7. Pembatalan Pertunangan II

Semua orang yang mendengar ini untuk sesaat menahan nafas karena tidak bisa tidak terkejut dengan masalah ini.

Sebelumnya, itu adalah Huang Xinxin yang pergi untuk mengajukan pertunangan setiap hari sampai sampai Kaisar merasa lelah dan merasa bosan dengan masalah ini.

Tapi, hari ini, Huang Xinxin yang selalu mengajukan cintanya pada Jiu Rui, sekarang mengajukan pembatalan pertunangan tanpa keraguan.

Orang yang paling terkejut adalah orang yang menerima cinta Huang Xinxin, itu adalah Jiu Rui sendiri. Karena Jiu Rui merasa bahwa Huang Xinxin telah berubah, tapi dia berpikir bahwa masalah ini karena Huang Xinxin baru saja bangkit dari kematian tapi pada saat ini, Jiu Rui menyadari bahwa Huang Xinxin telah berubah sepenuhnya.

"Huang Xinxin, apakah kamu serius dengan perkataanmu ? Apakah kamu tahu bahwa ini adalah dosa besar untuk mempermainkan Kaisar ?" Tanya Kasim.

"Yang Mulia, sebelumnya aku bertindak impulsif tapi aku tidak pantas untuk Putra Mahkota. Aku juga merasa bahwa sifatku tidak cocok untuk berada di Istana, aku impulsif dan mudah mengambil keputusan. Tidak bijaksana dan tidak anggun, aku pikir Putra Mahkota harus mencari Putri Mahkota yang lebih layak. Mohon maafkan aku atas dosa besarku, tolong kabulkan permintaanku Yang Mulia. " Ucap Huang Xinxin sambil bersujud.

"Yang Mulia, putriku sebelumnya gegabah dan melakukan hal buruk yang mempermalukan Yang Mulia. Yang Mulia, tolong ampuni aku. " Ucap Huang Lixin menambahkan.

"Karena kalian sudah seperti ini, maka baiklah ! Aku sudah berjanji akan mengabulkan, beruntunglah kamu tapi kamu mendapatkan hukuman untuk tidak boleh menikah selama dua tahun ke depan. " Ucap Kaisar.

"Aku mengerti Yang Mulia, aku akan mengabdikan diriku untuk pelayanan dan melakukan perbuatan amal ke depannya karena telah mendapatkan berkah besar dalam hidupku ini. " Balas Huang Xinxin.

"Baiklah, karena kamu sudah memutuskan maka aku tidak akan memberikan pengecualian lagi jika kamu menyesal dimasa depan. " Ucap Kaisar.

"Ya, Yang Mulia. Keputusanku sudah bulat dan aku tidak akan menyesali ini di masa depan. Putra Mahkota, aku mungkin telah menganggumu di masa lalu, di masa depan aku tidak akan memberi masalah untukmu lagi Putra Mahkota. "Ucap Huang Xinxin menoleh dan memberikan senyum penuh makna miliknya.

"Jika Putra Mahkota bersedia untuk menjadi temanku, maka di masa depan kita akan menjadi teman. " Lanjut Huang Xinxin.

Jiu Rui tidak membalas dan menatap Huang Xinxin dengan tatapan aneg karena tidak menyangka bahwa dirinya akan menerima penolakan terang terangan seperti ini dari pengikut nomor satunya.

Ini membuat Jiu Rui memandang Huang Xinxin dari sisi yang baru. Apakah seseorang benar benar bisa berubah begitu drastis ?

Huang Xinxin tersenyum puas di dalam hatinya ketika melihat kebimbangan di mata Jiu Rui, dia semakin yakin bahwa racun yang diterima oleh Huang Xinxin yang asli berkaitan dengan Jiu Rui.

Jiu Rui selalu membenci tunangannya, Huang Xinxin. Tidak heran jika dia merencanakan ini sejak lama, hanya saja waktunya tidak tepat.

Mulai kapan racun itu mulai masuk ke dalam obat masih sulit untuk dipastikan dan itu harus dimulai dari tabib yang melakukannya.

Setelah semua ikatan lepas dan Huang Lixin kembali pergi menuju ke pinggir kota untuk melakukan bisnis maka kesempatannya untuk menyelidiki ini akan menjadi semakin besar, satu satunya hal yang perlu dia lakukan adalah berdiam diri terlebih dahulu.

"Yang Mulia, sebagai permintaan maaf ku. Aku memberikan banyak upeti berharga yang aku temukan di pinggiran kota. Yang Mulia, tolong ringankan hukuman untuk putriku. " Ucap Huang Lixin lalu tidak lama kemudian, pintu aula dibuka dan terlihat kereta yang penuh dengan barang antik.

"Tidak perlu, aku memang tidak bersedia untuk menikah dalam waktu dekat. Aku tidak bersedia untuk dekat dengan pria dalam jarak satu tahun ke depan. " Ucap Huang Xinxin dengan tenang.

"Putriku, kamu akan menyesali ini di masa depan. " Bisik Huang Lixin dengan cemas karena takut bahwa Putrinya akan tidak menikah sama sekali.

"Karena Ayahmu sudah memohon seperti ini maka jangan keras kepala lagi, aku akan memberikan keringanan. Selama satu tahun ke depan, demi menjaga nama baik Putra Mahkota maka kamu tidak boleh dekat dengan pria manapun. " Ucap Kaisar bermurah hati dengan ini.

Kaisar juga memang menginginkan pembatalan pertunangan sejak awal karena merasa menyesal dengan sikap buruk yang dimiliki oleh Huang Xinxin.

Tapi, setelah melihat bakat dan kemampuan Huang Xinxin , dia tiba tiba berubah menjadi agak tidak rela.

Tapi, Kaisar sendiri terikat oleh janji yang dia katakan sendiri, oleh karena itu maka dia mau tidak mau harus mengikhlaskan masalah ini.

Huang Xinxin dan Huang Lixin akhirnya pamit dari sana , memberikan harta harta itu tidak membuat Huang Lixin menjadi miskin.

Paling paling hanya membuatnya hidup lebih sederhana saja selama satu bulan ke depan. Seluruh tubuhnya, baik dari ujung rambut sampai ujung kaki, menggunakan emas dan mutiara.

Jika dijual seluruhnya maka mungkin bisa membeli 10 lukisan dalam pelelangan , mutiara selalu menjadi alat pertukaran bagi para bangsawan.

Dan emas sendiri digunakan oleh para sarjanawan, seorang bangsawan tanpa mutiara adalah kepalsuan semata.

Mutiara adalah lambang dari kekayaan, dimanapun dan siapapun yang membawa mutiara akan dihormati.

"Ayah, maafkan aku karena telah melakukan keributan ini. Di masa depan, aku pasti akan lebih berhemat. " Ucap Huang Xinxin dengan penyesalan ketika berada di atas kereta.

"Lupakan saja, tidak masalah. Jika Ayah menghemat maka aku akan kurus dan mendapatkan tubuh yang ideal, tapi kamu adalah harta Ayah yang paling berharga, jika kamu berhemat maka kamu akan menjadi lebih kurus lagi. "Ucap Huang Lixin dengan helaan nafas.

Lalu, saat kembali, Huang Xinxin tiba tiba merasa menyesal atas penyesalannya di atas kereta.

Ternyata, tidak akan ada yang menghemat makanan mereka untuk bulan depan. Melihat bahwa paviliunnya telah diperbaiki dan menjadi semakin indah.

Kebetulan, orang orang bawahan Huang Lixin datang untuk memberikan upeti dari pedagang pedagang lain.

Itu adalah mutiara dan emas, mereka tidak akan menjadi orang yang kekurangan.

"Lihatlah, aku akan memberikanmu hadiah, putriku. Kamu harus hidup dengan baik, aku akan meminta mereka untuk menempa kuas yang paling baik untukmu. " Ucap Huang Lixin dengan gembira karena putrinya mewarisi bakat melukis miliknya.

Huang Lixin sangat bermurah hati dan memberikannya tiga peti emas untuk dia gunakan, sementara itu Huang Lixin juga membelikannya sangat banyak palet warna yang terbuat dari giok.

Huang Lixin juga memesankan banyak baju yang indah, terbuat dari kain sutra yang setara dengan milik Kekaisaran, itu membuatnya tampan anggun dan manis.

Tidak banyak orang yang bisa mengimbangi kemewahan ini , hanya beberapa keluarga Bangsawan kuno yang bisa melakukannya.

Terpopuler

Comments

min

min

lanjut kak

2023-05-03

1

Lulu

Lulu

uppp

2023-04-19

2

lihat semua
Episodes
1 1. Pendekar Pelukis Abadi
2 2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3 3. Huang Xinxin
4 4. Aula Shuiyun
5 5. Putra Mahkota Jiu Rui
6 6. Pembatalan Pertunangan
7 7. Pembatalan Pertunangan II
8 8. Menghukum Pelayan
9 9. Menghukum Pelayan II
10 10. Lukisan Kedua
11 11. Tangan Zhou Man
12 12. Pelelangan Aula Shuiyun
13 13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14 14. Kuas Giok Bulan
15 15. Identitas Baru
16 16. Penyelidikan Awal
17 17. Perjamuan Teh Sore
18 18. Racun Sembilan Neraka
19 19. Tabib Zhang
20 20. Tabib Zhang II
21 21. Mencari Huang Lixin
22 22. Menyelamatkan Huang Lixin
23 23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24 24. Jenderal Ming, Ming Yue
25 25. Surat Merpati
26 26. Desa Ji
27 27. Bibi Guan Ye
28 28. Pertemuan Tuan Zhou
29 29. Negosiasi
30 30. Musim Dingin
31 31. Flu
32 32. Penindasan
33 33. Sedikit Balas Dendam
34 34. Pengumuman Kelulusan
35 35. Rumor Keluarga Yue
36 36. Perjamuan Musim Dingin
37 37. Perjamuan Musim Dingin II
38 38. Pertunjukkan Hewan
39 39. Serangan Mendadak
40 40. Serangan Mendadak II
41 41. Interogasi Xing Yunlai
42 42. "Aku bukan dia"
43 43. Kabar Peperangan
44 44. Kebenaran
45 45. Rencana
46 46. Wu Ying
47 47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48 48. Gunung Kunlun
49 49. Kesepakatan
50 50. Peperangan
51 51. Bantuan
52 52. Rencana Baru
53 53. Pingsan
54 54. Kembali Ke Ibukota
55 55. Melepaskan Jabatan
56 56. Menyiapkan Diri
57 57. Menjebak Jiu Rui
58 58. Undangan Wu Ying
59 59. Menolong Anak Kecil
60 60. Menyelesaikan Penjahat
61 61. Berbuat Baik
62 62. Jenderal Ming Tua
63 63. Menghadap Kaisar
64 64. Kekacauan
65 65. Kekacauan II
66 66. Ibu Suri
67 67. Keluarga Bangsawan Dan
68 68. Ling Shangyue
69 69. Kunjungan Ibu Suri
70 70. Kunjungan Ibu Suri II
71 71. Ulang Tahun Wu Ying
72 72. Ulang Tahun Wu Ying II
73 73. Rasa Iri
74 74. Mendatangi Jiu Rui
75 75. Tangisan Jiu Rui
76 76. Pernyataan Cinta
77 77. Kematian Xing Yunlai
78 78. Tersangka
79 79. Tahanan Istana
80 80. Interogasi Huang Xinxin
81 81. Xian Liwei
82 82. Upaya Ming Yue
83 83. Tabib Ling
84 84. Pernyataan Tabib Ling
85 85. Bebas
86 86. Kepergian Huang Xinxin
87 87. Reinkarnasi
88 88. Kesedihan Jiu Rui
89 89. Mencari Pelaku
90 90. Siluman
91 91. Kematian Xian Liwei
92 92. Tato Bunga Persik
93 93. Keluar Hutan
94 94. Berbeda
95 95. Xian Jinmei
96 96. Kematian Xian Jinmei
97 97. Ibukota
98 98. Tidak Percaya
99 99. Rasa Rindu
100 100. Pernyataan Cinta
101 101. Balas Dendam
102 102. Balas Dendam II
103 103. Huang Lixin Pergi
104 104. Menghilang
105 105. Alasan
106 106. Serangan Siluman
107 107. Jimat Khusus
108 108. Menemukan
109 109. "Shangyue..... "
110 110. Kepergian Shangyue
111 111. Penyihir Kerajaan Yu
112 112. Laporan Istana
113 113. Tiba Di Istana
114 114. Menuju Selatan
115 115. Guru Wei
116 116. Perang Perbatasan Selatan
117 117. Perang Perbatasan Barat Daya
118 118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119 119. Istana
120 120. Kedatangan Jiu Rui
121 121. Penyihir Agung
122 122. Wang
123 123. Tindakan Ming Yue
124 The Legend Of Qixuan
125 124. Keluarga Wang I
126 125. "Ming Yue !"
127 126. Kepergian Ming Yue
128 127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129 128. Kematian Huang Lixin
130 129. Upacara
131 130. Menyelinap Ke Istana
132 131. Balas Dendam
133 132. Balas Dendam II
134 133. Balas Dendam III
135 134. Akhir Dinasti Jiu
136 135. Kaisar Baru
137 136. Kesepian
138 137. Melukis
139 138. Kaisar Paling Bijaksana
140 139. Kematian
141 140. Reinkarnasi
142 141. Keluar Rumah Sakit
143 142. Menunggu Festival
144 143. Pengobatan
145 144. Persiapan Festival Budaya
146 145. Festival Budaya
147 146. Kejayaan Dinasti Xia
148 147. Lukisan Zhou Man
149 148. Penerus Keluarga Ming
150 149. Lukisan
151 150. Dipilih
152 151. Kenangan Xia Xinxin
153 152. Mencari Pakaian
154 153. Riasan
155 154. Reuni Sekolah
156 155. Suami atau Bukan
157 156. Alasan Benci
158 157. Salah Paham
159 158. Mengantar Pulang
160 159. Adik Hua Yin
161 160. Kepergian Hua Yin
162 161. Permintaan Maaf
163 162. Diantar Pulang
164 163. Dinasti Jiu
165 164. Patah Hati
166 165. Patah Hati II
167 166. Hujan
168 167. Bertemu Kembali
169 168. Canggung
170 169. Memikirkan Baik Baik
171 170. Mimpi
172 171. Mimpi II
173 172. Melihat dari Kejauhan
174 173. Menolak
175 174. Anggur Cahaya Bulan
176 175. Ingatan Dalam Arak
177 176. Bisnis Luar Negeri
178 177. Jing Yi
179 178. Membantu Jing Yi
180 179. Bertemu Langsung
181 180. Putra Tertua
182 181. Xu Man dan Meng Rui
183 182. Berbicara Langsung
184 183. Sahabat
185 184. Sahabat II
186 185. Kritis
187 186. Akhir - End
188 Pesan Author
Episodes

Updated 188 Episodes

1
1. Pendekar Pelukis Abadi
2
2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3
3. Huang Xinxin
4
4. Aula Shuiyun
5
5. Putra Mahkota Jiu Rui
6
6. Pembatalan Pertunangan
7
7. Pembatalan Pertunangan II
8
8. Menghukum Pelayan
9
9. Menghukum Pelayan II
10
10. Lukisan Kedua
11
11. Tangan Zhou Man
12
12. Pelelangan Aula Shuiyun
13
13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14
14. Kuas Giok Bulan
15
15. Identitas Baru
16
16. Penyelidikan Awal
17
17. Perjamuan Teh Sore
18
18. Racun Sembilan Neraka
19
19. Tabib Zhang
20
20. Tabib Zhang II
21
21. Mencari Huang Lixin
22
22. Menyelamatkan Huang Lixin
23
23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24
24. Jenderal Ming, Ming Yue
25
25. Surat Merpati
26
26. Desa Ji
27
27. Bibi Guan Ye
28
28. Pertemuan Tuan Zhou
29
29. Negosiasi
30
30. Musim Dingin
31
31. Flu
32
32. Penindasan
33
33. Sedikit Balas Dendam
34
34. Pengumuman Kelulusan
35
35. Rumor Keluarga Yue
36
36. Perjamuan Musim Dingin
37
37. Perjamuan Musim Dingin II
38
38. Pertunjukkan Hewan
39
39. Serangan Mendadak
40
40. Serangan Mendadak II
41
41. Interogasi Xing Yunlai
42
42. "Aku bukan dia"
43
43. Kabar Peperangan
44
44. Kebenaran
45
45. Rencana
46
46. Wu Ying
47
47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48
48. Gunung Kunlun
49
49. Kesepakatan
50
50. Peperangan
51
51. Bantuan
52
52. Rencana Baru
53
53. Pingsan
54
54. Kembali Ke Ibukota
55
55. Melepaskan Jabatan
56
56. Menyiapkan Diri
57
57. Menjebak Jiu Rui
58
58. Undangan Wu Ying
59
59. Menolong Anak Kecil
60
60. Menyelesaikan Penjahat
61
61. Berbuat Baik
62
62. Jenderal Ming Tua
63
63. Menghadap Kaisar
64
64. Kekacauan
65
65. Kekacauan II
66
66. Ibu Suri
67
67. Keluarga Bangsawan Dan
68
68. Ling Shangyue
69
69. Kunjungan Ibu Suri
70
70. Kunjungan Ibu Suri II
71
71. Ulang Tahun Wu Ying
72
72. Ulang Tahun Wu Ying II
73
73. Rasa Iri
74
74. Mendatangi Jiu Rui
75
75. Tangisan Jiu Rui
76
76. Pernyataan Cinta
77
77. Kematian Xing Yunlai
78
78. Tersangka
79
79. Tahanan Istana
80
80. Interogasi Huang Xinxin
81
81. Xian Liwei
82
82. Upaya Ming Yue
83
83. Tabib Ling
84
84. Pernyataan Tabib Ling
85
85. Bebas
86
86. Kepergian Huang Xinxin
87
87. Reinkarnasi
88
88. Kesedihan Jiu Rui
89
89. Mencari Pelaku
90
90. Siluman
91
91. Kematian Xian Liwei
92
92. Tato Bunga Persik
93
93. Keluar Hutan
94
94. Berbeda
95
95. Xian Jinmei
96
96. Kematian Xian Jinmei
97
97. Ibukota
98
98. Tidak Percaya
99
99. Rasa Rindu
100
100. Pernyataan Cinta
101
101. Balas Dendam
102
102. Balas Dendam II
103
103. Huang Lixin Pergi
104
104. Menghilang
105
105. Alasan
106
106. Serangan Siluman
107
107. Jimat Khusus
108
108. Menemukan
109
109. "Shangyue..... "
110
110. Kepergian Shangyue
111
111. Penyihir Kerajaan Yu
112
112. Laporan Istana
113
113. Tiba Di Istana
114
114. Menuju Selatan
115
115. Guru Wei
116
116. Perang Perbatasan Selatan
117
117. Perang Perbatasan Barat Daya
118
118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119
119. Istana
120
120. Kedatangan Jiu Rui
121
121. Penyihir Agung
122
122. Wang
123
123. Tindakan Ming Yue
124
The Legend Of Qixuan
125
124. Keluarga Wang I
126
125. "Ming Yue !"
127
126. Kepergian Ming Yue
128
127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129
128. Kematian Huang Lixin
130
129. Upacara
131
130. Menyelinap Ke Istana
132
131. Balas Dendam
133
132. Balas Dendam II
134
133. Balas Dendam III
135
134. Akhir Dinasti Jiu
136
135. Kaisar Baru
137
136. Kesepian
138
137. Melukis
139
138. Kaisar Paling Bijaksana
140
139. Kematian
141
140. Reinkarnasi
142
141. Keluar Rumah Sakit
143
142. Menunggu Festival
144
143. Pengobatan
145
144. Persiapan Festival Budaya
146
145. Festival Budaya
147
146. Kejayaan Dinasti Xia
148
147. Lukisan Zhou Man
149
148. Penerus Keluarga Ming
150
149. Lukisan
151
150. Dipilih
152
151. Kenangan Xia Xinxin
153
152. Mencari Pakaian
154
153. Riasan
155
154. Reuni Sekolah
156
155. Suami atau Bukan
157
156. Alasan Benci
158
157. Salah Paham
159
158. Mengantar Pulang
160
159. Adik Hua Yin
161
160. Kepergian Hua Yin
162
161. Permintaan Maaf
163
162. Diantar Pulang
164
163. Dinasti Jiu
165
164. Patah Hati
166
165. Patah Hati II
167
166. Hujan
168
167. Bertemu Kembali
169
168. Canggung
170
169. Memikirkan Baik Baik
171
170. Mimpi
172
171. Mimpi II
173
172. Melihat dari Kejauhan
174
173. Menolak
175
174. Anggur Cahaya Bulan
176
175. Ingatan Dalam Arak
177
176. Bisnis Luar Negeri
178
177. Jing Yi
179
178. Membantu Jing Yi
180
179. Bertemu Langsung
181
180. Putra Tertua
182
181. Xu Man dan Meng Rui
183
182. Berbicara Langsung
184
183. Sahabat
185
184. Sahabat II
186
185. Kritis
187
186. Akhir - End
188
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!