Bab 5. TIPU DAYA YUN ZISHAN

Saat ini Shen Zhou yang sedang berjalan pelan sambil menikmati panorama indah hutan Hantu Malam. Raut wajahnya sedikit pucat mengingat jurus pedang surga Zhu Que.

Pasalnya, jika terjadi kelebihan chi di dalam tubuh atau aliran energi sedikit saja, bisa mengakibatkan luka dalam yang cukup fatal atau bahkan bisa meledak.

Di dalam Kitab Delapan Arah Mata Angin terbagi atas 8 tingkatan, yakni pedang surga Taou Wu, pedang surga Tao Tie, pedang surga Hun Dun, pedang surga Qiong Qi, pedang surga Xuan Wu, pedang surga Bai Hu, pedang surga Qin Long, dan tingkat terakhir pedang surga Zhu Que.

Salah satu efek energi dewa dan energi iblis yang menyatu di dalam tubuh Shen Zhou adalah tingkat menguasai jurus pedang surganya. Dia menguasai jurus pedang surga ini dari tingkat akhir dahulu, yakni pedang surga Zhu Que, baru ke tahap sebelumnya.

"Sangat kebetulan aku bisa berada di dalam hutan ini. Lebih baik aku mencari beberapa tanaman obat sebagai hadiah jika aku bertemu pak tua itu."

Shen Zhou berjalan dengan riang masuk ke dalam wilayah hutan Hantu Malam bagian luar.

Matanya berkeliling mencari beberapa tanaman obat yang bisa dikumpulkan olehnya. Terutama bunga anggrek salju, lotus merah, daun lima bintang dan akar qirin emas.

Semua tanaman itu baik untuk menjaga stamina tubuh. Sangat berguna juga untuk menyeimbangkan energi chi yin serta energi chi yang di dalam tubuh.

Sementara ini, dendam Shen Zhou mereda. Ya, karena dia masih lemah walaupun punya kitab yang pernah menghebohkan dunia persilatan pada masanya. Bahkan sampai sekarang masih belum ada yang menandinginya.

Saat ini Shen Zhou sedang asyik-asyiknya mengambil beberapa tanaman berusia 100 tahun sambil bersiul. Tiba-tiba saja Shen Zhou dikejutkan dengan suara seorang gadis.

Shen Zhou yang penasaran berkata dengan menaikan salah satu alisnya, "Dimana suara itu?"

Matanya berkeliling mencari sumber suara. Hingga beberapa saat selanjutnya, sayup-sayup terdengar suara permintaan tolong itu dari arah jam dua belas.

Shen Zhou segera berlari dengan cepat ke arah tersebut. Tidak lupa ia mengeluarkan Pedang Jian (lurus) yang tercipta dari energi chi miliknya. Berwarna merah dengan gagang pedang berwarna putih.

Semakin lama semakin terdengar suara perempuan yang meminta tolong. Rupanya ia dikepung oleh Kerajaan Api Timur yang berada di Kekaisaran Wei.

Kini Shen Zhou yang sudah berada di balik salah satu pohon besar. Matanya melihat banyak prajurit dari Kerajaan Bumi Barat dan prajurit Kekaisaran Han tergeletak di permukaan tanah dengan cairan berceceran dimana-mana.

Suara teriakan minta tolong tersebut berasal dari Putri Mahkota Kekaisaran Han bernama Diao Cha, istri dari Putra Mahkota Lu Bu yang akan menjadi Kaisar meneruskan kepemimpinan Lu Shao.

Setelah membaca situasi dengan baik, Shen Zhou melemparkan Pedang Zhu Que sekuat tenaga ke arah salah satu prajurit yang akan merampas kesucian Putri Mahkota Diao Cha.

...JLEB!...

...BLAR!...

Tubuh prajurit Kerajaan Api timur tersebut tertusuk tepat di dahinya dan langsung terbakar menjadi debu.

Diao Cha dan Shen Zhou yang berjauhan serentak menaikan alisnya, "Apa? Sungguh mengerikan!"

Prajurit yang terbunuh tadi masih berada di fase pelajar bintang lima. Tentu saja ia bukanlah tandingan Shen Zhou.

Prajurit yang lain segera berlari ke arah Shen Zhou dan mengepungnya. Mereka tidak melihat jika Pedang Zhu Que melesat cepat ke udara. Lalu bergerak turun ke arah mereka dengan berputar seperti gasing. Memenggal kepala prajurit itu satu persatu dengan secepat kilat.

SLASH!

Cairan kental berwarna merah itu tidak sampai menyembur dari leher para prajurit itu. Sebab, bilah pedang Zhu Que sangat panas dan membuat cairan merah itu menguap sebelum menyembur dari leher mereka.

Tubuh para prajurit tanpa kepala itu berlutut lemas. Terlihat lunglai dan setelahnya terjatuh ke permukaan tanah. Sangat mengerikan jika dipandang mata.

Shen Zhou tidak membiarkan para prajurit yang tersisa dari Kerajaan Api Timur kabur. Dia mengacungkan kedua jari ke atas, lalu menunjuk ke arah para prajurit Kerajaan Api Timur yang sedang lari tunggang langgang.

Pedang Zhu Que mengikuti perintah Shen Zhou dan melesat secepat kilat untuk menusuk tengkuk para prajurit Kerajaan Api Timur. Hanya beberapa saat saja, Pedang Zhu Que membuat mereka berguguran ke permukaan tanah dengan mata melebar dan lidah menjulur.

Shen Zhou berlutut dengan satu kaki. Terlihat jika dadanya naik turun karena nafasnya kembang-kempis. Dia kelelahan, energi chi miliknya terkuras habis. Pandangan matanya mulai buram dan akan jatuh ke belakang.

Melihat kondisi telah aman, Diao Cha keluar dari kereta kuda kencana miliknya. Ia melihat Shen Zhou hampir terjatuh di dekat kereta kuda kencana. Diao Cha berinisiatif menahan tubuh Shen Zhou dengan kedua tangannya.

"Terima kasih atas pertolongan, Tuan," ucap Diao Cha agak lirih manja dengan kedua pipi merona dan pandangannya agak menunduk.

Perempuan berambut perak yang menjuntai ke pinggang tersebut selalu menjaga kesuciannya, walaupun dengan suaminya sendiri. Jika tidak karena hutang budi pada Shen Zhou yang telah menyelamatkan nyawanya, Diao Cha agak sungkan melakukannya.

"Maaf, Putri Mahkota Diao Cha."

Shen Zhou membalikan badan dan beringsut mundur. Kemudian berlutut dengan menundukan tubuhnya.

"Tangan Anda jadi kotor oleh tubuhku."

"Ti-tidak apa-apa, ti-tidak apa-apa."

Diao Cha merasa grogi lalu membungkuk hormat berkali-kali pada Shen Zhou.

"Tuan tidak perlu meminta maaf."

"Lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini."

Shen Zhou mengangkat tangan kanannya dan Pedang Zhu Que melesat ke arah tangan Shen Zhou lalu ditangkapnya. Pedang itu dijadikan tumpuan untuk membantu pria bermanik mata biru itu berdiri.

"Biar aku yang mengendarai kereta kuda ini."

Kepala Diao Cha menengok ke kanan dan ke kiri dengan perasaan khawatir. Ia takut masih ada prajurit dari Kerajaan Api Timur yang masih mengejarnya.

Setelah merasa aman, perempuan bermanik mata perak itu masuk ke dalam gondola kereta kuda dengan menyeka keringat di dahinya. Shen Zhou naik ke tempat kusir setelah menghilangkan Pedang Zhu Que.

Kemudian Shen Zhou menarik pelana kuda dan mencambuk kuda-kuda itu agar berlari dengan cepat ke arah Kerajaan Bumi Barat.

......................

...Kerajaan Angin Barat....

Saat ini, terdapat dua insan sedang melakukan perhelatan akbar di sebuah penginapan bernama Paviliun Serambi Mekar. Sang perempuan berada di atas mengendalikan jalannya pacuan n**** yang semakin menggelora.

"Sayang, jangan kendor, gas terus!" pekik sang pria sambil memegangi pinggang sang wanita yang begitu berapi-api.

Perempuan yang berada di atas tersebut, tentu saja sang ratu bordil. Siapa lagi kalau bukan Yun Zishan. Dia sedang melayani putra mahkota Kerajaan Angin Barat, agar membantunya menyingkirkan Raja Kerajaan Angin Utara saat ini yang bernama Shen Long.

Setelah Shen Long tewas, Yun Zishan berencana menjadikan Shen Xing sebagai raja boneka dibawah kendalinya. Yun Zishan akan menjadi permaisuri Kerajaan Angin Utara dan membagi tambang emas Kerajaan Angin Utara kepada Kerajaan Angin Barat.

"Aaargh …!" Putra Mahkota Dao Lu mengerang kuat dengan memegangi pinggang Yun Zishan. Ia merasakan final yang sangat luar biasa setelah bermantap-mantap dengan Yun Zishan selama 2 jam.

"Sayang, kamu kuat sekali. Aku sampai lelah," lirih Yun Zishan sambil memukul pelan dada Dao Lu.

"Kamu bisa saja, Sayang. Justru aku yang kalang kabut. Kamu lebih hebat dari istriku. Aku malah ingin menceraikan istri sampah itu, sial."

Dao Lu mengambil gelas dan melemparnya ketika mengingat istrinya Xin Wei.

"Sudahlah, ada aku. Kita bisa melakukan apapun."

Yun Zishan mencium bibir Dao Lu untuk merayunya dan membuat pria berbadan kekar dengan kulit sawo matang itu kedua pipinya merona. Dao Lu mengerti maksud Yun Zishan yang memberikan ciuman mesra, dan melepaskan ciuman yang membuatnya mabuk kepayang itu.

Setelahnya ia pun berkata, "Aku akan membantumu. Tapi temani aku sepuluh hari lagi."

Yun Zishan hanya mengangguk manja penuh tipu daya. Di dalam batinnya dia tersenyum licik, "Cih, laki-laki setelah digoda dengan jurus persik surgawi langsung luluh."

"Aku yakin, tidak ada satupun laki-laki yang tidak akan tunduk setelah aku melakukannya dengan sempurna," ucapnya penuh seringai.

Terpopuler

Comments

Sky darkness

Sky darkness

kenapa gak rayuan Bungan mawar aja indah namun berduri 😏

2023-04-15

0

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Mungkin belum waktunya kamu mendapat Karma ..
nikmati saja apa yg akan kamu lakukan .

2023-04-07

0

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

apakah kamu tidak takut akan karma

2023-04-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!