Bab. 10
Dering ponsel terdengar dari ponsel milik Bina. Gadis itu dengan segera mengangkat telepon yang masuk di nomornya.
"Ya, Assalamu'alaikum," sapanya dengan suara yang begitu lembut.
Al langsung menoleh. Menelisik siapa yang sedang menghubungi Bina saat ini. Sedangkan mereka sekarang sudah sampai di bengkel dan ternyata motor Bina memang benar bermasalah.
"Maaf, Pak Alam, saya ijin tidak masik kerja hari ini. Karena motor saya mogok. Iya, saya minta maaf banget. Ah, apa boleh seperti itu, Pak?" tanya Bina dengan binar bahagia. "Iya, Pak. Iya ... Saya akan berangkat setelah motor saya selesai. Terimakasih Pak atas pengertiannya. Wa'alaikumsalam," ucap Bina yang kemudian mengakhiri sambungan telepon di antara dirinya dan sang bos.
"Siapa?" tanya Al langsung.
Mendengar Bina bekerja, entah mengapa dirinya sangat penasaran dengan gadis ini lebih jauh lagi.
Bina menggeleng. "Terimakasih sudah mau bantu aku. Kamu kalau ada urusan, silahkan duluan saja. Aku berani sendiri kok," ujar Bina tanpa menatap ke arah Al.
Al menaikkan alisnya. "Lo mau kerja?"
"Iya," jawab Bina singkat.
Ia bukan tipe orang yang gampang menceritakan apa yang terjadi padanya kepada orang baru seperti Al.
"Dimana?" Al semakin di buat kagum sekaligus penasaran.
Bina diam dan tidak mau menjawab. Tentu saja Al tidak memaksa jika Bina tidak mau mengatakan kepadanya. Karena ia punya cara untuk mengetahuinya sendiri.
"Lo lupa sama gue?" tanya Al lagi.
Mendengar pertanyaan teman barunya ini, Bina sempat menoleh namun segera mengalihkan tatapannya di kala matanya bertemu dengan tatapan Al yang begitu tajam.
"Memangnya pernah bertemu?" tanya Bina yang cenderung singkat.
Gadis itu berucap panjang lebar di kala mengucapkan kata terimakasih sekaligus mengusir Al dengan cara halus.
Lama-lama Al gemas sendiri dengan sikap Bina yang menurutnya unik. Tetapi memang dari penampilannya saja sudah berbeda, sudah jelas Al bisa menebak ini.
"Gue yang lo tolong satu bulan yang lalu," ungkap Al mengenai pertemuan pertama mereka.
Gadis bercadar itu tampak terdiam. Al pikir Bina mengingat pertemuan pertama mereka. Namun sepertinya Al harus bersabar lebih lama lagi.
"Oh."
Al tersentak kaget dengan jawaban Bina yang begitu singkat, padat, dan jelas. Hanya ber-oh ria. Sungguh, jika boleh dan diijinkan, ingin sekali Al mencubit pipi gadis yang memiliki mata begitu indah.
'Lama-lama beneran gue bungkus ini cewek.' gumam Al di dalam hati.
Merasa tidak diharapkan, Al pun kemudian pamit untuk pergi. Karena dia juga ada acara setelah ini. Lagi pula, Al sadar betul. Untuk mendekati cewek seperti Bina, tidak bisa langsung sat set. Yang ada malah dibenci.
"Lo nggak apa-apa sendirian?" tanya Al terlebih dulu. Ingin memastikan jika Bina memang berani. Meskipun pada kenyataannya memang gadis itu sangat pemberani.
Bina mengangguk. "Iya. Makasih udah bantuin dorong sampai sini," ujar Bina.
"Ya udah, gue cabut. Ada urusan juga," pamit Al.
Kemudian cowok itu menghubungi temannya untuk menghampiri dirinya dan membawakan motornya.
"Kita pulang dulu ya cantik!" seru Iyan ketika Al sudah naik di atas motornya. Dengan cowok itu berada di jok belakang motor yang dikendarai oleh Iyan.
Bina mengangguk samar sebagai jawaban. Meskipun gadis itu heran. Kenapa itu anak baru kok sok kenal dan dekat pada dirinya. Padahal ini hari pertama mereka bertemu.
Ketika diperjalanan menuju pulang. Iyan yang mulutnya sangat gatal sekali ingin mengetahui sejauh mana pendekatan yang dilakukan oleh Al, akhirnya cowok itu pun membuka mulutnya.
"Udah jadian? Atau minimal dapat nomor teleponnya nggak?" cecar Iyan sangat ingin tahu.
Al tampak diam hingga di detik selanjutnya cowok itu berdecak.
"Ck! Boro-boro dapat nomor teleponnya. Gue malah disuruh cepetan pulang pas sampai di bengkel tadi," jawab Al tanpa berbohong sedikit pun.
Seketika itu pula tawa Iyan begitu pecah. Dalam sejarah ia mengenal Al selama ini, baru kali ini Al dinistakan kepopulerannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Miss Typo
gpp Bina tuh beda dr tmn cewek yg lain, pelan".deketinnya
2023-05-31
3
rama hermansya
kasiannnn al....al 😅😅😅
2023-04-15
0
Rita
klo ga sabar monggo dibungkus drpd kamu yg tersiksa 😅
2023-04-14
0