Pil anggrek salju diserap dengan cepat dan esensinya sudah menyebar ke seluruh aliran darah di dalam tubuh Shen Zhou. Esensi pil anggrek salju membentuk aura biru menyelimuti tubuh Shen Zhou seperti butir-butir salju. Dia mencoba menyeimbangkan energi chi panas dari energi jurus Pedang Surga Zhu Que.
Kalau berhasil menyeimbangkan energi tersebut, bukan hanya tubuh Shen Zhou yang selamat dari amukan ledakan energi chi Pedang Zhu Que. Tetapi juga, kemungkinan besar Shen Zhou mampu menguasai jurus pedang surga tingkat ketujuh, yakni Pedang Surga Bai Hu.
She Zhou terus memejamkan mata. Mencoba berkonsentrasi penuh menyeimbangkan dua energi yang saling berbenturan yakni energi hawa dingin dan energi hawa panas.
Energi hawa dingin dari pil anggrek salju tersebut memperkuat energi iblis di dalam dantian Shen Zhou. Sedangkan energi hawa panas dari energi Pedang Zhu Que yang sekarang mendominasi dantian miliknya, merupakan energi dewa.
Detik demi detik Shen Zhou terus menyeimbangkan kedua energi yang saling berlawanan. Bulir-bulir keringat membasahi sekujur tubuhnya dan membuat baju pendekarnya yang berwarna hitam kebiruan basah kuyup.
“Fyuh, sungguh susah sekali. Kitab ini sulit dipelajari. Untuk mempelajari jurus Pedang Surga Bai Hu saja perlu banyak pengorbanan dan waktu yang sangat banyak. Untung saja Iblis taring karat itu telah memberikan energinya padaku. Jika tidak, satu pedang saja bisa butuh puluhan tahun,” gerutu Shen Zhou dalam batinnya.
...JDAR!...
Awan hitam menggulung di atas Pagoda, mengeluarkan petir putih yang bersahutan satu sama lain. Semua orang di Kekaisaran Han bergidik ngeri termasuk Kaisar Lu Shao.
Baru pertama kalinya terjadi fenomena seperti bencana surgawi di langit Kekaisaran Han, yakni Alam Nirwana iri dengan salah satu kekuatan kultivator yang akan naik tingkatan.
Tubuh Shen Zhou beresonansi dengan petir yang disebut Petir Kebangkitan Naga Perak. Petir yang menyambut seorang kultivator dengan kekuatan diatas nalar.
...BOOM!...
Sambaran Petir Kebangkitan Naga Perak pertama menyambar Pagoda Jari Emas dan menimbulkan fluktuasi udara disertai cahaya yang sangat terang yang terlihat dari semua mata yang berdekatan dengan Pagoda Jari Emas.
Hua Tuo yang sedang berada di sekitar Pagoda Jari Emas langsung melompat mundur untuk menjauh sejauh mungkin. Agar tidak terkena dengan sambaran Petir Kebangkitan Naga Perak.
...BOOM! BOOM!...
Petir Kebangkitan Naga perak terus menyambar Pagoda Jari Emas tanpa henti sampai lamanya satu bulan. Sampai-sampai semua murid di akademi Bulan Suci terbiasa mendengar suara ledakan dahsyat tersebut.
Hua Tuo yang tadinya khawatir dengan Shen Zhou, kini malah meninggalkannya seorang diri di dalam Pagoda Jari Emas selama satu bulan.
...BOOM! BOOM!...
Suara ledakan teredam dari dalam dantian milik Shen Zhou terdengar sangat kuat. Tingkatan tulang Shen Zhou naik dari tingkatan tulang biasa menjadi tulang bumi. Bahkan tingkat kultivasinya naik dari pelajar bintang sembilan menjadi prajurit perang bintang satu.
Bajunya sudah compang-camping hanya menyisakan celananya saja. Shen Zhou membuka mata, “Akhirnya aku naik tingkatan dan berhasil mempelajari pedang surga tingkat ke tujuh Pedang Surga Bai Hu. Aku akan segera naik ke lantai dua.”
Shen Zhou melesat ke lantai dua yang mempunyai tarikan gravitasi 2 kali lipat dari lantai pertama. tetapi, itu bukan masalah besar bagi Shen Zhou.
Di dalam lantai dua, banyak boneka manusia kayu yang berdiri tegak tanpa roh. Namun, setelah kaki Shen Zhou melewati garis merah tipis yang dipasang di pintu masuk lantai dua, boneka manusia kayu itu bergerak dengan mata merah menyala.
Aura chi berwarna ungu pekat yang menyelimuti tubuh semua manusia boneka kayu tambah berkobar-kobar. Bukannya Shen Zhou takut dengan aura kegelapan yang mengintimidasi itu, Shen Zhou malah tersenyum lebar dan tidak sabar ingin menjajal kehebatan Pedang Surga Bai Hu.
Shen Zhou menciptakan sebuah pedang dari energi chi miliknya berwarna biru, bentuknya sama saja dengan Pedang Zhu Que. Namun, hanya berbeda warna saja.
Pedang dengan gagang biru yang melayang di depan Shen Zhou itu ditangkap dengan tangan kiri. Lalu dia melesat secepat kilat dan hilang dari tempatnya berdiri.
Shen Zhou menebas setiap boneka manusia kayu seperti menari dengan gerakan yang sangat indah. Hanya dalam beberapa nafas saja, semua manusia boneka kayu membeku terpenjara dalam gumpalan es besar.
“Cih, lemah berani kalian melawanku.,” cibir Shen Zhou menatap sinis semua boneka manusia kayu.
“Sekarang giliranmu, Pedang Surga Zhu Que!”
Dari kehampaan di belakang punggung Shen Zhou muncul Pedang Zhu Qe. Benda itu terbang melesat cepat, lalu berputar seperti gasing dan memotong semua boneka manusia kayu yang sudah membeku.
...SLASH! SLASH!...
Potongan Pedang Zhu Que sangat rapi, bahkan seperti tidak ada goresan sama sekali di tubuh boneka manusia kayu yang terpotong. Pintu yang menuju lantai ketiga terbuka dan Shen Zhou tidak membuang waktu, langsung melesat menuju lantai tiga.
Di dalam ruangan lantai tiga, tekanan gravitasinya empat kali lipat dari lantai kedua. Namun, tetap saja bukan masalah bagi Shen Zhou yang sudah menaikan tingkatan tulangnya ke tingkat bumi.
...BAM!...
Boneka manusia kayu setinggi sepuluh meter memukul Shen Zhou. Dengan sigap, dia menyilangkan tangan di tenagh dada untuk menangkis pukulan tersebut dan membuatnya terpundur, yakni kaki mundur bergesekan dengan permukaan lantai.
Punggung Shen Zhou hampir menabrak dinding ruangan lantai tiga. Sebelum itu terjadi, dia melompat dan menggunakan kedua kakinya menumpu pada dinding untuk melesat ke arah boneka manusia kayu raksasa tersebut.
Shen Zhou sampai di dekat tubuh boneka manusia kayu raksasa. Ia menebas secara diagonal dengan Pedang Bai Hu hingga melewati tubuhnya.
...SLASH!...
Garis siluet putih tampak jelas di tubuh boneka manusia kayu raksasa dan membuat tubuhnya terpenggal miring. Seketika boneka itu juga ambruk ke permukaan lantai. Bahkan menciptakan suara ledakan yang cukup kencang dan memekakan telinga.
...BOOM!...
Kepulan asap dan debu menghalangi pandangan. Pintu menuju lantai empat terbuka dan Shen Zhou melesat cepat menaiki tangga menuju lantai empat.
Di dalam lantai empat pun Shen Zhou dengan cepat mengalahkan penjaganya. Sosok penjaga yang berupa boneka manusia raksasa dengan jumlah lebih banyak.
Lantai demi lantai Shen Zhou lewati dengan mudah walau tarikan gravitasinya semakin ke atas semakin kuat. Hingga sampai di lantai terakhir pun, yakni lantai sepuluh. Shen Zhou dengan mudah menghabisi penjaganya yang berbentuk siluman kodok buntal raksasa.
Tidak terasa sudah enam bulan Shen Zhou di dalam Pagoda Jari emas dan berhasil menundukan setiap lantai. Tingkat kultivasinya juga naik sangat tajam di tingkat prajurit perang bintang sembilan.
Keluarnya Shen Zhou dari Pagoda jari Emas membawa kabar bahagia bagi akademi Bulan Suci. Akan tetapi kebahagiaan itu hanya sesaat, Kekaisaran Han sedang berperang dengan Kekaisaran Wei. Telah jatuh banyak korban dari kedua belah pihak ditaksir ratusan ribu prajurit selama 5 bulan terakhir.
Kabar paling buruknya adalah Pangeran Lu Bu gugur dalam perang tersebut. Hal itu sukses membuat Putri mahkota Diao Cha sangat terpukul. Ia bahkan menjadi janda kembang, yakni janda yang belum pernah disentuh atau dinikmati mahkota keperawanannya oleh sang Suami.
Prajurit Kekaisaran Wei sudah menguasai Kerajaan Bumi Barat dan sedang menuju pusat kota Kekaisaran tetua Hua Tuo beserta para penatua akademi Bulan Suci. Beberapa murid sekte dari seluruh Kekaisaran sekte sedang berjaga-jaga di perbatasan, untuk menghadapi pasukan dari Kekaisaran Wei.
Akankah Shen Zhou berhasil meredam kekacauan tersebut?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments