Duet?

"gue makin penasaran Ama Viona, dia tuh misterius banget gaada yang tau identitas asli Viona, bahkan di data-data sekolah juga"

"gue cek alamatnya tuh mengarah ke rusun"

"data-data Viona sangat kuat sama halnya dengan nona Vi"

Keluh galang di depan komputernya.

"atau mungkin untuk mastiin kita buat nona Vi dan Viona berada di satu tempat yang sama, kalo mereka sama-sama ada itu berarti mereka dia orang yang berbeda"

"gimana caranya kita bisa buat mereka berada di tempat yang sama, susah kali gal"

"dan juga gaada alasan buat manggil mereka"

"Van gimana kalo Lo ngajak nona Vi ketemuan, gue sama Andrew nanti bakal nguntit kalian berdua pass dia pulang gue sama Andrew ngikutin nona Vi supaya kita tau dimana rumahnya, kita pake cara loh yang ga sempet lo pake karena nyokap lo itu"

"boleh juga, tapi gue rasa itu juga sulit"

"sulit kenapa Van?"

"gue yakin jiwa intel nona Vi itu kuat, jadi dia bisa mendeteksi keberadaan Lo kalau lo kentara ngikutin dia"

Arbian menghelas nafasnya berat "kenapa gue jadi berasa kayak agen yang ngincer Mafia sih, susahnya bikin gue geleng-geleng"

"padahal cuma cewek loh cewek, tapi kita gaada satu pun yang bisa dapet informasi tentang seorang cewek" ucap Arbian Frustasi.

"apa kepala sekolah atau guru wakakesiswaan tau siapa orang tua Viona?"

Revan mengendikan bahunya.

"gue kemarin ngikutin Viona ke TPU"

"Anj, ngapain Lo?"

"Viona ngapain ke TPU? Pesugihan dia?" sahut Andrew.

"dia ke makam bundanya"

Sontak semuanya terkejut, 1 fakta baru lagi dari Viona.

"terus Lo tau siapa nama bundanya?"

"Enggak"

"kenapa Lo gak liat sih nama di batu nisannya"

"maunya gitu, tapi di cegah sama Viona"

"kok bisa?"

"gue ke tangkap basah"

"itu artinya Viona punya kepekaan yang tajem, bisa jadi juga punya jiwa intel yang sama seperti nona Vi. Semakin kesini kok semakin kesana ya"

Kelimanya menghela nafas berat, misi ini cukup menguras pikiran mereka yang juga berdampak kepada tegana fisik mereka. kenapa mencari informasi tentang seorang gadis saja tidak bisa mereka lakukan, padahal mereka sudah sering meretas data-data musuh mereka entah musuh sesama SMA atau bahkan musuh yang lebih hebat seperti peneror, pembunuh bayaran dan semacamnya yang lain.

"atau coba kita cek aja Van, Lo masih inget kan TPU mana"

Revan mengangguk.

"Lo masih ingetkan titik pasti makamnya"

"Entahlah"

"mending di coba dulu"

"kita pasti tau kalau itu makam bundanya Viona dari bunga yang Viona taruh di makamnya"

"bunga apa?"

"bunga tulip putih"

"bagus, ayo kita berangkat"

...****************...

"anjir, ini mah gak mudah bangsul" dengus Arbian sembari matanya beredar ke segala penjuru.

"iya gimana kita bisa tau yang mana makam bundanya Viona, kalo semua makam yang ada disini sama-sama ada bunga tulip putih"

"bagaimana bisa?" lirih Revan.

Dia ingat betul kemarin semua makam disini tidak terdapat bunga tulip yang sama, tapi kenapa hari ini semua makam memiliki hiasan yang sama persis?.

"Van" ucap Rafael sembari menepuk pundak Revan, Rafael berusaha menguatkan sahabat kecilnya ini.

"Mending kita berpencar" titah Rafael.

"Hufftt yaudah deh di coba dulu" lalu mereka semua pun berpencar, entah apa yang mereka cari mereka saja tidak tau nama makam yang mereka cari.

"gimana caranya bisa tau makam nyokapnya Viona namanya aja gatau setidaknya nama depannya, ini sama sekali gatau" Sungut Arbian sembari terus melangkah mengamati setiap makam yang ia lewati.

"tapi kok bisa semua makam yang ada disini tiba-tiba ada hiasan bunga yang sama semua, bunga tulip putih pula, aneh"

"Eh eh eh tunggu" Arbian pun berhenti melangkah dan berhenti di satu makam.

"Revan, Rafael, Andrew, Galang" teriak Arbian.

yang dipanggil pun langsung beranjak mendekati Arbian.

"apaan sih lo teriak-teriak, ntar kalo penghuni disini pada bangun gak lucu tau" sungut Andrew.

"itu" ucap Arbian yang terus menatap satu makam sembari menunjuknya.

semuanya pun melonjak kaget "ini..."

"makam sahabat mama" lirih Revan.

"Van kabari nyokap lo dan bilang kita udah nemuin makam sahabatnya" ucap Refael yang di angguki oleh Revan.

Revan pun mengabari mamanya, namun tak kunjung di angkat akhirnya Revan hanya meninggalkan pesan di aplikasi hijau dengan foto makam almarhumah sahabat mamanya.

"gimana?" tanya Rafael.

"gak diangkat, tapi gue udah kirim wa ke mama"

"kalo makam sahabat mama Lo disini dan makam nyokap Viona juga disini kayak dunia sempit banget ya, kebetulan yang gak di duga" ucap Arbian.

"Atau nyokapnya Viona itu ibu Rhea?" tanya Galang.

Mereka berlima pun saling menatap satu sama lain, sedangkan disisi lain di balik pohon besar dan tua tanpa kelima orang itu sadari ada yang mengawasi mereka.

"sudah gue duga kalian pasti cari tahu sampe kesini"

...****************...

"untuk praktek seni budaya, saya ingin kalian membuat kelompok. kelas ini jumlah muridnya 39 jadi 1 kelompok 6 orang"

"Terserah kalian mau menampilkan apa entah menari, paduan suara, nyanyi, puisi berantai atau kesenian lainnya" ucap pak Retno guru seni budaya.

"pak kalau nyanyi berarti menampilkan band boleh?" tanya Arbian.

"Boleh boleh, karena nanti kalian akan mempraktekkannya di aula sekolah, drama pun boleh"

"drama Korea pak?" tanya Andrew.

"Terserah yang penting tidak vulgar"

"paham tugas dari saya? Boleh campur laki-laki dan perempuan"

"baik pak"

"yasudah Kalian diskusi dan cari kelompok sendiri saya tinggal ke kantor jangan rame"

Murid-murid pun berdiskusi membuat kelompok masing-masing setelah pak retno keluar kelas, semua murid sibuk diskusi beda halnya dengan inti Alexand dan Viona yang hanya diam di bangkunya masing-masing.

"Vi Lo sekelompok sama kita kan? Jadi pas 6 ya kan Vi" ucap Arbian sembari menghadap ke Viona.

"Hm" balas Viona singkat.

Viona tidak peduli mau dia sekelompok sama siapa, meski dia harus berkelompok sendirian pun dia tak masalah.

"gimana kalo kita nampilin band aja ya kan, pas personilnya kita"

"gue gitar, Andrew bas, Rafael Keyboard, Galang drum"

"Revan gitar plus vokal, Viona Lo bisa apa dalam hal musik?"

"piano, Viola, gitar juga bisa" Jawab Viona dengan nada datar khasnya.

"Vi Lo bisa nyanyi gak?" kini Andrew yang bertanya.

"nah kan Sabi kalo lu duet sama Revan"

"gamau"

"ayolah Vi"

"gue gabisa nyanyi" ucap Viona.

"yahh"

Rafael menaikkan sebelah alisnya "bukannya Lo sering ke studio musik sekolah sebelum pulang dan Lo main piano sambil nyanyi?"

Arbian, Andrew, Galang, dan juga Revan terkejut atas apa yang di ucapkan oleh Rafael.

"gue gak sengaja liat lo ngendap-ngendap masuk, suara Lo bagus menurut gue Lo duat aja sama Revan" lanjut Rafael.

Viona hanya diam saja, dia merutuki dirinya bagaimana bisa ada yang mengetahui kebiasaan datang ke studio musik. Jika begini dia harus apa?

"Lo jadi vokalis bareng gue, titik gaada penolakan" titah Revan tegas nan datar.

"hm serah"

"oke fix, jadi kapan kita mulai latihannya?"

"hari ini" ucap Revan sontak membuat semuanya terkejut, ada apa dengan Revan? Tumben sekali di gerak cepet begini?

Viona seketika menatap Revan begitu juga dengan Revan sehingga mereka saling beradu tatapan, mata amber milik Revan bertemu dengan mata biru milik Viona namun keduanya sama-sama menatap tajam.

Dan disinilah mereka sekarang, meski tadi banyak perdebatan tanda tak setuju jika harus mulai latihan dari sekarang namun siapa yang bisa membantah Revan? Viona bahkan hendak kabur tadi dengan mengendap-endap untuk pulang saat bel pulang sekolah berbunyi, namun Revan menariknya ke ruang studio.

Viona yang malas pun terpaksa mengikuti kemauan Revan Arsenio.

"kita mau bawain lagu apa?" tanya Galang.

"gimana kalo lagunya HIVI?" saran Andrew.

"boleh juga tuh"

"yang judulnya apa?"

"mata ke hati bagus gak tuh? Kan identik sama anak SMA kayak kita"

"Revan,Viona gimana? Kan kalian vokalisnya "

"boleh" jawab Revan.

"hm" Viona hanya berdehem saja, sungguh dia pasrah saja.

Terpopuler

Comments

Dwi Sulistyaningsih

Dwi Sulistyaningsih

wkwkwk🤣

2024-02-08

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!