Huang Lixin menatap ke arah putrinya yang tampak menyedihkan, pada saat ini dia benar benar merasa bahwa dia adalah Ayah yang buruk.
Dia tidak memperhatikan Putrinya dengan baik dan sibuk dengan ambisi liarnya untuk membangun kekuatan bisnisnya dimana mana.
Seandainya dia lebih sering berada di rumah maka dia pasti akan bisa memantau kondisi Putrinya dan mengetahui semua cerita yang di miliki oleh Putrinya.
Huang Lixin merasa bersalah sekali dalam hatinya, dia kembali kali ini juga tidak akan lama. Bulan depan, dia harus pergi kembali meninggalkan putri semata wayangnya.
Huang Xinxin bisa melihat penyesalan di mata Huang Lixin dan membantu Huang Lixin untuk duduk.
Walaupun bukan Ayahnya yang sesungguhnya, tapi Huang Lixin ini mirip dengan Ayahnya di dunia nyata.
Seandainya dia tidak bisa kembali, maka Huang Lixin akan mengobati kerinduannya dengan Ayahnya.
Hanya saja, dia merasa bersalah pada Huang Xinxin yang sesungguhnya, harusnya dia yang menikmati segala kemewahan ini tapi pada akhirnya, dia datang dan merusak segalanya.
"Ayah jangan sedih dan khawatir, karena pengalaman ini telah membuatku tumbuh menjadi gadis yang hebat dan kuat. Aku bisa menjadi sandaran bagi Ayah, Ayah tidak memerlukan anak laki laki untuk meneruskan bisnis Ayah di masa depan karena aku bisa diandalkan. " Ucap Huang Xinxin dengan lembut.
"Ayah tahu bahwa kamu bisa diandalkan, kamu adalah putri Ayah yang berharga. Kamu menjadi semakin mirip dengan Ibumu, lembut dan tegas pada saat yang sama. " Balas Huang Lixin dengan sedih sekaligus haru.
Huang Lixin melihat wajah putrinya, ketika dia mendengar bahwa putrinya terasa, dia langsung menempuh perjalanan dari pinggiran kota tanpa henti semalaman penuh dan ketika dia pulang, dia hanya mendapati kamar kosong dan dingin milik putrinya.
Huang Lixin tidak bisa menjelaskan perasaannya yang sangat hancur pada saat itu, seolah olah jantungnya telah dicabut paksa dari dirinya.
Huang Xinxin merupakan kenangan yang tersisa antara dirinya dan istrinya, Ini membuat Huang Lixin sedih sekali.
Tapi, keajaiban terjadi dan Huang Xinxin bisa kembali sadar dan menemani Ayahnya bahkan dalam versi yang lebih baik.
"Ayah, dengan tanda pengenal yang Ayah berikan padaku maka aku bisa mengurus Kediaman Bangsawan Huang selama Ayah tidak dirumah. " Ucap Huang Xinxin dengan serius.
"Apakah kamu yakin kamu bisa mengelolanya sendiri ? " Tanya Huang Lixin dengan agak cemas.
"Aku pasti bisa, asalkan Ayah percaya padaku maka aku pasti bisa. " Jawab Huang Xinxin tanpa keraguan.
"Ayah tidak bisa berada di kediaman untuk waktu yang lama, karena bisnis di pinggiran kota memerlukan pemantauan secara berkala. " Ucap Huang Lixin.
"Ehm, Ayah tenang saja dengan masalah ini. Aku bisa mengendalikan semuanya. " Balas Huang Xinxin.
Huang Lixin mengangguk dan merasa puas dengan perubahan yang dimiliki oleh Putrinya, dengan begini maka dia tidak akan cemas lagi.
Huang Xinxin kembali ke kamarnya dan melukis dengan alat alat yang baru saja diberikan oleh Huang Lixin.
"Orang orang membangun kekuatan bela diri dengan Qi, itu adalah tenaga dalam seseorang. Jika mampu melatihnya, maka ini pasti akan membantuku. " Gumam Huang Xinxin sambil membaca sebuah buku.
Huang Xinxin melukis dua orang dengan pakaian tradisional yang digunakan disini sambil bertarung menggunakan pedang.
Satu berdiri di atas gunung tengkorak sementara yang lain berdiri di atas gunung pakaian zirah. Ini menunjukkan berapa besar korban yang ditimbulkan saat terjadi peperangan.
Akan sangat baik jika dia bisa membangun bisnisnya sendiri dan memberikan penghasilan bagi dirinya sendiri.
Besok adalah hari minggu , dimana akan dimunculkan lukisannya ke dalam pelelangan milik Aula Shuiyun.
Huang Xinxin menggunakan identitas Xia Mei untuk memberikan lukisan ini ke Aula Shuiyun, dia penasaran dengan harga dari kedua lukisannya.
Huang Xinxin memanjat lewat jendela dan melihat ke kanan dan kiri sebelum akhirnya melihat bahwa Aula Shuiyun sedang sangat ramai.
Dia berjalan di tengah tengah kerumunan sehingga dengan mudahnya dia menghilang di antara kerumunan itu.
Seorang pelayan menghampirinya dan mengenalinya.
"Nona Xia, apakah kamu ingin menyewa ruangan lagi ?" Tanya Pelayan itu.
"Tidak , aku datang untuk menjual lukisan. "Jawab Huang Xinxin sambil mengeluarkan gulungan kertas dari lengan pakaiannya.
"Mengingat karya Nona Xia sebelumnya maka aku akan membawamu menemui Tuan Liu. " Balas Pelayan itu.
"Maaf merepotkanmu. " Ucap Huang Xinxin dengan rendah hati.
Mereka naik ke lantai tiga dan tampaknya Tuan Liu memiliki orang yang sedang dilayaninya sebelum akhirnya itu adalah giliran Huang Xinxin.
"Tuan Liu, kita bertemu lagi. " Ucap Huang Xinxin.
"Tidak menyangka bahwa Nona Xia akan datang lagi dalam waktu tiga hari. Apakah Nona Xia membawa lukisan luar biasa lain ?" Tanya Tuan Liu dengan senyum penuh makna.
"Kali ini pasti tidak akan mengecewakan ekspektasi Tuan Liu. " Jawab Huang Xinxin dan memberikan lukisan di tangannya kepada Tuan Liu.
Tuan Liu melihat lukisan itu dan senyuman di wajahnya perlahan mulai menghilang.
"Lukisan yang sangat indah , kali ini benar benar sesuai dengan ekspektasi ku. Hanya saja, aku mengamati bahwa lukisan Nona Xia lebih dominan dalam warna gelap ?" Tanya Tuan Liu.
"Benar, aku lebih menyukai warna gelap. Apakah ada yang salah dengan itu ?" Tanya Huang Xinxin.
"Kebanyakan orang lebih menyukai warna cerah, ini memang lukisan yang baik, tapi takutnya akan sepi peminat. " Jawab Tuan Liu menyuarakan kekhawatirannya.
Tapi, alih alih ikut khawatir atau panik, Huang Xinxin hanya tertawa ringan.
"Baik gelap maupun cerah, semuanya memiliki peminatnya. Terutama dengan pesan yang akan disampaikan, aku pikir itu tidak baik jika menggunakan warna cerah. " Ucap Huang Xinxin dengan lembut.
Kata katanya lembut tapi mampu membuat lawan bicaranya merasa terintimidasi dengannya.
"Baik, aku mengerti, sebelumnya aku telah salah. Apakah Nona Xia akan datang ke pelelangan besok ? Aku mendengar bahwa ada Utusan penting Kekaisaran yang akan datang. " Ucap Tuan Liu.
"Izinkan aku menebak ? Putra Mahkota Jiu Rui ?" Tanya Huang Xinxin.
"Benar , dia ingin mencari lukisan untuk pajangan di aula Kekaisaran yang bisa digunakan untuk nanti ketika berada di Upacara Kedewasaannya." Jawab Tuan Liu sambil mengangguk.
"Aku tidak akan ikut karena aku tidak bisa ikut, tapi akan ada tamu tidak terduga yang datang. Aku mendengar ini dari beberapa orang. " Bisik Huang Xinxin dengan tawa kecil sebelum akhirnya pergi dari sana.
Selama ini, Kediaman Bangsawan Huang jarang sekali untuk pergi ke Aula Shuiyun, paling paling hanya pelayan yang diutus kesana.
Karena keluarga Bangsawan Huang hanya memiliki dua anggota, satu adalah Huang Lixin yang selalu sibuk sementara yang lain adalah Huang Xinxin sendiri adalah orang yang sibuk dengan segala urusan Jiu Rui, mana sempat untuk pergi ke pelelangan.
Belum lagi dengan dia membenci acara acara pelukisan seperti ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
N I N E
apakah ada visual karakternya??
2023-05-23
2
Frando Kanan
ambisi liar? cih 😒....lbh baik hidup sendiri aja sno!!
2023-05-23
0