Air liur Kai Liu menyebar ke seluruh aliran darah dan saraf tubuh Shen Zhou. Pria bermata biru itu meraung kesakitan dengan suara serak.
Tubuhnya seperti ditusuk-tusuk ribuan pedang dan jarum disaat bersamaan. Semakin lama semakin sakit dan setiap detik dalam hidupnya begitu terasa lambat.
Ingatan Yun Zishan dan Shen Xin yang telah menyakitinya muncul, membuat Shen Zhou kembali murka. Dia mencoba melawan rasa itu itu sekuat tenaga, antara mati pun segan dan hidup pun tak mau.
Secercah setitik cahaya harapan muncul, ketika jari jemarinya bisa digerakan sedikit. Rasa buruk sangka akan Kai Liu tiba-tiba berubah menjadi baik sangka dan Shen Zhou mengulas senyum kepadanya.
“Terima kasih,” ucapnya lirih dan tak bisa didengar oleh Kai Liu.
Roh Kai Liu melayang mundur setelah kenyang menghisap darah dari leher Shen Zhou. Itu juga berakibat fatal baginya, sebab darah Shen Zhou mengandung darah dewa dan bertentangan dengan inti jiwa iblis miliknya.
“Terima kasih anak muda. Kamu telah memenuhi rasa dahagaku akan darah. Sebagai rasa terima kasihku, aku telah menyembuhkanmu, termasuk kutukan Naga Hitam.”
“Aku juga telah memberikanmu hadiah dan berada di belakang singgasanaku,” ucap Kai Lu dengan tersenyum tipis dan rohnya perlahan memudar.
Kemudian membentuk menjadi gumpalan energi berwarna merah kehitaman dan masuk ke dalam dantian Shen Zhou. Shen Zhou perlahan bangkit dari tubuhnya yang melayang.
Namun, begitu bangkit dia langsung terjatuh, “Aduh!” pekiknya dengan suara normal.
Setelah Kai Liu hilang, tubuh Shen Zhou yang awalnya melayang karena energi darinya, yang berupa teknik telekinesis tersebut lenyap.
Shen Zhou seketika ingat dengan apa yang dikatakan Kai Liu dan segera bangkit berdiri. Lalu mengayunkan kakinya dengan cepat menuju bagian belakang Singgasana Kai Liu.
Shen Zhou menyipitkan mata setelah mencari sesuatu yang dikatakan oleh Kai Liu. Namun, ia tidak menemukannya.
“Dasar! Iblis sialan!” hardiknya dengan memukul dinding di belakang singgasana Kai Liu.
Dinding yang dipukul itu ambles ke dalam dan menggerakan dinding itu dengan suara gesekan yang sangat keras. Ternyata itu adalah pintu rahasia. Saking terkejutnya, rahang Shen Zhou sampai terjatuh. Kini ia pun segera masuk ke dalam pintu tebal tersebut setelah berhasil menemukannya.
Di dalamnya terkumpul banyak emas, batu sihir dan batu roh yang digunakan di alam yang berbeda. Di tengah-tengah tumpukan harta karun tersebut, ada sebuah altar emas kecil. Di atasnya ada sebuah kotak emas sedang dengan ornamen delapan kepala naga.
Shen Zhou yang sudah mengerti pengetahuan membuka benda pusaka, segera menggigit jempolnya. Ia berjalan cepat ke arah kotak emas tersebut untuk meneteskan darahnya ke kotak emas, supaya bisa terbuka.
Benar saja, setelah diberi tetesan darah dari Shen Zhou, kotak emas itu terbuka. Di dalamnya ada sebuah kitab yang terbuat dari sutra emas. Kita itu bernama Kitab Delapan Mata Arah Angin dan sebuah bola emas serta cincin emas dengan ukiran delapan kepala Naga.
Shen Zhou memakai cincin tersebut dan menyerap semua emas, batu sihir dan batu roh yang berada di dalam ruangan tersebut. Semuanya dihisap ludes tidak tersisa. Hanya menyisakan bola emas seukuran bola baseball dan kitab yang terbuat dari sutra emas.
Bola kristal emas itu bercahaya dan menghisap kitab emas itu ke dalamnya. Bola kristal emas itu melayang dan Shen Zhou ingin memegangnya. Belum tangan itu menyentuh permukaan bola kristal emas, tubuhnya sudah terlempar dan menabrak dinding.
**SWUSH!
BRAK**!
“Uhuk!”
Shen Zhou batuk darah dan langsung menyekanya sambil bangkit berdiri dengan gerakan cepat. “Baiklah jika kamu ingin melawan. Aku tidak akan sungkan!”
Shen Zhou mengalirkan energi chi ke seluruh tubuhnya untuk menyelimuti tubuh kekar itu dengan aura chi yang berwarna perak. Lalu melesat ke arah bola kristal emas yang masih melayang.
Lagi-lagi Shen Zhou terlempar ke arah dinding yang lain. Namun, pria bermata biru tidak menyerah dan terus mencoba.
Semakin lama jarak tangan Shen Zhou untuk meraih bola kristal itu semakin dekat. Sekuat tenaga Shen Zhou terus melawan gelombang kejut yang dikeluarkan oleh bola kristal emas yang sedang menguji tekadnya.
Aura chi yang menyelimuti tubuhnya diperbesar dan berkobar-kobar seperti Sang Jago Merah yang melahap pemukiman warga.
“Demi membalaskan dendam, aku tidak akan menyerah!” teriaknya.
Shen Zhou merentangkan tangan ke arah bola kristal emas yang mengeluarkan gelombang untuk meraihnya. Dua tekanan aura beradu dan belum dipastikan siapa yang akan kalah.
Shen Zhou terus mencoba lebih menguatkan lagi tekadnya. Hal itu tercermin dari aura chi miliknya yang semakin berkobar-kobar.
“Aaaargh …!” Shen Zhou terus memaksa tangannya untuk mendorong gelombang kejut, agar tangannya bisa menyentuh bola kristal emas.
Bulir-bulir cairan bening menetes deras dari dahi Shen Zhou yang dipenuhi urat otot yang menonjol besar. Dengan sekuat tenaga, akhirnya Shen Zhou mampu meraih bola kristal emas tersebut dan menggenggamnya.
Bola kristal emas itu langsung melayang terlepas dari genggaman tangan Shen Zhou dan masuk ke dalam dada bagian tengah.
“Aaaaargh …!” Shen Zhou menjerit kesakitan dan mengeluarkan aura emas yang berkobar-kobar.
Dari dalam tubuh pria bermata biru tersebut mengeluarkan gelombang kejut yang menggetarkan Istana Kai Lin dan menghancurkan bangunan bagian dalamnya.
Bukan hanya itu, token jiwa milik Kai Liu pun hancur dan itu mengundang hal buruk bagi Shen Zhou di kemudian hari.
Shen Zhou bersila dalam keadaan melayang dan mulai memejamkan mata untuk berkultivasi menyerap bola emas kristal. Detik demi detik, menit demi menit, silih berganti dan tidak terasa Shen Zhou sudah berkultivasi selama satu tahun.
Tingkatannya telah naik dari kosong menjadi pelajar tingkat sembilan. Ia harus memulainya dari awal lagi setelah dantian miliknya sembuh.
Begitu membuka mata, yang nampak formasi lubang hitam di depan mata Shen Zhou dengan tatapan kecewa. Pasalnya, dia harus memulai dari awal dan tidak bisa membalaskan dendamnya saat ini.
Sebab, Shen Zhou harus menaikan level kultivasinya ke tingkat yang melebihi tingkat Shen Xin. Shen Zhou menghela nafas panjang dan masuk ke dalam formasi lubang hitam.
"Setidaknya, dantian milikku sudah pulih dan raga ini juga sudah pulih. Aku harus semangat untuk membalaskan dendam,” gumamnya mengepalkan tangan dengan erat.
Begitu keluar dari dalam formasi lubang, Shen Zhou melihat banyak pepohonan yang rindang. Udara yang sejuk membuat paru-paru Shen Zhou begitu nyaman.
Sekarang Shen Zhou berada di kerajaan Bumi Selatan Kekaisaran Han. Dia pernah datang kemari sewaktu kecil dan melewati hutan yang bernama hutan hantu malam.
Shen Zhou menyunggingkan senyum, “Sepertinya aku harus mencari pak tua itu untuk membuatkanku sebuah pil yang bisa mempercepat kultivasiku. Teknik pedang surga: Zhu Que terlalu mengerikan, aku harus mengimbangi rasa panas di dalam tubuhnya dengan pil anggrek salju milik pak tua itu.”
......................
Semoga saja, Shen Zhou mendapatkan kemudahan. Jangan lupa like, komen dan rate, ya. Makasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo....
2023-04-23
2
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
Semangat semangat ...💪💪💪👈
2023-04-07
0