"Vi kita langsung menyerahkan mereka ke polisi atau ke Tuan Arsenio"
"sebaiknya ke tuan Arsenio, saat cucu mereka sudah bisa di bawa pulang kita datang ke kediaman Arsenio dengan mengembalikan bayinya serta menyerahkan mereka semua pada tuan Arsenio"
"baiklah, mau ku antar ke rumah sakit?"
"tidak usah kak, kakak disini urus mereka nanti aku akan memberi kabar pada kakak" Robert mengangguk sebagai jawaban iya untuk Viona.
Viona pun kembali ke rumah sakit dengan penyamaran sebagai nona Vi, Viona berjaga-jaga agar tak ada yang mengenalinya. Tak butuh waktu lama Viona pun telah sampai, ya dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Reynan, bagaimana keadaan cucu Arsenio?"
"dia sudah cukup membaik, suhu badannya sudah kembali normal hanya saja dia belum sadar"
Viona mengangguk dan duduk di kursi samping brankar, sembari mengelus bayi itu sayang.
"menjijikkan sekali orang yang memerintahkan menculik bayi, apa dia tidak waras?"
"benar, tebakan saya mungkin orang itu sudah gila harta hingga hatinya tertutup" sahut Reynan.
"bukan tertutup lagi Rey, tapi udah buta itu namanya, gila tuh orang"
"Vi, kau yang akan menyerahkan cucu Arsenio langsung pada mereka?"
"iya aku akan menyerahkan langsung sebagai Vi, keluarga Arsenio akan bertanya kepada kalian, kalian ini siapa? apa yang akan kalian jawab, dan mereka pasti bertanya darimana kalian tahu tentang menghilangkannya cucu Arsenio dan bisa menemukan cucu Arsenio bahkan mereka sendiri tidak bisa?"
"lalu apa jawabanmu untuk pertanyaan pertanyaan itu?" Reynan kagum dengan pemikiran Viona, dia sudah memikirkan hal hal yang kemungkinan terjadi ke depannya.
"jawaban ku? Aku akan mengatakan bahwa aku mencari tahu tentang mereka sebab Revan yang awalnya mengajak bertemu namun seketika membatalkannya begitu saja"
Reynan mengangguk, ada untungnya juga Viona bekerja sama dengan keluarga Arsenio meski sebenarnya kasus itu adalah kasus pribadi Viona namun keluarga Arsenio tidak mengetahuinya.
Waktu menunjukkan pukul 23.35, cucu Arsenio telah siuman 2 jam yang lalu. Dan kini bayi itu tengah bermain dan bercanda dengan Viona. Siapapun yang melihat interaksi w manusia itu pasti akan mengira mereka adalah anak dan ibu, Reynan yang melihat hal itu tersenyum senang. Selama mengenal Viona baru kali ini dia melihat gadis itu tersenyum manis dan tertawa sebahagia itu, Reynan diam diam mem vidio momen langkah itu dan mengirimkan kepada Robert.
"Permisi" ucap sang dokter yang baru masuk ke ruang rawat inap.
"iya dok silahkan" ucap Viona yang langsung berdiri membiarkan dokter itu memeriksa cucu Arsenio, namun bayi itu merengek ketika Viona menjauh dan memanggil Viona dengan mengatupkan tangannya.
"Bu, sepertinya dia tidak mau jauh" dari anda. Anda bisa berada di sampingnya saja" ucap sang dokter.
Viona pun mendekat ke sebelah bayi itu, setelahnya bayi itu tersenyum bahkan dia memegang tangan Viona seolah-olah tidak ingin lepas dari Viona. Itu semua tak luput dari pengawasan Reynan, ia kagum Viona bisa secepat itu akrab dengan Cucu Arsenio bahkan cucu Arsenio tidak ingin jauh dari Viona sepertinya meskipun gadis itu adalah gadis yang cuek, dingin tak dipungkiri tapi dia memiliki sifat keibuan, terbukti dari cucu Arsenio yang begitu lengket kepada Viona.
"dia sudah membaik tapi harus selalu di cek keadaannya 2 hari sekali, dia sudah boleh pulang" jelas sang dokter setelah memeriksa bayi itu.
"malam ini sudah boleh pulang dok?"
"boleh tapi ini sudah larut malam apa tidak sekalian besok"
Viona menggeleng"kasian dok nanti neneknya nyariin, saya belum beri kabar soalnya karena lebih baik setelah kita pulang saja"
Dokter mengangguk "baiklah silahkan boleh pulang dan hati-hati, beri dia asi setelah sampai di rumah nanti itu akan menetralisir obat bius itu"
"terimakasih dok"
"baik sama-sama, saya pergi dulu semoga lekas sembuh ganteng" ucap dokter pada bayi itu yang hanya di jawab gelak tawa oleh bayi itu.
"Rey kita kembalikan bayi ini ke keluarganya, kabari kak Robert untuk bersiap-siap pergi ke kediaman Arsenio aku akan mengurus administrasinya"
"Vi biar aku yang mengurus administrasinya kau pasti repot dengan bayi di gendonganmu, hubungilah kak Robert"
Viona mengangguk, ia pun menelpon Robert "halo kak cucu Arsenio sudah bisa pulang, kita bertemu di sekitaran komplek Kediaman Arsenio lalu kita akan bersamaan ke kediamannya"
Skip...
Kini mereka telah sampai di kediaman Arsenio, ramai penjagaan di sekitar kediaman Arsenio. Melihat mereka dihadang bodyguard dan juga polisi Viona langsung turun dengan bayi di gendongannya.
"saya Vi ahli IT yang bekerja sama dengan keluarga Arsenio, disini saya mau mengembalikannya cucu mereka dan ingin menyerahkan penculik cucu mereka" jelas Vi pada mereka.
Mereka mengangguk dan salah satu bodyguard Arsenio menelfon seseorang, mungkin menelfon Tuan Arsenio untuk memberi kabar. Viona pun menunggu begitu juga dengan Robert dan Reynan yang tengah berada di sisi kanan kiri Viona yang tengah menggendong cucu Arsenio, tak lama kemudian keluarga Arsenio keluar.
"Axel!!" Teriak dua orang wanita, yang satu wanita paruh baya yang satu lagi wanita dewasa yang mungkin sekitar 25 ke atas.
Viona menyerahkan bayi itu pada wanita dewasa yang mungkin adalah ibunya pikir Viona.
"Axel, sayang Kamu baik-baik aja kan?"
"cucu Oma akhirnya pulang"
Viona tersenyum sangat tipis di balik masker hitamnya. Hatinya menghangat melihat itu, andai keluarganya seperti keluarga ini mungkin dia akan sangat bahagia.
'Van Lo beruntung punya keluarga yang lengkap dan hanya kaya gini, ga kaya gue' batin Viona.
"terimakasih nona Vi sudah membantu menyelamatkan cucu saya"
"sama sama nyonya Rosa, saya hanya tidak sengaja melihat mobil Avn yang mencurigakan waktu saya di perjalanan tadi. Waktu saya ikuti ternyata mereka membawa seorang bayi, saat saya selidiki saya terkejut ternyata bayi ini adalah cucu anda jadi saya dan anak buah saya berusaha membebaskan cucu anda, itu saja"
Reynan yang mendengar penjelasan Viona melongo, bagaimana tidak. Dia mengatakan alasan yang berbeda dengan apa yang dia katakan ketika masih di rumah sakit, Reynan tak habis pikir Viona memiliki banyak alasan.
"ah begitu, sekali lagi terimakasih"
Viona mengangguk dan ia teringat akan pesan dari dokter tadi "ah iya saya tadi sempat membawa cucu anda ke rumah sakit untuk di periksa, penculik itu memberikan obat bius yang sangat keras kepada cucu anda sehingga tadi dia harus di infus tapi untungnya masih belum lama jadi bisa di tangani, dan dokter berpesan untuk memberikan asi yang banyak pada bayi nya untuk menetralisir obat bius itu dan dia harus di cek keadaannya 2 hari sekali"
Mereka semua mengangguk kecuali Revan yang sedang memperhatikan Viona dengan Intens, dengan tangan yang ia silangkan ke depan seolah-olah sedang mengintrogasi pelaku. Viona yang di tatap seperti itu tidak menghiraukan sama sekali.
"terimakasih nona telah mau repot-repot memeriksakan putra saya" kini Zavera yang bersuara.
"tidak masalah, kalau begitu saya serahkan para penculik ini kepada kalian. Saya dan Rekan rekan saya ingin pamit pulang karena sudah larut malam" ucap Viona yang di angguki oleh keluarga Arsenio sedangkan Revan, dia masih betah di posisi awal yang menatap Vi intens bahkan hingga gadis itu pergi dari pandangannya.
'jika nona Vi muncul, apakah besok Viona juga muncul. Jika iya maka mereka pasti orang yang sama' tanya Revan dalam hati.
...****************...
Kini saatnya telah tiba untuk XII IPA 1 menampilkan karya seni untuk memenuhi nilai pelajaran kesenian mereka. Inti Alexand dan Viona kini tengah latihan di studio musik karena Viona tidak masuk sekolah selama 3 hari di hari dia masuk adalah Hari H -1 dari acara kesenian mereka.
Viona sengaja setelah 2 hari tidak masuk karena ia berpergian ke Italia dan menambah hari lagi tidak masuk agar Revan tidak curiga jika menghilangnya Viona bersamaan dengan Nona Vi, saat hari ketiga Viona tidak masuk dia melakukan pertemuan dengan Revan menggantikan pertemuan mereka yang tertunda akibat penculikan kemarin.
"Keren Lo Vi meski gak banyak latihan tapi Lo udah kayak penyanyi profesional sumpah, ga jadi marah gue" ucap Arbian.
Semuanya mengangguk tanda setuju dengan apa yang di katakan Arbian.
"yaudah ayo kita ke Aula Siap-siap, perlengkapan kita ada dimana?" tanya Galang.
"udah Di belakang aula, nanti pas mau tampil tinggal pasang ae"
"oke"
semuanya pun kini menuju ke aula. Setelah semua murid XII IPA 1 berkumpul Acara pun di buka oleh ketua kelas dan Pak Retno selalu guru kesenian. Setelahnya satu persatu murid tampil, ada yang menampilkan tari tradisional, drama, paduan suara, drama kolosal.
Giliran kelompok Inti Alexand dan Viona yang akan tampil, seketika semua murid XII IPA bersorak meriah karena Most Wanted SMA Garuda akan tampil.
"saksikan penampilan dari Band Vilandria" sambutan dari Arbian.
Mereka pun mulai memainkan musiknya.
tak pernah kurasakan cinta begitu hebatnya sebelum ku kenal kamu Dunia ku Kelabu
Dan kau bawakan cinta yang t'lah lama ku nanti
Revan menatap ke Arah Viona, sedangkan Viona masih fokus menatap ke arah penonton. Membuat para penonton histeris melihat gerak gerik Revan, suara mereka berdua pun sangat merdu di dengar.
"Viona yang di tatap gue yang baper" ucap salah satu siswi.
"Iya njirr, bisa bisanya Viona ga mleyot kalo gue jadi Viona dah gagal Fokus" begitulah Celetukan dari para Siswi.
Oh, kasih ku, kau membuat jatuh cinta dari mata turun dan ke hati tawamu buat aku tersenyum lagi oh, kasihku, kau membuat indah hidup yang di jalani, oh-oh ku yakini hati, kau paling berarti
Kini Revan bernyanyi sendiri sembari mendekat ke arah Viona dan menatap gadis itu intens.
Hanya kamu satu satunya yang ada di hati andai saja kita berdua bersama selamanya
Viona dan Revan kembali bernyanyi bersama lagi dengan Revan yang menggenggam tangan Viona dengan erat, Viona terkejut dengan gerakan Revan tiba tiba namun dia berusaha profesional dan tetap fokus bernyanyi. Pastinya hal itu membuat suasana semakin riuh dan heboh.
"Anjir so sweet dah, Viona yang di pegang gue yang gemeter"
Dan kau datang bawakan cinta yang t'lah lama ku nanti
Oh, kasihku, membuat cinta jatuh dari mata dan turun ke hati tawamu buat aku tersenyum lagi
Oh, kasihku, kau membuat dunia indah dijalani, oh-oh kuyakini hati, kau paling berarti
Angin seakan membawa ku
Dan kau curi curi hatiku
Kasih maaf bila aku jatuh cinta (Revan mengelus kepala Viona dengan lembut)
Hoooo Hoooo
oh, kasihku, kau membuat cinta jatuh dari mata dan turun ke hati tawamu buat aku tersenyum lagi
Oh, kasihku, kau membuat dunia indah dijalani, oh-oh kuyakini hati, kau paling berarti
Revan memegang dagu Viona dan mengelus dagu Viona, membuat suasana makin riuh dan heboh. Bahkan inti Alexand yang lain pun melongo dan terkejut, saat latihan tidak ada sama sekali interaksi keduanya namun saat tampil kenapa Revan berubah jadi Romantis begini meski ekspresi wajahnya masih datar.
Oh, kasihku, kau membuat cinta jatuh dari mata dan turun ke hati tawamu buat aku tersenyum lagi
Oh, kasihku, kau membuat indah dunia yang dijalani, oh-oh kuyakini hati, kau paling berarti
Revan menggenggam tangan Viona dengan erat.
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Dari Mata, Turun ke hati
Mereka pun mengakhiri lagi mereka dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah begitu juga dengan pak Retno yang bertepuk tangan sembari berdiri.
"Gila suara mereka bagus banget, The Best sih"
"iya, diliat liat mereka cocok yah kalo jadi Couple"
"sebenernya hati gue terpotek sih, tapi kalau mereka berdua kaya nya bakal gue dukung couple Revi"
"apaan tuh?"
"Revi, Revan Dan Viona"
Begitulah Celetukan para siswa dan siswi menilai penampilan dan chemistry antara Viona dan Revan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments