Bab. 19
Setelah meyakinkan diri kalau tidak akan terjadi apa-apa pada dirinya, Bina pun segera mengendarai motornya menuju rumah sakit.
Meskipun ada perasaan takut, namun Bina tidak bisa absen untuk menjenguk ayahnya. Meskipun tidak bisa menemuinya secara langsung. Karena dirinya yang terlalu emosional jika sudah melihat kondisi ayahnya dari dekat. Sehingga Bina memilih untuk melihatnya dari luar ruangan.
"Assalamu'alaikum, Yah," sapa Bina ketika berada di depan ruang rawat ayahnya.
Ia dan bundanya terpaksa tidak sepenuhnya bisa berada di rumah sakit. Karena mereka memiliki kesibukan dan juga tuntutan yang tidak bisa mereka tinggalkan. Serta juga demi kelangsungan hidup ayahnya. Karena jika mereka tidak saling bahu membahu, tidak bisa mendapatkan uang untuk membayar tagihan rumah sakit, walaupun sebagian ditanggung oleh jasa asuransi.
"Maaf, kalau Bina baru bisa jenguk Ayah malem-malem kayak gini," ucap Bina dengan tatapan sendu.
Setiap kali melihat ayahnya dalam keadaan seperti ini, dada Bina terasa sesak. Entah, ingin menerima begitu saja, tetapi Bina belum bisa. Masih ada rasa menyalahkan orang yang sudah membuat ayahnya seperti ini. Juga menyalahkan sang pemberi napas. Separah itu memang perasaannya.
"Kapan Ayah bisa liat Bina lagi? Bina kangen jalan-jalan sama Ayah," ucap Bina yang terus mengajak bicara sang ayah.
Meskipun tidak mendapat balasan, atau bahkan tidak didengar, Bina tetap setia berdiri di sana. Memperhatikan sosok pria yang dulunya tinggi tegap dan sehat, namun kini terlihat kurus dan tampak lemah.
Tiga puluh menit sudah Bina berdiri dan terus mengobrol dengan sunyi nya malam di lorong kamar inap ayahnya, Bina memutuskan untuk menyudahinya tepat pada pukul setengah dua belas malam.
"Belum pulang, Bi?" sapa seseorang perawat yang muncul dari lorong sebelah kanan Bina.
Mendengar ada orang yang menyapanya, Bina sontak menoleh ke arah orang tersebut.
"Belum, Kak," jawab Bina sembari menundukkan kepalanya. "Kak Ayu dinas malam?" tanya Bina ketika melihat perawat bernama Ayu itu masih dalam keadaan segar.
"Iya. Dapat shift malam aku. Kamu nggak pulang? Atau mau nginep di sini?" tanya Ayu penasaran. Karena malam sudah sangat larut.
Bina tersenyum hingga terlihat matanya yang melengkung.
"Ini udah mau pulang kok, Kak. Kasihan Bunda kalau aku nggak pulang," ujar Bina.
Ayu mengangguk paham.
"Ya sudah, kalau begitu hati-hati ya pulangnya. Aku mau keliling dulu," pamitnya sedikit tergesa ketika melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan.
Bina mengangguk. "Sehat terus Kak Ayu," ucap Bina yang di jawab dengan lambaian tangan dari Ayu.
Bina terus menatap kepergian Ayu. Ia bersyukur bisa kenal dengan wanita yang lima tahun lebih tua darinya tersebut.
Tidak ingin membuat bundanya merasa khawatir karena menunggu kepulangannya, Bina cepat-cepat segera pulang.
Keadaan jalan tampak sepi, gadis bercadar itu terus merapalkan hafalannya demi mengusir rasa takut di dalam hati. Namun, namanya orang apes itu tidak ada di kalender. Pun begitu dengan apa yang dihadapi oleh Bina saat ini.
Di depan gang yang sepi, ada beberapa orang yang sepertinya tengah mabuk. Ingin menghentikan laju motornya dan berbalik arah, namun nanti justru butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa sampai di rumahnya.
"Kenapa mereka nggak tiduran di rumah aja sih," gerutu Bina.
Mau tidak mau ia tetap memilih melewati jalan di depannya. Tetap bersikap tenang dan cuek.
Akan tetapi, belum sampai di depan gang sudah ada orang yang berdiri dengan sempoyongan menghadang jalan Bina.
"Waaaahhh ... ada bidadari surga lewat sini," ujar pria itu dengan nada yang tidak normal. Tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri. Bahkan hampir saja terjerembab ke depan, namun tidak jadi.
"Kalau lo liat bidadari surga lewat sini, berarti lo udah ada di neraka, Jo!" sahut temannya dengan suara tawa yang keras.
Maaf, di sini bapaknya Bina kubikin koma. Kalau semisal kalian nemuin di bab depan aku ada bilang udah meninggoy, kasih tau lewat komen ya. maacih yang masih setia menunggu😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
ya terserah kak yu aje deh..
kata mah yg baca ngikut bae
cha yo
2024-06-21
0
fansnyapascol
duhh serunyaaa padahal baru baca beberapa episod di mt bagus bagus deh novel nyaa
2023-06-22
2
💗vanilla💗🎶
lagian bina , sdh ada gelagat berbahaya lewat situ , ya jgn di lewati atuh.. mending balik arah gpp agak jauh, jd inget pengalaman naik angkot mlm2 jg , tgl sendirian sm cowok 1 n sopir di dpn .. yg cowo ngeliatin trs , kl dipikr2 skrg serem jg tp wkt itu , so so an berani aja .. 🙈
2023-06-15
1