Ketika kereta kuda Huang Lixin mulai menghilang dari pandangan, senyum Huang Xinxin langsung memudar.
Dia berbalik untuk melihat petugas dan pelayan di Kediaman Huang yang telah di disiplinkan olehnya.
"Di masa depan, Ayah mungkin akan jarang kembali. Aku harap, kalian bisa bekerja sama dengan baik tanpa ada kecurangan dan niat jahat sedikitpun, aku bersedia untuk menjaga kalian dan mempercayai kalian, tolong jangan kecewakan aku. " Ucap Huang Xinxin.
"Ya, Nona. Kami pasti akan berusaha sekeras mungkin. " Balas para pelayan itu.
Setelah melihat apa yang menimpa Kepala Pelayan dan Xiao Zi, mereka memutuskan untuk bekerja dengan baik dan tulus.
Bayaran dan fasilitas yang diberikan oleh Kediaman Bangsawan Huang sama sekali tidak buruk, atasan mereka juga memperlakukan mereka dengan baik.
Mereka tidak bisa menjadi besar kepala dengan masalah ini , jika mereka dipindah tugaskan ke kediaman lain, maka takutnya tidak akan semudah ini.
Mereka harus puas dan melayani Tuan atau Nona mereka dengan baik di kediaman ini tanpa berniat jahat atau sombong karena kebaikan yang dimiliki oleh Tuan atau Nona mereka.
Bagus jika mereka telah sadar kesalahan mereka, Huang Xinxin masuk ke dalam kediamannya dan berganti pakaian.
Dia pergi dari sana dengan membawa Kuas Giok Bulan bersama dengannya dan pergi menuju Aula Shuiyun.
"Nona Xia, lukisanmu terjual dengan harga yang sangat mahal ! Ini adalah sebuah kehormatan. " Ucap pelayan yang selalu menyambutnya itu dengan bahagia.
"Benarkah ? Itu bagus sekali. " Balas Huang Xinxin.
Huang Xinxin menghadap ke Tuan Liu untuk menerima uangnya.
"Selamat atas loncatan besarmu, Nona Xia. Kamu berhasil untuk mencapai tingkat nomor 25 pelukis teratas. Ini adalah pencapaian yang sangat hebat. " Ucap Tuan Liu.
"Karena dipotong oleh biaya Aula Shuiyun maka Nona Huang mendapatkan 49.500 Tael Emas dari 55.000 Tael Emas. Dimana Nona Xia tinggal ? Kami akan mengantarkan uang uang ini ke kediamanmu. " Lanjut Tuan Liu.
"Terimakasih atas niat baik Tuan Liu, tapi tampaknya aku lebih senang jika menyimpannya ke bank. " Ucap Huang Xinxin dengan tenang.
"Ehm, tidak buruk. Aku akan meminta anak buahku untuk mengirim ke bank atas nama Nona Xia. Jadi, apakah Nona Xia akan memberikan lukisan ketiga ?" Tanya Tuan Liu.
"Tidak dalam waktu dekat, tapi untuk pelelangan minggu depan , aku pasti akan memberikan dua lukisan yang tidak kalah indah dari sebelumnya. " Jawab Huang Xinxin dengan yakin.
"Kalau begitu maka aku akan menunggu dengan antusias, Nona Xia. Senang bekerja sama denganmu. " Ucap Tuan Liu.
Xia Mei mengangguk dan pamit lalu pergi untuk membuka akun banknya, dia akan menabung banyak sekali uang untuk membantu Ayahnya jika mengalami kebangkrutan.
Huang Xinxin pertama tama pergi menuju pendaftaran kartu Identitas.
"Siapa namamu ?" Tanya orang itu.
"Xia Mei, berasal dari pinggiran utara kota dan merupakan keluarga sarjanawan tua yang mengasingkan diri bernama Xia Jun. " Ucap Huang Xinxin.
Xia Jun adalah nama nyata dari Ayahnya yang berada di dunia nyata, tidak tahu apakah benar benar ada orang seperti itu.
"Ehm, kenapa kamu harus membuat identitas mulai di usia sedewasa ini ?" Tanya orang itu.
"Karena Ayahku sudah tua dan tidak bisa mengurus masalah ini, terutama ketika pusat kota jauh dan dia tidak sanggup untuk menempuh perjalanan jauh. Tolong buat identitas ku ini. " Jawab Huang Xinxin.
"Izinkan aku melihat wajahmu terlebih dahulu. " Ucap orang itu.
Huang Xinxin membuka cadarnya dan orang itu mengangguk, bagaimanapun tidak banyak yang tahu wajah Huang Xinxin, yang sesungguhnya.
Kartu identitasnya dibuat dan dia baru bisa membuka akun bank, dia pergi menuju akun bank.
Disana sangat ramai dan orang orang mengantre, jika di dunia modern ada banyak orang yang siap melayani, tapi disini hanya ada tiga orang.
Disini, orang orang ingin menyimpan uang mereka karena takut kalau uang mereka akan dicuri jika disimpan dirumah.
Huang Xinxin melihat orang orang dari Aula Shuiyun yang baru saja tiba.
"Taruh saja disini. " Ucap Huang Xinxin.
"Nona Xia, kamu adalah orang dengan peringkat 25 yang diakui semua orang sekarang. Kamu tidak harus mengantre disini dan bisa naik ke atas secara langsung. " Ucap pelayan itu.
"Benarkah ?" Tanya Huang Xinxin dengan tidak percaya dan pelayan itu menganggukkan kepalanya.
Huang Xinxin naik ke lantai atas bersama dengan pelayan itu.
"Xia Mei dari peringkat 25 , ingin membuka akun bank tabungan yang baru. " Ucap Huang Xinxin.
"Nona Xia, boleh kami minta identitas dirimu ?" Tanya gadis yang menjaga bank itu.
Huang Xinxin memberikan kartu identitasnya dan dia mendapatkan sebuah buku tabungan yang ditulis secara manual.
Ditulis bahwa pada tanggal hari ini, dia menyimpan 49.500 Tael Emas. Dia membawa buku itu dan menyimpannya di balik lengan pakaiannya.
"Terima kasih banyak atas bantuanmu, selama ini aku tinggal di desa dan tidak terbiasa dengan hal hal di Ibukota. " Ucap Huang Xinxin pada Pelayan Aula Shuiyun.
"Nona Xia santai saja, hal ini memang normal terjadi. Aku mengetahui ini karena sering melayani pelukis pelukis hebat di Aula Shuiyun, jika tidak maka aku tidak tahu juga. " Ucap Pelayan itu.
Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan kembali ke kediamannya, sudah saatnya untuk memulai penyelidikan.
Huang Xinxin mengendap endap secara diam diam dan memasuki lewat jendela kamarnya yang sengaja dia buka sedikit.
Sehingga bisa dibuka dari luar, dia menutup jendela dan kamarnya dengan rapat rapat lalu berganti pakaiannya menjadi pakaiannya yang biasa.
Huang Xinxin duduk dan melukis dengan perlahan lahan, dia berniat untuk memberikan hadiah pada Jiu Rui untuk menenangkan pria itu.
Jika pria itu lebih percaya padanya maka lebih mudah untuk mengendalikannya, dia tidak akan berakhir di tiang gantung pada akhirnya.
Dia akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari tiang gantung dan menyelamatkan Huang Lixin dari kebangkrutan.
Huang Xinxin mengeluarkan Kuas Giok Bulan miliknya dan mulai melukis taman yang indah dengan suasana yang cerah dan kupu kupu yang beterbangan.
Ditengah tengah itu, ada sepasang kursi dengan meja bundar di bagian tengahnya . Di atas meja bundar yang berwarna putih susu itu terdapat poci teh dengan sepasang cangkir teh.
Itu adalah lukisan yang indah dan akan disukai oleh banyak orang hanya dengan sekali pandang.
Tidak terasa bahwa dia menghabiskan tiga jam waktunya untuk melukis ini, sudah saatnya untuk menanyakan apa yang ingin ditanyakan olehnya.
Huang Xinxin bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah luar untuk menanyakan pada seorang pelayan yang sudah mengabdi selama beberapa tahun belakangan ini.
"Xiao Yan, kemari !" Panggil Huang Xinxin.
Pria yang dipanggil Xiao Yan itu tidak menyangka bahwa Huang Xinxin akan memanggilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Selly Rizki Melina
Nextt
2023-04-16
1