Hari ini adalah hari Sabtu yang di mana sekolah hari ini libur dan hal itu Viona memanfaatkan untuk fokus mengerjakan pekerjaannya. Viona sudah berhasil meretas data-data rumah sakit itu, Viona membaca satu persatu. Kasus di tanggal itu hanya ada satu kasus seorang ibu yang meninggal setelah melahirkan dan juga anaknya yang menghilang setelahnya.
Rhea Prameswari E. Nama seorang ibu yang melahirkan seorang putri dan meninggal. Di sini Ibu itu terdiagnosis terkena racun yang membuat pandungannya lemah yang di mana hal itu berbahaya saat proses melahirkan, hanya salah satu yang dapat diselamatkan antara ibu atau anaknya saja. Dan sang Ibu memilih untuk menyelamatkan putrinya. Terdapat dua hal yang menjadi tanda tanya Viona, yang pertama fakta bahwa ibu tersebut diracuni siapa yang meracuninya? Dan kedua Apa makna E di belakang nama ibu itu, Apa kepanjangannya ?
Viona Frustasi, bagaimana dia mencari kelanjutannya Kata siapa lagi yang perlu dia retas? Mungkinkah dia mendapatkan informasi dengan Mentari data tentang Rhea Prameswari ini. Viona pun berusaha mencari data Rhea Prameswari Siapa tahu dia mendapatkan informasi mengenai suaminya.
'Not Found' gumam Viona, sial tidak ada data-data mengenai Rhea Prameswari E. Apakah ada seseorang yang memusnahkannya? tapi Siapa?
Ah iya dia baru ingat, sepertinya yang telah memusnahkan data-data Rhea Prameswari E ini adalah orang yang sama yang sudah meracuninya.
krukk... krukk...
Bunyi alarm perut Viona, tanda Dia sedang kelaparan. Dia pun memutuskan melanjutkan nanti saja setelah perutnya terisi. Viona akan makan di luar saja sembari mencari udara segar, kini Viona sedang berada di apartemennya Viona tidak pernah mengerjakan pekerjaannya di rumahnya karena itu terlalu berbahaya, apartemennya lebih aman. Bahkan keamanan apartemen Viona pun ia rancang sendiri dengan Begitu canggihnya bahkan data sewa apartemennya ia manipulasi sehingga tidak ada yang tahu jika apartemen yang Viona tempati itu adalah miliknya.
...****************...
Anggota inti Alexand kini Aduh kejar-kejaran dengan geng motor berandalan. Jumlah mereka tidak sedikit sedangkan anggota Alexand Hanya Ada 5 orang, sebenarnya anggota inti Alexan tadi Tengah berkumpul di rumah Revan lalu mereka berangkat bersama menuju markas. Namun Di tengah perjalanan geng motor berandalan itu mengejar anggota inti Alexand, dan kini terjadilah kejar-kejaran.
" The Dari Blood" geng motor berandalan yang sedang mengejar anggota inti Alexand. mereka adalah dalang kerusuhan yang paling mengerikan, mengapa? bukan hanya kerusuhan biasa melainkan kerusuhan yang berakhir pertumpahan darah. ketika The Dark Blood beraksi maka jalanan akan penuh dengan darah, ya sama seperti nama gengnya yang memiliki arti Darah gelap.
Alexand sebenarnya bukan tandingan The Dark Blood, justru jauh lebih unggul Alexand. Alexand sendiri memiliki tempat rahasia untuk latihan bela diri, Dan mereka juga ahli dalam menggunakan senjata tajam termasuk pistol. Hanya saja mereka tidak pernah menggunakan senjata tajam, mereka akan menggunakan itu di waktu dan kondisi yang pass saja. jika hanya berkelahi dengan anak geng mereka tidak akan mengeluarkan senjata andalan mereka, namun tak ada yang tau sebab itu adalah rahasia mereka.
The Dark Blood tau betapa tangguhnya Alexand justru karena itu saat ini bermain curang, dimana mereka ingin mengeroyok anggota inti Alexand. Revan memberi kode kepada teman temannya untuk mengarahkan The Dark Blood ke tempat Yang sepi, Dia tau The Dark Blood akan selalu mengikuti mereka karena tujuan mereka adalah Fight bersama Alexand.
Dan disinilah mereka di tempat yang sepi masyarakat, Revan tidak ingin membahayakan masyarakat sekitar jadi biarlah mereka yang mendapat banyak luka. Tanpa basa basi mereka langsung memulai pertikaian nya. 15 banding 5 bukan tandingan yang adil kan.
Namun satu per satu Anggota The Dark Blood berhasil di taklukan, namun sisanya masih cukup banyak. Viona yang tadinya tengah lapar dan ingin mencari makanan seketika matanya menangkap para laki laki remaja tengah bertikai. Dan Viona melihat ternyata ada Revan di antara salah satu mereka.
mengingat pertolongan Revan tempo hari Viona berniat untuk membalas budi kepada Revan. Dia tidak mau berhutang budi pada siapapun.Viona pun turun dari motornya dan menghadapi mereka, terdapat musuh yang akan menyerang Revan dari belakang menggunakan pisau, Viona dengan cekatan menahannya dan membanting laki laki itu. Revan yang merasakan ada pergerakan di belakangnya sontak menoleh, ia terkejut melihat Viona tengah melawan salah satu anggota The Dark Blood.
'Viona' tanya Revan dalam Hati
namun setelahnya ia kembali fokus menghajar musuh musuhnya begitu juga dengan Viona yang turut membantu anggota inti Alexand. Arbian, Andrew dan Rafael menyadari kehadiran Viona dan melihat betapa lihainya Viona dalam berkelahi, bahkan ia dapat melawan 3 laki laki sekaligus.
Tak berapa lama The Dark Blood pun kalah, tidak ada yang tersisa semuanya tergeletak lemah di jalanan. Viona yang melihat semuanya sudah beres pun langsung beranjak ke tempat motornya berada, di ikuti Revan yang juga berarti anggota inti Alexand yang lainnya pun mengikuti. Viona yang merasa di ikuti pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap mereka.
"kenapa? " tanya Viona datar dengan kedua tangan yang bersidekap di depan.
"apa yang lo lakuin barusan" ucap Revan tak kalah datar dan terkesan sedikit marah.
"bantuin kalian" balas Viona enteng.
"tapi lo perempuan, ga seharusnya lo berkelahi melawan laki laki yang kekuatan fisiknya jauh lebih besar daripada lo" ucap Revan dengan nada yang sedikit tinggi, laki laki itu kini sedang tersulut emosi.
"gue bukan cewek lemah, dan apa lo bilang? kekuatan fisik mereka lebih kuat dari gue? ga salah liat lo, mereka berhasil gue taklukin"
"tapi kenapa? "
Viona menaikkan alisnya sebelah.
"ck, kenapa lo bantuin kita" lanjut Revan.
" anggap ini balas budi gue karena tempo hari lo nolongin gue, soal ban bocor"
"tapi ban bocor dan perkelahian beda Viona Ardelina" ucap Revan frustasi.
"terserah kata lo, toh gue ga kenapa napa jadi gausah di perpanjang masalah ini" ucap Viona lalu setelah gadis itu kembali beranjak ke motornya dan meninggalkan tempat itu. Revan mengepalkan tangannya, ia merasa kesal entah apa yang membuatnya kesal.
"Van, mending kita ke markas aja dulu" ucap Rafael menepuk bahu Revan.
mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke markas.
"keren sumpah, ga nyangka gue kalo Viona pinter Fight njirr. kayanya gue bakal jadi fans beratnya Viona Ardelina " ucap Arbian.
kini mereka tengah berada di markas.
"iya bener banget jago banget Viona tadi. kira kira yang cocok buat deskripsiin Viona apa ya, Cat women atau wonder women" celetuk Andrew.
"melihat Viona ahli dalam bertarung buat gue penasaran siapa Viona sebenernya, gak mungkin Viona perempuan biasa dari cara dia bertarung" ucap galang
"lilat gak cara Viona tadi memiting tangan lawan, dia mau memitingnya ke belakang leher lawan bukan kayak biasanya yang di meeting di punggungnya, Terus tadi dia salto dan langsung naik ke atas kepala lawan habis tu di banting nya. Cara berkelahinya benar-benar beda cuy jarang gue liat" lanjut galang.
Arbian mengangguk " bener menurut gue cara dia bertarung mirip kaya agen I.S.A"
"sok tau lu bocah" sungut Andrew.
"Dih gue beneran tau, gue pernah nonton film pakistan sama India tentang agen agen rahasia gitu, cara bertarungnya sama kayak Viona tadi" ujar Arbian.
"apa jangan jangan..." Arbian menggantungkan ucapannya.
"jangan jangan apa?" tanya Andrew dan Galang bersamaan
"jangan jangan Viona agen rahasia negara kita, atau Viona sebenarnya orang pakistan dan dia adalah anggota I.S.A" lanjut Arbian.
Andrew melempar Arbian menggunakan bantal yg ada di markas " kebanyakan nonton film lu anjir jadi korban film"
Arbian menggaruk kepalanya yang tak gatal "ya gue kan cuma menduga duga doang hehee ..."
"Dugaan lo berlebihan anjirt"
"Revan, Lo mau gue selidikin identitas Viona Ardelina gak?" tanya Galang.
"Lang, kita aja belom berhasil mecahin teka teki kasus mamanya Revan lu malah gabut nyari identitas Viona" ucap Arbian.
"siapa tau Viona ada kaitannya dengan kasus ini"
"maksut lo Lang?"
"bukannya tadi mamanya Revan bilang ya kalo suara Viona familiar buat mamanya Revan, suaranya sama persis dengan suara hacker yang di temui mamanya Revan itu juga dimana suara yang dikenali oleh mama Rosa"
"siapa tau Viona dan hacker yang di sewa mama Rosa itu adalah orang yang sama" lanjut Galang.
"wihh keren pemikiran lo Lang, kaya detektif konan,Lo lagi cosplay jadi detektif konan Lang?" ujar Andrew.
"boleh,ayo selidiki" ucap Revan.
...****************...
Kini Viona telah kembali ke apartemennya kali ini Viona berusaha mencari identitas lengkap dari suami Rhea Prameswari, Rosa Arsenio hanya mengetahui nama depan suami Rhea itu akan menjadi hal yang sulit untuk dicari.
Viona mendapatkan daftar nama nama yang memiliki nama depan yang sama dengan suami Rhea, Viona mencoba mencocokkan dengan nama belakang Rhea yang berinisial E. Hanya ada 2 yang cocok Erizon dan ....
Viona membelalakkan matanya, tidak mungkin, ini tidak mungkin bukan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments