Bab 3. PERTUKARAN

Perlahan tapi pasti, Shen Zhou kedua tangan dan kakinya tumbuh kembali. Namun, dia merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari roh pria yang ada di depannya.

Sekali lagi kehidupannya terancam. Beruntung jika langsung mati, kalau tidak dan sampai mendapatkan penyiksaan lagi, bukankah itu sangat menyakitkan. Sampai kapan Shen Zhou haus menahan rasa sakit?

“Manusia, nampaknya kamu memang sampah!” hardik Kai Liu mengangkat tubuh Shen Zhou tanpa menyentuhnya hanya dengan teknik telekinesis.

“Tapi aku menyukai darahmu, hahaha ….” desisnya.

Kai Liu menyeringai dan menganggap darah Shen Zhu adalah darah dari reinkarnasi Kaisar Nirwana Agung, atau lebih tepatnya kultivator yang telah merusak jasadnya. Akan tetapi tidak mampu merusak roh atau jiwanya yang sekarang gentayangan seorang diri di Istana Kai Lin.

Roh pria bertanduk iblis itu menyeringai dan sangat bersemangat setelah mencium bau darah dari tubuh Shen Zhou dan langsung menggigit lehernya. Shen Zhou berontak, hanya kepalanya yang bisa digerakkan.

Sebagai pertukaran yang tidak disadari oleh Kai Liu, air liurnya merasuk ke dalam aliran darah Shen Zhou dan berhasil memperbaiki pita suaranya.

“Aaaaakh …!” pekik Shen Zhou setelah pita suaranya telah pulih dan mengagetkan Kai Lin, hingga melepaskan gigitan kedua taringnya dari leher Shen Zhou.

Mendengar suara pekikan Shen Zhou yang menurutnya merdu, Kai Liu semakin beringas. Dia kembali menggigit leher Shen Zhou dan langsung menghisap darahnya dalam jumlah banyak.

Air liur Kai Liu pun merasuk semakin banyak ke dalam tubuh Shen Zhou. Akan tetapi, tidak ada efek apapun ke tubuhnya, hanya ada efek lemas disertai rasa putus asa.

Berkat kutukan Naga Hitam, tubuh Shen Zhou tidak akan bisa mati dan sekarang ditambah air liur dari Kai Liu semakin memperkuat kutukan Naga Hitam yang bersarang di tubuhnya.

“Aaaakh …! Aaaakh …!” pekik Shen Zhou.

Kai Lin bertambah semangat setelah mendengar pekikan Shen Zhou yang tiada henti. Dia merasa seperti hidup pun segan dan mati pun tak mau saat ini, sangat menyenangkan.

Tindakan yang bisa dilakukan oleh Shen Zhou hanya memekik dan tidak ada lagi. Dari dalam bagian bawah perutnya, Shen Zhou merasakan hawa yang hangat terdiam dan perlahan menjalar. Akibat air liur Kai Lin sang Kaisar Iblis Nirwana, dantian Shen Zhou perlahan dipulihkan.

Tapi hawa hangat itu sebentar Shen Zhou rasakan karena harus menahan sakit yang lebih parah lagi. Kai Lin keenakan menghisap darah Shen Zhou dan terus menghisapnya tanpa henti.

Sampai akhirnya, Shen Zhou tidak bisa lagi memekik kesakitan dan suaranya hanya terdengar parau, hingga lama kelamaan serak.

“Hen-hentikan,” lirihnya.

Namun, suara itu tidak terdengar oleh kedua telinga kai Lin yang semakin asyik menghisap darah Shen Zhou. Dantian Shen Zhou pulih dengan energi dewa dan iblis di saat bersamaan.

Tubuhnya dipenuhi otot yang menonjol besar seperti ruam akar berwarna ungu, matanya berubah merah darah dengan kedua taring yang memanjang. Tapi energi dewa di dalam dantian miliknya didominasi energi iblis dari Kai Liu.

Hal ini tentu mempersulit untuk memulihkan titik meridian di seluruh tubuh Shen Zhou yang membutuhkan energi Yang dari energi dewa yang aktif oleh air liur Kai Liu yang masuk ke dalam seluruh aliran darah di tubuhnya.

Dahulu, Kai Liu adalah manusia biasa yang mampu menembus batas surgawi hingga menjadi dewa. Namun, karena dirinya tidak bisa menembus jurus terakhir dari pedang surga Zhu Que dari kitab delapan mata arah angin, Kai Liu menjadi haus darah dan sering membunuh siapapun yang menghalanginya.

Bahkan hampir semua anggota Klan Kai cabang alam agung dihabisi olehnya karena kehilangan kesadaran. Demi memuaskan dahaganya akan pertarungan, dia menantang Kaisar Nirwana Agung yang bernama Shen Kai dan merupakan leluhur Klan Shen yang bereinkarnasi ke tubuh Shen Zhou.

Kai Liu dan Shen Kai bertarung di alam bawah yang sekarang menjadi tanah pengasingan. Keduanya terluka parah, lalu Kai Liu yang akan mati membentuk formasi lubang hitam dan memindahkan Istana Kai Lin ke dalam lubang hitam tersebut agar rohnya tetap hidup, walaupun seorang diri.

“Oh, rupanya kamu memang sahabatku,” gumam Kai Lin melepas gigitannya dari leher Shen Zhou dan tersenyum simpul.

“Pantas saja darah kamu sangat wangi dan manis.”

“Diam!” teriak Shen Zhou dengan suara parau.

Dia sudah dikendalikan hawa iblis yang masuk dari air liur Kai Lin yang masuk melalui gigitannya.

“Mau mengancamku? Kau ini hanya lalat di depan mataku. Kapan saja aku bisa membunuhmu. Tapi kalau cepat mati, maka darahmu tak bisa lagi ku hisap dan itu membuatku sedih,” balas Kai Lin dengan menutupi mukanya menggunakan lengan kiri dan menyeringai jahat.

“Lebih baik kau bunuh saja aku! Daripada kau menyiksaku seperti ini!" teriak Shen Zhou dengan suara parau, bulir-bulir bening meluncur cepat di kedua pipinya.

Tanda ruam akar berwarna ungu dari tonjolan otot di sekujur tubuh Shen Zhou menghilang ketika dia menangis. Sebuah tangisan yang sangat pasrah dan siap mati, walau dengan rasa sakit yang amat sangat.

Dia sudah menyerahkan kehidupannya pada siapapun yang mau membunuhnya. Dia benar-benar merasa putus asa dan tak ada harapan di dalam hatinya untuk banggkit ataupun membalas denam saat ini pada semua orang yang menyakiti dirinya.

Kai Liu membuang muka dengan mengerucutkan bibir dan membalas,

"Aku tidak akan membunuhmu semudah itu. Lagipula kamu sudah menjadi Kaisar Dewa Iblis dan darahmu sangat wangi dan itu bisa aku gunakan untuk membangkitkan diriku yang telah kehilangan jasadku, hmph!"

Shen Zhou menatap langit-langit aula Istana Kai Lin dengan tatapan mata yang sangat hampa, bulir-bulir bening itu berubah menjadi bulir cairan merah. Ya, benar, Shen Zhou menangis darah.

Kai Liu menjadi iba melihat Shen Zhou dan ingin segera menyembuhkannya. Dia merasa melihat pria bermanik mata biru tersebut seperti melihat cermin. Nasib Shen Zhou dan dirinya sama-sama menyendiri penuh dengan kehampaan, walaupun dengan latar belakang yang berbeda.

Yang satu mati mengenaskan oleh ketamakannya akan haus darah dan tidak bisa bereinkarnasi karena belum menyempurnakan teknik pedang surga yang terakhir. Yang satu lagi dibenci oleh Klan, keluarga dan orang yang dicintainya.

Tanpa basa-basi, Kai Liu menggigit leher Shen Zhou dan menghisap darahnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Sampai-sampai Shen Zhou tidak bisa memekik kesakitan, hanya bisa membuka mulut dan matanya dengan selebar-lebarnya.

Kai Lin mencoba menyembuhkan tubuh Shen Zhou yang lumpuh total akibat seluruh titik meridiannya rusak. Dia ingin meneruskan kitab delapan mata arah angin pada Shen Zhou agar dia bisa beristirahat dengan tenang. Asalkan Shen Zhou bisa menguasai jurus pedang surga yang terakhir, yakni teknik pedang Zhu Que.

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus ...

2023-04-23

1

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Semoga berhasil .

2023-04-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!