Ini adalah sore hari, dimana cuaca menjadi sejuk tapi juga tidak gelap , ini adalah jam terbaik untuk menikmati teh.
"Apa yang dilihat oleh kamu tidak salah, memang karena pada saat ini dunia juga sedang kurang baik, aku mendengar bahwa panen mutiara tidak sebaik sebelumnya. Belum lagi dengan pasokan senjata yang kurang untuk perbatasan selatan yang dipimpin oleh Jenderal Fang. Aku pikir, lebih baik untuk menghemat sementara di masa masa sulit ini. " Ucap Huang Xinxin dengan bijak.
"Di masa masa sulit ini, ada ribuan orang kehilangan tempat tinggalnya karena peperangan dengan Kerajaan tetangga, jika aku tetap menggunakan kehidupan mewah ku maka aku pikir ini tidak baik. " Lanjut Huang Xinxin.
"Kamu telah berubah begitu banyak, apakah karena kamu mengalami peristiwa kemarin itu jadi kamu memutuskan untuk menyerah pada kehidupan duniawi ?" Tanya Jiu Rui sambil duduk.
Huang Xinxin tidak langsung menjawab dan tersenyum tipis lalu menuangkan teh untuk Jiu Rui.
"Tidak juga , kadang kadang aku lelah ketika mengejarmu di masa lalu. Tapi, setelah mengalami peristiwa kemarin, aku sadar bahwa aku harus lebih memperhatikan diriku sendiri dan sadar bahwa aku tidak layak untukmu, aku berusaha untuk melepaskan perasaan ini, Putra Mahkota. Mari jalani kehidupan masing masing dengan baik, huft. Kehidupan ini singkat, aku akan mengisinya dengan tindakan yang banyak manfaatnya baik bagi diriku sendiri maupun bagi orang lain. " Jelas Huang Xinxin panjang lebar.
"Sebagai temanmu, aku ikut bahagia akan perubahan mu ini. Aku ingin kamu datang pada pesta upacara kedewasaanku. " Ucap Jiu Rui.
"Pasti , aku pasti akan datang. Bagaimanapun, kita adalah teman sekarang. Mengingat bahwa kita telah saling mengenal sejak lama, aku benar benar merasa lucu jika harus mengingat masa lalu. " Balas Huang Xinxin yang menegaskan bahwa semua tindakannya di masa lalu hanyalah kekonyolan masa muda.
Termasuk cintanya pada Jiu Rui hanyalah kisah cinta yang muncul karena masih muda dan akan hilang seiring bertumbuhnya usia.
Jiu Rui menyadari arti kata kata ini dan merasa agak patah hati bahwa dia hanya cinta masa muda.
Tapi, Jiu Rui tidak tahu apa yang membuatnya tidak senang dan patah hati ? Bukankah dia seharusnya bahagia karena Huang Xinxin menyerah ?
Huang Xinxin selalu mengganggunya selama ini tapi sekarang ketika Huang Xinxin memastikan bahwa dia menyerah , Jiu Rui sama sekali tidak merasa bahagia.
Dia sebelumnya memang merasa bahwa Huang Xinxin sangat mengganggunya bahkan dia beberapa kali ingin membatalkan pernikahan dengan Huang Xinxin.
Tapi, pada akhirnya setelah Huang Xinxin memutuskan menyerah, Jiu Rui merasa agak kesepian.
Dia merasa bahwa penggemar nomor satunya sudah menghilang dan dia kembali ke kehidupannya yang membosankan di Istana.
"Putra Mahkota, aku terobsesi padamu sebelumnya, maafkan aku. Tapi, kamu harus tahu bahwa kamu adalah satu satunya temanku disini. Kamu adalah orang yang menemaniku ketika aku masih muda, disaat semua orang mengejekku. Kamu mengusir mereka semua, terimakasih banyak. " Ucap Huang Xinxin.
Dia mengatakan semua yang ingin dikatakan oleh Huang Xinxin asli pada Jiu Rui, bisa dikatakan meringankan beban hatinya.
Jiu Rui terpaku ketika mendengar ini, ketika Huang Xinxin baru berusia 5 tahun, anak anak bangsawan lain menghinanya karena tidak memiliki Ibu.
Itu adalah Jiu Rui yang mengusir semua orang, itulah alasan kenapa Huang Xinxin jatuh cinta pada Jiu Rui bahkan sampai akhir hayatnya.
Dia hanya memiliki Jiu Rui sebagai terang di dalam hidupnya, tapi kemudian itu direbut oleh Wu Ying.
Tapi, Jiu Rui juga tidak salah karena cinta tidak dapat dipaksakan. Sayang sekali bahwa Huang Xinxin tidak mampu bertemu dengan cinta yang tepat sampai akhir.
Semuanya hanya kesalah pahaman tapi pada akhirnya, kesalah pahaman ini masih bisa menghancurkan seseorang.
"Jangan meminta maaf lagi, datanglah lebih sering ke Istanaku. Kamu tahu, Istana timur adalah tempat yang paling sepi dan dingin. Datanglah lebih sering seperti dulu. " Ucap Jiu Rui.
"Aku tidak memaksamu, hanya aku kasihan karena melihat kamu kesepian disini. " Lanjut Jiu Rui dengan buru buru untuk melindungi harga dirinya.
Huang Xinxin tersenyum dan merasa yakin bahwa pelakunya bukan Jiu Rui, orang seperti ini tidak akan memiliki hati yang begitu keras.
Paling tidak , tidak untuk saat ini, mungkin tiga tahun kemudian akan berubah.
"Baik, aku akan menerima niat baik dari Putra Mahkota. Jadi, kapan kamu akan mencari Putri Mahkota ?" Tanya Huang Xinxin sambil menopang dagunya.
"Tidak tahu, hal itu bukan hal yang penting. Aku juga tidak bisa menemukan gadis yang cocok dengan ku. " Balas Jiu Rui dengan malas.
"Kamu mungkin akan bertemu dengan gadis yang cocok di upacara kedewasaanmu, bagaimana dengan putri semata wayang Keluarga Bangsawan Wu ? Aku mendengar bahwa dia memiliki rupa yang luar biasa. " Ucap Huang Xinxin.
"Tidak, aku tidak berniat untuk menikah dalam waktu dekat. Aku ingin memimpin pasukan dan memperluas Kerajaan. " Ucap Jiu Rui menyebutkan ambisinya.
Huang Xinxin tertawa dalam hati, dia yakin bahwa Jiu Rui akan mengubah kata katanya ketika melihat Wu Ying.
"Kalau begitu maka aku harus mengajakmu untuk bertemu lebih banyak gadis bangsawan lain. " Ucap Huang Xinxin sambil mengeluarkan lukisannya.
"Aku mendengar bahwa kamu sedang mencari 375 lukisan untuk menghias aula Kekaisaran , aku pikir ini akan menjadi salah satunya. "Lanjut Huang Xinxin.
Jiu Rui melihat gulungan itu sebelum menerimanya dan membuka lukisannya, setiap garis tampak lembut dan halus.
Tampak sangat menenangkan dan warna yang cerah serta suasana yang ceria dan tenang membuat siapapun yang memandangnya akan merasa lega.
"Terima kasih, aku pasti akan memajang nya. " Ucap Jiu Rui.
"Aku mendengar bahwa Nona Xia yang kemarin mengeluarkan lukisan baru untuk pelelangan minggu depan, aku penasaran dengan lukisan terbarunya. " Balas Huang Xinxin.
Jiu Rui tidak mengatakan apa apa dan hanya menatap wajah Huang Xinxin dengan lekat.
"Tampaknya sudah malam, aku akan pulang ke Istana Timur. Terima kasih atas jamuan sore yang kamu berikan. " Ucap Jiu Rui.
"Kamu terlalu canggung, kita adalah teman, bukankah begitu ? Aku akan mengantarmu keluar. " Balas Huang Xinxin.
Jiu Rui mengangguk dan Huang Xinxin menemaninya, tapi sesaat setelah melangkah keluar dari pintu depan.
Huang Xinxin tiba tiba terjatuh dan membuat Jiu Rui panik. Jiu Rui menggendong tubuh Huang Xinxin dan memanggil asistennya.
"Cepat panggil tabib Istana !" Teriak Jiu Rui dengan panik.
Seluruh Kediaman Bangsawan Huang langsung berubah menjadi keributan karena pingsannya Huang Xinxin secara tiba tiba.
"Xinxin ! Xinxin ! Sadarlah !" Panggil Jiu Rui.
Jiu Rui menggendong Huang Xinxin masuk ke dalam kamarnya lalu membaringkan nya dengan perlahan.
Dia menepuk nepuk wajah Huang Xinxin dengan lembut, berusaha untuk membangunkan Huang Xinxin.
Tapi, tangan Huang Xinxin terus menerus mendingin, bahkan wajahnya kehilangan warna dengan sangat cepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Frando Kanan
klo gw jd FMC itu gw lbh baik gk ush dtg...sekalipun di hadapan gw adalah putra mahkota
2023-05-23
1
Frando Kanan
tmn masa kecil? heh 😏....
2023-05-23
0
Selly Rizki Melina
Nextt
2023-04-16
1