5. Putra Mahkota Jiu Rui

Huang Xinxin mengangguk dan mengikuti langkah pelayan itu sembari mengangkat lukisannya, ini kurang memuaskan hanya saja tidak terlalu buruk.

Dia akan bisa menghasilkan yang lebih baik di masa depan. Dia membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan tubuh ini.

Ini adalah tubuh milik Huang Xinxin yang secara alami berbeda dengan miliknya yang lama, jika dulu tingginya 165 cm mungkin saat unu hanya sekitar 155 cm.

Huang Xinxin banyak menderita beban pikiran sejak dia muda, ini mungkin berpengaruh terhadap tumbuh kembang tubuhnya.

Mereka sampai di lantai tiga dimana ada sebuah ruangan yang megah dan pelayan ini mengetuk pintunya.

"Nona, masuklah. Di dalam adalah Tuan Liu, dia adalah pemilik Aula Shuiyun. " Ucap pelayan itu.

Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk, lalu melihat orang yang duduk membelakangi nya sedang melukis.

"Kamu tampak biasa saja melihat lukisanku, aku menebak bahwa kamu adalah orang yang sudah ahli. " Ucap pria itu.

"Aku mengagumi lukisan Tuan Liu, penuh dengan makna hanya saja, tampaknya pergelangan tangan Tuan Liu terluka sehingga tidak dapat melukis dengan sempurna, goresa goresan itu terasa agak kaku. " Analisis Huang Xinxin.

"Benar, memang aku mengalami cedera. Jadi, pelayan ku membawamu kemari maka kamu haruslah memiliki karya yang luar biasa. Izinkan aku melihat karyamu, Nona. " Ucap Tuan Liu lalu berbalik.

Ketika melihat ternyata adalah seorang pria muda dengan tampilan yang dingin, tapi entah kenapa suaranya tampak lebih dewasa dari yang dibayangkan.

Pria muda ini sangat tampan, bahkan menyihir Huang Xinxin untuk sementara waktu sebelum akhirnya berjalan ke depan dan menyerahkan hasil karyanya.

"Ini adalah hasil karya ku dan aku berharap bahwa lukisanku bisa dijual di Aula Shuiyun. " Ucap Huang Xinxin.

"Ini adalah lukisan yang indah tapi tidak sesuai dengan ekspektasi ku. Aku mengira karena kamu sangat paham tentang pelukisan maka aku mengharapkan sebuah lukisan yang sangat menyentuh hati dan jiwa serta lukisan yang hidup. " Ucap Tuan Liu dengan helaan nafas.

Huang Xinxin tidak memberikan komentar apapun dan juga tidak berniat untuk membenarkan diri.

Jika Tuan Liu mengatakan ini sebagai mahakarya maka bisa dikatakan bahwa seleranya begitu sederhana.

Ini hanya lukisan sederhana yang dia lukis untuk mengobati rasa rindunya.

"Ini bisa masuk ke dalam pelelangan, makna yang disampaikan juga indah. Berapa lama kamu membuat lukisan ini ?" Tanya Tuan Liu.

"Satu jam. " Jawab Huang Xinxin dengan jujur.

Tuan Liu tiba tiba mendongak untuk melihatnya, apakah dia berbohong atau tidak akan terlihat dari matanya.

"Aku tidak menyangka bahwa lukisan ini dibuat hanya dalam satu jam, kalau begitu maka aku akan menarik kembali kata kataku. Ini adalah lukisan yang sangat luar biasa, aku yakin jika kamu meluangkan lebih banyak waktu maka kamu akan menghasilkan sebuah mahakarya, Nona Xia. " Ucap Tuan Liu sambil membaca namanya.

"Jika aku menghasilkan lukisan lain maka aku pasti akan memberikannya kepada Tuan Liu, ini hanya lukisan yang aku buat untuk melampiaskan perasaanku. Pada saat ini aku akan pulang, mohon kerjasamanya, Tuan Liu. " Balas Huang Xinxin sebelum akhirnya keluar dan kembali ke kediaman Huang.

Keesokan harinya,

Huang Xinxin dan Huang Lixin bersiap untuk pergi ke Istana untuk bertemu dengan Putra Mahkota dan Kaisar.

Huang Lixin telah membawa satu kereta penuh dengan hadiah agar menenangkan kemarahan Kaisar.

Membatalkan pertunangan adalah dosa berat, terutama ketika dia adalah orang yang terlebih dahulu meminta tunangan.

Huang Xinxin melihat ke arah jendela dan menatap dengan tatapan yang aneh. Dia bergumam di dalam hatinya.

'Aku pasti akan menemukan siapa yang mencoba untuk membunuhmu, baik tabib, Putra Mahkota, dan Wu Ying, semuanya telah terjebak ke dalam lingkaran karma ini. Aku pasti akan membalaskan dendammu sebaik mungkin. Di masa lalu, Huang Xinxin selalu mencintai kamu dengan tulus, maka aku akan melihat bagaimana reaksimu setelah kamu tahu bahwa kamu kehilangan penggemar. ' Pikir Huang Xinxin.

Jiu Rui selalu angkuh karena dia merasa bahwa dia adalah pengendali dari hati Huang Xinxin, apapun yang ingin dilakukan Huang Xinxin akan mengikuti perintahnya.

Tapi, Huang Xinxin pada saat ini telah berbeda dan dia yakin bahwa kematian Huang Xinxin terkait dengan masalah Jiu Rui yang dendam padanya.

Seorang tabib belaka, tidak akan berani untuk meracuni putri bangsawan Kuno seperti Huang Xinxin bahkan jika dia tidak senang sekalipun.

Tapi, jika Huang Xinxin meninggal saat ini, bukankah ceritanya akan tamat ? Kenapa alur ceritanya berbeda ?

Apakah karena dia masuk ke dalam tubuh Huang Xinxin menyebabkan Huang Xinxin yang sesungguhnya menjadi binasa ?

Atau karena ada orang lain di balik ini yang mengobati Huang Xinxin asli disaat saat kematiannya ?

Ini tidak ada di ceritanya, tidak menyangka bahwa cerita komedi yang ringan dan hampir tanpa konflik ini menyimpan kejahatan sebesar ini.

Jika melihat dengan hati hati, maka Huang Xinxin ini adalah korban dari keegoisan Jiu Rui. Putra Mahkota Jiu Rui sudah tahu bahwa dirinya tidak bisa mencintai Huang Xinxin, tapi dia tetap tidak berusaha untuk memutuskan hubungan dengan Huang Xinxin.

Melainkan secara perlahan lahan memaksa Huang Xinxin ke pojok karena tahu bahwa dengan sifat impulsif Huang Xinxin , maka dia pasti membuat masalah.

Jika dipikirkan lagi maka itu adalah tindakan yang sangat jahat. Mereka tidak memiliki dendam satu sama lain, untuk apa sampai sekejam itu ?

Jiu Rui tidak ingin merusak reputasinya sendiri, maka dengan itu dia menggunakan Huang Xinxin yang telah rusak untuk semakin rusak.

Ketika sampai di Istana, mereka langsung dibiarkan masuk dan mereka turun. Huang Lixin berjalan berdampingan dengan putri tercintanya, ketika sampai di depan aula.

Kasim melihat Huang Lixin dengan terkejut dan lebih terkejut lagi kala melihat Huang Xinxin yang masih sehat.

"Apakah Yang Mulia memiliki waktu luang ? Aku ingin berterima kasih kepada Yang Mulia, berkat kebaikan hati Yang Mulia, putriku bisa kembali hidup dan kembali dari jurang kematian. Aku ingin berterima kasih secara pribadi dengan Yang Mulia. " Ucap Huang Lixin dengan rendah hati.

"Tuan Huang, tolong tunggu sebentar. Hamba ini akan menanyakan masalah ini kepada Yang Mulia. " Ucap Kasim.

Kasim berjalan masuk dan menanyakan masalah ini kepada Kaisar lalu tidak lama kembali keluar untuk menyatakan kata kata Kaisar.

"Silakan masuk, Yang Mulia menunggu kalian berdua. " Ucap Kasim.

Tapi, tepat ketika mereka akan masuk, mereka bertemu dengan seorang pria muda yang tampan dan rupawan, tampak begitu terhormat dan terpelajar, siapa lagi jika bukan Putra Mahkota Jiu Rui.

Huang Xinxin bertindak biasa saja dan menatap Putra Mahkota Jiu Rui dengan senyum tipis.

"Lama tidak bertemu, Putra Mahkota. " Ucap Huang Xinxin sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.

Terpopuler

Comments

bluepanda

bluepanda

pendek amat

2024-08-08

0

malest

malest

baguzs

2023-07-20

0

malest

malest

bagusz

2023-07-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pendekar Pelukis Abadi
2 2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3 3. Huang Xinxin
4 4. Aula Shuiyun
5 5. Putra Mahkota Jiu Rui
6 6. Pembatalan Pertunangan
7 7. Pembatalan Pertunangan II
8 8. Menghukum Pelayan
9 9. Menghukum Pelayan II
10 10. Lukisan Kedua
11 11. Tangan Zhou Man
12 12. Pelelangan Aula Shuiyun
13 13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14 14. Kuas Giok Bulan
15 15. Identitas Baru
16 16. Penyelidikan Awal
17 17. Perjamuan Teh Sore
18 18. Racun Sembilan Neraka
19 19. Tabib Zhang
20 20. Tabib Zhang II
21 21. Mencari Huang Lixin
22 22. Menyelamatkan Huang Lixin
23 23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24 24. Jenderal Ming, Ming Yue
25 25. Surat Merpati
26 26. Desa Ji
27 27. Bibi Guan Ye
28 28. Pertemuan Tuan Zhou
29 29. Negosiasi
30 30. Musim Dingin
31 31. Flu
32 32. Penindasan
33 33. Sedikit Balas Dendam
34 34. Pengumuman Kelulusan
35 35. Rumor Keluarga Yue
36 36. Perjamuan Musim Dingin
37 37. Perjamuan Musim Dingin II
38 38. Pertunjukkan Hewan
39 39. Serangan Mendadak
40 40. Serangan Mendadak II
41 41. Interogasi Xing Yunlai
42 42. "Aku bukan dia"
43 43. Kabar Peperangan
44 44. Kebenaran
45 45. Rencana
46 46. Wu Ying
47 47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48 48. Gunung Kunlun
49 49. Kesepakatan
50 50. Peperangan
51 51. Bantuan
52 52. Rencana Baru
53 53. Pingsan
54 54. Kembali Ke Ibukota
55 55. Melepaskan Jabatan
56 56. Menyiapkan Diri
57 57. Menjebak Jiu Rui
58 58. Undangan Wu Ying
59 59. Menolong Anak Kecil
60 60. Menyelesaikan Penjahat
61 61. Berbuat Baik
62 62. Jenderal Ming Tua
63 63. Menghadap Kaisar
64 64. Kekacauan
65 65. Kekacauan II
66 66. Ibu Suri
67 67. Keluarga Bangsawan Dan
68 68. Ling Shangyue
69 69. Kunjungan Ibu Suri
70 70. Kunjungan Ibu Suri II
71 71. Ulang Tahun Wu Ying
72 72. Ulang Tahun Wu Ying II
73 73. Rasa Iri
74 74. Mendatangi Jiu Rui
75 75. Tangisan Jiu Rui
76 76. Pernyataan Cinta
77 77. Kematian Xing Yunlai
78 78. Tersangka
79 79. Tahanan Istana
80 80. Interogasi Huang Xinxin
81 81. Xian Liwei
82 82. Upaya Ming Yue
83 83. Tabib Ling
84 84. Pernyataan Tabib Ling
85 85. Bebas
86 86. Kepergian Huang Xinxin
87 87. Reinkarnasi
88 88. Kesedihan Jiu Rui
89 89. Mencari Pelaku
90 90. Siluman
91 91. Kematian Xian Liwei
92 92. Tato Bunga Persik
93 93. Keluar Hutan
94 94. Berbeda
95 95. Xian Jinmei
96 96. Kematian Xian Jinmei
97 97. Ibukota
98 98. Tidak Percaya
99 99. Rasa Rindu
100 100. Pernyataan Cinta
101 101. Balas Dendam
102 102. Balas Dendam II
103 103. Huang Lixin Pergi
104 104. Menghilang
105 105. Alasan
106 106. Serangan Siluman
107 107. Jimat Khusus
108 108. Menemukan
109 109. "Shangyue..... "
110 110. Kepergian Shangyue
111 111. Penyihir Kerajaan Yu
112 112. Laporan Istana
113 113. Tiba Di Istana
114 114. Menuju Selatan
115 115. Guru Wei
116 116. Perang Perbatasan Selatan
117 117. Perang Perbatasan Barat Daya
118 118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119 119. Istana
120 120. Kedatangan Jiu Rui
121 121. Penyihir Agung
122 122. Wang
123 123. Tindakan Ming Yue
124 The Legend Of Qixuan
125 124. Keluarga Wang I
126 125. "Ming Yue !"
127 126. Kepergian Ming Yue
128 127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129 128. Kematian Huang Lixin
130 129. Upacara
131 130. Menyelinap Ke Istana
132 131. Balas Dendam
133 132. Balas Dendam II
134 133. Balas Dendam III
135 134. Akhir Dinasti Jiu
136 135. Kaisar Baru
137 136. Kesepian
138 137. Melukis
139 138. Kaisar Paling Bijaksana
140 139. Kematian
141 140. Reinkarnasi
142 141. Keluar Rumah Sakit
143 142. Menunggu Festival
144 143. Pengobatan
145 144. Persiapan Festival Budaya
146 145. Festival Budaya
147 146. Kejayaan Dinasti Xia
148 147. Lukisan Zhou Man
149 148. Penerus Keluarga Ming
150 149. Lukisan
151 150. Dipilih
152 151. Kenangan Xia Xinxin
153 152. Mencari Pakaian
154 153. Riasan
155 154. Reuni Sekolah
156 155. Suami atau Bukan
157 156. Alasan Benci
158 157. Salah Paham
159 158. Mengantar Pulang
160 159. Adik Hua Yin
161 160. Kepergian Hua Yin
162 161. Permintaan Maaf
163 162. Diantar Pulang
164 163. Dinasti Jiu
165 164. Patah Hati
166 165. Patah Hati II
167 166. Hujan
168 167. Bertemu Kembali
169 168. Canggung
170 169. Memikirkan Baik Baik
171 170. Mimpi
172 171. Mimpi II
173 172. Melihat dari Kejauhan
174 173. Menolak
175 174. Anggur Cahaya Bulan
176 175. Ingatan Dalam Arak
177 176. Bisnis Luar Negeri
178 177. Jing Yi
179 178. Membantu Jing Yi
180 179. Bertemu Langsung
181 180. Putra Tertua
182 181. Xu Man dan Meng Rui
183 182. Berbicara Langsung
184 183. Sahabat
185 184. Sahabat II
186 185. Kritis
187 186. Akhir - End
188 Pesan Author
Episodes

Updated 188 Episodes

1
1. Pendekar Pelukis Abadi
2
2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3
3. Huang Xinxin
4
4. Aula Shuiyun
5
5. Putra Mahkota Jiu Rui
6
6. Pembatalan Pertunangan
7
7. Pembatalan Pertunangan II
8
8. Menghukum Pelayan
9
9. Menghukum Pelayan II
10
10. Lukisan Kedua
11
11. Tangan Zhou Man
12
12. Pelelangan Aula Shuiyun
13
13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14
14. Kuas Giok Bulan
15
15. Identitas Baru
16
16. Penyelidikan Awal
17
17. Perjamuan Teh Sore
18
18. Racun Sembilan Neraka
19
19. Tabib Zhang
20
20. Tabib Zhang II
21
21. Mencari Huang Lixin
22
22. Menyelamatkan Huang Lixin
23
23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24
24. Jenderal Ming, Ming Yue
25
25. Surat Merpati
26
26. Desa Ji
27
27. Bibi Guan Ye
28
28. Pertemuan Tuan Zhou
29
29. Negosiasi
30
30. Musim Dingin
31
31. Flu
32
32. Penindasan
33
33. Sedikit Balas Dendam
34
34. Pengumuman Kelulusan
35
35. Rumor Keluarga Yue
36
36. Perjamuan Musim Dingin
37
37. Perjamuan Musim Dingin II
38
38. Pertunjukkan Hewan
39
39. Serangan Mendadak
40
40. Serangan Mendadak II
41
41. Interogasi Xing Yunlai
42
42. "Aku bukan dia"
43
43. Kabar Peperangan
44
44. Kebenaran
45
45. Rencana
46
46. Wu Ying
47
47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48
48. Gunung Kunlun
49
49. Kesepakatan
50
50. Peperangan
51
51. Bantuan
52
52. Rencana Baru
53
53. Pingsan
54
54. Kembali Ke Ibukota
55
55. Melepaskan Jabatan
56
56. Menyiapkan Diri
57
57. Menjebak Jiu Rui
58
58. Undangan Wu Ying
59
59. Menolong Anak Kecil
60
60. Menyelesaikan Penjahat
61
61. Berbuat Baik
62
62. Jenderal Ming Tua
63
63. Menghadap Kaisar
64
64. Kekacauan
65
65. Kekacauan II
66
66. Ibu Suri
67
67. Keluarga Bangsawan Dan
68
68. Ling Shangyue
69
69. Kunjungan Ibu Suri
70
70. Kunjungan Ibu Suri II
71
71. Ulang Tahun Wu Ying
72
72. Ulang Tahun Wu Ying II
73
73. Rasa Iri
74
74. Mendatangi Jiu Rui
75
75. Tangisan Jiu Rui
76
76. Pernyataan Cinta
77
77. Kematian Xing Yunlai
78
78. Tersangka
79
79. Tahanan Istana
80
80. Interogasi Huang Xinxin
81
81. Xian Liwei
82
82. Upaya Ming Yue
83
83. Tabib Ling
84
84. Pernyataan Tabib Ling
85
85. Bebas
86
86. Kepergian Huang Xinxin
87
87. Reinkarnasi
88
88. Kesedihan Jiu Rui
89
89. Mencari Pelaku
90
90. Siluman
91
91. Kematian Xian Liwei
92
92. Tato Bunga Persik
93
93. Keluar Hutan
94
94. Berbeda
95
95. Xian Jinmei
96
96. Kematian Xian Jinmei
97
97. Ibukota
98
98. Tidak Percaya
99
99. Rasa Rindu
100
100. Pernyataan Cinta
101
101. Balas Dendam
102
102. Balas Dendam II
103
103. Huang Lixin Pergi
104
104. Menghilang
105
105. Alasan
106
106. Serangan Siluman
107
107. Jimat Khusus
108
108. Menemukan
109
109. "Shangyue..... "
110
110. Kepergian Shangyue
111
111. Penyihir Kerajaan Yu
112
112. Laporan Istana
113
113. Tiba Di Istana
114
114. Menuju Selatan
115
115. Guru Wei
116
116. Perang Perbatasan Selatan
117
117. Perang Perbatasan Barat Daya
118
118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119
119. Istana
120
120. Kedatangan Jiu Rui
121
121. Penyihir Agung
122
122. Wang
123
123. Tindakan Ming Yue
124
The Legend Of Qixuan
125
124. Keluarga Wang I
126
125. "Ming Yue !"
127
126. Kepergian Ming Yue
128
127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129
128. Kematian Huang Lixin
130
129. Upacara
131
130. Menyelinap Ke Istana
132
131. Balas Dendam
133
132. Balas Dendam II
134
133. Balas Dendam III
135
134. Akhir Dinasti Jiu
136
135. Kaisar Baru
137
136. Kesepian
138
137. Melukis
139
138. Kaisar Paling Bijaksana
140
139. Kematian
141
140. Reinkarnasi
142
141. Keluar Rumah Sakit
143
142. Menunggu Festival
144
143. Pengobatan
145
144. Persiapan Festival Budaya
146
145. Festival Budaya
147
146. Kejayaan Dinasti Xia
148
147. Lukisan Zhou Man
149
148. Penerus Keluarga Ming
150
149. Lukisan
151
150. Dipilih
152
151. Kenangan Xia Xinxin
153
152. Mencari Pakaian
154
153. Riasan
155
154. Reuni Sekolah
156
155. Suami atau Bukan
157
156. Alasan Benci
158
157. Salah Paham
159
158. Mengantar Pulang
160
159. Adik Hua Yin
161
160. Kepergian Hua Yin
162
161. Permintaan Maaf
163
162. Diantar Pulang
164
163. Dinasti Jiu
165
164. Patah Hati
166
165. Patah Hati II
167
166. Hujan
168
167. Bertemu Kembali
169
168. Canggung
170
169. Memikirkan Baik Baik
171
170. Mimpi
172
171. Mimpi II
173
172. Melihat dari Kejauhan
174
173. Menolak
175
174. Anggur Cahaya Bulan
176
175. Ingatan Dalam Arak
177
176. Bisnis Luar Negeri
178
177. Jing Yi
179
178. Membantu Jing Yi
180
179. Bertemu Langsung
181
180. Putra Tertua
182
181. Xu Man dan Meng Rui
183
182. Berbicara Langsung
184
183. Sahabat
185
184. Sahabat II
186
185. Kritis
187
186. Akhir - End
188
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!