Satu bulan kemudian, Desa Api Jindan.
Para warga sudah menjalankan semua apa yang dititahkan oleh Shen Zhou. Tanpa disadari oleh pria bermanik mata biru tersebut, wilayah Desa Api Jindan memiliki kepadatan energi chi yang sangat tebal. Hampir mirip dengan kepekatan energi chi di alam tinggi.
Selama Shen Zhou melakukan kultivasi tertutup menggunakan batu roh. Ternyata energi chi dari batu roh tersebut menyebar ke seluruh wilayah Desa Api Jindan dan membuat warganya mudah menaikan tingkat kultivasi. Bukan hanya itu, semua tanaman obat yang mereka tanam memiliki energi chi yang sangat melimpah dan cepat tumbuh besar.
Hanya dalam waktu satu bulan Shen Zhou sudah menaikan tingkat kultivasinya ke tingkat Guru Perang Bintang Sembilan. Jika ada kultivator lain yang tahu dengan cara berkultivasi Shen Zhou, mereka bisa muntah darah.
Itu berkat mempelajari Kitab Samsara, dantian Shen Zhou yang diisi oleh energi dewa dan energi iblis sekarang sudah stabil. Jadi dia bisa berkultivasi dengan cepat, bahkan sangat cepat.
Di langit, dari celah robekan dimensi, Kai Yue sedang mengerucutkan bibir. “Dasar pemuja dewa kampret, sialan, kutu buku, bocah tengik, kadal buduk. Aku bisa mati bosan gara-gara dia tidak memberiku persembahan. Aku akan memberinya pelajaran, hmph!” ucapnya kesal.
Kai Yue langsung menunjukkan kemarahannya saat itu juga. “Dasar manusia laknat!” teriak Kai Yue dengan suara menggelegar di kedua telinga Shen Zhou.
Shen Zhou yang sedang bersila di atas permukaan lantai dan sudah merasakan akibat ledakan kenaikan kultivasi, langsung membuka mata dengan membola.
“Maafkan aku dewa. Aku tidak bermaksud lupa, tetapi selama satu bulan ini aku berkultivasi.”
Shen Zhou tanpa basa-basi menanggalkan semua pakaiannya lalu bersujud ke arah barat.
Dia menganggap dewa itu berada di barat, jadi arah barat merupakan arah yang sangat kultus baginya.
Lama sekali dia bersujud dan belum ada tanda-tanda suara bahwa dewa alias Kai Yue menerima persembahan dirinya.
“Berdirilah!” teriak Kai Yue dengan suara menggelegar di kedua telinga Shen Zhou.
Seketika pria berambut hitam itu pun berdiri dengan benda pusaka yang sudah berdiri tegak hingga membuat Kai Yue menyemburkan cairan merah dari kedua hidungnya, “Pffft! A-aku terima persembahanmu. Cepat pakai pakaianmu!”
Shen Zhou pun menurut saja dan segera memakai kembali Pusaka Naga Putih yang senantiasa menyelimuti tubuhnya dari panas dan hujan.
Di luar dinding Desa Api Jindan, Jendral Yang Kung kembali. Mereka kembali karena disuruh untuk menarik pajak kembali di Desa Api Jindan. Akan tetapi, dia sudah berencana dengan membawa seribu pasukannya yang siap membelot untuk tinggal di Desa Api Jindan.
Bukan hanya itu, Jendral Yang Kung berhasil meyakinkan Paviliun Bunga Amara untuk membuka cabang di Desa Api Jindan. Mendengar bahwa yang memimpin Desa Api Jindan yaitu pangeran Naga Putih, Keluarga Gun secara sembunyi-sembunyi memindahkan kediaman mereka secara bertahap ke Desa Api Jindan.
Dalam sebulan, tingkat kultivasi warga Desa Api Jindan naik begitu cepat di tahap Prajurit Perang bintang sembilan. Mereka mulai mengumpulkan batu logam yang bisa dibuat senjata untuk memperkuat kekuatan militer desa.
Shen Zhou melayang keluar dari rumah Kepala Desa. Dia mengulas wajah sumringah, dalam satu bulan wilayah desa berubah sangat drastis.
Sudah banyak kios yang berdiri dan wilayah desa sudah dibatasi dengan dinding pembatas. Banyak orang yang berlalu lalang untuk bertransaksi di dalam wilayah Desa Api Jindan.
“Ternyata mereka sangat pintar, mampu secara cepat mengeksekusi apa yang aku inginkan dengan dana yang minim. Ini melebihi ekspektasiku,” gumamnya lalu melesat ke arah pintu gerbang masuk desa yang sudah ada penjaga yang dikirimkan oleh Paviliun Bunga Amara untuk menjaga Desa.
Kini wilayah Desa Api Jindan menjadi wilayah perebutan di Kekaisaran Wei karena berkembang sangat cepat, baik ekonomi, dan kekuatan militernya. Bahkan Kaisar Cao Cao mengutus sendiri putra mahkotanya ke Kerajaan Api Timur untuk menyerahkan Desa Api Jindan langsung menjadi wilayah Kekaisaran.
“Waktunya melancarkan serangan selanjutnya. Jika kalian membunuh Pangeran Lu Bu dengan tangan orang lain. Maka aku juga bisa menggunakan tangan orang lain untuk membereskan kalian semua Kerajaan Api Timur,” gumam She Zhou tersenyum licik. “Sebentar lagi mereka akan datang.”
Kereta kuda yang dikawal lima puluh prajurit berkuda muncul lima ratus meter di belakang pasukan berkuda milik Jendral Yang Kung. Kereta kuda itu berisikan Putra mahkota Cao Pi dari Kekaisaran Wei yang dijaga ketat oleh para prajurit elitnya yang bernama Roda Api.
Pangeran Cao Pi yang melihat banyak pasukan berkuda di depan pintu barat Desa Api Jindan menganggap pasukan itu akan menghalanginya atau mengambil pajak dari Desa Api Jindan. Nyatanya pasukan itu diam-diam bersekutu dan menjadi sekutu Naga Putih.
Tanpa basa-basi, Shen Zhou langsung masuk ke dalam ke dalam kereta kuda milik Cao Pi. ”Mohon maaf yang mulia Pangeran,” ucapnya membuat Cao Pi terkejut setengah mati karena dia tidak merasakan hawa energi dari Shen Zhou.
“Siapa kamu!” tunjuknya dengan pedang terhunus ke leher Shen Zhou da ditanggapi oleh pria bermanik mata biru tersebut dengan sangat tenang.
“Aku Naga Putih. Pemimpin baru di Desa Api Jindan. Aku memohon maaf jika kedatangan hamba mengejutkan Anda, Yang Mulia Pangeran Mahkota.”
Shen ZHou langsung berlutut satu kaki di depan Cao Pi. Gondola kereta kuda milik Cao Pi di dalamnya cukup luas.
"Ya, maaf. Aku terlalu agresif. Lalu kenapa kamu langsung menemuiku?" tanya Cao Pi dengan menarik nafas dalam-dalam dan kereta kuda itu berhenti.
"Yang Mulia Pangeran Mahkota. Anda telah tahu banyak jika Desa Api Jindan ini selalu menjadi perebutan antara ke-empat kerajaan.”
“Sejujurnya aku berencana membalas dendam akan pihak Kerajaan Api Timur yang selalu semena-mena menindas rakyat."
“Namun jika ada solusi lain, aku harap yang mulia Pangeran bisa memberikan bimbingan yang bijaksana padaku,” jelas Shen Zhou terang-terangan.
Dia tahu Pangeran Cao Pi bukan orang yang tamak dan serakah, tetapi orang yang selalu mendahulukan keamanan, kenyamanan dan cinta pada rakyatnya. Dia percaya dengan menjadi pemimpin yang baik, maka rakyat akan mencintainya.
Ketika cinta rakyat tumbuh semakin dalam, maka mereka akan berkarya dalam bentuk apapun demi pemimpin dan wilayahnya.
“Umpan sudah ditebar, tinggal tunggu ditarik,” batin Shen Zhou dengan menunduk dan tersenyum licik.
“Aku akan meminta ayah mengeluarkan dekrit Kekaisaran bahwa Desa Api jindan akan langsung wilayah di bawah kepemimpinan Kekaisaran Wei,” tegas Cao Pi berapi-api.
“Jebakan masuk, hahaha," batin Shen Zhou tertawa jahat dan melanjutkan, “Setelah dekrit kekaisaran turun aku akan merebut dua kerajaan sekaligus, yakni kerajaan Api Timur dan Kerajaan Api Utara, hahaha ….”
Shen Zhou mengeluarkan batu roh dari cincin ruangnya untuk membuat Cao Pi semakin terpikat padanya dan akan selalu mendukungnya. Tentu saja ini sebuah gratifikasi yang Shen Zhou berikan pada Cao Pi.
Di dunia kultivator ini yang kuat akan dijunjung, tetapi yang kuat dan mempunyai otak yang cerdas lebih dijunjung. Kehidupan dengan Yun Zishan sebelumnya mengajarkan Shen Zhou tentang sebuah strategi, siasat, dan cara licik apapun yang bisa digunakan untuk memanipulasi orang lain menjadi bonekanya. Jika musuh yang dihadapi licik maka kita dia harus lebih licik.
“Tunggu saja Yun Zishan, ketika dua Kekaisaran berada di kedua genggaman tanganku. Maka aku akan membuatmu mati segan dan hidupmu tak mau,” batin Shen Zhou dengan mengeraskan rahang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments