"Grrr … grrr ….”
Shen Zhou menggeram dengan merentangkan kedua tangan menyerap setiap jiwa yang telah dia bantai dengan sadis. Mata Shen Zhou dapat mendeteksi kumpulan energi dari jiwa yang banyak mengandung energi positif dan negatif yang sangat melimpah.
Kedua pedang melayang mengelilingi tubuh Shen Zhou. Hanya dengan meluruskan tangan ke depan, kedua pedang tersebut terbang cepat membantai apapun yang ada di depannya.
Lautan merah kini terlihat di luar dinding pembatas pusat kota Kekaisaran Han, yang berasal dari cairan kental berwarna merah oleh pasukan Kekaisaran Wei. Benar-benar wilayah yang dipenuhi tumpukan mayat di luar dan di dalam dinding pembatas kota Kekaisaran.
“Aaaargh …!” Shen Zhou kembali meraung keras mengeluarkan gelombang kejut yang sangat luas melebar dalam radius 3 km untuk menyerap darah, daging, dan tulang dari mayat-mayat yang bergelimpangan.
Hanya dalam sepuluh nafas, puluhan ribu mayat habis tidak tersisa. Menjadi butiran debu dan diserap ke dalam tubuh Shen Zhou.
Jendral Xiahou Dun, Jendral Xiahou Yuan, dan Jendral Zhang Liao lari pontang-panting hingga terkencing-kencing. Mereka terlalu takut dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Shen Zhou.
Perlahan tapi pasti, dari kehampaan terbentuk sebuah bola energi dan memanjang. Menjadi pedang yang sama seperti Pedang Zhu Que, dan Pedang Bai Hu. Hanya warnanya saja yang berbeda dengan warna hijau daun.
Pedang Xuan Wu melayang mengelilingi tubuh Shen Zhou, yang sudah naik tingkatan kultivasi ke tingkat guru perang bintang sembilan. Detak jantung Hua Tuo semakin melambat dan Shen Zou menggerakan tangan dari atas ke bawah untuk memberi perintah Pedang Xuan Wu menusuk perut Hua Tuo.
...JLEB!...
Pedang Xuan Wu menyala, berwarna hijau terang di perut Hua Tuo. Mengalirkan energi chi yang terhubung dari dantian Shen Zhou.
“Aaaargh …!” Shen Zhou meraung kesakitan karena mengorbankan tingkat kultivasinya untuk menyembuhkan Hua Tuo yang sudah sekarat.
Detik demi detik, tingkat kultivasi Shen Zhou menurun drastis dari tingkat guru perang bintang sembilan sampai tingkat guru perang bintang satu.
Wilayah dalam radius 500 meter bergetar hebat, disertai retakan tanah, karena saking kuatnya kekuatan Shen Zhou yang ditransfer ke dalam tubuh Hua Tuo. Semua dilakukan hanya untuk menyelamatkan gurunya itu dari kematian.
Shen Zhou terus mentransfer energi chi miliknya hingga delapan jam lamanya. Racun jari emas bukan racun yang mudah untuk disembuhkan. Rupanya sampai harus mengorbankan tingkat kultivasi Shen Zhou dan 25000 mayat kultivator beserta jiwanya.
Ada tanda-tanda pergerakan dari jari jemari HuaTuo dan saat itu pula pandangan mata Shen Zhou buram, lalu pingsan dan mengembalikan tubuhnya dalam keadaan semula.
......................
1 bulan kemudian.
Diao Cha dan beberapa dayangnya sedang menjenguk Shen Zhou di kamar Hua Tuo yang sudah sehat walafiat.
“Guru, bagaimana keadaan Shen Zhou?” tanya Diao Cha yang khawatir dengan pemuda bermata biru tersebut.
“Kita hanya bisa berdoa saja, Putri Mahkota,” jawab Tetua Hua Tuo menggeleng pelan dengan tatapan sendu.
Sebelum Pangeran Lu Bu pergi berperang, dia membuat surat untuk Diao Cha. Jika dia mati maka Diao Cha harus menikah dengan Shen Zhou karena Lu Bu percaya jika Shen Zhou bisa menjaganya dengan baik.
Itu terbukti di kejadian perang perbatasan, Shen Zhou berhasil membunuh semua pasukan Kekaisaran Wei dan membuat ketiga Jendral Kekaisaran Wei lari tunggang langgang.
Hua Tuo meminta pada Kaisar Lu Shao agar Shen Zhou dijadikan seorang jendral tertinggi dan pahlawan Kekaisaran Han. Kaisar Lu Shao menyetujuinya. Namun, orang yang diberi gelar masih koma dan belum sadar.
Hua Tuo sudah meracik berbagai pil untuk membuat Shen Zhou siuman. Namun sampai detik ini, pria berambut hitam panjang itu masih saja terkapar dengan memejamkan mata.
......................
...Kekaisaran Wu....
“Hahaha … provokasi adu domba kita berhasil! Hahaha ….”
Kaisar Sun Quan tertawa terbahak-bahak. Berkat ide dari Yun Zishan rencana mereka berhasil.
Rencana Yun Zishan adalah menyewa organisasi pembunuh bayaran yang tempo hari menyerang Diao Cha dengan menyamar menjadi prajurit Kerajaan Api Timur. Kemudian menyerang kerajaan Api Timur dengan menyewa pembunuh bayaran lalu menyamar menjadi prajurit Kekaisaran Han untuk membunuh Putra Mahkota Kerajaan Api Timur.
Raja Mo Zhuo, Raja dari Kerajaan Api Timur tidak terima anaknya dibunuh oleh orang dari pihak Kekaisaran dan membalas dendam dengan membunuh adik pangeran Lu Bu, yakni Lu Ziu.
Akhirnya pecah perang antara Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Han. Dam perang tersebut yang diuntungkan adalah Kekaisaran Wu yang menjual banyak senjata ke Kekaisaran Wei.
Yun Zishan benar-benar Ratu Ular, menjual tubuhnya demi mendapatkan banyak kekayaan, kehormatan dan martabat yang tinggi serta dilindungi setiap pejabat tinggi di semua kerjaan di Kekaisaran Wu.
“Lalu rencana yang mulia apa selanjutnya?” tanya Jendral Sun Jian dengan menunduk hormat.
“Kita akan menunggu kabar dari Ratu Lotus Emas untuk langkah selanjutnya,” jawab Kaisar Sun Quan.
Ratu Lotus Emas merupakan julukan Kaisar Sun Quan pada Yun Zishan atas kecerdasannya dalam memberikan gagasan. Sampai-sampai permaisuri Wu Yue iri padanya, karena selalu dimanja oleh Kaisar Sun Quan.
......................
^^^Kerajaan Angin Utara, gurun Matahari Senja.^^^
Shen Xin dan Raja Shen Long sedang mencari informasi terkait wabah kutukan Naga Hitam yang menyerang Desa Daun Api di gurun Matahari Senja. Kutukan Naga Hitam tersebut hanya akal-akalan Shen Xin untuk memancing Raja Shen Long keluar dari Istana Angin Utara.
Yun Zishan sudah menyiapkan pasukan yang akan menggempur Istana Angin Utara dan dibantu pasukan Kerajaan Angin Barat.
"Cakar Naga hitam!"
Shen Xin merubah kedua tangannya menjadi cakar berwarna hitam dan sangat keras. Lalu mencakar punggung Shen Long.
"Mati kau!"
...SLASH!...
Darah menyembur dari punggung Shen Long dengan menjerit kesakitan, “Aaaakh! Apa yang kau lakukan?”
"Hahaha …. Tentu saja aku akan membunuhmu seperti aku menghabisi Shen Zhou, hahaha."
Shen Xin tertawa sambil menginjak punggung Shen Long yang sudah tertelungkup bersimbah cairan merah.
"Dasar biadab! Jadi kau yang selama ini meracuni Shen Zhou, hah! Aku sudah menduganya, tapi aku belum menemukan bukti bahwa kau yang melakukanya. Tapi kau telah —-"
"Percuma saja kau akan menemui raja neraka," potong Shen Xin dan menusuk punggung kanan Shen Long hingga menembusnya.
“Uhuk!” Shen Long batuk darah dan detak janttungnya berhenti.
Shen Xin tertawa jahat, lalu menendang tubuh Shen Long sejauh mungkin, hingga lusinan meter, “Hahaha … mati sana!”
...BAM!...
Shen Xin menganggap Shen Long telah mati oleh tusukan cakar Naga Hitam miliknya. Dia dan Yun Zishan sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari. Sekarang Shen Xin mengeksekusi rencana ini dengan baik dan jabatan Raja Angin Utara akan menjadi miliknya dengan jalan kudeta.
......................
...Alam Nirwana Kediaman Klan Kai....
Bola jiwa yang tertulis nama Kai Liu telah hancur dan mengirimkan ingatan terakhirnya pada anaknya Kai Yue yang sedang bermeditasi di depan altar berisikan bola-bola jiwa milik semua anggota Klan Kai.
“Ayah!” Kai Yue matanya melebar setelah mendapatkan ingatan terakhir Kai Liu ayahnya.
"Bedebah! Aku akan memburu pria itu sampai ke ujung dunia!"
Kai Yue bangkit dari duduknya dengan mengepalkan kedua tangan. Aura membunuh menyelimuti tubuhnya dan menggetarkan Kediaman Klan Kai. Membuat semua anggota Klan Kai yang sedang berada di wilyah kediaman Klan gemetar ketakutan.
"Ada apa ini?"
"Apa yang terjadi?"
"Apakah akan terjadi serangan dari para dewa lagi?"
Semua anggota Klan Kai berspekulasi dengan kejadian ini. Mereka tidak tahu jika getaran gempa di dalam Kediaman Klan Kai akibat kemarahan Kai Yue, putri dari patriark.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Dian Dian
critax kocar kacir ga jelas
2023-06-18
0