Bab. 6
Sreekk!
Suara kursi yang ditarik membuat Bina menoleh ke samping. Karena Kurdi itu berada di sebelah kanannya. Sedangkan Gita tengah duduk di sebelah kiri Bina.
"Hai, boleh duduk di sini?" tanya cowok itu dengan senyuman tipis namun tatapannya begitu tajam.
Sekilas pandangan mereka bertemu. Cepat-cepat Bina memalingkan muka, memutus pandangan mereka lebih dulu. Sedangkan cowok yang tak lain ialah Al, cowok itu tampak membeku di tempatnya. Tatapan mata indah itu mampu menghipnotis dirinya.
'Tidak salah. Ini memang dia.' batin Al. Bibirnya tersungging ke atas. Begitu tipis hingga tidak akan disadari oleh yang lain.
Sementara ketiga temannya tentu tidak akan jauh duduknya dari Al. Mereka akan berada di dekat ketua mereka. Oleh sebab itu, mereka bertiga pun sedikit mengusir murid lain yang duduknya berada di dekat Al. Bahkan Iyan kini duduk di depan Bina persis.
Gita yang tampak kaget pun menyenggol lengan Bina ketika temannya itu tidak kunjung menjawab pertanyaan dari murid pindahan tersebut.
"Bi! Ditanya itu loh!" ingat Gita dengan nada tertahan.
Bina yang malas pun akhirnya menganggukkan kepala tanpa menoleh ke arah siswa pindahan tersebut.
"Boleh," jawab Bina.
Al yang mendengar suara gadis di sebelahnya, mengangkat alis serta sebelah sudut bibirnya.
'Lembut banget suaranya.' batin Al.
Ah, andai saja bisa disentuh dengan mudah, pasti dia akan memeluk gadis itu. Sayangnya gadis itu terlalu berharga buat Al sentuh.
Sementara Iyan yang berada di depan Bina sontak menoleh ke belakang. Sedikit tersentak kaget mendengar suara lembut Bina yang bikin candu. Padahal ini kali pertamanya ia mendengar suara gadis itu.
"Hai, kenalkan, nama gue Iyan. Panggil aja Ayang," ucap Iyan sembari mengulurkan tangannya ke arah Bina.
Bina merasa risih dengan sikap siswa baru tersebut. Dia melirik ke arah Gita, melalui sorot matanya yang bergerak gelisah memberi kode kepada Gita.
"Eits, sorry Ayang. Anak gadis gue yang satu ini nggak bisa disentuh. Bolehnya cuma dipandang aja," timpal Gita. "Jadi, kalau mau kenalan, sama gue aja," cengirnya kemudian.
Iyan paham lalu menganggukkan kepalanya.
"Dia siapa namanya?" tanya Iyan pada Gita. Sementara Bina menundukkan kepalanya.
Gita menggeser kursinya pelan. Karena pak Jordi di depan sudah mulai menerangkan materi yang beliau sampaikan.
"Nama dia Bina, kalau gue Gita. Salam kenal juga untuk kalian," ucap Gita sembari menatap ke empat cowok yang duduk di dekat mereka.
Iyan dan yang lain mengangguk. Namun berbeda dengan Al yang sedari tadi tatapan matanya hanya terkunci pada sosok gadis dengan pakaian tertutup tersebut. Hanya mata saja yang terlihat.
Jika dilihat dari matanya yang indah, bulu mata yang lentik, serta pangkal hidung sepertinya sangat mancung. Di tambah lagi kulit kening serta tangan yang tampak terlihat putih bersih. Sudah bisa menggambarkan jika gadis yang ada di sebelahnya ini sangatlah cantik.
Ketika Al terjatuh ke dalam pesona Bina dan segala pemikirannya, tiba-tiba saja dia mendengar suara lembut itu lagi.
"Jangan menatapku seperti itu. Aku nggak nyaman," ucap Bina secara langsung.
Membuat Al tersentak kaget karena ketahuan memperhatikan Bina. Sedangkan ke tiga temannya dan juga Gita, menatap tak percaya dengan ungkapan Bina barusan. Baru kali ini ada cewek yang tidak nyaman ditatap oleh Al. Hal itu sungguh kejadian yang sangat langka.
Lucas yang tidak bisa menahan tawa, akhirnya terpingkal. Tidak menyangka ada juga cewek yang tidak mau dengan Al. Lebih tepatnya tidak terkecoh dengan pesona cowok yang memang tampan tersebut. Sampai-sampai Lucas mendapat lemparan penghapus tepat di kepalanya.
"Jika bercanda di jam pelajaran saya, keluar!" tegas pak Jordi. Menatap tajam ke arah anak baru tersebut.
Genta yang duduk tepat di sebelah Al, cowok itu mendekat seraya berbisik.
"Belum apa-apa udah ditolak duluan," ucap Genta dengan nada yang lirih. Namun begitu menusuk di hati Al. "Udah, cari cewek lain sa—"
Ucapan Genta terhenti secara otomatis di saat mendapat tatapan begitu tajam dari Al.
"Banyak bacot, gue habisi lo!" geramnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
wkakaakkakak
jd keingetan zaman sma
ketua basket yg dl akhirnya jd gacoan gue, dibelakang kursi duduk gue.
tp qodarullah tdk bs bersama
2024-06-21
0
Naura Kamila
ngapelin kak yuta achhhh
2023-06-28
3
Miss Typo
mn bisa cari yg lain tetep Bina lah Ampe rela pindah sekolah 😁
Genta lgsg diem di ancam Al 😂
2023-05-31
0