Huang Xinxin kembali ke kediamannya dan mengunci pintunya dengan rapat rapat , hanya saja dinding disini benar benar tidak nyaman.
Hanya menggunakan kertas tipis sebagai pembatas antar ruangan dengan pintu kayu yang digeser dan balok kayu sebagai pengunci.
Setelah memutuskan bahwa semuanya telah terkunci, Huang Xinxin melihat pakaian usang yang ada di dalam lemarinya.
Itu ada beberapa pakaian yang sudah lama dan polos, beberapa warnanya juga telah pudar. Huang Xinxin menggunakannya.
Lalu mengambil yang lain dan merobeknya untuk digunakan sebagai cadar, orang orang ketika kecil memanggilnya Xia Mei karena dia dilahirkan dengan wajah yang cantik.
Maka, dia akan menggunakan nama ini disini sebagai identitas lainnya. Ini adalah petualangan yang seru menurut Xia Xinxin.
"Bisa dikatakan, impianku untuk masuk ke dalam cerita telah terkabulkan walaupun tidak seperti impianku untuk menjadi pemeran utama. " Gumam Xia Xinxin.
Dia membuka jendela lalu melompat dari sana, ketika melompat, ternyata bagian luar merupakan halaman rumah.
Xia Xinxin menutup kembali jendelanya dan pergi keluar sembari mengendap ngendap, takut bahwa ada orang yang menyadari kepergiannya.
Xia Xinxin membawa uang tabungannya yang sama sekali tidak sedikit tentunya, dia adalah orang kaya.
Bagaimana mungkin putri bangsawan Kuno, Huang Xinxin, dapat kekurangan uang ? Tael Emas benar benar tidak berarti banyak baginya sehingga banyak orang mulai mengantre di depan rumahnya untuk mendapatkan makanan gratis.
Huang Xinxin memasuki toko baju dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian wanita dengan rambut yang diikat ekor kuda dan cadar hitam.
Dia menggunakan pakaian serba hitam , itu sama sekali tidak menarik perhatian karena banyak orang dengan pakaian yang sama di jalan.
Kenapa kebanyakan rakyat biasa menggunakan warna hitam ? Dia mengetahui alasannya ketika hal ini tiba ke arahnya, jika harus melihat dari kondisi setempat yang terlibat dengan pelukisan.
Maka sulit untuk menghindari tumpahan cat, jika memang mereka menggunakan warna warna yang terang maka itu pasti akan mengotori pakaian mereka sementara untuk rakyat biasa seperti mereka yang bahkan tidak memiliki banyak jenis pakaian maka mereka hanya bisa menggunakan warna hitam.
Huang Xinxin duduk di restoran dan makan dengan tenang, cadar nya ini adalah tipe yang agak unik.
Ini dipasang di bambu, tampak seperti tirai yang menutupi wajah sementara dia masih bisa makan dengan tenang tanpa terganggu sama sekali.
Dia makan dengan serius dan menikmati makanan yang ada disini, ini benar benar enak dan tidak terlalu berminyak.
Ini berbeda dengan makanan yang sering dia makan di kehidupan sehari harinya ketika masih hidup sebagai Xia Xinxin, kebanyakan dia memakan masakan barat.
Tapi, setelah mencoba makanan khas disini, ini terasa benar benar segar dan memanjakan lidahnya.
Dia menghabiskan dua piring dan membayar, tapi ketika dia membayar, dia bertemu dengan seorang pria yang memiliki tatapan tajam.
Mereka tidak benar benar berinteraksi secara langsung, hanya memiliki kontak mata untuk beberapa detik. Sebelum akhirnya saling mengalihkan pandangan, hanya saja dia merasa seperti tersengat listrik.
Huang Xinxin cepat cepat menundukkan kepalanya dan pergi dari sana, orang ini memiliki aura yang menindas sekali, hampir sama dengan seseorang yang telah membunuh banyak orang.
"Nona ! Kembalian mu !" Teriak pemilik kedai tapi Huang Xinxin mengabaikannya.
Jika mengingat dari cerita yang dia baca, maka seharusnya Huang Xinxin baru berusia 16 tahun sementara Jiu Rui akan berusia 17 tahun dalam tiga bulan.
Itu akan di adakan pesta kedewasaannya yang sangat megah dan pada saat itu, Jiu Rui akan bertemu dengan Wu Ying.
Jiu Rui seharusnya berjanji untuk berdansa dengan Huang Xinxin tapi karena dia bertemu dengan Wu Ying, hal ini tidak terjadi.
Tentu saja, jika melihat dari bayangan Huang Xinxin, maka hal ini sangat sakit sekali, bahkan hampir tidak bisa dijelaskan dengan kata kata.
Bagi orang seperti Huang Xinxin, maka dia pasti tidak ingin kehilangan apa yang telah menjadi miliknya.
Pantas saja, dia sampai bisa memfitnah dan meracuni Wu Ying pada akhirnya tapi pada akhirnya, itu adalah tindakan tanpa perencanaan yang sangat impulsif, sama saja dengan mengirim dirinya sendiri ke tiang gantung.
Ada satu tempat yang menjadi daya tarik bagi semua orang di Ibukota ini, tempat ini adalah tempat dimana orang bisa melukis dan menjual lukisan mereka.
Tempat ini selalu ramai, baik pagi , siang, sore dan malam. Orang orang hanya perlu membayar tempat yang disewa untuk setiap ruangannya.
Huang Xinxin berniat untuk menyewa satu jam dan membentuk gambar yang sederhana. Tempat ini bernama, Paviliun Shuiyun.
Ide ide orang yang mengalir layaknya air dan imajinasi pelukis mengambang layaknya awan yang terbang dengan bebas di langit.
Ketika Huang Xinxin tiba disana, sudah ada banyak sekali karya seni yang dipajang disana dengan indah dan penuh dengan keanggunan.
Hanya saja ada beberapa yang kurang realistis dan dibuat dengan sederhana, tapi meski begitu makna yang ingin disampaikan tetap tersampaikan dengan baik.
"Aku ingin menyewa untuk satu jam. " Ucap Huang Xinxin.
"Tentu saja nona, silakan tulis nama anda disini. " Ucap pelayan memberikan buku.
Huang Xinxin menuliskan namanya, tentunya bukan nama asli melainkan nama Xia Mei.
"Nona Xia, aku akan mengantarmu. " Ucap pelayan itu.
Huang Xinxin mengangguk dan meninggalkan uangnya di sana lalu mengikuti pelayan itu untuk pergi menuju ruangan miliknya.
Disini ada puluhan ruangan pribadi dan itu semua hampir penuh di setiap saat, orang orang memiliki ide di waktu yang berbeda beda sehingga Paviliun Shuiyun tidak akan pernah sepi.
Huang Xinxin duduk di hadapan kanvas di depannya dan dengan tenang memejamkan matanya. Setiap orang mengatakan bahwa orang orang memiliki dua sisi dalam kehidupannya.
Maka, dia akan membentuk dua sisi yang sesungguhnya , dua karakter yang berbeda, satu adalah Huang Xinxin yang ceria sementara yang lain adalah Xia Mei yang penuh dengan pertimbangan.
Huang Xinxin melukis dengan tenang, di perairan yang tenang terdapat sebuah harapan berbentuk lampion teratai yang mengapung sebagai satu satunya cahaya dengan air yang gelap dan langit yang gelap tanpa bulan.
Itu benar benar terasa realistis sampai sampai hampir bisa dikatakan nyata, Huang Xinxin menulis namanya di bagian pojok bawah dan kebetulan waktunya telah habis.
"Nona, waktumu sudah habis. Apakah Nona baru saja menggambarnya ?" Tanya Pelayan dengan terperangah.
Hanya dalam waktu satu jam, gadis ini mampu membentuk lukisab yang begitu indah ?
"Apakah aku bisa menjual lukisanku disini ?" Tanya Huang Xinxin.
"Setiap lukisan bisa dijual dan akan dikategorikan, jika beruntung maka akan masuk ke dalam objek pelelangan yang dilaksanakan setiap minggunya. Nona bisa mengikutiku. " Ucap Pelayan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
HoneyXing 🍯
berdansa bareng ada juga saat jaman kerajaan cina?
2024-01-10
0
malest
baguzz
2023-07-20
0
malest
baguz
2023-07-20
0