Bab 15. KEMARAHAN KAI YUE

Keesokan paginya.

Muncul robekan dimensi di sebelah selatan dinding Kerajaan Api Timur. Dari dalam robekan tersebut keluar wanita bagai bidadari. Mereka memakai pakaian berjenis Hanfu atau pakaian tradisional China berwarna hijau terbuat dari ulat sutra matahari.

Bibirnya merah merekah dengan mata sipit dan memiliki manik mata coklat. Kulitnya seputih giok kaca dan begitu berkilau. Dia adalah Kai Yue yang turun dari Alam Nirwana untuk mencari keberadaan Shen Zhou yang dituduh olehnya telah membunuh ayahnya Kai Liu.

“Aku merasakan energi pembunuh ayah ada disini. Aku akan menghabisinya sampai berkeping-keping.”

Kai Yue mengepalkan tangan kanannya dengan mengeraskan rahang. Lalu melesat ke arah pintu masuk selatan pusat Kota Kerajaan Api Timur.

......................

...Atap Restoran Bunga Kenanga....

Shen Zhou tidak tidur di dalam penginapan. Dia malah berlatih Kitab Samsara. Dalam waktu semalam, ia telah berhasil melatih tingkat pertama, yakni Langkah Naga Emas.

“Sepertinya malam ini cukup. Dengan langkah ini aku bisa kabur jika bertemu dengan lawan yang yang tidak bisa aku lawan,” gumamnya sambil membuka mata.

Dia menyusup masuk ke dalam kamar Mei Xin dari arah jendela. Shen Zhou juga meledeknya tepat di telinganya, ”Woy, putri malu! Bangun!"

"Sudah siang! Lihat matahari saja sudah bangun! Kamu semalam berisik sekali! Menggangguku saja yang sedang berkultivasi. Suara desahanmu itu seperti ringkikan kuda tahu!”

"Berisik!"

Mei Xin bangun dengan raut muka merah padam dan menampar Shen Zhou, tetapi tidak kena dan wajahnya justru masuk ke dalam bejana berisi air bekas mencuci kakinya semalam.

“Hahaha …. Makanya jangan banyak menerima pelanggan. Sok–sokan kuat, baru satu pelanggan saja sudah keok. Lebih baik kamu pensiun jadi ratu bordil. Bukankah uang yang kuberikan padamu itu banyak?”

Shen Zhou merasa kasihan dan menegakan badan Mei Xin yang tanpa memakai sehelai benang pun ditubuhnya.

“Aku akan berhenti kalau aku punya suami. Memangnya kamu mau menjadi suamiku. Lagipula aku tidak suka dengan lelaki kasar sepertimu, hmph!” Mei Xin membuang muka dan melepas paksa kedua tangan Shen Zhou yang membantunya berdiri.

“Maaf saja kamu bukan tipeku. Lihat!” Shen Zhou menunjuk ke arah benda pusakanya.

“Kamu tidak memakai sehelai benang pun, Naga Putih tetap saja tidak bangun. Bagiku, calon istriku harus bisa membuat Naga Putih milikku bangun dengan perkasa. Itu baru bisa jadi istriku, hahaha ….”

“Halah, bilang saja kau ini sudah impoten, hmph! Gayanya Naga Putih, paling juga cacing kering, hahaha ….” Mei Xin malah menertawakan Shen Zhou hingga terpingkal-pingkal.

Pria bermanik mata biru tersebut mengambilkan pakaian Mei Xin dan memakaikannya. Shen Zhou juga berkata dengan lembut kepadanya, “Jaga kesehatanmu. Terima kasih sudah bisa membuatku tertawa. Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir.”

Setelah mengatakan hal tersebut, Shen Zhou menaruh uang 10000 koin emas di atas meja dalam kamar pribadi Mei Xin. Shen Zhou pun melesat dan hilang dari pandangan mata wanita berambut perak tersebut.

“Terima kasih kamu sudah memperdulikanku. Aku juga sangat bersyukur bisa mengenalmu walau satu hari. Kamu satu-satunya pria yang paling lembut yang pernah aku kenal,” gumam Mei Xin sambil menyeka air matanya yang sudah membasahi kedua pipinya.

......................

...Kediaman Keluarga Gun....

Shen Zhou tiba di depan pintu gerbang Kediaman Keluarga Gun dan langsung disambut ramah oleh kedua penjaga kediaman. Dia dituntun oleh Gun Yuen menuju aula kediaman Gun dan sudah ada Xie Lan dan patriark keluarga Gun bernama Gun Ting.

Xie Lan langsung berdiri dengan mengeraskan rahang, dan membentak, ”Dasar gembel jalanan! mau apa kau kemari? Jangan katakan kau menyamar menjadi Tuan Shen Zhou!”

“Oh, Nona manja yang kemarin itu, ya.”

Shen Zhou santai menanggapi kemarahan Xie Lan.

“Apakah belum puas dengan permainan kita kemarin? Hingga kau jadi marah-marah?”

“Ka-kau? Brengsek! —”

“Tenang Nona Muda Xie. Kita bisa bicarakan baik-baik. Gun Yuen sudah memastikan jika tuan ini adalah Tuan Shen Zhou yang sudah membuat kita untung besar sebanyak 1 milyar koin emas,” potong Gun Ting mendudukan tubuh Xie Lan yang darahnya sudah memuncak hingga di ubun-ubun.

“Wow, ternyata batu kali itu sangat mahal, ya?”

Shen Zhou bertepuk tangan sangat keras dan semua orang menganggap pria bermanik mata biru tersebut orang gila.

“Aku tahu dengan isi pikiran kalian yang menganggapku gila, 'kan? Hahaha …”

Shen Zhou mengeluarkan batu roh yang sangat banyak hingga menjadi tumpukan batu roh. Lalu mengeluarkan ke'empat pedang miliknya untuk terbang mengelilingi tumpukan batu roh tersebut.

Semua orang berlutut lemas melihat tumpukan batu roh yang sangat banyak, “Ba-banyak sekali batu roh ini?!” ucapnya serentak dengan mata membola.

“Aku akan memberikan ini secara cuma-cuma dan aku masih punya stok banyak. Asal kalian harus jadi bawahanku dan cari informasi mengenai organisasi yang memiliki tato motif Naga hitam di lengan kanan dalamnya,” tawar Shen Zhou dengan aura membunuh yang sangat kuat.

“Jangan mentang-mentang kamu punya ke-empat pedang surga kami akan takut pada —”

“Kami Keluarga Gun akan tunduk pada Tuan Shen Zhou. Jika kami berkhianat, maka kami rela jika semua keturunan anak laki-laki kami terkena kutukan impoten,” potong Gun Ting dan langsung berlutut di depan Shen Zhou diikuti semua anggota keluarga Gun.

“Eeeeh …. K-kalian kenapa mau jadi bawahan si gembel ini?” tanya Xie Lan sambil menunjuk ke arah Shen Zhou yang tubuhnya sudah berpindah ke belakang tubuh Xie Lan.

“Nona, gembel pun tidak masalah. Asal bisa membuat rahim hangat dan menghangatkan tubuh, jiwa, hati dan pikiranmu,” desah Shen Zhou tepat di telinga kiri Xie Lan dan membuatnya tersipu malu dengan raut muka merah merona, semerah kepiting rebus.

Kai Yue yang sedang berkeliling mencari keberadaan Shen Zhou merasakan energi ke-empat pedang surga milik ayahnya. Akan tetapi ada satu pedang surga yang sangat asing energinya bagi Kai Yue.

Dia melesat cepat ke arah Kediaman Gun untuk memastikan apakah Shen Zhou berada disana. Benar saja, begitu sampai di depan pintu gerbang Kediaman Keluarga Gun, Kai Yue melihat Shen Zhou melesat keluar dengan dikelilingi ke-empat pedangnya.

Kai Yue melesat mengejar Shen Zhou dengan jurus langkah darah, hingga melewati pintu gerbang utara pusat Kota Kerajaan Api Timur dan masuk ke dalam Hutan Bunga Lotus.

Tanpa basa-basi, Kai Yue yang berhasil mengejar Shen Zhou dan sudah berada di belakangnya segera melemparkan bola energi berwarna ungu kemerahan ke arah punggung Shen Zhou.

...BAM!...

Shen Zhou tersungkur ke permukaan tanah dengan memuntahkan darah segar. Kai Yue mendekati Shen Zhou dan membalikan badan dengan menginjak dadanya, “Katakan! Kenapa kau membunuh ayahku!?” bentaknya berapi-api.

Shen Zhou heran, sambil memegangi dadanya, “No-nona, A-anda salah paham. Aku tidak membunuh pria manapun kecuali dalam perang waktu itu,” sergahnya.

Kai Yue berubah menjadi iblis seperti bentuk Kai Liu dan mencekik leher Shen Zhou, lalu mengangkat tubuhnya dengan menggeram, “Lalu kamu pasti tahu dengan bentuk ini bukan? Ke-empat pedang …  tidak, ketiga pedang itu adalah milik ayahku!”

“Pedang ini aku dapatkan dari belajar kitab delapan arah mata angin yang diberikan tuanku Kaisar Iblis Nirwana. Ini bukan pedang milik siapa-siapa.”

Shen Zhou masih belum paham dan masih menyangkal karena menganggap Kai Yue bukan putri dari Kai Liu.

"Kaisar Iblis Nirwana itu ayahku, bodoh!"

Kai Yue menghantamkan tubuh Shen Zhou ke permukaan tanah hingga terluka parah. Bahkan permukaan tanahnya retak dalam radius 100 meter.

Terpopuler

Comments

Hiu Kali

Hiu Kali

mantabbb.. dapat wanita ke 3... kereeen si mc nyaaah...

2023-04-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!