkan Kakak.” Hati Jasmine ikut sakit saat melihat gadis kecil itu terluka.
Kirana yang penasaran yang terjadi di dalam kamar tamu itu pun segera menuju ke kamar tersebut. Dia menyembulkan kepalanya masuk ke dalam kamar itu, menatap Jasmine yang sedang memeluk salah satu cucunya dengan penuh kasih sayang.
“Jasmine, ada apa?” Kirana berjalan mendekati Jasmine.
Jasmine menoleh lalu menundukkan kepalanya, takut jika terkena omelan.
“Maaf, Bu. Aku yang teledor. Raisa terjatuh dari tempat tidur,” jawab Jasmine dengan nada pelan.
Kirana menatap Ricko yang terbaring di atas tempat tidur dengan lelapnya, lalu tatapan matanya beralih memandang Rayan yang bersembunyi di belakang Jasmine. Kedua cucunya itu tidak pernah mau dekat dengannya ataupun dengan Nathan. Padahal mereka sudah berusaha mendekatkan diri dengan mereka, dengan cara setiap weekend akan menginap di rumah itu.
“Tidak apa-apa, ini kecelakaan, Jasmine. Lagi pula yang harus bertanggung jawab di sini adalah Ricko!” Kirana mendekati tempat tidur lalu mencubit salah satu kaki putranya dengan kuat.
Ricko yang sedang asyik di alam mimpinya pun langsung terbangun dan berteriak kesakitan saat merasakan salah satu kakinya terasa sakit.
“Argghhh!!” jerit Ricko.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Dyah Oktina
oo iya.. jeriko itu anaknya nathan sm kirana ya.. lupa...saking banyaknya baca karyamu thor.. 🤭👍🏻😍
2024-12-09
0
Raufaya Raisa Putri
waduhh... segitu ny cucunya.ngg dkt sm opa oma ny
2024-12-22
0
Raufaya Raisa Putri
bpk ny ngebo...ank nangis smp ngg denger
2024-12-22
0