Kelipatan mulai berubah dari 100 menjadi 200 dari 200 menjadi 300 , hal ini terus berubah seiring orang orang mulai menyukai benda ini.
Huang Xinxin melihat bahwa dia tidak perlu untuk mengatakan sesuatu lagi.
"1.700 Tael Emas !"
"2.000 Tael Emas !"
"2.500 Tael Emas !"
"3.000 Tael Emas !"
"Berikan pada Tuan Muda ini, Tuan muda ini akan membayar dengan dua kali lipat !" Seru Zhou Man dengan setengah mabuk.
"8.000 Tael Emas !" Ucap Jiu Rui.
Jelas jelas, Jiu Rui menyukai lukisan ini hanya dalam satu pandangan, bagaimana mungkin dia akan melepaskan lukisan ini dengan mudah kepada Zhou Man ?
Untuk lukisan seindah ini, dia bisa saja merelakan uang sebanyak yang dia inginkan. Ini gambar seolah olah dibuat oleh sepuluh ahli teratas.
Sebenarnya, siapa pelukis Xia Mei ini ? Kenapa lukisannya tampak begitu hidup ? Jika Jiu Rui mampu membeli ini dan memamerkannya di upacara kedewasaannya, maka ini sangat baik.
"Putra Mahkota, kamu telah mendapatkan yang satunya. Bukankah kamu seharusnya mengalah padaku ?" Tanya Zhou Man dengan tawa bodohnya.
"Zhou Man ! Jangan lancang, kamu telah mabuk !" Ucap Jiu Rui dengan tidak senang.
"Lalu, kenapa jika aku mabuk ? Aku bisa menawarkan apapun yang aku inginkan, 12.000 Tael Emas !" Teriak Zhou Man.
"Zhou Man, jangan memancing kesabaranku, 15.000 Tael Emas. " Balas Jiu Rui kesal.
"Putra Mahkota, disini siapapun yang memiliki uang akan bisa mendapatkan barang. Apakah Putra Mahkota berusaha untuk menggertakku dengan pengaruh kekuasaan milikmu ?" Tanya Zhou Man.
"20.000 Tael Emas ! " Lanjut Zhou Man.
Orang orang merasakan ketegangan dari pertarungan ini, tapi Huang Xinxin menikmatinya dengan baik.
Bagaimanapun , di cerita aslinya, memang mereka tidak berhubungan baik. Keluarga Zhou Man masih memiliki darah Kekaisaran karena Ibu dari Zhou Man adalah adik Kaisar saat ini.
Sementara itu sebenarnya masih bisa dikatakan kalau Zhou Man dan Jiu Rui masih sepupu, hanya saja mereka tidak saling menyukai karena sifat buruk Zhou Man.
Tapi, sebenarnya ketika dipikirkan dengan hari hari, maka sifat Jiu Rui dan Zhou Man benar benar buruk walaupun di jalan yang berbeda.
Biarkan mereka berdua bertarung satu sama lain, semakin banyak gesekan maka semakin besar api yang dihasilkan.
"30.000 Tael Emas !" Ucap Jiu Rui dengan tidak senang dan mendengus kesal.
"35.000 Tael Emas !" Balas Zhou Man.
"40.000 Tael Emas !"
"45.000 Tael Emas !"
"50.000 Tael Emas. " Tekan Jiu Rui dengan tegas.
"Baik, Putra Mahkota bisa mengambilnya. " Balas Zhou Man dengan malas.
"Selamat kepada Putra Mahkota karena mendapatkan lukisan kedua dari Xia Mei." Ucap Tuan Liu.
Pada akhirnya, acara telah selesai dan semua orang kembali ke kereta kuda mereka masing masing.
"Putra Mahkota, hati hati dijalan. " Ucap Huang Xinxin ketika di depan.
"Huang Xinxin, aku akan memanggilmu seperti itu. Kamu boleh memanggilmu dengan nama, bagaimanapun kita kenalan lama sebelumnya. " Ucap Jiu Rui dengan canggung.
"Baik , kalau begitu. Jiu Rui, hati hati dijalan. " Balas Huang Xinxin.
"Huang Xinxin, di masa depan jika Zhou Man menganggumu lagi maka kamu bisa mengatakannya padaku, aku memang kesal padanya. Lukisan ini untukmu. " Ucap Jiu Rui dengan nada yang kaku.
Jiu Rui memberikan lukisan miliknya yang bergambar teratai itu. Huang Xinxin tidak mengambilnya secara langsung dan menatap mata Jiu Rui.
"Untuk apa ini ? Kamu yang membelinya, ini akan baik untuk upacara kedewasaanmu. " Ucap Huang Xinxin.
"Tidak, ini untukmu. Kamu tampaknya tertarik dengan ini, anggap bahwa ini adalah hadiah untuk pertemanan kita. " Balas Jiu Rui dengan buru buru dan memasukkan lukisan itu ke tangannya.
"Kalau begitu maka aku berterima kasih dengan tulus, aku berharap bahwa bisa mengundang Putra Mahkota untuk minum teh pada hari rabu, pukul 5 sore. Itu adalah jam yang cocok untuk minum teh. Tolong datanglah, Jiu Rui. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum polosnya.
"Aku akan datang, kembalilah. Udara disini dingin, jangan sampai melukai tubuhmu sendiri. " Ucap Jiu Rui, sebenarnya perhatian tapi malu untuk mengatakan perhatiannya.
"Terima kasih banyak, Jiu Rui. Aku akan kembali, maaf karena telah menimbulkan ketidak nyamanan di masa lalu. " Balas Huang Xinxin.
Jiu Rui menganggukkan kepalanya dan masuk ke atas kereta kudanya lalu pergi, pada saat itu senyum Huang Xinxin langsung hilang.
Melihat seperti ini , maka Jiu Rui seharusnya tidak tergabung dalam upaya pembunuhan Huang Xinxin.
Jiu Rui ini bukan sifat yang baik, tapi juga seharusnya dengan perangaiannya yang masih seperti ini maka seharusnya bukan orang yang sampai bisa membunuh orang lain, apalagi orang yang dikenalnya.
Huang Xinxin bertanya tanya, siapakah orang yang bisa dianggap sebagai tersangka selain Jiu Rui.
Huang Xinxin naik kembali ke kereta kudanya dan menuju ke kediamannya untuk menunggu. Sampai saat ini, dia masih belum bisa menggambar semua kekuatan yang ada disini.
Dia masih mencurigai banyak orang, bisa saja keluarga keluarga bangsawan lain merasa iri dengan Keluarga Bangsawan Huang.
Ini membuatnya bertanya tanya , sebelumnya dia sangat yakin bahwa Jiu Rui yang melakukannya mengingat hubungan buruk mereka.
Tapi, kenapa tiba tiba sikap Jiu berubah drastis ?Ini benar benar buruk untuk penyelidikannya, apakah Jiu Rui sengaja memainkan peran agar dirinya tidak dicurigai ?
Jiu Rui pada saat ini masih belum bisa dikatakan lepas dari tuduhan mengingat bahwa dalam cerita aslinya, orang yang menjatuhkan hukuman mati pada Huang Xinxin adalah Jiu Rui juga.
Hanya saja, aneh sekali bahwa orang orang ini tidak mengetahui tentang Putri semata wayang dari Keluarga Bangsawan Wu, apakah selama ini Wu Ying selalu berada di dalam kediamannya ?
Apakah mungkin ini ada kaitannya dengan dia ? Tapi, di cerita aslinya, dia adalah gadis paling baik hati dan berbudi luhur.
Sulit untuk melihat karakter jahat pada orang orang yang memiliki tampilan lembut seperti Wu Ying.
Hanya saja, jika dipikir lagi maka banyak yang berbeda antara cerita dengan yang sebenarnya terjadi.
Huang Xinxin memikirkan ini dengan keras sampai dia kembali ke kediamannya, ketika dia turun dari kereta kudanya.
Dia bisa melihat bahwa ada seseorang yang menemui Ayahnya di ruang tamu.
"Siapakah dia ?" Tanya Huang Xinxin pada pelayan yang menjaga pintu.
"Tuan Huang bertemu dengan seorang utusan pedagang garam, dikatakan bahwa ada masalah mendesak. " Jawab pelayan itu.
Huang Xinxin berjalan masuk dan memberikan salam kepada utusan itu lalu duduk di samping Ayahnya.
"Nona Huang, ketika terakhir kali aku melihatmu, kamu hanya setinggi pinggang ku, tapi setelah melihat mu sekarang, kamu benar benar sudah tumbuh dewasa. " Ucap utusan itu.
Huang Xinxin yang mendengar ini tertawa lembut dan berterima kasih.
"Ayahmu memintaku membawakan ini untukmu, karena merayakan keajaiban yang terjadi padamu. " Lanjut utusan itu.
"Bukalah, apakah kamu akan menyukainya atau tidak. " Ucap Huang Lixin dengan antusias.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
mr. rmayy
hahh orang lain yang bertaruh. eh dia yang menangg cooll bett ya
2023-09-24
1
Frando Kanan
berarti....sepupu.... ckckck 🙄
2023-05-23
0
AshaREALME
yg terlihat lembut n baik belum tentu tdk bisa membunuh semua bahkan terkadang dia lebih sadis dari pembunuh bayaran bahkan Bukan tidak mungkin memiliki jiwa psikopat dlm dirinya ...
Wu Ying patut jadi tersangka utama karena dia diam2 sebetulnya bisa jadi menginginkan posisi sebagai putri Mahkota ...
.
.
.
Semangat tHor
Semoga sehat Selalu n makin sukses berkarya
2023-04-16
2