13. Pelelangan Aula Shuiyun II

Kelipatan mulai berubah dari 100 menjadi 200 dari 200 menjadi 300 , hal ini terus berubah seiring orang orang mulai menyukai benda ini.

Huang Xinxin melihat bahwa dia tidak perlu untuk mengatakan sesuatu lagi.

"1.700 Tael Emas !"

"2.000 Tael Emas !"

"2.500 Tael Emas !"

"3.000 Tael Emas !"

"Berikan pada Tuan Muda ini, Tuan muda ini akan membayar dengan dua kali lipat !" Seru Zhou Man dengan setengah mabuk.

"8.000 Tael Emas !" Ucap Jiu Rui.

Jelas jelas, Jiu Rui menyukai lukisan ini hanya dalam satu pandangan, bagaimana mungkin dia akan melepaskan lukisan ini dengan mudah kepada Zhou Man ?

Untuk lukisan seindah ini, dia bisa saja merelakan uang sebanyak yang dia inginkan. Ini gambar seolah olah dibuat oleh sepuluh ahli teratas.

Sebenarnya, siapa pelukis Xia Mei ini ? Kenapa lukisannya tampak begitu hidup ? Jika Jiu Rui mampu membeli ini dan memamerkannya di upacara kedewasaannya, maka ini sangat baik.

"Putra Mahkota, kamu telah mendapatkan yang satunya. Bukankah kamu seharusnya mengalah padaku ?" Tanya Zhou Man dengan tawa bodohnya.

"Zhou Man ! Jangan lancang, kamu telah mabuk !" Ucap Jiu Rui dengan tidak senang.

"Lalu, kenapa jika aku mabuk ? Aku bisa menawarkan apapun yang aku inginkan, 12.000 Tael Emas !" Teriak Zhou Man.

"Zhou Man, jangan memancing kesabaranku, 15.000 Tael Emas. " Balas Jiu Rui kesal.

"Putra Mahkota, disini siapapun yang memiliki uang akan bisa mendapatkan barang. Apakah Putra Mahkota berusaha untuk menggertakku dengan pengaruh kekuasaan milikmu ?" Tanya Zhou Man.

"20.000 Tael Emas ! " Lanjut Zhou Man.

Orang orang merasakan ketegangan dari pertarungan ini, tapi Huang Xinxin menikmatinya dengan baik.

Bagaimanapun , di cerita aslinya, memang mereka tidak berhubungan baik. Keluarga Zhou Man masih memiliki darah Kekaisaran karena Ibu dari Zhou Man adalah adik Kaisar saat ini.

Sementara itu sebenarnya masih bisa dikatakan kalau Zhou Man dan Jiu Rui masih sepupu, hanya saja mereka tidak saling menyukai karena sifat buruk Zhou Man.

Tapi, sebenarnya ketika dipikirkan dengan hari hari, maka sifat Jiu Rui dan Zhou Man benar benar buruk walaupun di jalan yang berbeda.

Biarkan mereka berdua bertarung satu sama lain, semakin banyak gesekan maka semakin besar api yang dihasilkan.

"30.000 Tael Emas !" Ucap Jiu Rui dengan tidak senang dan mendengus kesal.

"35.000 Tael Emas !" Balas Zhou Man.

"40.000 Tael Emas !"

"45.000 Tael Emas !"

"50.000 Tael Emas. " Tekan Jiu Rui dengan tegas.

"Baik, Putra Mahkota bisa mengambilnya. " Balas Zhou Man dengan malas.

"Selamat kepada Putra Mahkota karena mendapatkan lukisan kedua dari Xia Mei." Ucap Tuan Liu.

Pada akhirnya, acara telah selesai dan semua orang kembali ke kereta kuda mereka masing masing.

"Putra Mahkota, hati hati dijalan. " Ucap Huang Xinxin ketika di depan.

"Huang Xinxin, aku akan memanggilmu seperti itu. Kamu boleh memanggilmu dengan nama, bagaimanapun kita kenalan lama sebelumnya. " Ucap Jiu Rui dengan canggung.

"Baik , kalau begitu. Jiu Rui, hati hati dijalan. " Balas Huang Xinxin.

"Huang Xinxin, di masa depan jika Zhou Man menganggumu lagi maka kamu bisa mengatakannya padaku, aku memang kesal padanya. Lukisan ini untukmu. " Ucap Jiu Rui dengan nada yang kaku.

Jiu Rui memberikan lukisan miliknya yang bergambar teratai itu. Huang Xinxin tidak mengambilnya secara langsung dan menatap mata Jiu Rui.

"Untuk apa ini ? Kamu yang membelinya, ini akan baik untuk upacara kedewasaanmu. " Ucap Huang Xinxin.

"Tidak, ini untukmu. Kamu tampaknya tertarik dengan ini, anggap bahwa ini adalah hadiah untuk pertemanan kita. " Balas Jiu Rui dengan buru buru dan memasukkan lukisan itu ke tangannya.

"Kalau begitu maka aku berterima kasih dengan tulus, aku berharap bahwa bisa mengundang Putra Mahkota untuk minum teh pada hari rabu, pukul 5 sore. Itu adalah jam yang cocok untuk minum teh. Tolong datanglah, Jiu Rui. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum polosnya.

"Aku akan datang, kembalilah. Udara disini dingin, jangan sampai melukai tubuhmu sendiri. " Ucap Jiu Rui, sebenarnya perhatian tapi malu untuk mengatakan perhatiannya.

"Terima kasih banyak, Jiu Rui. Aku akan kembali, maaf karena telah menimbulkan ketidak nyamanan di masa lalu. " Balas Huang Xinxin.

Jiu Rui menganggukkan kepalanya dan masuk ke atas kereta kudanya lalu pergi, pada saat itu senyum Huang Xinxin langsung hilang.

Melihat seperti ini , maka Jiu Rui seharusnya tidak tergabung dalam upaya pembunuhan Huang Xinxin.

Jiu Rui ini bukan sifat yang baik, tapi juga seharusnya dengan perangaiannya yang masih seperti ini maka seharusnya bukan orang yang sampai bisa membunuh orang lain, apalagi orang yang dikenalnya.

Huang Xinxin bertanya tanya, siapakah orang yang bisa dianggap sebagai tersangka selain Jiu Rui.

Huang Xinxin naik kembali ke kereta kudanya dan menuju ke kediamannya untuk menunggu. Sampai saat ini, dia masih belum bisa menggambar semua kekuatan yang ada disini.

Dia masih mencurigai banyak orang, bisa saja keluarga keluarga bangsawan lain merasa iri dengan Keluarga Bangsawan Huang.

Ini membuatnya bertanya tanya , sebelumnya dia sangat yakin bahwa Jiu Rui yang melakukannya mengingat hubungan buruk mereka.

Tapi, kenapa tiba tiba sikap Jiu berubah drastis ?Ini benar benar buruk untuk penyelidikannya, apakah Jiu Rui sengaja memainkan peran agar dirinya tidak dicurigai ?

Jiu Rui pada saat ini masih belum bisa dikatakan lepas dari tuduhan mengingat bahwa dalam cerita aslinya, orang yang menjatuhkan hukuman mati pada Huang Xinxin adalah Jiu Rui juga.

Hanya saja, aneh sekali bahwa orang orang ini tidak mengetahui tentang Putri semata wayang dari Keluarga Bangsawan Wu, apakah selama ini Wu Ying selalu berada di dalam kediamannya ?

Apakah mungkin ini ada kaitannya dengan dia ? Tapi, di cerita aslinya, dia adalah gadis paling baik hati dan berbudi luhur.

Sulit untuk melihat karakter jahat pada orang orang yang memiliki tampilan lembut seperti Wu Ying.

Hanya saja, jika dipikir lagi maka banyak yang berbeda antara cerita dengan yang sebenarnya terjadi.

Huang Xinxin memikirkan ini dengan keras sampai dia kembali ke kediamannya, ketika dia turun dari kereta kudanya.

Dia bisa melihat bahwa ada seseorang yang menemui Ayahnya di ruang tamu.

"Siapakah dia ?" Tanya Huang Xinxin pada pelayan yang menjaga pintu.

"Tuan Huang bertemu dengan seorang utusan pedagang garam, dikatakan bahwa ada masalah mendesak. " Jawab pelayan itu.

Huang Xinxin berjalan masuk dan memberikan salam kepada utusan itu lalu duduk di samping Ayahnya.

"Nona Huang, ketika terakhir kali aku melihatmu, kamu hanya setinggi pinggang ku, tapi setelah melihat mu sekarang, kamu benar benar sudah tumbuh dewasa. " Ucap utusan itu.

Huang Xinxin yang mendengar ini tertawa lembut dan berterima kasih.

"Ayahmu memintaku membawakan ini untukmu, karena merayakan keajaiban yang terjadi padamu. " Lanjut utusan itu.

"Bukalah, apakah kamu akan menyukainya atau tidak. " Ucap Huang Lixin dengan antusias.

Terpopuler

Comments

mr. rmayy

mr. rmayy

hahh orang lain yang bertaruh. eh dia yang menangg cooll bett ya

2023-09-24

1

Frando Kanan

Frando Kanan

berarti....sepupu.... ckckck 🙄

2023-05-23

0

AshaREALME

AshaREALME

yg terlihat lembut n baik belum tentu tdk bisa membunuh semua bahkan terkadang dia lebih sadis dari pembunuh bayaran bahkan Bukan tidak mungkin memiliki jiwa psikopat dlm dirinya ...
Wu Ying patut jadi tersangka utama karena dia diam2 sebetulnya bisa jadi menginginkan posisi sebagai putri Mahkota ...
.
.
.
Semangat tHor
Semoga sehat Selalu n makin sukses berkarya

2023-04-16

2

lihat semua
Episodes
1 1. Pendekar Pelukis Abadi
2 2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3 3. Huang Xinxin
4 4. Aula Shuiyun
5 5. Putra Mahkota Jiu Rui
6 6. Pembatalan Pertunangan
7 7. Pembatalan Pertunangan II
8 8. Menghukum Pelayan
9 9. Menghukum Pelayan II
10 10. Lukisan Kedua
11 11. Tangan Zhou Man
12 12. Pelelangan Aula Shuiyun
13 13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14 14. Kuas Giok Bulan
15 15. Identitas Baru
16 16. Penyelidikan Awal
17 17. Perjamuan Teh Sore
18 18. Racun Sembilan Neraka
19 19. Tabib Zhang
20 20. Tabib Zhang II
21 21. Mencari Huang Lixin
22 22. Menyelamatkan Huang Lixin
23 23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24 24. Jenderal Ming, Ming Yue
25 25. Surat Merpati
26 26. Desa Ji
27 27. Bibi Guan Ye
28 28. Pertemuan Tuan Zhou
29 29. Negosiasi
30 30. Musim Dingin
31 31. Flu
32 32. Penindasan
33 33. Sedikit Balas Dendam
34 34. Pengumuman Kelulusan
35 35. Rumor Keluarga Yue
36 36. Perjamuan Musim Dingin
37 37. Perjamuan Musim Dingin II
38 38. Pertunjukkan Hewan
39 39. Serangan Mendadak
40 40. Serangan Mendadak II
41 41. Interogasi Xing Yunlai
42 42. "Aku bukan dia"
43 43. Kabar Peperangan
44 44. Kebenaran
45 45. Rencana
46 46. Wu Ying
47 47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48 48. Gunung Kunlun
49 49. Kesepakatan
50 50. Peperangan
51 51. Bantuan
52 52. Rencana Baru
53 53. Pingsan
54 54. Kembali Ke Ibukota
55 55. Melepaskan Jabatan
56 56. Menyiapkan Diri
57 57. Menjebak Jiu Rui
58 58. Undangan Wu Ying
59 59. Menolong Anak Kecil
60 60. Menyelesaikan Penjahat
61 61. Berbuat Baik
62 62. Jenderal Ming Tua
63 63. Menghadap Kaisar
64 64. Kekacauan
65 65. Kekacauan II
66 66. Ibu Suri
67 67. Keluarga Bangsawan Dan
68 68. Ling Shangyue
69 69. Kunjungan Ibu Suri
70 70. Kunjungan Ibu Suri II
71 71. Ulang Tahun Wu Ying
72 72. Ulang Tahun Wu Ying II
73 73. Rasa Iri
74 74. Mendatangi Jiu Rui
75 75. Tangisan Jiu Rui
76 76. Pernyataan Cinta
77 77. Kematian Xing Yunlai
78 78. Tersangka
79 79. Tahanan Istana
80 80. Interogasi Huang Xinxin
81 81. Xian Liwei
82 82. Upaya Ming Yue
83 83. Tabib Ling
84 84. Pernyataan Tabib Ling
85 85. Bebas
86 86. Kepergian Huang Xinxin
87 87. Reinkarnasi
88 88. Kesedihan Jiu Rui
89 89. Mencari Pelaku
90 90. Siluman
91 91. Kematian Xian Liwei
92 92. Tato Bunga Persik
93 93. Keluar Hutan
94 94. Berbeda
95 95. Xian Jinmei
96 96. Kematian Xian Jinmei
97 97. Ibukota
98 98. Tidak Percaya
99 99. Rasa Rindu
100 100. Pernyataan Cinta
101 101. Balas Dendam
102 102. Balas Dendam II
103 103. Huang Lixin Pergi
104 104. Menghilang
105 105. Alasan
106 106. Serangan Siluman
107 107. Jimat Khusus
108 108. Menemukan
109 109. "Shangyue..... "
110 110. Kepergian Shangyue
111 111. Penyihir Kerajaan Yu
112 112. Laporan Istana
113 113. Tiba Di Istana
114 114. Menuju Selatan
115 115. Guru Wei
116 116. Perang Perbatasan Selatan
117 117. Perang Perbatasan Barat Daya
118 118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119 119. Istana
120 120. Kedatangan Jiu Rui
121 121. Penyihir Agung
122 122. Wang
123 123. Tindakan Ming Yue
124 The Legend Of Qixuan
125 124. Keluarga Wang I
126 125. "Ming Yue !"
127 126. Kepergian Ming Yue
128 127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129 128. Kematian Huang Lixin
130 129. Upacara
131 130. Menyelinap Ke Istana
132 131. Balas Dendam
133 132. Balas Dendam II
134 133. Balas Dendam III
135 134. Akhir Dinasti Jiu
136 135. Kaisar Baru
137 136. Kesepian
138 137. Melukis
139 138. Kaisar Paling Bijaksana
140 139. Kematian
141 140. Reinkarnasi
142 141. Keluar Rumah Sakit
143 142. Menunggu Festival
144 143. Pengobatan
145 144. Persiapan Festival Budaya
146 145. Festival Budaya
147 146. Kejayaan Dinasti Xia
148 147. Lukisan Zhou Man
149 148. Penerus Keluarga Ming
150 149. Lukisan
151 150. Dipilih
152 151. Kenangan Xia Xinxin
153 152. Mencari Pakaian
154 153. Riasan
155 154. Reuni Sekolah
156 155. Suami atau Bukan
157 156. Alasan Benci
158 157. Salah Paham
159 158. Mengantar Pulang
160 159. Adik Hua Yin
161 160. Kepergian Hua Yin
162 161. Permintaan Maaf
163 162. Diantar Pulang
164 163. Dinasti Jiu
165 164. Patah Hati
166 165. Patah Hati II
167 166. Hujan
168 167. Bertemu Kembali
169 168. Canggung
170 169. Memikirkan Baik Baik
171 170. Mimpi
172 171. Mimpi II
173 172. Melihat dari Kejauhan
174 173. Menolak
175 174. Anggur Cahaya Bulan
176 175. Ingatan Dalam Arak
177 176. Bisnis Luar Negeri
178 177. Jing Yi
179 178. Membantu Jing Yi
180 179. Bertemu Langsung
181 180. Putra Tertua
182 181. Xu Man dan Meng Rui
183 182. Berbicara Langsung
184 183. Sahabat
185 184. Sahabat II
186 185. Kritis
187 186. Akhir - End
188 Pesan Author
Episodes

Updated 188 Episodes

1
1. Pendekar Pelukis Abadi
2
2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3
3. Huang Xinxin
4
4. Aula Shuiyun
5
5. Putra Mahkota Jiu Rui
6
6. Pembatalan Pertunangan
7
7. Pembatalan Pertunangan II
8
8. Menghukum Pelayan
9
9. Menghukum Pelayan II
10
10. Lukisan Kedua
11
11. Tangan Zhou Man
12
12. Pelelangan Aula Shuiyun
13
13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14
14. Kuas Giok Bulan
15
15. Identitas Baru
16
16. Penyelidikan Awal
17
17. Perjamuan Teh Sore
18
18. Racun Sembilan Neraka
19
19. Tabib Zhang
20
20. Tabib Zhang II
21
21. Mencari Huang Lixin
22
22. Menyelamatkan Huang Lixin
23
23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24
24. Jenderal Ming, Ming Yue
25
25. Surat Merpati
26
26. Desa Ji
27
27. Bibi Guan Ye
28
28. Pertemuan Tuan Zhou
29
29. Negosiasi
30
30. Musim Dingin
31
31. Flu
32
32. Penindasan
33
33. Sedikit Balas Dendam
34
34. Pengumuman Kelulusan
35
35. Rumor Keluarga Yue
36
36. Perjamuan Musim Dingin
37
37. Perjamuan Musim Dingin II
38
38. Pertunjukkan Hewan
39
39. Serangan Mendadak
40
40. Serangan Mendadak II
41
41. Interogasi Xing Yunlai
42
42. "Aku bukan dia"
43
43. Kabar Peperangan
44
44. Kebenaran
45
45. Rencana
46
46. Wu Ying
47
47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48
48. Gunung Kunlun
49
49. Kesepakatan
50
50. Peperangan
51
51. Bantuan
52
52. Rencana Baru
53
53. Pingsan
54
54. Kembali Ke Ibukota
55
55. Melepaskan Jabatan
56
56. Menyiapkan Diri
57
57. Menjebak Jiu Rui
58
58. Undangan Wu Ying
59
59. Menolong Anak Kecil
60
60. Menyelesaikan Penjahat
61
61. Berbuat Baik
62
62. Jenderal Ming Tua
63
63. Menghadap Kaisar
64
64. Kekacauan
65
65. Kekacauan II
66
66. Ibu Suri
67
67. Keluarga Bangsawan Dan
68
68. Ling Shangyue
69
69. Kunjungan Ibu Suri
70
70. Kunjungan Ibu Suri II
71
71. Ulang Tahun Wu Ying
72
72. Ulang Tahun Wu Ying II
73
73. Rasa Iri
74
74. Mendatangi Jiu Rui
75
75. Tangisan Jiu Rui
76
76. Pernyataan Cinta
77
77. Kematian Xing Yunlai
78
78. Tersangka
79
79. Tahanan Istana
80
80. Interogasi Huang Xinxin
81
81. Xian Liwei
82
82. Upaya Ming Yue
83
83. Tabib Ling
84
84. Pernyataan Tabib Ling
85
85. Bebas
86
86. Kepergian Huang Xinxin
87
87. Reinkarnasi
88
88. Kesedihan Jiu Rui
89
89. Mencari Pelaku
90
90. Siluman
91
91. Kematian Xian Liwei
92
92. Tato Bunga Persik
93
93. Keluar Hutan
94
94. Berbeda
95
95. Xian Jinmei
96
96. Kematian Xian Jinmei
97
97. Ibukota
98
98. Tidak Percaya
99
99. Rasa Rindu
100
100. Pernyataan Cinta
101
101. Balas Dendam
102
102. Balas Dendam II
103
103. Huang Lixin Pergi
104
104. Menghilang
105
105. Alasan
106
106. Serangan Siluman
107
107. Jimat Khusus
108
108. Menemukan
109
109. "Shangyue..... "
110
110. Kepergian Shangyue
111
111. Penyihir Kerajaan Yu
112
112. Laporan Istana
113
113. Tiba Di Istana
114
114. Menuju Selatan
115
115. Guru Wei
116
116. Perang Perbatasan Selatan
117
117. Perang Perbatasan Barat Daya
118
118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119
119. Istana
120
120. Kedatangan Jiu Rui
121
121. Penyihir Agung
122
122. Wang
123
123. Tindakan Ming Yue
124
The Legend Of Qixuan
125
124. Keluarga Wang I
126
125. "Ming Yue !"
127
126. Kepergian Ming Yue
128
127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129
128. Kematian Huang Lixin
130
129. Upacara
131
130. Menyelinap Ke Istana
132
131. Balas Dendam
133
132. Balas Dendam II
134
133. Balas Dendam III
135
134. Akhir Dinasti Jiu
136
135. Kaisar Baru
137
136. Kesepian
138
137. Melukis
139
138. Kaisar Paling Bijaksana
140
139. Kematian
141
140. Reinkarnasi
142
141. Keluar Rumah Sakit
143
142. Menunggu Festival
144
143. Pengobatan
145
144. Persiapan Festival Budaya
146
145. Festival Budaya
147
146. Kejayaan Dinasti Xia
148
147. Lukisan Zhou Man
149
148. Penerus Keluarga Ming
150
149. Lukisan
151
150. Dipilih
152
151. Kenangan Xia Xinxin
153
152. Mencari Pakaian
154
153. Riasan
155
154. Reuni Sekolah
156
155. Suami atau Bukan
157
156. Alasan Benci
158
157. Salah Paham
159
158. Mengantar Pulang
160
159. Adik Hua Yin
161
160. Kepergian Hua Yin
162
161. Permintaan Maaf
163
162. Diantar Pulang
164
163. Dinasti Jiu
165
164. Patah Hati
166
165. Patah Hati II
167
166. Hujan
168
167. Bertemu Kembali
169
168. Canggung
170
169. Memikirkan Baik Baik
171
170. Mimpi
172
171. Mimpi II
173
172. Melihat dari Kejauhan
174
173. Menolak
175
174. Anggur Cahaya Bulan
176
175. Ingatan Dalam Arak
177
176. Bisnis Luar Negeri
178
177. Jing Yi
179
178. Membantu Jing Yi
180
179. Bertemu Langsung
181
180. Putra Tertua
182
181. Xu Man dan Meng Rui
183
182. Berbicara Langsung
184
183. Sahabat
185
184. Sahabat II
186
185. Kritis
187
186. Akhir - End
188
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!