"Kebetulan sekali bahwa Yang Mulia Putra Mahkota telah datang, kami datang kemari juga untuk membahas pertunangan mu. " Ucap Huang Lixin.
Jiu Rui menatap ke arah Huang Xinxin dengan tatapan tidak percaya dan tiba tiba merasakan aura intimidasi.
Huang Xinxin telah berubah, mata yang selalu cerah ketika menatapnya itu telah berubah menjadi sulit untuk ditebak.
Kata katanya juga berbeda, dari yang biasa selalu memanggilnya "calon suami" sekarang telah berubah menjadi begitu kaku.
Nada suaranya juga berubah, dari yang biasanya selalu penuh dengan antusias dan manja, sekarang menjadi dingin dan menunjukkan kekuatan.
"Aku mendengar dari Tuan Huang kemarin mengumumkan bahwa Nona Huang telah mengalami hal buruk, tapi aku melihat tidak ada yang salah dengan Nona Huang. " Ucap Jiu Rui berusaha untuk tetap tenang.
"Terimakasih atas kekhawatiran Putra Mahkota, tapi Ayah mengatakan bahwa Yang Mulia tidak tega dan meminta seratus orang biarawan untuk mendoakanku disetiap kuil. Aku mendapatkan keajaiban dengan kembali sembuh dan berdiri disini, aku ingin berterima kasih atas rahmat besar yang diberikan oleh Yang Mulia. Sebelumnya aku ceroboh karena jatuh dan memukul kepalaku sendiri sehingga aku terluka parah. " Ucap Huang Xinxin dengan kata kata yang tenang dan runtut.
Orang orang mengatakan bahwa Nona tinggal Keluarga Bangsawan Huang adalah orang yang bodoh dan tidak terpelajar, dia bahkan tidak bisa menulis namanya sendiri.
Tapi, kata kata yang dia keluarkan hari ini membuktikan bahwa kata kata semua orang itu salah, semua orang telah salah menilainya.
Dia jauh di atas kata rata rata, apalagi tidak mampu. Ini membuat Jiu Rui merasa pikirannya berubah menjadi rumit.
Kenapa Huang Xinxin yang seharusnya mudah untuk ditangani berubah menjadi begitu sulit untuk ditebak ?
"Tidak baik untuk membuat Yang Mulia menunggu. " Ucap Huang Xinxin dan berjalan masuk.
Huang Xinxin berlutut ketika bertemu dengan Kaisar Agung Jiu, bersama dengan Huang Lixin dan Jiu Rui.
"Semoga Yang Mulia selalu diberikan kemakmuran dan kedamaian selama ribuan tahun. " Ucap Huang Xinxin.
"Aku telah mendengar tentang keajaiban mu, tabib mengatakan bahwa nafasmu sudah tidak terasa dan detak jantungmu telah berhenti, tapi melihatmu begitu sehat disini membuatku tertegun. " Ucap Kaisar.
"Itu semua berkat rahmat yang diberikan oleh Yang Mulia, jika aku tidak mendapatkan rahmat ini maka aku takut bahwa aku akan benar benar berada di Sungai Kuning pada saat ini. " Ucap Huang Xinxin dengan rendah hati, tidak seperti biasanya.
(Sungai Kuning, dikatakan dalam mitologi Cina bahwa itu adalah Sungai yang mengantarkan arwah seseorang yang telah meninggal menuju alam kematian)
"Kamu terlalu rendah hati, kamu sudah ku anggap sebagai putriku sendiri, bagaimana mungkin aku tidak sedih ketika mendengar kabar ini ? Tapi, setelah melihatmu baik baik saja, tampaknya Dewa dan Dewi sekalipun tidak rela melihat kamu pergi. " Ucap Kaisar.
"Yang Mulia terlalu memuji, Xinxin tidak memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan. Hanya saja, Xinxin tidak tahu hal apa yang bisa Xinxin berikan untuk membalaskan budi yang diberikan oleh Yang Mulia, jadi Xinxin menggambar semalaman. Lukisan ini bukan lukisan yang baik, tapi ini penuh dengan niatku. " Balas Huang Xinxin sembari tersenyum manis.
Huang Lixin yang mendengar ini tiba tiba merasa terkejut dan merasa cemas, selama ini putrinya selalu lemah dalam masalah melukis dan tidak suka dengan melukis tapi tiba tiba dia membawa hadiah untuk Yang Mulia.
Yang Mulia memang meminta upacara besar untuk mendoakan arwah Huang Xinxin dan ini bisa digunakan oleh Huang Xinxin untuk menutupi alasan kehidupan kembalinya yang aneh.
Huang Xinxin mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang ada di lengan pakaiannya dan maju untuk memberikannya kepada Kaisar Agung.
Kasim mengambil itu dan memberikannya kepada Kaisar Agung, Huang Lixin tidak berani membuka matanya karena takut.
Tapi, hinaan tidak kunjung datang, bahkan kata kata sarkas juga tidak muncul dari bibir Kaisar Agung.
"Selama ini aku lemah dalam melukis jadi selama lima tahun belakangan ini, aku berlatih siang dan malam diam diam. Maafkan aku jika belum cukup baik untuk memuaskan Yang Mulia, tapi aku berjanji bahwa aku pasti akan menjadi semakin baik di masa mendatang. " Ucap Huang Xinxin sembari bersujud.
"Ini adalah lukisan yang sangat indah dan berwarna , hampir seperti aku melihat secara langsung. Hamparan bunga lily yang lembut ini benar benar membuatku terpaku, dengan cahaya matahari yang terang dan awan awan putih yang lembut. Ini benar benar indah , aku pasti akan memajang ini. Hanya saja, apakah ini adalah ilusi ku atau memang aku mencium harum dari bunga lily ?" Tanya Kaisar.
"Menjawab Yang Mulia, aku memberikan inisiatif untuk menyemprotkan air yang direndam bersama dengan Bunga Lily semalaman sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik. " Jawab Huang Xinxin.
Tepat sekali ketika dia dalam perjalanan pulang, dia menemukan seorang pedagang yang berjualan bunga lily, melihat bahwa bunganya belum laku satupun, sehingga membuat Huang Xinxin merasa kasihan.
Jadi dia membeli bunga milik pedagang itu dan membawanya pulang. Huang Lixin mengira bahwa itu adalah pujian semata, tapi ketika Kaisar membalikkan lukisannya agar bisa dilihat semua orang.
Membuat Huang Lixin dan Jiu Rui tertegun, karena itu adalah lukisan yang terlihat sangat nyata dan setiap warna yang digunakan sangat cerah.
Berbeda sekali dengan lukisan yang dia buat di Aula Shuiyun yang penuh dengan kegelapan. Pada akhirnya, dia siap untuk mengguncang dunia ini dengan dua identitas yang berbeda.
Perlu ditegaskan, bahwa Huang Xinxin dan Xia Mei adalah orang yang berbeda.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu dapat melukis dengan begitu mengagumkan, kamu benar benar putriku ! Ayah pasti akan membelikan banyak peralatan melukis untukmu." Ucap Huang Lixin dengan terharu.
"Maaf, selama ini aku berlatih diam diam karena ingin mengejutkan Ayah tapi ternyata hal ini terjadi dan semua ini sudah terjadi. Maafkan aku Ayah. " Balas Huang Xinxin dengan nada yang di dramatisir.
Sementara Jiu Rui yang melihat ini merasa bahwa Huang Xinxin telah sepenuhnya berubah, seolah olah selama ini yang dia lihat hanyalah topeng Huang Xinxin.
Jiu Rui merasa bahwa Huang Xinxin telah berubah menjadi lebih rumit dan sulit untuk dimengerti sehingga dia menatap gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.
"Baiklah , baiklah, karena kamu telah memberikan hadiah yang begitu berharga dan juga untuk merayakan kebangkitan mu kembali maka aku akan memberikan satu permohonan kepadamu , aku akan memberikan apapun yang kamu minta. " Ucap Kaisar , ini adalah kata kata yang paling ditunggu tunggu oleh Huang Xinxin sejak tadi.
"Yang Mulia , aku tahu bahwa ini adalah permintaan yang lancang, tapi aku memohon dengan segala maafku. Melihat dari kemampuanku, aku tidak layak untuk menjadi istri Putra Mahkota, aku memohon pembatalan pertunangan. " Jawab Huang Xinxin dengan penuh ketegasan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
bluepanda
beda kepribadian
2024-08-08
0
malest
bagus,,
2023-07-20
0
malest
bagus,
2023-07-20
0