“Arghhhh!!!!” suara teriakan semua orang yang naik ke wahana pirate ship, ketika di ayun ke kiri dan ke kanan, rasanya seperti terbang melayang, jika tidak tahan bisa membuat perut mual.
Si kembar berteriak senang sambil berpegangan pada pengaman. Berbeda dengan Ricko berteriak ketakutan, karena dia takut dengan ketinggian. Pria itu terus berteriak histeris, sampai kedua wajahnya memerah.
“Demi otak kosong patrick! Aku tidak akan pernah mau naik wahan ini lagi!!” Ricko berteriak tidak karuan.
Jasmine tertawa terbahak ketika mendengar teriakan Ricko yang menggelikan, merasa lucu pada Ricko yang berbadan besar dan kekar akan tetapi takut saat naik wahana tersebut.
“Anda takut, Pak?” tanya Jasmine sembari menatap Ricko.
“Tidak! Aku tidak takut, tapi hanya terkejut!” Si Kulkas 5 pintu itu masih berusaha mengelak padahal sudah terlihat jelas dari raut wajahnya yang ketakutan.
“Oh, benarkah kalau Anda hanya terkejut?” goda Jasmine.
“Diam kau! Sudah aku katakan kalau aku tidak takut sama sekali!” Masih saja kekeuh mempertahankan wibawa dan nama baiknya di hadapan babysitter kedua anaknya itu.
“Bagaimana kalau aku meminta kepada petugas untuk menambah kecepatan wahana ini? Sepertinya akan seru,” ucap Jasmine, terlihat sekali jika gadis tersebut sedang mengolok majikannya itu.
“Kau mau kita semua mati di sini!” sentak Ricko dengan wajah yang terlihat pucat karena ketakutan.
“Ha ha ha ha, aku hanya bercanda,” jawab Jasmine lalu mengulurkan telapak tangannya pada Ricko.
“Bergandengan tangan biasanya akan mengurangi rasa takut,” ucap Jasmine karena Ricko hanya menatap tangannya saja.
“Cih! Aku tidak butuh!” Ricko menepis tangan Jasmine dengan kasar. Akan tetapi dia langsung berteriak histeris saat wahana itu bergerak semakin cepat.
“Arghhhhh!!!” teriak semua orang yang menaiki wahana itu, termasuk Ricko yang langsung menarik tangan Jasmine dan menggenggam tangan itu dengan sangat erat.
Jasmine terkekeh geli lalu menepuk punggung tangan kekar itu dengan penuh kelembutan, memberikan rasa nyaman pada pria tersebut.
Hati Ricko menghangat, dan rasa takut itu berangsur hilang, kini tergantikan rasa nyaman pada gadis yang sedang menggenggam tangannya dengan erat.
Jasmine tersenyum pada Ricko yang tengah menatapnya. Lalu gadis itu berteriak keras sambil tertawa keras.
Semua yang di lakukan Jasmine tidak luput dari perhatian Ricko.
*
*
*
Turun dari wahana Pirates ship, Ricko merasa mual, bercampur syok dan malu karena Jasmine mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya, kalau dia takut dengan ketinggian.
“Hilang sudah wibawaku yang selama ini aku jaga,” batin Ricko kesal.
“Pak!” Jasmine berseru pada Ricko yang sejak dia panggil diam saja.
“Ada apa?” sahut Ricko datar seraya menoleh pada Jasmine.
“Lepaskan tanganku. Kita sudah turun.” Jasmine menatap tangannya yang masih di genggam erat oleh Ricko.
Ricko segera melepaskan tangan gadis itu dengan cepat. “Kau pasti sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan!” tuduh Ricko lalu berjalan mendahului Jasmine.
Jasmine mencebikkan bibirnya sambil menatap punggung Ricko yang lebar dan kokoh itu.
“Anak-anak, waktunya pulang ya,” ucap Jasmine pada dua anak asuhnya yang berjalan di depan mereka.
“Tapi masih mau main, Kak,” rengek Raisa dan Rayan bersamaan.
“Nanti jika Daddy ada waktu luang, kita main ke sini lagi!” ucap Ricko tidak bisa di bantah.
“Baiklah, tapi Daddy harus janji dulu kalau kita akan ke sini lagi,” ucap Raisa dan Rayan bersamaan lalu mengulurkan jari kelingking mereka pada Ricko.
“Iya, Daddy janji,” jawab Ricko sambil mengaitkan jari kelingkingnya pada dua jari kelingking anaknya.
“Baiklah, kita pulang sekarang.” Raisa dan Rayan tersenyum senang, lalu berjalan mendahului menuju pintu keluar pusat taman bermain itu, diikuti oleh Ricko dan Jasmine.
“Kau tidak sedang mengolokku ‘kan?” Ricko berkata dengan kesal saat melihat Jasmine menahan tawa.
“Tidak sama sekali, Pak. Tapi, ekspresi Bapak lucu saat ketakutan tadi.” Jasmine menggembungkan pipinya karena tawanya yang hampir meledak.
“Anak-anak sudah berada di luar!” Jasmine segera melarikan diri, sebelum mendapatkan amukan dari majikannya itu.
“Jasmine!” seru Ricko, mengejar gadis itu. “Ah, sial! Harga diriku!” umpat Ricko di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Raufaya Raisa Putri
jatuh wibawa mu pak
2024-12-22
0
Ani Ani
sombong dangat ambik kau
2024-05-08
0
Samsia Chia Bahir
😅😅😅😅😅😅😅
2024-03-23
0