4. Aula Shuiyun

Huang Xinxin kembali ke kediamannya dan mengunci pintunya dengan rapat rapat , hanya saja dinding disini benar benar tidak nyaman.

Hanya menggunakan kertas tipis sebagai pembatas antar ruangan dengan pintu kayu yang digeser dan balok kayu sebagai pengunci.

Setelah memutuskan bahwa semuanya telah terkunci, Huang Xinxin melihat pakaian usang yang ada di dalam lemarinya.

Itu ada beberapa pakaian yang sudah lama dan polos, beberapa warnanya juga telah pudar. Huang Xinxin menggunakannya.

Lalu mengambil yang lain dan merobeknya untuk digunakan sebagai cadar, orang orang ketika kecil memanggilnya Xia Mei karena dia dilahirkan dengan wajah yang cantik.

Maka, dia akan menggunakan nama ini disini sebagai identitas lainnya. Ini adalah petualangan yang seru menurut Xia Xinxin.

"Bisa dikatakan, impianku untuk masuk ke dalam cerita telah terkabulkan walaupun tidak seperti impianku untuk menjadi pemeran utama. " Gumam Xia Xinxin.

Dia membuka jendela lalu melompat dari sana, ketika melompat, ternyata bagian luar merupakan halaman rumah.

Xia Xinxin menutup kembali jendelanya dan pergi keluar sembari mengendap ngendap, takut bahwa ada orang yang menyadari kepergiannya.

Xia Xinxin membawa uang tabungannya yang sama sekali tidak sedikit tentunya, dia adalah orang kaya.

Bagaimana mungkin putri bangsawan Kuno, Huang Xinxin, dapat kekurangan uang ? Tael Emas benar benar tidak berarti banyak baginya sehingga banyak orang mulai mengantre di depan rumahnya untuk mendapatkan makanan gratis.

Huang Xinxin memasuki toko baju dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian wanita dengan rambut yang diikat ekor kuda dan cadar hitam.

Dia menggunakan pakaian serba hitam , itu sama sekali tidak menarik perhatian karena banyak orang dengan pakaian yang sama di jalan.

Kenapa kebanyakan rakyat biasa menggunakan warna hitam ? Dia mengetahui alasannya ketika hal ini tiba ke arahnya, jika harus melihat dari kondisi setempat yang terlibat dengan pelukisan.

Maka sulit untuk menghindari tumpahan cat, jika memang mereka menggunakan warna warna yang terang maka itu pasti akan mengotori pakaian mereka sementara untuk rakyat biasa seperti mereka yang bahkan tidak memiliki banyak jenis pakaian maka mereka hanya bisa menggunakan warna hitam.

Huang Xinxin duduk di restoran dan makan dengan tenang, cadar nya ini adalah tipe yang agak unik.

Ini dipasang di bambu, tampak seperti tirai yang menutupi wajah sementara dia masih bisa makan dengan tenang tanpa terganggu sama sekali.

Dia makan dengan serius dan menikmati makanan yang ada disini, ini benar benar enak dan tidak terlalu berminyak.

Ini berbeda dengan makanan yang sering dia makan di kehidupan sehari harinya ketika masih hidup sebagai Xia Xinxin, kebanyakan dia memakan masakan barat.

Tapi, setelah mencoba makanan khas disini, ini terasa benar benar segar dan memanjakan lidahnya.

Dia menghabiskan dua piring dan membayar, tapi ketika dia membayar, dia bertemu dengan seorang pria yang memiliki tatapan tajam.

Mereka tidak benar benar berinteraksi secara langsung, hanya memiliki kontak mata untuk beberapa detik. Sebelum akhirnya saling mengalihkan pandangan, hanya saja dia merasa seperti tersengat listrik.

Huang Xinxin cepat cepat menundukkan kepalanya dan pergi dari sana, orang ini memiliki aura yang menindas sekali, hampir sama dengan seseorang yang telah membunuh banyak orang.

"Nona ! Kembalian mu !" Teriak pemilik kedai tapi Huang Xinxin mengabaikannya.

Jika mengingat dari cerita yang dia baca, maka seharusnya Huang Xinxin baru berusia 16 tahun sementara Jiu Rui akan berusia 17 tahun dalam tiga bulan.

Itu akan di adakan pesta kedewasaannya yang sangat megah dan pada saat itu, Jiu Rui akan bertemu dengan Wu Ying.

Jiu Rui seharusnya berjanji untuk berdansa dengan Huang Xinxin tapi karena dia bertemu dengan Wu Ying, hal ini tidak terjadi.

Tentu saja, jika melihat dari bayangan Huang Xinxin, maka hal ini sangat sakit sekali, bahkan hampir tidak bisa dijelaskan dengan kata kata.

Bagi orang seperti Huang Xinxin, maka dia pasti tidak ingin kehilangan apa yang telah menjadi miliknya.

Pantas saja, dia sampai bisa memfitnah dan meracuni Wu Ying pada akhirnya tapi pada akhirnya, itu adalah tindakan tanpa perencanaan yang sangat impulsif, sama saja dengan mengirim dirinya sendiri ke tiang gantung.

Ada satu tempat yang menjadi daya tarik bagi semua orang di Ibukota ini, tempat ini adalah tempat dimana orang bisa melukis dan menjual lukisan mereka.

Tempat ini selalu ramai, baik pagi , siang, sore dan malam. Orang orang hanya perlu membayar tempat yang disewa untuk setiap ruangannya.

Huang Xinxin berniat untuk menyewa satu jam dan membentuk gambar yang sederhana. Tempat ini bernama, Paviliun Shuiyun.

Ide ide orang yang mengalir layaknya air dan imajinasi pelukis mengambang layaknya awan yang terbang dengan bebas di langit.

Ketika Huang Xinxin tiba disana, sudah ada banyak sekali karya seni yang dipajang disana dengan indah dan penuh dengan keanggunan.

Hanya saja ada beberapa yang kurang realistis dan dibuat dengan sederhana, tapi meski begitu makna yang ingin disampaikan tetap tersampaikan dengan baik.

"Aku ingin menyewa untuk satu jam. " Ucap Huang Xinxin.

"Tentu saja nona, silakan tulis nama anda disini. " Ucap pelayan memberikan buku.

Huang Xinxin menuliskan namanya, tentunya bukan nama asli melainkan nama Xia Mei.

"Nona Xia, aku akan mengantarmu. " Ucap pelayan itu.

Huang Xinxin mengangguk dan meninggalkan uangnya di sana lalu mengikuti pelayan itu untuk pergi menuju ruangan miliknya.

Disini ada puluhan ruangan pribadi dan itu semua hampir penuh di setiap saat, orang orang memiliki ide di waktu yang berbeda beda sehingga Paviliun Shuiyun tidak akan pernah sepi.

Huang Xinxin duduk di hadapan kanvas di depannya dan dengan tenang memejamkan matanya. Setiap orang mengatakan bahwa orang orang memiliki dua sisi dalam kehidupannya.

Maka, dia akan membentuk dua sisi yang sesungguhnya , dua karakter yang berbeda, satu adalah Huang Xinxin yang ceria sementara yang lain adalah Xia Mei yang penuh dengan pertimbangan.

Huang Xinxin melukis dengan tenang, di perairan yang tenang terdapat sebuah harapan berbentuk lampion teratai yang mengapung sebagai satu satunya cahaya dengan air yang gelap dan langit yang gelap tanpa bulan.

Itu benar benar terasa realistis sampai sampai hampir bisa dikatakan nyata, Huang Xinxin menulis namanya di bagian pojok bawah dan kebetulan waktunya telah habis.

"Nona, waktumu sudah habis. Apakah Nona baru saja menggambarnya ?" Tanya Pelayan dengan terperangah.

Hanya dalam waktu satu jam, gadis ini mampu membentuk lukisab yang begitu indah ?

"Apakah aku bisa menjual lukisanku disini ?" Tanya Huang Xinxin.

"Setiap lukisan bisa dijual dan akan dikategorikan, jika beruntung maka akan masuk ke dalam objek pelelangan yang dilaksanakan setiap minggunya. Nona bisa mengikutiku. " Ucap Pelayan itu.

Terpopuler

Comments

HoneyXing 🍯

HoneyXing 🍯

berdansa bareng ada juga saat jaman kerajaan cina?

2024-01-10

0

malest

malest

baguzz

2023-07-20

0

malest

malest

baguz

2023-07-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pendekar Pelukis Abadi
2 2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3 3. Huang Xinxin
4 4. Aula Shuiyun
5 5. Putra Mahkota Jiu Rui
6 6. Pembatalan Pertunangan
7 7. Pembatalan Pertunangan II
8 8. Menghukum Pelayan
9 9. Menghukum Pelayan II
10 10. Lukisan Kedua
11 11. Tangan Zhou Man
12 12. Pelelangan Aula Shuiyun
13 13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14 14. Kuas Giok Bulan
15 15. Identitas Baru
16 16. Penyelidikan Awal
17 17. Perjamuan Teh Sore
18 18. Racun Sembilan Neraka
19 19. Tabib Zhang
20 20. Tabib Zhang II
21 21. Mencari Huang Lixin
22 22. Menyelamatkan Huang Lixin
23 23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24 24. Jenderal Ming, Ming Yue
25 25. Surat Merpati
26 26. Desa Ji
27 27. Bibi Guan Ye
28 28. Pertemuan Tuan Zhou
29 29. Negosiasi
30 30. Musim Dingin
31 31. Flu
32 32. Penindasan
33 33. Sedikit Balas Dendam
34 34. Pengumuman Kelulusan
35 35. Rumor Keluarga Yue
36 36. Perjamuan Musim Dingin
37 37. Perjamuan Musim Dingin II
38 38. Pertunjukkan Hewan
39 39. Serangan Mendadak
40 40. Serangan Mendadak II
41 41. Interogasi Xing Yunlai
42 42. "Aku bukan dia"
43 43. Kabar Peperangan
44 44. Kebenaran
45 45. Rencana
46 46. Wu Ying
47 47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48 48. Gunung Kunlun
49 49. Kesepakatan
50 50. Peperangan
51 51. Bantuan
52 52. Rencana Baru
53 53. Pingsan
54 54. Kembali Ke Ibukota
55 55. Melepaskan Jabatan
56 56. Menyiapkan Diri
57 57. Menjebak Jiu Rui
58 58. Undangan Wu Ying
59 59. Menolong Anak Kecil
60 60. Menyelesaikan Penjahat
61 61. Berbuat Baik
62 62. Jenderal Ming Tua
63 63. Menghadap Kaisar
64 64. Kekacauan
65 65. Kekacauan II
66 66. Ibu Suri
67 67. Keluarga Bangsawan Dan
68 68. Ling Shangyue
69 69. Kunjungan Ibu Suri
70 70. Kunjungan Ibu Suri II
71 71. Ulang Tahun Wu Ying
72 72. Ulang Tahun Wu Ying II
73 73. Rasa Iri
74 74. Mendatangi Jiu Rui
75 75. Tangisan Jiu Rui
76 76. Pernyataan Cinta
77 77. Kematian Xing Yunlai
78 78. Tersangka
79 79. Tahanan Istana
80 80. Interogasi Huang Xinxin
81 81. Xian Liwei
82 82. Upaya Ming Yue
83 83. Tabib Ling
84 84. Pernyataan Tabib Ling
85 85. Bebas
86 86. Kepergian Huang Xinxin
87 87. Reinkarnasi
88 88. Kesedihan Jiu Rui
89 89. Mencari Pelaku
90 90. Siluman
91 91. Kematian Xian Liwei
92 92. Tato Bunga Persik
93 93. Keluar Hutan
94 94. Berbeda
95 95. Xian Jinmei
96 96. Kematian Xian Jinmei
97 97. Ibukota
98 98. Tidak Percaya
99 99. Rasa Rindu
100 100. Pernyataan Cinta
101 101. Balas Dendam
102 102. Balas Dendam II
103 103. Huang Lixin Pergi
104 104. Menghilang
105 105. Alasan
106 106. Serangan Siluman
107 107. Jimat Khusus
108 108. Menemukan
109 109. "Shangyue..... "
110 110. Kepergian Shangyue
111 111. Penyihir Kerajaan Yu
112 112. Laporan Istana
113 113. Tiba Di Istana
114 114. Menuju Selatan
115 115. Guru Wei
116 116. Perang Perbatasan Selatan
117 117. Perang Perbatasan Barat Daya
118 118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119 119. Istana
120 120. Kedatangan Jiu Rui
121 121. Penyihir Agung
122 122. Wang
123 123. Tindakan Ming Yue
124 The Legend Of Qixuan
125 124. Keluarga Wang I
126 125. "Ming Yue !"
127 126. Kepergian Ming Yue
128 127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129 128. Kematian Huang Lixin
130 129. Upacara
131 130. Menyelinap Ke Istana
132 131. Balas Dendam
133 132. Balas Dendam II
134 133. Balas Dendam III
135 134. Akhir Dinasti Jiu
136 135. Kaisar Baru
137 136. Kesepian
138 137. Melukis
139 138. Kaisar Paling Bijaksana
140 139. Kematian
141 140. Reinkarnasi
142 141. Keluar Rumah Sakit
143 142. Menunggu Festival
144 143. Pengobatan
145 144. Persiapan Festival Budaya
146 145. Festival Budaya
147 146. Kejayaan Dinasti Xia
148 147. Lukisan Zhou Man
149 148. Penerus Keluarga Ming
150 149. Lukisan
151 150. Dipilih
152 151. Kenangan Xia Xinxin
153 152. Mencari Pakaian
154 153. Riasan
155 154. Reuni Sekolah
156 155. Suami atau Bukan
157 156. Alasan Benci
158 157. Salah Paham
159 158. Mengantar Pulang
160 159. Adik Hua Yin
161 160. Kepergian Hua Yin
162 161. Permintaan Maaf
163 162. Diantar Pulang
164 163. Dinasti Jiu
165 164. Patah Hati
166 165. Patah Hati II
167 166. Hujan
168 167. Bertemu Kembali
169 168. Canggung
170 169. Memikirkan Baik Baik
171 170. Mimpi
172 171. Mimpi II
173 172. Melihat dari Kejauhan
174 173. Menolak
175 174. Anggur Cahaya Bulan
176 175. Ingatan Dalam Arak
177 176. Bisnis Luar Negeri
178 177. Jing Yi
179 178. Membantu Jing Yi
180 179. Bertemu Langsung
181 180. Putra Tertua
182 181. Xu Man dan Meng Rui
183 182. Berbicara Langsung
184 183. Sahabat
185 184. Sahabat II
186 185. Kritis
187 186. Akhir - End
188 Pesan Author
Episodes

Updated 188 Episodes

1
1. Pendekar Pelukis Abadi
2
2. Transmigrasi Ke Dalam Novel
3
3. Huang Xinxin
4
4. Aula Shuiyun
5
5. Putra Mahkota Jiu Rui
6
6. Pembatalan Pertunangan
7
7. Pembatalan Pertunangan II
8
8. Menghukum Pelayan
9
9. Menghukum Pelayan II
10
10. Lukisan Kedua
11
11. Tangan Zhou Man
12
12. Pelelangan Aula Shuiyun
13
13. Pelelangan Aula Shuiyun II
14
14. Kuas Giok Bulan
15
15. Identitas Baru
16
16. Penyelidikan Awal
17
17. Perjamuan Teh Sore
18
18. Racun Sembilan Neraka
19
19. Tabib Zhang
20
20. Tabib Zhang II
21
21. Mencari Huang Lixin
22
22. Menyelamatkan Huang Lixin
23
23. Menyelamatkan Huang Lixin II
24
24. Jenderal Ming, Ming Yue
25
25. Surat Merpati
26
26. Desa Ji
27
27. Bibi Guan Ye
28
28. Pertemuan Tuan Zhou
29
29. Negosiasi
30
30. Musim Dingin
31
31. Flu
32
32. Penindasan
33
33. Sedikit Balas Dendam
34
34. Pengumuman Kelulusan
35
35. Rumor Keluarga Yue
36
36. Perjamuan Musim Dingin
37
37. Perjamuan Musim Dingin II
38
38. Pertunjukkan Hewan
39
39. Serangan Mendadak
40
40. Serangan Mendadak II
41
41. Interogasi Xing Yunlai
42
42. "Aku bukan dia"
43
43. Kabar Peperangan
44
44. Kebenaran
45
45. Rencana
46
46. Wu Ying
47
47. Perjalanan Menuju Gunung Kunlun
48
48. Gunung Kunlun
49
49. Kesepakatan
50
50. Peperangan
51
51. Bantuan
52
52. Rencana Baru
53
53. Pingsan
54
54. Kembali Ke Ibukota
55
55. Melepaskan Jabatan
56
56. Menyiapkan Diri
57
57. Menjebak Jiu Rui
58
58. Undangan Wu Ying
59
59. Menolong Anak Kecil
60
60. Menyelesaikan Penjahat
61
61. Berbuat Baik
62
62. Jenderal Ming Tua
63
63. Menghadap Kaisar
64
64. Kekacauan
65
65. Kekacauan II
66
66. Ibu Suri
67
67. Keluarga Bangsawan Dan
68
68. Ling Shangyue
69
69. Kunjungan Ibu Suri
70
70. Kunjungan Ibu Suri II
71
71. Ulang Tahun Wu Ying
72
72. Ulang Tahun Wu Ying II
73
73. Rasa Iri
74
74. Mendatangi Jiu Rui
75
75. Tangisan Jiu Rui
76
76. Pernyataan Cinta
77
77. Kematian Xing Yunlai
78
78. Tersangka
79
79. Tahanan Istana
80
80. Interogasi Huang Xinxin
81
81. Xian Liwei
82
82. Upaya Ming Yue
83
83. Tabib Ling
84
84. Pernyataan Tabib Ling
85
85. Bebas
86
86. Kepergian Huang Xinxin
87
87. Reinkarnasi
88
88. Kesedihan Jiu Rui
89
89. Mencari Pelaku
90
90. Siluman
91
91. Kematian Xian Liwei
92
92. Tato Bunga Persik
93
93. Keluar Hutan
94
94. Berbeda
95
95. Xian Jinmei
96
96. Kematian Xian Jinmei
97
97. Ibukota
98
98. Tidak Percaya
99
99. Rasa Rindu
100
100. Pernyataan Cinta
101
101. Balas Dendam
102
102. Balas Dendam II
103
103. Huang Lixin Pergi
104
104. Menghilang
105
105. Alasan
106
106. Serangan Siluman
107
107. Jimat Khusus
108
108. Menemukan
109
109. "Shangyue..... "
110
110. Kepergian Shangyue
111
111. Penyihir Kerajaan Yu
112
112. Laporan Istana
113
113. Tiba Di Istana
114
114. Menuju Selatan
115
115. Guru Wei
116
116. Perang Perbatasan Selatan
117
117. Perang Perbatasan Barat Daya
118
118. Perang Perbatasan Barat Daya II
119
119. Istana
120
120. Kedatangan Jiu Rui
121
121. Penyihir Agung
122
122. Wang
123
123. Tindakan Ming Yue
124
The Legend Of Qixuan
125
124. Keluarga Wang I
126
125. "Ming Yue !"
127
126. Kepergian Ming Yue
128
127. Kekalahan Gerbang Barat Daya
129
128. Kematian Huang Lixin
130
129. Upacara
131
130. Menyelinap Ke Istana
132
131. Balas Dendam
133
132. Balas Dendam II
134
133. Balas Dendam III
135
134. Akhir Dinasti Jiu
136
135. Kaisar Baru
137
136. Kesepian
138
137. Melukis
139
138. Kaisar Paling Bijaksana
140
139. Kematian
141
140. Reinkarnasi
142
141. Keluar Rumah Sakit
143
142. Menunggu Festival
144
143. Pengobatan
145
144. Persiapan Festival Budaya
146
145. Festival Budaya
147
146. Kejayaan Dinasti Xia
148
147. Lukisan Zhou Man
149
148. Penerus Keluarga Ming
150
149. Lukisan
151
150. Dipilih
152
151. Kenangan Xia Xinxin
153
152. Mencari Pakaian
154
153. Riasan
155
154. Reuni Sekolah
156
155. Suami atau Bukan
157
156. Alasan Benci
158
157. Salah Paham
159
158. Mengantar Pulang
160
159. Adik Hua Yin
161
160. Kepergian Hua Yin
162
161. Permintaan Maaf
163
162. Diantar Pulang
164
163. Dinasti Jiu
165
164. Patah Hati
166
165. Patah Hati II
167
166. Hujan
168
167. Bertemu Kembali
169
168. Canggung
170
169. Memikirkan Baik Baik
171
170. Mimpi
172
171. Mimpi II
173
172. Melihat dari Kejauhan
174
173. Menolak
175
174. Anggur Cahaya Bulan
176
175. Ingatan Dalam Arak
177
176. Bisnis Luar Negeri
178
177. Jing Yi
179
178. Membantu Jing Yi
180
179. Bertemu Langsung
181
180. Putra Tertua
182
181. Xu Man dan Meng Rui
183
182. Berbicara Langsung
184
183. Sahabat
185
184. Sahabat II
186
185. Kritis
187
186. Akhir - End
188
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!