Bab. 9
"Kenapa motornya?" tanya seorang cowok yang mensejajarkan langkahnya dengan seorang gadis yang tengah mendorong motornya.
Gadis itu menoleh ke samping, sedikit tersentak karena cowok yang dia lihat di teras masjid tadi sekarang berada di sampingnya. Parahnya lagi malah mengajak bicara.
Bina langsung menundukkan kepalanya lagi setelah sempat bertatapan langsung dengan mata Al.
"Ngambek," jawab Bina asal.
Al menaikkan alisnya. Rupanya gadis ini suka bercanda juga.
"Mau di bawa ke bengkel?" tanya Al lagi.
Entah mengapa kalai berada di dekat Bina, rasa-rasanya dirinya pingin bicara terus. Membuka obrolan dengan gadis tersebut.
Bina memberi anggukan. Dia terus mendorong motornya menuju tempat yang dituju.
"Eh!" pekiknya kaget ketika motornya tiba-tiba saja terasa berat.
"Gue aja yang dorong. Lo jalan di belakang gue," ucap Al yang menarik ujung motor Bina. Hingga membuat beban motor bertambah berat.
Bina menggelengkan kepala. "Nggak usah. Terimakasih," tolak Bina yang sempat berhenti.
Ingin mendorongnya kembali, namun rasanya masih terlalu berat. Itu karena Al masih menahan ujung motornya.
"Bisa lepasin nggak? Makin berat ini!" protes Bina sedikit mengerucutkan mulutnya. Meskipun tidak terlihat.
Namun Al tidak menghiraukan. Pria itu tetap menekan motor Bina dan melangkah mendekat ke posisi Bina berada sekarang ini. Hingga mau tidak mau Bina menarik tangannya dari motornya.
"Udah, jalan di belakang gue. Jangan di samping kanan. Nanti lo kena pengendara yang lain," ujar Al yang mulai mendorong motor Bina.
Bina diam. Percuma saja ia berdebat dengan cowok ini. Karena sepertinya dia akan tetap memaksa untuk membantu mendorong motornya.
Sementara Al mendorong motor Bina, teman-temannya yang memperhatikan sikap Al saat ini pun mereka secara serempak menggelengkan kepala.
"Dia kesambet apaan sih?" tanya Lucas yang merasa heran dengan sikap Al saat ini.
"Tumbenan banget peduli sama cewek. Padahal selama ini dia yang paling anti deket-deket sama cewek," timpal Iyan juga menatap heran ke arah dua sijoli yang tampak seperti sepasang kekasih jika diperhatikan dari belakang.
Di mana sang cowok yang dengan penuh tanggung jawab dan perhatiannya mendorong motor. Sedangkan sang cewek yang dengan setia mengikuti dari belakang.
Sementara Genta menatapnya dengan tatapan yang begitu penuh arti. Lalu entah sengaja atau tidak, cowok itu keceplosan.
"Al punya kenangan tersendiri sama itu cewek," celetuknya dengan suara lirih. Namun masih bisa di dengar oleh kedua temannya yang berdiri di dekat Genta. Mereka menoleh sedikit terkejut.
"Mereka udah kenal sebelumnya?" tanya Iyan yang memang mempunyai rasa penasaran lebih tinggi dari pada yang lain.
Lucas terdiam. Cowok itu sepertinya teringat akan sesuatu yang membuat Al kelimpungan mencari seseorang yang katanya pernah menyelamatkan cowok itu.
"Jangan bilang itu cewek yang pernah nyelamatin Al pas waktu dikepung sama anggotanya Azriell?" tebak Lucas yang tepat sasaran.
"Ya. Dia yang sok kuat padahal menghadang anggota Azriell dan malah ceramah sambil menangis. Tapi sok kuat dan berani. Padahal dia gemetar takut. Mungkin nggak tega liat Al yang jatuh di dekatnya dan dikeroyok. Makanya bersikap seperti itu," sahut Genta.
Iyan dan Lucas melongo tidak percaya dengan mulut yang terbuka. Lalu pandangannya beralih ke arah seorang perempuan yang berjalan di belakang Al. Mereka menggeleng kepala setelahnya.
"Gila! Ternyata dia bukan sembarang cewek!" cetus Iyan.
"Pantes aja sampai dibelain pindah ke Mahardika. Orang nemu yang sepadan keknya. Kan selama ini cewek yang dekatin Al kebanyakan alay banget," ucap Lucas sembari menganggukkan kepalanya. Setuju banget dengan ucapan Iyan.
"Jadi pingin gue godain, deh!" ceplos Iyan yang memang sika sekali menguji cewek dekat dengan Al. Tujuannya bukan merebut.
Tetapi ingin melihat cewek-cewek yang mendekati Al bakalan istiqomah dengan tujuannya atau berpaling kepadanya.
"Silahkan aja kalau lo udah nggak sayang sama burung lo," balas Genta melirik penuh arti.
Spontan Iyan menutup miliknya dengan kedua tangan dengan raut yang ketakutan. Sementara Lucas justru terbahak bahak melihat reaksi Iyan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
StAr 1086
ternyata pernah ditolong toh...
2023-07-14
3
Miss Typo
owalah gitu tho ceritane, Bina prnh jadi penyelamat Al
2023-05-31
0
rama hermansya
hahahaha iyan...iyan...😅
2023-04-14
0