Diculik

Viona kini tengah berada di perjalanan pulang, Viona juga membawa Leon bersamanya namun di pesawat yang terpisah khusus mengangkut hewan. Robert sudah mengirimkan surat perizinan memelihara Leon jadi mereka membawa Leon.

Dulunya Leon bersamanya di Indonesia hanya saja Leon terancam saat itu jadi Leon di amankan, karena kini musuh yang mengancam Leon sudah berhasil di tangani oleh Cruel Devil dan kebetulan Viona kembali ke Italia jadi sekalian membawa Leon kembali.

Viona tidak akan masuk sekolah terlebih dahulu namun ia akan membuat janji bertemu dengan Revan sebagai Nona Vi, Viona tau jika Nona Vi dan Viona muncul di hari yang sama itu akan membuat kecurigaan Revan semakin memuncak jadi dia harus berhati-hati sekarang.

"Vi" panggil Robert.

"iya kak, kenapa?"

"are you okay?"

Viona mengangguk"I'm okay kak"

"Vi, mama tanya kapan kamu main ke rumah, mama kangen katanya"

"mama Diana ya, nanti setelah anter Leon pulang Viona main ke rumah kakak, tapi Viona gabisa nginep yahh karena ada Leon" jawab Viona yang mendapat anggukan oleh Robert.

Robert paham gadis ini ingin menyalurkan rindunya kepada sahabatnya, sudah 2 tahun mereka berpisah dan bertemu hanya saat libur semester saja itu pun tidak lama.

"Tentang misi bundamu bagaimana, rencana apa yang akan kau lakukan selanjutnya"

"aku akan mencari informasi dari orang rumah dulu kak"

"caranya?"

"aku akan memasang alat menyadap suara di kamar mereka dan juga di ruangan kantor mereka, siapa tahu mereka masih membicarakan tentang kematian bunda"

"mau ku bantu memasangkannya?"

Viona menggeleng "tidak perlu kak, Viona akan melakukannya sendiri keamanan di perusahaan papa dan kakak aku yang buat, jadi akan lebih mudah jika aku sendiri yang mengaksesnya kembali"

"baiklah kau hati-hati "

Keamanan perusahaan Abraham dan Ezra memang menggunakan jasa Viona lebih tepatnya Nona Vi, itu disebabkan perusahaan mereka pernah kecolongan oleh musuh bisnis mereka.

Yang dimana mereka berhasil mengambil strategis bisnis dan menggelapkan dana, sudah berkali-kali Abraham maupun Ezra berusaha membuat keamanan dan mencoba menyewa berbagai ahli IT namun mereka tetap kecolongan hingga akhirnya Nona Vi menawarkan diri untuk memberikan akses keamanan untuk mereka.

Viona yang tidak sengaja mendengar pembicaraan papa dan kakaknya yang membahas tentang bisnis mereka yang kebobolan yang akhirnya Viona berinisiatif memunculkan Nona Vi kepada mereka, Viona mengikuti papa dan kakaknya.

Hingga di waktu yang tepat ketika papa dan kakaknya membahas hal itu di sebuah restoran dan Viona berpura-pura seolah-olah mereka kebetulan bertemu dan Nona Vi pun tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

Namun entah memang kakak dan papanya tidak mengenali Viona atau mereka terlalu kalut dengan masalah bisnisnya hingga tidak memikirkan bahwa Nona Vi memiliki kesamaan dengan Viona seperti apa yang dilakukan oleh Revan.

Namun Viona pun berpikir bahwa bagaimana papa dan kakaknya bisa mencurigai Nona Vi adalah Viona, sedangkan mereka saja tidak Sudi memperhatikan dirinya. Mereka menatap Viona ketika mereka sedang marah atau sedang memukulinya itu pun mereka hanya menatap mata biru milik Viona.

"apa gue cari berkas rumah sakit itu di gudang berkas? Jika data online gaada pasti masih ada data cadangan offline bukan? Kayaknya gue coba cari berkas di rumah sakitnya semoga ada"

...****************...

Tuan dan Nyonya Arsenio sudah pulang pagi ini, Rosa yang merindukan cucunya ingin menghabiskan waktunya untuk cucu pertamanya selagi putrinya di rumah. Namun naas, kejadian tak terduga menimpa mereka.

"sial, bagaimana kita bisa kecolongan"

"Hiks, Axel cucu Oma, hiks bagaimana ini pa?" tangis Rosa.

"kenapa ini terjadi lagi, dulu Zavera sekarang anaknya Zavera. Pa bagaimana ayo cari Axel pa"

"ma, mama yang sabar yahh mama tenang dulu"

"mama gak becus jagain Axel, Zavera pasti marah sama mama pa"

"mama!.." teriak seorang wanita yang baru saja masuk ke mansion Arsenio.

Wanita itu langsung memeluk Rosa, Zavera kini memeluk ibu tercintanya. Memberi kehangatan serta ketenangan untuk mamanya itu, Zavera tahu mamanya akan syok dan Zavera takut trauma mamanya akan kembali lagi.

"Ma, mama yang tenang yahh Axel pasti ketemu kok, Axel pasti baik-baik saja oke. Mama yang tenang Dion sudah kerahkan anak buahnya buat cari Axel, juga bodyguard Arsenio sudah berpencar mencari Axel kan? Mama yang tenang dulu, tenang"

Zavera juga khawatir akan keberadaan putranya, namun ia juga tak bisa mengabaikan syok yang di alami mamanya. Zavera cemas namun tak dia tunjukkan, Zavera tidak ingin membuat syok mamanya semakin menjadi sungguh Zavera tidak ingin melihat mamanya harus di rawat di rumah sakit jiwa lagi ia tak sanggup.

Tak lama kemudian Revan pun baru datang setelah pulang dari sekolahnya ia langsung menghampiri mama dan kakak perempuannya, Revan tak kuasa melihat 2 wanita yang sangat ia sayangi menangis pilu seperti ini. Revan menghampiri sang papa.

"pa bagaimana kejadiannya? Bagaimana bisa kita kecolongan"

"mama mu bilang bahwa Axel diculik oleh orang yang menyamar sebagai kurir paket, awalnya mama dan Axel sedang bermain di halaman depan rumah lalu ada kurir paket yang mengatakan bahwa ada paket atas nama kakakmu, saat mama lengah dan mengambil paket itu Axel langsung dirampas oleh kurir paket dan dia langsung kabur bahkan motor yang dia gunakan tertinggal di depan gerbang dia langsung masuk ke mobil dan berhasil lolos"

"papa sudah lacak plat nomor mobil penculik itu?"

"sudah tapi nyatanya plat nomor mobil itu palsu Van, bahkan scurity dan bodyguard kita yang mengejar mereka pun kehilangan jejak"

"mobilnya jenis apa pa?"

"Mobil Avn"

"kalo gitu Revan sama anak-anak Alexand akan bantu cari" setelah mendapat anggukan dari papanya Revan menghampiri kedua wanita kesayangannya "Ma, kak Revan janji akan membawa Axel pulang, Revan ga akan pulang sebelum Axel sudah berhasil Revan temukan" setelah memeluk mama dan kakaknya Revan langsung pergi sebelum itu ia menghubungi inti Alexand untuk menyuruh semua anggota Alexand berkumpul untuk membuat strategi mencari Axel keponakannya.

Alexand, bodyguard pribadi Arsenio dan anak buah Dion satu pun belum mendapatkan jejak dari penculik Axel, hingga menjelang sore. Rosa Arsenio kini tengah tertidur dengan obat penenang karena semenjak hilangnya Axel hingga hampir sore Rosa teruk berteriak dan menangis sehingga Arya menelfon dokter untuk menenangkan istrinya.

Arya dan Zavera menjaga Rosa, dan juga penjagaan yang ketat serta mengerahkan beberapa anggota polisi di mansionnya. Mereka takut jika akan ada teror lainnya dan itu akan membuat keadaan mental Rosa semakin terguncang. Polisi tidak bisa bergerak mencari Axel karena belum 2x24 jam anak itu menghilang karena itu adalah prosedur yang telah di tetapkan. Sehingga mereka hanya bisa membantu memberikan penjagaan pada kediaman Arsenio selagi para bodyguard Arsenio bertindak.

Disisi lain, Viona yang baru saja sampai mengerutkan dahinya sebab Revan membatalkan pertemuannya. Bukankah Revan sendiri yang mengatakan bahwa ada keadaan yang genting, namun kenapa tiba-tiba laki-laki itu membatalkannya? Sia-sia dia langsung kembali pulang setelah berhasil mengambil kembali markasnya di Venice, jika tahu begini Viona memilih berdiiam sementara waktu di Venice berjalan-jalan disana bersama sahabat kesayangannya.

Viona kini akan pulang ke mansionnya sendiri, selain Apartemen Viona juga memiliki mansion bak istana juga yang pastinya semua fasilitas disana menggunakan teknologi canggih. Viona membangun Mansion itu dengan designnya sendiri dan membangun Mansion itu bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga dengan Leon karena tidak mungkin ia membawa ke rumah papanya.

Ketika sedang diperjalanan ponsel Viona berdering, Viona melihat nama sang penelpon ternyata salah satu anak buah kepercayaan Robert yang diperintahkan memantau keluarganya dan keluarga Arsenio. mengapa Viona meminta untuk memantau keluarga Arsenio juga? Sebab Rosa Arsenio adalah sahabat bundanya yang pastinya sangat menyayangi bundanya terlihat dari raut wajah kesedihannya dan penyesalannya karena tak bisa membantu sang sahabat.

"ya, ada apa?"

"......................."

"apa? Bagaimana bisa?"

"......................."

"kau tahu siapa pelakunya?"

"......................"

"sial, lacak semuanya dan cari jejaknya sekarang juga" geram Viona lalu menutup telponnya secara sepihak.

Robert yang duduk disebelah kemudi melihat Viona melalui kaca spion tengah mobil "ada apa Vi, apa yang membuat mu kesal?"

"Cucu Tante Rosa diculik"

"APA? BAGAIMANA BISA?" teriak Robert Heboh.

"Cl, kakak bisa ga sih gausah teriak-teriak, teriaknya biasa aja dong" ucap Viona yang tengah menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

"Hehe maap Dek, Reflek"

Viona memutar bola matanya jengah, bagaimana bisa orang yang mengajarinya ilmu Intel, IT, bela diri dan hal lainnya hingga ia jadi seperti ini dia adalah orang yang super duper heboh. siapa sangka jika Robert yang terlihat menyeramkan sebenarnya adalah pelawak dan si tukang heboh.

Namun tak dipungkiri jika Robert dalam mode serius memang begitu tegas, jika latihan bela diri dengan laki-laki itu maka kalian akan berasa sedang berada di pelatihan militer.

"kak setelah kita bawa Leon pulang kita harus ikut bergerak"

"kenapa ga sekarang aja?"

"terus mau bawa Leon mangsa musuh gitu? Aku gamau yahh Leon di jauhin dari aku, peraturan disini beda sama di Italia ya kak mohon maap, dan di Italia kita punya kuasa sedangkan disini kita semua still private"

"iya iya bawel, seandainya orang-orang yang kenal kamu sebagai gadis pendiam seribu bahasa sebenarnya gadis yang bawel pake banget"

"diem ga? Mau berurusan sama cewe pms kak?"

Seketika Robert menggelengkan kepalanya lemah ketika tahu adiknya itu tengah pms, meski Viona bukan adik kandungnya tapi ia sangat tau gadis itu akan 10 kali lipat lebih menyeramkan daripada biasanya.

'mampus tuh si penculik cucunya Tante Rosa, bakal abis digerogoti Viona yang mode pms gini, siap-siap aja dah buat kalian semoga tuhan melindungi kalian. Eh tapi kan mereka penjahat kenapa gue doain penjahat bego' ucap Robert bermonolog dalam hati.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!