Keesokan harinya.
Shen Zhou sudah memakai baju pendekar yang lain. Sekarang sedang berada di depan Kaisar Lu Shao untuk diberikan penghargaan dan jabatan sebagai Jendral Kekaisaran Lu Shao.
“Mohon maaf, beribu-ribu maaf, Yang Mulia Kaisar.”
Shen Zhao berlutut satu kaki dengan menunduk dan menggenggam kepalan tangannya, “Hamba tidak pantas menerima jabatan ini. Tingkat kultivasi hamba masih lemah. Hamba tidak ingin Kekaisaran Han malu karena Jendralnya memiliki tingkat kultivasi yang sangat rendah daripada pasukannya.”
Kaisar Lu Shao tampak menghela nafas panjang dan tidak bisa memaksa keputusan Shen Zhao . Sesungguhnya apa yang dikatakan pria bermanik mata biru tersebut ada benarnya.
“Baiklah, aku menerima keputusanmu. Tapi masalah pernikahan, bagaimana?” tanya Kaisar Lu Shao dan membuat semua pejabat tinggi di dalam aula istana ricuh.
“Ya, dia memang pahlawan. Akan tetapi kalau menikahi Putri Mahkota saat seperti ini bukankah akan menyerang nama Istana Han?”
“Ya, benar. Ini terlalu cepat, baru saja Pangeran Lu Bu meninggal delapan bulan bulan yang lalu.
“... ….”
“Yang Mulia Kaisar, aku sudah berjanji di depan makam saudaraku Pangeran Lu Bu. Aku tidak akan menikah dengan siapa pun termasuk dengan Putri Mahkota Diao Cha sebelum aku berhasil menemukan dalang di balik pembunuhannya,” tegas Shen Zhou.
Ucapan dari Shen Zhou berhasil membuat semua pejabat tinggi bungkam seribu bahasa dan susana kembali senyap.
“Baiklah, jika itu keputusanmu. Lu Bu tidak salah memilih saudara. Aku harap masalah itu sudah tidak diperbesar lagi. Kita sudah damai. Jadi sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi,” pinta Kaisar Lu Shao yang sudah mengikhlaskan kematian Pangeran Lu Bu.
“Mohon maaf, Yang Mulia Kaisar."
"Sumpah adalah sumpah. Aku tetap akan memegang teguh sumpah itu agar bisa membuat jiwa saudaraku Pangeran Lu Bu tenang. Apalagi jika aku bisa menghabisi pembunuhnya,” tegas Shen Zhou.
Ucapan dari Shen Zhou membuat semua pejabat tinggi Kekasaran Han yang berkumpul di aula Istana Han berdecak kagum padanya.
Sekarang tidak ada alasan lagi Kaisar Lu Shao untuk menahan Shen Zhou di Kekaisaran Han. Semua rencana Shen Zhou dieksekusi dengan baik oleh Kaisar Lu Shao, empat raja Kekaisaran Han, dan Tetua Hua Tuo beserta semua sekte di bawah naungan Kekaisaran Han.
Setelah semua selesai, Shen ZHou pamit undur diri. Ia akan meninggalkan Kekaisaran Han demi mencari pembunuh Lu Bu sekaligus meningkatkan kultivasi-nya.
Dia harus secepatnya menembus tingkat Kaisar perang agar bisa melawan Shen Xin dan membunuhnya. Dia adalah target pertama balas dendam Shen Zhou. Apalagi Shen Xin telah menyiksanya berkali-kali. Bahkan membuatnya lumpuh beserta dantian-nya menjadi hancur.
“Zhou’er, jangan lupakan aku!” Dia Cha yang sedang melepas kepergian Shen ZHou dan berdiri di depan gerbang Istana Han menyeka air matanya.
“Tenang saja. Aku tidak akan melupakanmu. Aku akan menegakkan keadilan untuk suamimu dan saudaraku pangeran Lu Bu, aku berjanji,” tegas Shen Zhou dan mengelus lembut kepala Diao Cha untuk menenangkannya.
Kaisar Lu Shao dan Tetua Hua Tuo malah bersembunyi di kamar masing-masing. Mereka tidak kuasa melepas kepergian Shen Zhou. Hanya Diao Cha sendiri yang melepas Shen Zhou di depan Istana Han.
Setelah mengelus rambut Diao Cha, Shen Zhou menaiki kuda yang telah disiapkan. Dia akan menuju Kekaisaran Wei untuk menyelidiki dalang dibalik pembunuhan Lu Bu.
“Setidaknya aku telah membuat Kekaisaran Han tidak dapat diganggu oleh para bedebah itu,” batin Shen Zhou dan menarik pelana kuda itu dengan kencang. Kuda itu langsung melesat menuju Kerajaan Bumi Barat.
......................
...3 Hari Kemudian....
Shen Zhou sudah tiba di Perbatasan Kerajaan Bumi Barat dan Kerajaan Api Timur. Dia mengganti baju dengan pakain gembel yang dia dapatkan dari seorang warga di Kerajaan Bumi Barat. Shen Zhou menukar kudanya agar tidak diketahui oleh prajurit yang berjaga di posko Kerajaan Api Timur.
Ada banyak pasukan yang berjaga di dinding pembatas antara dua Kekaisaran, yakni Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Han.
“Mau kemana kamu?” tanya salah satu prajurit kepada rombongan kabilah pedagang dari Paviliun Bunga Amara.
Di saat seperti ini, Shen Zhou langsung masuk ke dalam barisan rombongan Paviliun Bunga Amara. Pemimpin cabang Paviliun Bunga Amara yang Bernama Xie Lan memperlihatkan token Paviliun Bunga Amara.
“Silahkan masuk! Biaya masuknya 1000 emas!” seru salah satu prajurit dan Xie Lan dengan bibir mengerucut memberikan kantong kain berisi uang 1000 emas kepada prajurit tersebut.
Kabilah Paviliun yang membawa banyak kereta kuda pun masuk dan pintu gerbang Kerajaan Api Timur dibuka lebar-lebar.
Paviliun Bunga Amara secara khusus dan tersembunyi di undang salah satu keluarga terkaya di Kerajaan Api Timur, yakni Keluarga Gun untuk mengadakan lelang.
Kabilah Paviliun Bunga Amara telah sampai di wilayah Keluarga Gun. Nanti malam mereka akan langsung membuka pelelangan pertama. Barang-barang yang mereka bawa bukan barang yang kaleng-kaleng.
Shen Zhou langsung melesat cepat begitu kabilah Paviliun Bunga Amara masuk ke dalam kediaman Keluarga Gun. Xie Lan yang merasakan jika anggotanya lebih dan sekarang jumlahnya pas langsung mencari keberadaan Shen Zhou.
Dia takut penyusup itu mencuri sesuatu dari dalam kereta kuda miliknya dan mencuri kitab yang akan menjadi pelelangan puncak malam nanti, yakni Kitab Samsara.
Kitab yang hanya bisa dipelajari jika memiliki energi dewa di dalam tubuh sang pengguna. Kitab tersebut merupakan peninggalan Kaisar Dewa Nirwana dan merupakan musuh dari Kitab Delapan Arah Mata Angin.
Xie lan yang sudah berada ditingkat master perang bintang sembilan dan bisa terbang mengejar Shen Zhou dengan kecepatan penuh.
“Tunggu pencuri! Jangan kabur kau! Jurus belati angin!” Xie lan yang sedang terbang hingga selendangnya berkibar bagai bendera, melemparkan energi chi yang berbentuk belati.
Pedang Qin Long keluar otomatis dan melayang mengelilingi tubuh Shen Zhou. Pedang itu berputar dalam keadaan berdiri dan mementalkan setiap belati angin yang mengarah ke tubuh Shen Zhou.
...TRANG! TRANG!...
Xie Lan melebarkan mata, dia melihat pedang yang selama ini dia cari. Pedang Qin Long salah satu dari delapan pedang surga yang banyak dicari di dunia persilatan.
Perempuan berambut biru dengan gunung kembar yang menyembul keluar dan hanya tertutupi secarik kain itu terlihat tambah beringas. Dia terus melemparkan belati angin bertubi-tubi untuk menghabisi Shen Zhou.
“Sungguh merepotkan. Pedang Bai Hu!” Shen Zhou mengeluarkan pedang berwarna biru dan mengibaskannya.
...SWUSH!...
Belati-belati angin tersebut membeku menjadi belati es. Zie Lan terbang melesat ke arah Shen Zhou untuk mengambil Pedang Qin Long yang terus melayang mengelilingi tubuh pria bermanik mata biru tersebut.
Pedang berwarna kuning tersebut berhasil ditangkap gagangnya oleh Xie Lan dengan tersenyum licik. Hal itu membuat Shen Zhou tertawa terpingkal-pingkal, "Hahaha … dasar bodoh rasakan ini!"
...BOOM!...
Tubuh Xie Lan bagai tersambar petir kuning yang dikeluarkan oleh Pedang Qin Long dan membuat baju sutra yang dipakai Xie Lan compang-camping hanya menutupi bagian vitalnya saja.
"Pffft!" Shen Zhou yang melihat panorama surga dunia itu menyemburkan darah dari hidungnya, "Sial! Dia terlalu montok."
"Dasar mesum!" Xie Lan menampar pipi Shen Zhou karena menganggapnya pria cabul yang tega menghancurkan baju seorang wanita demi kepuasan matanya.
...PLAK!...
"Kamu yang cabul!" Shen Zhu malah balas menampar karena kesal ditampar oleh Xie Lan.
...PLAK!...
“Haaa … ayah! Ibu! Pria mesum dan cabul ini menamparku! Haaa ….” Xie Lan malah menangis dengan berguling-guling di permukaan tanah seperti anak kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Hiu Kali
teruslah menjadi mc yg kocak tapi sakti... gasss lagee
2023-04-08
0