𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘈𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴𝘴 𝘥𝘪 𝘚𝘔𝘈 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢. 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘫𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘱𝘶𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴𝘴 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘳𝘰𝘭𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘭𝘢𝘴𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘚𝘔𝘈 𝘎𝘢𝘳𝘶𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘩𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩.
𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨. 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘨𝘢𝘣𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘯𝘥𝘢𝘩. 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘪𝘥 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪. 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘵𝘪 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪, 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘩𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 Viona.
𝘋𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝐗𝐈𝐈 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪, Viona 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘵𝘪 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢𝘯𝘥 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴. 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘵𝘪 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭 Viona, 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 Viona 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘩𝘶 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘯𝘨 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢𝘯𝘥.
..."𝘸𝘪𝘥𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘱𝘦𝘵 𝘫𝘢𝘤𝘬𝘱𝘰𝘵 𝘶𝘺𝘺? " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘥𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢𝘢n...
..."𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘪𝘥𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪, 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘢𝘫𝘢𝘪𝘣𝘢𝘯"...
"𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘈𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘵?" 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨
"𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 Viona Ardelina"
"𝘑𝘢𝘤𝘬𝘱𝘰𝘵 𝘴𝘪𝘩 𝘑𝘢𝘤𝘬𝘱𝘰𝘵, 𝘭𝘶 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘣𝘰𝘴𝘴 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘮𝘢 𝘵𝘶𝘩𝘩 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘬𝘶𝘭𝘬𝘢𝘴 " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘢𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘱𝘶𝘬 𝘣𝘢𝘩𝘶 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯.
𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬 𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘢𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸
"𝘨𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘴𝘪𝘩𝘩 𝘨𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘬𝘶𝘭𝘬𝘢𝘴 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘶𝘭𝘬𝘢𝘴, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘬𝘦𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘣𝘦𝘬𝘶 𝘯𝘫𝘪𝘳"𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨.
"𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘬𝘶? " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸
"𝘺𝘢𝘪𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 2 𝘬𝘶𝘭𝘬𝘢𝘴 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘪𝘯 1? 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘣 𝘶𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘵𝘶𝘩"
"𝘌𝘬𝘩𝘦𝘮" 𝘋𝘦𝘩𝘦𝘮 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 3 𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘪𝘣𝘢𝘩. 𝘯𝘢𝘮𝘱𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘵𝘢 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘨𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘨𝘦𝘯𝘨 𝘈𝘭𝘦𝘹𝘢𝘯𝘥 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 1 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘰𝘯𝘪𝘭 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘎𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸.
𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘴𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘰𝘬 𝘥𝘪 𝘪𝘮𝘶𝘵 𝘪𝘮𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘤𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘨𝘦𝘴𝘢𝘯.
"𝘦𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘰𝘴𝘴 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨, 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘣𝘰𝘴𝘴" 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 Revan 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭.
𝘎𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 "𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘺𝘢 𝘭𝘶, 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘢𝘫𝘢"
𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘪𝘣𝘢𝘩𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘬𝘶𝘬 𝘭𝘦𝘩𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘵𝘢𝘭.
"𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴? " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 Revan 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵, 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘰𝘯𝘨𝘰 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶.
"𝘩𝘢? 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴? " 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘱𝘶𝘬 𝘫𝘪𝘥𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢, "𝘰𝘩𝘩, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝐗𝐈𝐈 𝘐𝘗𝘈 𝐈" 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘶𝘯𝘨 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸.
𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 Revan 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘥𝘪 𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭.
"𝘈𝘯𝘫**𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘬𝘦 𝘢𝘣𝘢, 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘫𝘢" 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘶𝘵 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸.
𝘎𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘫𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘢𝘣𝘢 𝘢𝘣𝘢.
𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘮𝘱𝘢𝘵 "𝘬𝘢𝘮𝘱𝘳𝘦𝘵 𝘩𝘦 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘭 𝘨𝘸 𝘥𝘪 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪𝘢𝘯, 𝘤𝘬" 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶𝘭 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.
𝘴𝘦𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝐗𝐈𝐈 𝘐𝘗𝘈 𝐈 Revan 𝘥𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘩𝘦𝘣𝘰𝘩, 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘳𝘪𝘢𝘬, 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘰𝘯𝘨𝘰, 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘰𝘵𝘰𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘪𝘭𝘦𝘳𝘢𝘯. 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘦𝘴𝘰𝘯𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 Revan Arsenio?.
𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘤𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘰𝘴𝘰𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘛𝘒, 𝘣𝘶𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘯𝘵𝘪𝘬, 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘪𝘯𝘬 𝘯𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘭, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘱𝘢𝘴𝘴 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴, 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘣𝘰𝘬 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘶𝘢𝘣𝘦𝘭𝘢𝘴. 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘫𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘳𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘈𝘮𝘣𝘦𝘳, 𝘱𝘦𝘳𝘱𝘢𝘥𝘶𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘺𝘦 𝘬𝘦𝘤𝘰𝘬𝘭𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘱𝘪𝘴 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳𝘯𝘢. 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘵𝘭𝘦𝘵𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 175𝘤𝘮.
𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 Revan. 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 2 𝘵𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯. 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘶𝘢𝘣𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 Revan, 𝘙𝘢𝘩𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢, 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘭𝘪𝘴 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘭 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘭𝘪𝘴 Revan. 𝘣𝘶𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘣𝘶𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘢 Revan. 𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘙𝘢𝘧𝘢𝘦𝘭 𝘸𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘏𝘢𝘻𝘦𝘭, 𝘱𝘦𝘳𝘱𝘢𝘥𝘶𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘩𝘪𝘫𝘢𝘶, 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘺𝘦 𝘥𝘢𝘯 𝘦𝘮𝘢𝘴. 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘶𝘴𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯.
𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯, 𝘎𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘨𝘦𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢. 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘶𝘢𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪. 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘰𝘴𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘢𝘱𝘢? 𝘙𝘦𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘊𝘉𝘙10000𝘙𝘙-𝘙 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮, 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪, 𝘴𝘦𝘯𝘺𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵𝘪 𝘢𝘳𝘦𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘫𝘢.
"𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬𝘯𝘺𝘢, 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘪𝘳𝘢 𝘬𝘪𝘳𝘢 𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘰𝘴 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘩 𝘨𝘢 𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘩𝘶𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢" 𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘈𝘳𝘣𝘪𝘢𝘯.
"𝘴𝘦𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘢𝘥𝘢 Viona 𝘨𝘶𝘦 𝘫𝘢𝘮𝘪𝘯 𝘴𝘪 Revan 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘩" 𝘴𝘢𝘩𝘶𝘵 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘸.
"eh tapi si Viona nya mana, kok ga ada?" tanya Arbian.
"bentar lagi juga dateng, tunggu ae lah" ucap galang sambil menepuk bahu kiri Arbian dan lalu duduk di bangku paling belakang di deretan tengah bersama Rafael. sedangkan Viona, dia duduk sendiri di bangku deret sebelah kanan paling belakang.
Andrew dan Arbian pun menyusul dan mengambil tempat duduk di depan Revan.
satu per satu murid memasuki kelas 𝐗𝐈𝐈 IPA 𝟏 , namun tidak ada tanda tanda gadis yang sedang dinantikan tiga laki laki yang menggosip di papan mading tadi itu muncul sampai semua bangku telah terisi. tak lama kemudian seorang guru perempuan memasuki kelas XII Ipa 1 beberapa detik kemudian di susul dengan gadis yang jalannya sedikit terburu buru, ingat hanya sedikit.
"permisi" salam gadis itu seorang guru yang baru masuk dan akan meletakkan barang barangnya di meja guru seketika menoleh.
"telat kamu? bagaimana bisa murid kelas XII Ipa 1 yang isinya murid murid pintar semua bisa telat seperti kamu? kamu tidak salah masuk kelas bukan? " cerca bu helen, salah satu guru killer di SMA Garuda.
"tidak" jawab gadis itu singkat dan datar sambil mengadahkan wajahnya ke depan. sebab sejak tadi wajahnya menunduk, bukan karena takut tapi dia merasa kelelahan sehingga dia mengatur nafasnya.
saat melihat wajah gadis itu bu helen terkesiap. lalu membiarkan gadis itu masuk.
"yasudah kamu dan duduk di... " bu helen menggantung ucapannya sembari matanya melihat lihat bangku kosong yang tersedia. naasnya hanya tersisa 1 bangku kosong dan tidak ada tempat lain.
"tersisa 1 kursi kosong di sebelah Revan, jadi kamu satu bangku dengan Revan" tutur bu helen sambil menunjuk ke arah bangku yang di maksud.
gadis itu menoleh ke arah yang di tunjuk bu helen. Netranya sempat menangkap bola mata Amber namun dalam hitungan 3 detik gadis itu mengalihkan tatapannya. tetapan tajam yang seolah ingin membunuh siapapun dihadapannya.
"Double Jackpot si bos, selain satu kelas tapi juga satu bangku. ga sabar gue nunggu pertunjukan selanjutnya" bisik Arbian kepada Andrew.
"lu pikir ini lagi ngadain pertunjukan lenong, ngadi ngadi lu pertunjukan segala" jawab Andrew dengan Berbisik juga.
Iyap, gadis itu tak lain adalah Viona Ardelina. gadis misteriusnya SMA Garuda, most wanted nya SMA Garuda, primadonanya SMA Garuda. sungguh Lengkap bukan? Hanya saja ekspetasi yang mengatakan itu semua harus patah akan sikapnya yang tidak mencerminkan gadis yang manis, lucu, feminim atau setidaknya seperti gadis pada umumnya. perilakunya cenderung mencerminkan laki laki yang menyeramkan.
Viona pun melangkah ke arah bangku Revan dan duduk di sebelah Revan tanpa sepatah kata apapun dan tanpa melihat atau melirik Revan. sedangkan banyak mata yang melihat pergerakan Revan sejak tadi, namun seperti makhluk gaib Revan tidak merasakannya atau mungkin memang menganggap mereka semua makhluk gaib?
Revan pun begitu, tapi semenjak kedatangan gadis itu dia memang memandang gadis itu namun saat gadis itu beranjak ke tempatnya ia tidak memandang gadis itu namun secara diam diam ia meliriknya. tetapi saat mata Amber itu menangkap mata biru milik Viona walau hanya 3 detik entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang janggal, hingga hal itu membuat Revan semakin bertanya tanya ada apa dengan dirinya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Dwi Sulistyaningsih
bibit cinta mulai bertunas ceilah🤣
2024-01-21
2
Dwi Sulistyaningsih
gila sebelas duabelas sama tembok
bening banget dong🤭
2024-01-21
2
Dwi Sulistyaningsih
.
2024-01-21
2