Huang Xinxin mengangguk dan mengikuti langkah pelayan itu sembari mengangkat lukisannya, ini kurang memuaskan hanya saja tidak terlalu buruk.
Dia akan bisa menghasilkan yang lebih baik di masa depan. Dia membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan tubuh ini.
Ini adalah tubuh milik Huang Xinxin yang secara alami berbeda dengan miliknya yang lama, jika dulu tingginya 165 cm mungkin saat unu hanya sekitar 155 cm.
Huang Xinxin banyak menderita beban pikiran sejak dia muda, ini mungkin berpengaruh terhadap tumbuh kembang tubuhnya.
Mereka sampai di lantai tiga dimana ada sebuah ruangan yang megah dan pelayan ini mengetuk pintunya.
"Nona, masuklah. Di dalam adalah Tuan Liu, dia adalah pemilik Aula Shuiyun. " Ucap pelayan itu.
Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk, lalu melihat orang yang duduk membelakangi nya sedang melukis.
"Kamu tampak biasa saja melihat lukisanku, aku menebak bahwa kamu adalah orang yang sudah ahli. " Ucap pria itu.
"Aku mengagumi lukisan Tuan Liu, penuh dengan makna hanya saja, tampaknya pergelangan tangan Tuan Liu terluka sehingga tidak dapat melukis dengan sempurna, goresa goresan itu terasa agak kaku. " Analisis Huang Xinxin.
"Benar, memang aku mengalami cedera. Jadi, pelayan ku membawamu kemari maka kamu haruslah memiliki karya yang luar biasa. Izinkan aku melihat karyamu, Nona. " Ucap Tuan Liu lalu berbalik.
Ketika melihat ternyata adalah seorang pria muda dengan tampilan yang dingin, tapi entah kenapa suaranya tampak lebih dewasa dari yang dibayangkan.
Pria muda ini sangat tampan, bahkan menyihir Huang Xinxin untuk sementara waktu sebelum akhirnya berjalan ke depan dan menyerahkan hasil karyanya.
"Ini adalah hasil karya ku dan aku berharap bahwa lukisanku bisa dijual di Aula Shuiyun. " Ucap Huang Xinxin.
"Ini adalah lukisan yang indah tapi tidak sesuai dengan ekspektasi ku. Aku mengira karena kamu sangat paham tentang pelukisan maka aku mengharapkan sebuah lukisan yang sangat menyentuh hati dan jiwa serta lukisan yang hidup. " Ucap Tuan Liu dengan helaan nafas.
Huang Xinxin tidak memberikan komentar apapun dan juga tidak berniat untuk membenarkan diri.
Jika Tuan Liu mengatakan ini sebagai mahakarya maka bisa dikatakan bahwa seleranya begitu sederhana.
Ini hanya lukisan sederhana yang dia lukis untuk mengobati rasa rindunya.
"Ini bisa masuk ke dalam pelelangan, makna yang disampaikan juga indah. Berapa lama kamu membuat lukisan ini ?" Tanya Tuan Liu.
"Satu jam. " Jawab Huang Xinxin dengan jujur.
Tuan Liu tiba tiba mendongak untuk melihatnya, apakah dia berbohong atau tidak akan terlihat dari matanya.
"Aku tidak menyangka bahwa lukisan ini dibuat hanya dalam satu jam, kalau begitu maka aku akan menarik kembali kata kataku. Ini adalah lukisan yang sangat luar biasa, aku yakin jika kamu meluangkan lebih banyak waktu maka kamu akan menghasilkan sebuah mahakarya, Nona Xia. " Ucap Tuan Liu sambil membaca namanya.
"Jika aku menghasilkan lukisan lain maka aku pasti akan memberikannya kepada Tuan Liu, ini hanya lukisan yang aku buat untuk melampiaskan perasaanku. Pada saat ini aku akan pulang, mohon kerjasamanya, Tuan Liu. " Balas Huang Xinxin sebelum akhirnya keluar dan kembali ke kediaman Huang.
Keesokan harinya,
Huang Xinxin dan Huang Lixin bersiap untuk pergi ke Istana untuk bertemu dengan Putra Mahkota dan Kaisar.
Huang Lixin telah membawa satu kereta penuh dengan hadiah agar menenangkan kemarahan Kaisar.
Membatalkan pertunangan adalah dosa berat, terutama ketika dia adalah orang yang terlebih dahulu meminta tunangan.
Huang Xinxin melihat ke arah jendela dan menatap dengan tatapan yang aneh. Dia bergumam di dalam hatinya.
'Aku pasti akan menemukan siapa yang mencoba untuk membunuhmu, baik tabib, Putra Mahkota, dan Wu Ying, semuanya telah terjebak ke dalam lingkaran karma ini. Aku pasti akan membalaskan dendammu sebaik mungkin. Di masa lalu, Huang Xinxin selalu mencintai kamu dengan tulus, maka aku akan melihat bagaimana reaksimu setelah kamu tahu bahwa kamu kehilangan penggemar. ' Pikir Huang Xinxin.
Jiu Rui selalu angkuh karena dia merasa bahwa dia adalah pengendali dari hati Huang Xinxin, apapun yang ingin dilakukan Huang Xinxin akan mengikuti perintahnya.
Tapi, Huang Xinxin pada saat ini telah berbeda dan dia yakin bahwa kematian Huang Xinxin terkait dengan masalah Jiu Rui yang dendam padanya.
Seorang tabib belaka, tidak akan berani untuk meracuni putri bangsawan Kuno seperti Huang Xinxin bahkan jika dia tidak senang sekalipun.
Tapi, jika Huang Xinxin meninggal saat ini, bukankah ceritanya akan tamat ? Kenapa alur ceritanya berbeda ?
Apakah karena dia masuk ke dalam tubuh Huang Xinxin menyebabkan Huang Xinxin yang sesungguhnya menjadi binasa ?
Atau karena ada orang lain di balik ini yang mengobati Huang Xinxin asli disaat saat kematiannya ?
Ini tidak ada di ceritanya, tidak menyangka bahwa cerita komedi yang ringan dan hampir tanpa konflik ini menyimpan kejahatan sebesar ini.
Jika melihat dengan hati hati, maka Huang Xinxin ini adalah korban dari keegoisan Jiu Rui. Putra Mahkota Jiu Rui sudah tahu bahwa dirinya tidak bisa mencintai Huang Xinxin, tapi dia tetap tidak berusaha untuk memutuskan hubungan dengan Huang Xinxin.
Melainkan secara perlahan lahan memaksa Huang Xinxin ke pojok karena tahu bahwa dengan sifat impulsif Huang Xinxin , maka dia pasti membuat masalah.
Jika dipikirkan lagi maka itu adalah tindakan yang sangat jahat. Mereka tidak memiliki dendam satu sama lain, untuk apa sampai sekejam itu ?
Jiu Rui tidak ingin merusak reputasinya sendiri, maka dengan itu dia menggunakan Huang Xinxin yang telah rusak untuk semakin rusak.
Ketika sampai di Istana, mereka langsung dibiarkan masuk dan mereka turun. Huang Lixin berjalan berdampingan dengan putri tercintanya, ketika sampai di depan aula.
Kasim melihat Huang Lixin dengan terkejut dan lebih terkejut lagi kala melihat Huang Xinxin yang masih sehat.
"Apakah Yang Mulia memiliki waktu luang ? Aku ingin berterima kasih kepada Yang Mulia, berkat kebaikan hati Yang Mulia, putriku bisa kembali hidup dan kembali dari jurang kematian. Aku ingin berterima kasih secara pribadi dengan Yang Mulia. " Ucap Huang Lixin dengan rendah hati.
"Tuan Huang, tolong tunggu sebentar. Hamba ini akan menanyakan masalah ini kepada Yang Mulia. " Ucap Kasim.
Kasim berjalan masuk dan menanyakan masalah ini kepada Kaisar lalu tidak lama kembali keluar untuk menyatakan kata kata Kaisar.
"Silakan masuk, Yang Mulia menunggu kalian berdua. " Ucap Kasim.
Tapi, tepat ketika mereka akan masuk, mereka bertemu dengan seorang pria muda yang tampan dan rupawan, tampak begitu terhormat dan terpelajar, siapa lagi jika bukan Putra Mahkota Jiu Rui.
Huang Xinxin bertindak biasa saja dan menatap Putra Mahkota Jiu Rui dengan senyum tipis.
"Lama tidak bertemu, Putra Mahkota. " Ucap Huang Xinxin sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
bluepanda
pendek amat
2024-08-08
0
malest
baguzs
2023-07-20
0
malest
bagusz
2023-07-20
0