Bab. 18
"Mana Al?" tanya seseorang yang baru turun dari motor sport nya.
Pria itu membuka helm full face nya dan menatap dingin ke arah Genta. Seolah tatapan itu tatapan yang begitu meremehkan salah satu anggota Alluigent.
Genta tidak menjawab, melainkan pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi Al.
"Dia udah dateng," ucap Genta.
Membalas tatapan ingin pria yang ada di hadapannya itu dengan wajah datarnya. Bahkan setelah menutup telepon, Genta langsung berbalik badan tanpa mengucap satu patah kata pun pada pemimpin anggota Scuips.
Beberapa anak buahnya yang berdiri di belakang Mario, ketua geng Scuips tersebut pun melakukan protes. Karena mereka seolah tidak di anggap sama sekali.
"Gila! Dia minta mat!, Mar!" seru salah satu anggota Scuips yang selalu setia mengikuti ke manapun Mario pergi.
"Kurang ajar banget sikapnya. Nggak liat lo itu ketua geng Scuips, apa!" kesal pria yang ada di sebelah pria pertama tadi.
"Minta dibikin lemes dulu emang itu tangan sama kami. Belum tau aja geng kita kayak apa," ucap yang satunya lagi dengan tampang songongnya. Padahal, jika dilihat dari segi wajahnya pria itu tidak ada nilai plus sama sekali. Bahkan posturnya pun juga tidak menambah daya tarik. Hanya motornya saja yang menarik. Eh.
sedangkan Mario sendiri yang mendapat perlakuan seperti itu dari Genta, yang Mario tahu sebagai kaki tangan Al. Rahang pria itu tampak mengeras. Juga tangannya mengepal di bawah sana. Namun, ia tidak boleh gegabah bertindak di kandang lawan seperti sekarang ini. Hembusan napasnya terdengar begitu jelas.
"Apa perlu kita hancurkan saja tempat ini, Mar?" tawar pria yang sekarang ini berdiri tepat di samping Mario.
Mario menggeleng samar. Lalu pria itu melirik penuh maksud ke arah temannya yang bernama David.
"Lo tau apa yang harus lo lakukan," ucap Mario yang kemudian kembali ke motornya dan mengendarainya menuju arena yang sudah di atur untuk mereka melangsungkan balapan malam ini.
David pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Mario. Pria itu segera mengirim pesan ke temannya yang lain.
"Kita lihat aja, sampai mana mereka bisa merendahkan kita kayak gini," ucap pria yang terlihat sok iyes, tetapi faktanya tidak buanget.
"Mereka belum kapok ternyata. Padahal kita sudah bikin itu kaki si letoy sampe retak, kan?" ingat yang satunya lagi mengenai Seno. Dan orang itu mendapat anggukan dari teman-temannya yang juga ada pada saat kejadian beberapa waktu lalu. Tentu, mereka main keroyokan.
***
Sedangkan di tempat yang berbeda, Bina selesai dengan pekerjaannya di cafe. Karena ini malam minggu, sehingga cafe begitu ramai dan pegawainya kewalahan melayani pengunjung yang datang.
Sampai-sampai pegawai yang seharusnya pulang jam empat sore, disuruh sampai malam oleh manager mereka dan tentu saja akan dibayar uang lembur sesuai jam mereka.
"Lo pulang sama siapa, Bi?" tanya seseorang yang menghampiri gadis bercadar tersebut.
Bina menoleh ke belakang di kala.mendengar ada yang mengajak dirinya berbicara.
"Biasa, Dew, sendiri lah," jawab Bina pada rekan kerjanya yang biasa mengambil sift pagi tersebut.
Mereka jarang bisa bertemu, meskipun mereka sudah kenal sedari Bina baru bekerja di sini.
"Bareng gue aja, ya? Dari pada lo pulang sendirian," tawar Dewi.
Bina menggelengkan kepala. Seperti biasa, gadis itu menolak.
"Nggak usah, Dew, makasih banyak. Aku harus mampir ke rumah sakit dulu," jelas Bina agar tidak membuat rekan kerjanya itu tersinggung.
"Yakin, berani?" tanya Dewi bukan tanpa alasan.
Saat ini jarum jam menunjuk ke angka sebelas. Jam yang sangat rawan bagi seorang perempuan seperti mereka. Apa lagi kalau sampai pulang sendirian.
Bohong jika Bina berkata bahwa ia berani dan tidak takut sama sekali. Namun, ia tidak mungkin mengatakan perasaannya saat ini kepada Dewi. Takut jika merepotkan temannya itu. Di tambah lagi mereka juga sama-sama perempuan.
Bina tampak bimbang di balik cadarnya. Sedangkan Dewi dengan setia menunggu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Miss Typo
baru lanjut baca 😊
2023-06-06
1
Siti Nurhaliza Ija
next thor
2023-05-06
0
miyura
lanjut othor ...aku menunggumu...
2023-05-04
0