Ch. 5. Menemukan Lo

Bab. 5

"Ya sudah, kalau begitu kalian masuk di kelas 12 IPA," ujar dang kepala sekolah.

"Baik, Pak. Terimakasih atas pengertiannya," ucap Genta dengan sikap sopan nya dan diikuti oleh temannya yang lain.

Di saat tidak melihat Alther menunduk hormat kepada sang kepala sekolah, Iyan menekan kepala Al ke bawah agar memberi hormat kepada kepala sekolah lalu mereka pamit keluar.

Sewaktu berada di koridor menuju ruang kelas 12 IPA, Al menendang betis Iyan dengan sangat kencang. Membuat cowok itu mengaduh sakit seraya mengumpat begitu keras. Mengabsen beberapa nama binatang yang ada di kandangnya.

"Sakit, bego'!" umpat Iyan sambil mengisap kakinya yang ditendang oleh Al.

Sedangkan Al menatapnya tajam. "Siapa suruh lo nyentuh kepala gue!"

"Ya tadi lo bengong aja. Bukannya tunjukkin kesopanan lo, malah ngelamun," ingat Iyan.

Al berdecak. "Ck! Tadi gue sedang mikir, apa cewek itu ada di kelas IPA atau nggak," ujar Al keceplosan.

Membuat tiga orang temannya menghentikan langkah kaki mereka, dan kini berganti menatap ke arah Al dengan tatapan penuh meminta penjelasan dari ketua geng mereka.

Al berbalik arah dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan yang dikatakan oleh kepala sekolah tadi. Kebetulan kelas sudah di mulai. Jadi keadaan koridor lantai dua ini tampak sangat sepi.

"Jangan kabur lo!" teriak Iyan tidak terima setelah mendapatkan kesimpulan dari gelagat Al yang sangat aneh dari semenjak dua minggu yang lalu. Hingga puncaknya sekarang ini. Sampai-sampai pindah sekolah.

Terjadilah kejar-kejaran di antara mereka berempat. Memang seperti itulah sikap mereka jika tidak ada yang melihat tingkah mereka. Istilahnya tidak perlu menjaga image di depan temannya sendiri.

Sesampainya di depan kelas 12 IPA, Al menghentikan langkah kakinya. Berdiri tegak dan menarik napas sebelum melangkah masuk. Pun dengan ketiga temannya yang juga mengikuti dirinya.

Kebetulan pak Jordi yang mengajar saat ini dan melihat keempat murid pindahan di depan pintu kelas.

"Ayo, kalian masuk!" suruh pak Jordi.

Seketika murid yang ada di kelas pun menatap ke arah yang ditatap oleh pria paruh baya tersebut. Sontak, di detik selanjutnya suara sorak sorai siswi terdengar begitu melengking memenuhi seisi kelas. Bahkan mungkin suaranya terdengar sampai luar kelas. Karena hampir kesemuanya siswi berteriak histeris di kala melihat empat sosok cowok yang sempat bikin heboh tadi pagi.

"Huuaaa ... gila! Masa depan gue ada di sini!" teriak salah satu siswi yang memang terkenal sangat centil.

Pak Jordi langsung melempar penghapus ke arah siswi tersebut.

"Jaga sopan santun kamu!" tegas pak Jordi. Membuat siswi yang bernama Tari tersebut langsung kicep dengan muka yang ditekuk.

Sedangkan temannya yang lain diam seketika. Tidak berani membuka mulutnya. Kecuali Gita.

"Ck! Udah tau kelasnya pak Jordi, masih aja kecentilan," cibir Gita dengan nada yang lirih.

Sementara Bina yang mendengar gumaman Gita, menggelengkan kepala. Hapal betul jika mulut temannya yang satu ini memang sangat ajaib.

Kini ke empat cowok keren itu berdiri di depan kelas, menghadap ke arah teman-teman baru mereka.

"Silahkan perkenalkan nama kalian," perintah pak Jordi kemudian beliau duduk di kursinya.

Sementara ke empat siswa keren pindahan dari SMA Dahlia, kini berdiri berjejer menghadap ke arah teman-temannya.

"Hai ... perkenalkan nama gue Iyan," sapa Iyan dengan senyuman ramahnya.

"Haiii ... Iyaaaannn!" sapa para siswi penuh dengan semangat.

"Gila! Senyumannya manis banget. Imut lagi," komentar salah sati siswi yang tidak bisa ditahan.

"Gue Lucas," sahut Lucas melambaikan tangannya dan tersenyum tipis.

"Waaahh ... yang ini sepertinya agak malu-malu," ucap salah satu di antara yang lain.

"Genta," ucap Genta memberi anggukan samar tanpa senyuman.

"Wooaahh ... yang ini cool! Tipe gue banget!"

"Al!"

"Gilaaaa ... kalau yang ini damagenya kagak main main!" seru beberapa siswa di saat mendapati tatapan tajam dari Al.

"Fix! Gue ama Iyan aja. Ramah. Imut," ucap salah satu siswi yang tiba-tiba main klaim seenaknya sendiri.

"Gue Al aja lah! Misterius. Bikin penasaran!" sahut satunya lagi.

Di saat semua siswi tengah terpesona dengan ketampanan mereka, namun ada satu siswi yang seolah tidak menganggap mereka ada. Bahkan pakaian gadis itu berbeda sendiri.

'Gue menemukan lo,' batin Al tersenyum tipis. Sangat tipis sekali, hingga tidak di sadari oleh yang lain.

Terpopuler

Comments

Ayra Almeera

Ayra Almeera

incaran Al pun ketemu 😆

2024-06-04

1

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusceria

2024-05-08

1

StAr 1086

StAr 1086

nyari bina ya al...

2023-07-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!