Viona membelalakkan matanya, tidak tidak mungkin, ini tidak mungkin bukan? Jelas hanya ada dua yg cocok tpi keluarga Erizon sepertinya tidak mungkin, karena laki laki paruh baya bermarga Erizon ini memiliki keluarga yang lengkap istri dan anak anaknya jelas ada bersamanya, bahkan tidak ada data yang ditutup-tutupi.
Satu lagi nama laki laki paruh baya yang kemungkinan adalah suami dari Rhea Prameswari, tapi apakah ini mungkin Emmerson? Abraham Ardana Emmerson. Nama lengkap laki laki paruh baya itu. Tidak, tidak mungkin itulah yang selalu Viona pikirkan. Viona mencoba mencari lagi barangkali ada marga berawalan huruf E lainnya, namun ternyata nihil, dan satu lagi nama depannya pun cocok dengan nama yang ia dapat dari Rosa Arsenio 'Abraham' nama depan suami Rhea Prameswari.
Tangan Viona gemetar,dahinya berkeringat, jantungnya berdetak dengan kencang. Tidak mungkin bukan, Abraham Ardana Emmerson adalah ayah dari Viona Ardelina, Iya nama marga E? iya nama marga Viona yaitu Emmerson, nama yang selama ini Viona sembunyikan dari khalayak umum.
"i-itu berarti?" gumam Viona gemetar.
"D-dia adalah i-ibuku?"
"B-bunda" mata Viona berkaca kaca, Viona mulai terisak dadanya sesak, kebetulan macam apa ini?
...****************...
Viona kini berada di tempat yang dia sediakan untuk bertemu dengan kliennya, kali ini Viona tidak bisa bertemu dengan kliennya di tempat klien itu. Apalagi kliennya ini ibu dari dari teman sebangkunya, tunggu? Apa? Teman? Benarkah Revan adalah temannya?
setelah mendapat informasi yang bahkan itu juga membuat Viona syok, namun jika berlarut larut akan semakin lama untuk memecahkan kasus teka teki ini yang kemungkinan juga menyangkut dengan dirinya. Viona semakin penasaran apakah benar Rosa Arsenio adalah sahabat dari ibunya dan Rhea Prameswari adalah istri dari ayahnya?
Viona tidak sabar bertemu dengan Rosa Arsenio,dia benar benar ingin segera mengetahui yang sebenarnya. Setelah 15 menit lamanya dia menunggu, Rosa Arsenio pun tiba.
"bagaimana nona Vi? Apa informasi yang anda dapat?" tanya nyonya Rosa setelah duduk.
Viona menyodorkan berkas yang terdapat informasi diagnosis Rhea Prameswari.
"terdapat nama belakang inisial E disana dan juga fakta bahwa dia diracuni hingga membuat kandungannya lemah" terang Viona saat Rosa membaca berkas tersebut.
"dan ini daftar dari nama nama yang saya cari untuk menemukan siapa suaminya, dan yang cocok menurut saya adalah dia" lanjut Viona sembari memberikan berkas lain dan menunjuk salah satu nama yang ada di berkas itu.
"Abraham Ardana Emmerson" gumam Viona.
"apakah Dia suami dari nyonya Rhea Prameswari? Apa anda pernah bertemu dengan suaminya" tanya Viona dia ingin segera meyakinkan.
"saya tidak pernah bertemu secara langsung karena saat pernikahan Rhea saya berada di luar negeri karena urusan bisnis, saya sering bolak balik keluar negeri secara random karena urusan bisnis. Dan ketika saya ada waktu, saya meluangkan waktu untuk meet dengan Rhea sangat sulit untuk bertemu suaminya karena suaminya adalah pebisnis yang sangat sibuk sama seperti suami saya"
"tapi,saya setuju dengan pendapat anda nona Vi, kemungkinan Pak Abraham adalah suami Rhea bukankah kabarnya istri beliau juga meninggal. Tapi sayangnya tidak ada kabar kalo dia memiliki seorang putri DNA kematian istrinya juga di rahasiakan" ucap Rosa.
Viona tahu sangat tahu akan hal itu, ayahnya memang tidak mau mempublish Viona sebagai putrinya dan tentang kasus ibunya dia sama sekali tidak tahu. Mungkinkah ini waktu yang tepat untuk dia meretas data-data ayahnya? sedangkan dia pun tahu ayahnya pun menyembunyikan data-datanya menggunakan hacker yang handal juga
Jika dia meretas data-data ayahnya hacker pribadi ayahnya akan mengetahuinya dan bisa saja hacker itu balik menyerangnya.
"kalau begitu mungkin kah dengan kita meretas data-data tuan Abraham kita dapat mengetahui kebenarannya?" tanya Viona, Viona berharap Rosa bisa melakukannya sendiri, bukankah keluarganya juga punya hacker pribadi seperti ayahnya dan Zea juga tahu kalau inti Alexand pandai dalam bidang itu juga. Bagaimana Viona bisa tau? Karena salah satu inti Alexand berusaha meretas datanya namun digagalkan oleh Viona sendiri dan dia balik meretas orang itu dan ternyata pelakunya adalah galang.
"mungkin bisa jadi saya akan menyuruh orang kepercayaan saya untuk berusaha meretasnya untuk membantu anda, selebihnya mungkin pasti ada berita mengenai istri dari tuan Emmerson yang mungkin sudah di sembunyikan. Mungkin anda bisa melakukan itu bagaimana tawaran saya?"
sesuai keinginan Viona, Viona tersenyum miring "begini Bu Rosa Menurut saya, saat saya mencoba mencari data-data tuan Emmerson data beliau tersembunyi. Saya rasa dia juga menyewa hacker untuk menyimpan data-datanya, dan jika kita ingin meretas tanpa ketahuan salah satu caranya adalah diperlukan kerjasama, dimana satu orang mencoba meretas dan satu lagi akan memasang virus keamanan data tuan Emmerson, sehingga dapat menyamarkan siapa yang sudah meretas dan bisa juga tidak terlihat jika data-datanya telah diretas"
"jadi maksud anda?" tanya Rosa.
berat rasanya Viona mengatakan ini, namun dia juga tidak mau mengambil resiko jika benar Rhea Prameswari adalah ibunya maka Rosa Arsenio ini adalah sahabat dari ibunya, dia tidak bisa mengambil resiko dengan menumbalkan sahabat baik ibunya.
" jadi saya dan orang kepercayaan dari Bu Rosa yang ahli dalam bidang ini akan bekerjasama di tempat yang sama saat akan meretas data tuan Emmerson Emmerson" ucap Viona sedikit berat, bagaimana tidak berat? Untuk pertama kalinya dia akan bekerjasama dengan orang lain sedekat saat ini. Viona berharap orang yang disuruh Rosa bukanlah anak dan teman-temannya sendiri, semoga saja audit keamanan pribadi keluarga Arsenio akan bekerja berdampingan dengannya bukan anak dari nyonya Rosa sendiri.
Rosa mengangguk "baiklah saya setuju, kira kira kapan kita melakukan itu?"
"bagaimana jika Sabtu Minggu?"
"kenapa harus Sabtu Minggu?" tanya Rosa.
"karena saya masih menempuh pendidikan di hari aktif"
Rosa mengangguk tanda mengerti "Of Course, Deal. Nanti saya akan menghubungi anda kelanjutannya"
...****************...
Rosa yang baru kembali dari pertemuannya dengan hacker Vi di sambut oleh putranya yang sedang menunggunya di teras rumah.
"Ma, mama kenapa sihh gak kabarin Revan dulu kalo mau ketemu sama nona Vi? Kan Revan sudah bilang mama cuma boleh ketemu sama nona Vi bersama Revan ma. Revan khawatir ma" ucap Revan dengan nada cemas.
"Revan sst, mama tidak apa-apa, maaf jika mama di mengabari kamu. Mama lupa karena dia juga mengajak bertemu secara mendadak" jelas Rosa.
"tapi ada satu kabar yang harus kamu ketahui" ucap Rosa.
"apa ma?"
"kita akan meretas data yang diduga adalah suami Rhea, namun data itu memiliki keamanan IT dan nona Vi berkata untuk menerobos datanya kita harus menerobos secara samar"
"maksudnya ma?"
"jadi begini kita akan meretas data suami Rhea dan Nona Vi akan melindungi data kita dengan memberi virus kepada data keamanan suami Rhea"
Seperti mendapatkan berlian runtuh ini adalah kabar yang sangat mengejutkan dan tak terduga sama sekali. Akhirnya dia bisa bertemu secara langsung dengan nona Vi.
'baiklah nona Vi, sepertinya tidak lama lagi kira akan tahu apakah nona Vi dan Viona ini adalah satu orang sama' batin Revan.
"yaudah ma biar Revan aja yang menjadi partnernya nona Vi" ucap Revan dengan semangat.
Revan mungkin di sekolah dan di luaran sana dia akan dingin sedingin kutub Utara, namun jika bersama orang yang di sayang dia akan sehangat matahari.
Rosa menggelengkan kepalanya, putranya ini tidak pernah seantusias ini ketika bekerja sama dengan seorang perempuan. Entah apa alasannya kali ini Rosa berharap hal ini akan merubah hidup Revan.
...****************...
Viona kini tengah berada dijalanan, dia sedang mencari makan dengan jalan kaki karena karena dia ingin mencari tempat makan sekitar apartemennya saja. Viona menggunakan Hoodie over size yang menenggelamkan tubuhnya yang kecil, kepalanya pun ditutupi tak lupa masker hitamnya.
Ketika tengah asik berjalan menikmati angin malam tiba tiba terdengar suara teriakan minta tolong, Viona yang mendengarnya pun mengedarkan pandangannya. Hingga dia melihat seorang ibu yang sedang berusaha mempertahankan bayinya dari seorang laki-laki yang ingin merebutnya.
Viona menghampiri mereka namun sebelum Viona mendekati laki laki itu berhasil merebut bayi dari ibu itu, Viona pun mengejar laki laki itu dengan sangat cepat. hingga Viona berhasil meraih belakang baju laki laki itu Viona pun memukul leher belakang laki laki itu dan dengan sigap merebut bayi itu, dan membawanya ke dalam gendongannya, kakinya ia tendangkan ke kepala laki-laki itu. Namun rupanya laki-laki itu tidak menyerah dia bangkit lagi, Viona yang sembari menggendong bayi itu ia memutuskan untuk menggendong bayi itu menggunakan sebelah tangannya dan sebelahnya lagi dia gunakan untuk menghajar laki-laki itu.
Viona nampak sudah terbiasa menggendong bayi dari cara dia menggendong bayi dengan sebelah tangannya bayi itu yang tadinya menangis kini hening di dekapan Viona, Viona yang berkelahi menggunakan satu tangan dan kakinya berusaha tidak membuat bayi itu menangis, laki-laki itu berusaha menendang Viona namun langsung di tangkis oleh Viona, dengan sebelah tangannya Viona memegang kaki laki-laki itu dengan tangan kanannya dan langsung dia putar, dan dia banting tubuh laki-laki itu ke tanah. Tanpa melepaskan kaki laki laki itu dan Viona mendekati laki-laki itu lalu menginjak paha bagian bawahnya, dan aset utama kehidupannya berkali-kali secara bergantian. Setelah dirasa lawannya tak sadarkan diri Viona lantas menghempaskan kaki laki-laki itu yang ia pegang dan lalu meninggalkan laki-laki itu.
Sembari mendekati ibu sang bayi, Viona menepuk-nepuk sang bayi dengan sayang. Bayi yang berada dalam gendongan Viona pun tampak nyaman dan tertidur dengan nyenyak, setelah sampai di depan ibu sang bayi Viona menyerahkan bayi itu kembali kepada ibunya
"terimakasih neng sudah menyelamatkan bayi saya, saya tidak tau apa yang akan terjadi jika tidak ada neng tadi" ucap ibu itu sembari menangis.
"tidak masalah Bu, lain kali jika keluar malam jangan membawa bayi, bahaya" ucap Viona halus namun masih terkesan datar.
"saya akan menelpon polisi sebelum pencuri itu bangun" ucap Viona sembari mengeluarkan ponselnya.
"ibu tadi sudah menghubungi polisi neng, mungkin sebentar lagi polisi akan datang" ucap sang ibu.
Tanpa Viona sadari bahwa semua kejadian tadi di saksikan oleh sepasang mata yang tajam dan datar dari jarak yang tidak terlalu jauh darinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Dwi Sulistyaningsih
Siapa ya kira-kira🤔 penasaran
2024-01-28
2
Dwi Sulistyaningsih
Woww, ngeri 😳😮
2024-01-28
2