Monica Larasati sedang menyusun rencana untuk menaklukkan hati Abraham Ardana Emmerson. Wanita itu telah mengejar Abraham dari lama hingga Abraham menikah dengan orang yang dia cintai, Monica sakit hati melihat Abraham menikah dengan perempuan lain yang notabenenya sahabatnya sendiri.
"bahkan meski Rhea sudah lama mati pun mas Abraham masih aja memikirkan Rhea" gumam Monica.
Monica sangat terobsesi dengan Abraham, karena hanya Abraham yang tidak terpesona akan kecantikannya ketika jaman mereka masih sekolah dulu. Sehingga membuat Monica penasaran dan terobsesi untuk mendapatkan Abraham.
"sebenernya apa yang Rhea punya yang ga aku punya? Jelas-jelas aku lebih cantik dari Rhea, aku juga pintar, bahkan aku lebih Sexy daripada Rhea"
"mas Abraham tidak pernah melirik ku dalam kepalanya selalu Rhea, Rhea, dan Rhea"
"apa yang spesial dari Rhea?"
"The, izinin aku untuk mengisi hati mas Abraham, bukankah kau sudah pernah ada dihatinya, sekarang alam mu sudah berbeda jadi biarkan aku menggantikan posisimu"
"mi,mami,mamiii" teriak seorang gadis.
"ck, anak itu sudah seperti Tarzan saja"
Monica pun keluar dari kamarnya dan menemui putrinya.
"ada apa sih Clarista, kenapa kau teriak-teriak ini bukan di hutan"
"Mi, Clarista lagi kesel sama 1 murid cewe di sekolah"
"tumben? Bukannya biasanya kamu bakal bully murid yang bikin kamu kesel dan bukannya kamu bilang kalo kamu punya kuasa disana dan murid-murid disana tunduk sama kamu?"
"iya tapi.."
"tapi apa?"
"tapi ada 1 cewek yang cukup kuat, gabisa Clarista lawan"
"ck, jangan jadi lemah mami gamau akui kamu sebagai anak mami kalo kamu lemah"
"ish mami, masalahnya tuh dia udah bikin tangan Clarista hampir patah mi" rengek Clarista.
"cewe atau cowo yang kamu maksud?"
"yah cewe lah mi"
"dia tomboy?"
Clarista mengendikan bahunya "entahlah tapi Clarista liat dia ke sekolah pake motor CBR"
Monica Terlonjak kaget " cewek pake motor CBR"
"apa dia anggota geng?"
"Clarista gatau mi, ck"
"siapa nama anak itu?"
"Viona mi"
"Viona siapa?"
"Viona Ardelina"
"hanya itu?"
"iya cuma itu"
"aneh, dia dari keluarga mana?"
"gaada yang tau, satu sekolah gaada yang tau bahkan kepala sekolah juga"
"apa kamu tidak coba lapor ke kepala sekolah tentang hal ini?"
"kepala sekolah gak bertindak apa-apa mi, dia cuma kasih hukuman biasa"
"yasudah kamu tenang dulu, mami akan cari identitas anak itu, selagi itu kamu harus jauhi anak itu jangan coba-coba melawan dia atau kamu sendiri yang akan terluka"
"jangan lama-lama"
"iya yaudah sana mandi sama gantu bajumu sana"
"siapa gadis itu?"
...****************...
Hari ini di kantin SMA Garuda Heboh, siswa siswi yang ada di kantin saling berisik. Karena pemandangan yang mereka lihat sangat langkah dan baru pertama kalinya, bagaimana tidak kini inti Alexand sedang duduk sebangku dengan seorang gadis, biasanya bangku mereka bersih dari gadis jika mereka ke kantin tapi kali ini.
Gadis itu adalah gadis misteriusnya SMA Garuda Viona Ardelina, biasanya juga gadis itu duduk sendirian di kantin. Sebenernya memang tadi gadis itu duduk sendirian dan inti Alexand yang baru masuk ke kantin langsung duduk di bangku Viona berada. Banyak yang iri melihat Viona dihampiri oleh inti Alexand, hingga membuat mereka bertanya-tanya apa hubungan inti Alexand dengan Viona.
"tatapan anak-anak disini serem deh, kaya lagi natep setan tau gak" ucap Arbian.
"iya Lo setannya" celetuk Galang.
"****** sekate-kate lu..." ucapan Arbian terpotong ketika ada suara yang menyapa mereka.
"hai" sapa gadis lembut berambut panjang dan cantik yang berdiri di sebelah Revan.
"eh ada neng Luna, kenapa neng?" tanya Andrew.
"A-aku, mau kasih bekal buat Revan" ucap Luna gugup dengan malu-malu sambil menyodorkan bekal kepada Revan.
(masih ingat Luna bukan? Pernah di sebut di part 1 klo gak salah hehee, oke lanjut!)
Revan tanpa melihat ke arah Luna menerima bekal itu membuat Luna sumringah namun seketika senyumannya memudar saat melihat bekalnya di lemparkan ke Arbian.
"Makan Ar" ucap Revan dingin.
"Van kok di kasih ke Arbian sihh, itu aku masak khusus buat kamu"
"gue gak nyuruh Lo bawain gue bekel" jawab Revan dengan tajam.
"kan aku inisiatif masak buat kamu"
"gak peduli"
"setidaknya hargai Effort aku Van"
"Effort apa?" tanya Revan dengan tangan bersidekap didadanya sembari melayangkan tatapan tajam mematikan kepada Luna.
"Effort lu sebagai wanita penggoda?" ucap Revan sangat tajam dan menusuk uluh hati Luna.
"Van kok kamu gitu.."
Revan mengangkat sebelah alisnya, dia sudah muak dengan Luna, cukup 2 tahun ia selalu di usik oleh perempuan itu yang dimana selama 2 tahun mereka selalu satu kelas. Dan kali ini akhirnya dia terlepas dari jangkauan Luna namun rupanya gadis itu tidak pernah membiarkannya hidup tenang, ingin sekali dia membanting gadis di depannya ini namun mengingat Lina adalah seorang perempuan.
"apa karena perempuan kulkas ini kamu giniin aku" ucap Luna sembari menunjuk Viona.
Viona yang sedari tadi diam menikmati makanannya tetiba melirik ke arah Luna. Apa-apaan gadis itu dia sejak tadi diam saja kenapa dia jadi sasaran objek gadis ini, Viona sebenarnya sudah muak melihat tingkah laku Luna. Baginya perempuan yang mengejar laki-laki hingga perempuan itu mengesampingkan harga dirinya bagi Viona itu adalah hal yang sangat menjijikkan.
Bagi Viona mencintai seseorang dan mengejarnya itu boleh tapi jika sampai rela harga dirinya di injak-injak dan di permalukan bukankah itu murah dan juga bodoh? Viona tidak habis pikir dengan perempuan yang masih mengejar laki-laki yang sudah jelas-jelas menghina dirinya di depan banyak orang.
"gausah bawa-bawa gue" ucap Viona dingin.
Luna merinding mendengar suara Viona lalu tiba-tiba ada yang menyenggolnya dan membuatnya tersiram air minuman.
"Upss.. Sorry" ucap Clarista, yahh gadis yang menabrak Luna itu adalah Clarista.
"lain kali hati-hati" ucap Luna pada Clarista.
"lagian siapa suruh Lo gatel sama Revan hahh? Lawan gue dulu kalo lo mau deketin Revan".
"kenapa harus lawan kamu, kamu bukan pacarnya Revan kan, iyakan Van?"
"sialan lu ******" Clarista pun menjambak rambut Luna.
Viona memutar bola matanya malas, ayolah tidak bisakah dia menikmati makanannya dengan damai. Keributan ini lagi hanya Karena merebutkan laki-laki, menurut Viona kedua gadis ini sangat murah dan bodoh.
Viona yang geram melihat adegan jambak-jambakan itu pun melerai keduanya dengan memegang tangan mereka yang saling menjambak, tangan kiri Viona memegang sebelah tangan Clarista dan tangan kanannya memegang sebelah tangan Luna setelahnya ia langsung memiting tangan mereka.
"kalian berdua berisik tau ga, ganggu gue makan" bentak Viona.
"jangan jadi cewek murahan yang ngejar-ngejar cowok udah tau cowoknya gak peduli, emangnya kalian hewan anjing apa suka ngejar-ngejar orang?"
"L-lepass, S-sakitt" rintih keduanya.
Viona melepaskan cekalannya "jadi cewek jangan bertingkah murah *****, bikin nafsu makan gue hilang aja anj" lalu Viona pergi meninggalkan area kantin.
Orang-orang yang berada di kantin tercengang melihat action dari Viona, gadis itu cukup gagah. Wait, gagah? Dia seorang gadis namun terlihat gagah, tapi memang seperti itulah adanya.
Revan kini tersenyum miring namun sangat tipis 'lu emang paling beda Vi, salut gue' batin Revan.
...****************...
Disisi lain di Emmerson Corp's.
"mas Abraham ini masakan khusus buat mas loh aku buat penuh dengan cinta"
"saya sudah makan" jawab Abraham datar.
"setidaknya cicipilah mas"
"Monic saya bilang saya sudah makan kenapa kau terus mengganggu ku hahh?" bentak Abraham.
"kenapa mas selalu nolak aku apa kurangnya aku mas?"
"apa kau tidak mengaca Monic?"
"apa apa mas?"
"sejak dulu hanya kau yang tidak melirik ku, ketika semua anak di SMA kita dulu mengidolakan aku kenapa kamu tidak?"
"kamu yang seharusnya kenapa mas, apa kamu rabun sampai tidak bisa melihat aku yang nyaris sempurna ini?"
Monica mulai berjalan mendekat ke arah Abraham dan meliuk-liukan tubuhnya, setelah berada di samping Abraham yang tengah duduk di kursinya Monica berjongkok.
"mas apa kau tidak tergoda dengan tubuh ku ini hm?" tanya Monica yang tengah berjongkok sembari memegang tangan Abraham dan mengarahkan tangan Abraham ke aset kembar miliknya. Saat tangan Abraham semakin dekat dengan gunung kembar milik Monica, Abraham langsung menepis Monica kuat hingga Monica jatuh terduduk di lantai.
"kau tidak sadar atau hatimu sudah gelap Monic hahh?" bentak Abraham sembari berdiri.
"kau mau tau apa kekurangan mu? Kau terlalu murah, lihat tindakanmu barusan tidak ada bedanya dengan ****** di luaran sana"
"sekarang keluarlah dari ruangan saya atau saya panggilkan scurity untuk menyeretmu?"
Monica pun keluar dari ruangan Abraham dengan kesal, dia berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki.
"awas saja kau mas, aku akan membuat mu bertekuk lutut dihadapanku"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments