"Ehm, aku akan mencoba membacanya terlebih dahulu. " Ucap Xia Xinxin berusaha untuk tidak tampak begitu antusias.
Selama ini dia telah menghindari ibunya, jadi mau tidak mau hubungan mereka telah berubah menjadi sangat canggung dan tidak mirip ibu dan anak.
Tapi, jika mengatakan apakah dia benci atau tidak dengan ibunya maka jawabannya adalah tidak.
Dia tidak benci, hanya saja tidak tahan dengan obsesi yang dimiliki Ibunya agar dia bisa menjadi penulis sementara dia sendiri tidak menyukai hal tersebut.
Menurut prinsipnya, jika rasa tidak suka telah menjadi landasan maka pekerjaan apapun yang akan diambil dan tidak perduli seberapa berbakat kita dalam bidang itu maka hasilnya tidak akan baik sama sekali.
Karena itu dilandasi dengan perasaan tidak suka, karena tidak suka maka selamanya akan buruk. Seperti kata kata awal Xia Xinxin, mereka bertemu tidak sampai satu jam dan hanya setengah jam.
Karena Nyonya Xia adalah orang yang sibuk, maka mereka harus berpamitan setelah selesai makan.
"Bagaimana dengan buku kali ini ?" Tanya Hua Yin.
"Lumayan."Jawab Xia Xinxin.
"Apakah kamu akan membacanya ?" Tanya Hua Yin.
"Aku akan. " Jawab Xia Xinxin dengan singkat dan sibuk untuk membaca buku barunya.
Itu adalah cerita yang lumayan biasa untuk ditemui, dimana pemeran utama laki laki adalah seorang Pangeran yang kejam dan penuh dengan nafsu membunuh.
Bertemu dengan seorang putri bangsawan yang polos dan lembut sehingga membuat mereka saling melengkapi satu sama lain.
Tapi, diganggu oleh seorang putri bangsawan yang jahat dengan kemampuan melukis yang buruk, dia adalah lelucon di seluruh Kerajaan.
Dia adalah orang jahat yang suka menindas dengan kemampuan orang tuanya, dia menindas gadis polos pemeran utama wanita dan membuat pemeran utama laki laki marah.
Pemeran utama laki laki memberikan lukisan yang dia buat selama tiga hari tiga malam pada gadis yang dipuja nya itu dan menjatuhkan hukuman gantung pada gadis jahat itu ketika gadis jahat itu tertangkap memfitnah sang pemeran utama wanita.
Cerita ini adalah cerita yang sangat biasa di dunia cerita, tapi dibawakan dengan cara yang menarik.
Dan ada satu hal yang menarik minat Xia Xinxin, itu adalah kemampuan melukis yang membawa orang menjadi Bangsawan atau bukan.
Jika kemampuan melukis mu tinggi maka kamu akan menjadi bangsawan. Disini dijelaskan bahwa kemampuan melukis berada di atas segalanya, itu melebihi uang.
Itu bagaikan nilai dari kehidupan seseorang, ada beberapa tingkatan di Kerajaan ini yang menilai kemampuan melukis seseorang.
Di tingkat satu ada Keluarga Kekaisaran, di tingkat dua ada Bangsawan, di tingkat tiga ada Jenderal, di tingkat empat ada sarjana dan dan di tingkat lima baru orang orang biasa.
Peraturan disini sangat sederhana dan disesuaikan dengan kemampuan melukis mereka, pantas saja judul cerita ini adalah Pendekar Pelukis Abadi.
Hanya saja, Xia Xinxin benar benar penasaran dengan gambar dan rupa dari kedua pemeran utama ini.
Sayangnya ini hanya tulisan dan tidak memiliki visualisasi nyata, jika ada maka akan sangat baik.
Seandainya di dunia nyata juga begitu, bukankah sangat baik ? Bukankah dia akan menjalani kehidupan yang nyaman sebagai bangsawan ?
Ingin sekali rasanya dia tinggal di dalam Kerajaan cerita ini dan menjadi pemeran utama wanita.
"Kamu membacanya terus tanpa ada kata kata, apakah novel kali ini sebaik itu ?" Tanya Hua Yin ketika mereka sampai di apartemen.
"Lumayan, ini benar benar seru sebenarnya. Dari tiga seri ini, aku sudah membaca setengah. " Jawab Xia Xinxin.
Hanya dalam seminggu, Xia Xinxin mampu menghabiskan ketiga novel itu bahkan beberapa kali membaca ulang bagian yang dia cintai.
Satu minggu kemudian,
"Kamu benar benar akan menjadi penulis saat ini. " Ucap Hua Yin ketika melihat kamar Xia Xinxin yang tampak kacau.
"Kamu tidak tahu, novel yang kali ini benar benar berbeda dan seru. Aku akan meminjamkannya padamu, itu seru !" Ucap Xia Xinxin yang sedang berbaring di sofa dengan malas.
"Benarkah ?"
Hua Yin mengambil salah satu buku itu dan membawa sinopsis nya lalu menggelengkan kepalanya dengan ringan.
"Aku telah membaca buku serupa lebih dari tiga kali, pada saat ini aku sudah muak. Pantas saja selama ini Nyonya Xia memberikan karya penulis terkenal, kamu tidak menyukainya ternyata kami menyukai novel tentang roman picisan. " Ejek Hua Yin.
"Bahkan jika kamu menemukan di dunia nyata, itu juga tidak sulit. Aku melihat, tampaknya pangeran ini tidak memiliki pendirian sama sekali. " Lanjut Hua Yin dengan keluhan ketika membaca buku ini.
"Tidak mungkin ! Ini adalah karya terbaik , kata katanya mudah di mengerti oleh banyak orang. Tidak seperti cerita cerita yang sebelumnya di bawakan, kata katanya membuatku pusing. "Balas Xia Xinxin tidak terima bahwa karya yang paling dia banggakan diejek oleh orang lain.
"Kamu sendiri benar benar tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, penilaianmu benar benar buruk. " Ucap Hua Yin dengan malas dan tidak menanggapi sahabatnya itu lagi.
Hua Yin berada di apartemen sahabatnya sampai malam dan baru pulang ke apartemennya yang sebenarnya ada di sebelah.
"Kembalilah, aku akan membaca lagi. " Usir Xia Xinxin.
"Hati hati, membaca berulang kali terlalu sering dapat merusak otakmu. " Ucap Hua Yin menakut nakutin Xia Xinxin.
Xia Xinxin mendengus dan mendorong tubuh Hua Yin keluar lalu menutup pintu apartemennya, dia berbaring di ranjangnya dan membaca cerita dari buku yang pertama lagi.
Tapi, tepat ketika dia membaca halaman ketiga, dia tertidur nyenyak, mungkin karena dia kelelahan dan juga dia terlalu sibuk hari ini.
Xia Xinxin merasa bahwa tidurnya terlalu nyenyak dan ketika dia samar samar bangun, dia mendengarkan suara orang yang menangis.
"Putriku, aku tidak menyangka bahwa kamu terlalu cepat pergi. " Ucap seorang pria.
Xia Xinxin membuka matanya dan melihat seorang pria paruh baya yang gemuk, pakaiannya juga tidak biasa !
Xia Xinxin langsung duduk yang membuat pria itu terkejut dengan kebangkitannya.
"Siapa aku ? Dimana aku ? " Tanya Xia Xinxin dengan panik dan melihat sekitar.
"Apa yang kamu maksud putriku ? Kamu melupakan semua ingatanmu ? Kamu adalah Huang Xinxin !" Ucap pria paruh baya itu dengan senang.
Xia Xinxin merasa bahwa dia pernah mendengar nama ini, sebelum akhirnya sadar bahwa dia telah masuk ke dalam novel favoritnya, Pendekar Pelukis Abadi.
Dia adalah antagonis yang dihukum mati oleh Pangeran karena memfitnah sang Tuan Putri yang lembut, Huang Xinxin.
Jika dia tidak salah, maka pria di depannya ini haruslah Huang Lixin.
"Aku mengalami luka sehingga aku membutuhkan waktu untuk menstabilkan pikiranku, tolong berikan aku waktu sendiri. " Ucap Xia Xinxin dengan hati hati karena masih tidak tahu apakah ini mimpi atau tidak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
LEGIASTARI
sepertinya menarik..🤔
2024-01-16
1
malest
baguzz
2023-07-19
0
malest
baguz
2023-07-19
0