Bab. 16
"Aw! Aw ....! Stop, Al. Stop!" teriak Iyan meminta ampun kepada Al yang saat ini tengah memberi pukulan di lengannya. Di tambah lagi Al juga menyuruh Lucas untuk memegangi tangan Iyan agar tidak kabur.
Sedangkan Genta hanya menatap menelisik, apa sebenarnya yang membuat Al hingga sampai seperti ini. Padahal tadi Iyan bertugas untuk memanggil Al yang ketinggalan di kelas. Tidak seperti biasanya.
"Kenapa lo kenceng banget sih megangnya? Lo mau tangan gue putus terus gue cacat? Hah?" protes Iyan pada Lucas uang justru terlihat sangat senang dengan keadaan dirinya saat ini.
"Nggak masalah juga sih. Paling nggak saingan gue berkurang satu," balas Lucas tanpa ada rasa salah sedikit pun.
Sedangkan Al yang masih kesal karena rencananya untuk bisa lebih kenal dengan Bina, digagalkan oleh temannya sendiri. Bahkan sampai Bina mengusir dirinya. Mau tidak mau pun tadi Al juga menurut.
Karena meminta pada Lucas dan cowok itu tidak menuruti kemauannya, akhirnya Iyan menatap ke arah Al yang masih gemas dengan dirinya. Walaupun tidak terlalu sakit banget, akan tetapi tetap saja rasanya kurang nyaman.
Tubuhnya yang dikunci oleh temannya yang lain, serta tangannya yang sedari tadi di pukul dengan penggaris, membuat Iyan ingin berontak dan kalau bisa ya mending duel satu lawan satu. Pergerakannya sangat terbatas sekali.
"Makanya, jadi orang itu jangan resek banget. Begini kan lo jadinya," ujar Genta yang sedari tadi memilih untuk diam dan memperhatikannya saja.
"Ya siapa tau kalau Al sedang deketin Bina. Orang tugas gue cuma manggil Al dan segera berkumpul di markas," sahut Iyan yang tidak terima di salahkan. Karena cowok itu merasa tidak salah sekali. "Lagian kenapa juga deketin di kelas. Mendingan tuh diajak ke cafe, nongkrong, terus ngobrolnya enak. Nggak akan ada yang gangguin lo. Terus juga di cafe kan banyak orang. Makin buat dia nyaman. Kalau deketin cewek modelan kayak gitu, buat dia senyaman mungkin ada di dekat lo. Merasa terbiasa ada lo, tanpa lo langgar aturan dia," imbuh Iyan yang entah kenapa terdengar begitu masuk akal dan sangat bijaksana. Tidak seperti biasanya yang somplak banget.
Dari sini Genta baru tahu, jika kemarahan Al itu berasal dari sosok yang memang terlihat sangat berbeda dan unik di banding cewek yang lain.
"Ck! Lo itu yang nggak kira-kira!" sentak Al uang kemudian menjauhkan penggaris dari tangan Iyan.
Sebenarnya bisa saja Al mematahkan tangan Iyan dengan begitu mudah. Akan tetapi, ia masih bisa berpikir waras dan tentunya tidak akan membuat temannya sendiri terluka parah.
Iyan mengibaskan tangannya, mencoba untuk menghilangkan rasa kebas.
Sementara Al yang kembali duduk di tempatnya, cowok itu menatap ke arah layar di depannya. Di sana menampilkan beberapa titik lokasi yang akan mereka datangi malam nanti. Tentu saja, untuk mengecek kembali tempat di mana nanti akan menjadi tempat pertandingan mereka.
"Apa di sana aman?" tanya Al mengalihkan topik yang dari tadi sedang mereka bahas.
Genta segera berdiri di dekat Al, lalu menatap ke arah layar yang sama. Tidak berapa lama cowok itu mengangguk.
"Udah gue periksa. Aman semua. Kata Putra juga udah kasih pengamanan di sana. Anak-anak gerak cepat untuk event yang akan berlangsung ini," jelas Genta dengan wajah seriusnya.
Melihat hal tersebut, Iyan dan Lucas juga mendekat dan penasaran dengan keadaan lokasi di siang hari seperti ini.
"Sejak kapan lo pasang cctv di sana?" tanya Lucas yang juga sedang serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Miss Typo
pasti mau balapan
2023-06-01
2
Mami Naomi
lanjut
2023-05-02
0
Yoyoh Ratna
Lama amat up nya Thor lanjut dooongg
2023-05-02
1