Jasmine menatap rekaman CCTV yang terpampang nyata di depan matanya. Air matanya meleleh seketika saat melihat Rayan di gandeng oleh seorang pria.
“Kak Jas, Rayan ke mana?” Raisa yang sejak tadi bertanya kepada pengasuhnya akan tetapi Jasmine tidak kunjung menjawabnya, pengasuhnya tersebut saat ini sedang di landa rasa cemas dan ketakutan luar biasa.
Bagaimana kalau Rayan di sakiti atau yang lebih parahnya lagi di jual atau di bun*h oleh penculik itu. Dan berbagai pikiran negatif terus berputar di kepalanya, membuat Jasmine semakin tidak tenang.
*
*
“Om, kita mau ke mana?” tanya Rayan pada pria yang duduk di sebelahnya. Dan satu pria lagi duduk di balik kemudi mobil.
“Mau makan es krim, kamu mau es krim ‘kan anak tampan?” jawab pria yang duduk di sampingnya. Dari segi penampilan, pria itu terlihat rapi dan tampan, akan tetapi gigi pria tersebut terlihat kuning, membuat Rayan yang melihatnya menjadi mual.
“Aku tidak suka es krim. Es krim bisa membuat gigiku rusak, seperti gigi Om yang terlihat kuning dan bau!” jawab Rayan sambil mengibaskan salah satu tangannya di depan hidungnya, seolah sedang menghalau aroma tidak sedap yang ingin masuk ke hidungnya. Pria yang duduk di balik kemudi tergelak keras, ketika mendengar ocehan anak kecil itu.
“Heh! Anak kurang ajar!!!” pria tersebut langsung membekap bibir Rayan dengan salah satu tangannya.
“Emphh!” Rayan berteriak tertahan saat bibirnya di bungkam oleh pria tersebut.
“Jangan harap kau bisa lepas, karena kamu akan menjadi pohon uang untuk kami!” bentak pria tersebut.
Kedua mata Rayan membola sempurna, membuatnya teringat perkataan Raisa—saudara kembarnya.
“Di Mall itu banyak penculik!”
Rayan segera menggigit telapak tangan yang membekapnya itu dengan kuat dan sampai berdarah sehingga membuat pria jahat itu berteriak histeris sambil mengibaskan tangannya.
“Dasar kurang ajar!!!” teriak pria itu menatap tajam Rayan, lalu memegang tangannya yang terluka.
Rayan dengan cepat membuka kaca jendela mobil dengan lebar, lalu berteriak dengan keras.
“Tolong!! Tolong, aku di culik!!!” teriak Rayan pada pengguna jalan lainnya.
Teriakan Rayan menyita perhatian, membuat penculik itu ketakutan. Di tambah lagi, beberapa pengendara motor sudah menghadang mobil yang mereka tumpangi.
*
*
Ricko sudah berada di Mall, dan sudah melihat rekaman CCTV. Dia segera mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan putranya yang di culik.
Jasmine sejak tadi menangis dan tidak berhenti meminta maaf kepadanya.
“Pak, maafkan aku.” Jasmine mengusap air matanya dengan cepat sambil menatap Ricko yang berdiri di hadapannya.
Ricko diam tidak menjawab ucapan Jasmine. Pria itu sendiri hampir gila karena putranya di culik.
Tidak berselang lama, Ricko memutuskan untuk mengajak Jasmine pulang ke rumah, karena ia melihat putrinya sudah kelelahan dan tampak pucat.
Jasmine awalnya menolak, akan tetapi saat melihat wajah Raisa, akhirnya ia hanya bisa pasrah, dan berdoa semoga Rayan segera di temukan.
“Anak buahku tidak akan pernah gagal. Mereka akan menemukan Rayan dengan cepat.” Ricko berkata ketika mereka sudah duduk di dalam mobil.
“Ya, aku harap juga seperti itu. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai Rayan terluka.” Jasmine berbicara dengan suara sengau karena sudah kebanyakan menangis. Lalu ia mengusap kening Raisa yang berada di pelukannya.
Ricko memandang Jasmine dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Terlihat jelas jika Jasmine sangat menyayangi dan mencintai kedua anaknya. Dada Ricko menjadi berdebar di waktu yang tidak tepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Ani Ani
ITU Anak nyanemang di sayang
2024-05-08
0
Berdo'a saja
Jasmine ibu kandung mereka kan
2023-11-17
2
Bzaa
jgn2 memang bener Jasmine mamahny si kembar
2023-10-31
1