Kini Revan tengah merenung di kamarnya, bagaimana tidak Revan di buat kalap oleh misi misterius ini. Revan sudah dapat berkomunikasi dengan mamanya tentang makam sahabat mamanya itu, bagaimana ia tidak terkejut semuanya bertolak belakang dengan semua informasi yang ia dapat.
Flashback on~
"hallo ma, syukurlah mama akhirnya telfon revan juga" ucap Revan pada mamanya melalui telepon.
"iya maaf, mama disini bantuin papa Kamu ngurus berkas-berkas sayang"
"Van, itu benar makam Rhea sahabat mama?"
"Tapi..." Rosa menggantungkan pembicaraannya di balik telepon.
"Tapi apa ma?"
"kenapa tahun kematiannya tidak sama dengan tahun dimana dia melahirkan putrinya Van? Jelas-jelas itu tahun dimana dia sudah melahirkan putrinya satu tahun yang lalu"
"tanggalnya memang sama dengan tanggal dia melahirkan tapi tahunnya tidak sayang makanya mama sempat bingung"
Revan terdiam, apa lagi ini tuhan? Ujian baru kah? kenapa akhirnya kembali jalan memutar. Bagaimana bisa tahun kematian di batu nisan itu menandakan satu tahun setelah Rhea melahirkan, bukankah data dari rumah sakit menyatakan Rhea telah meninggal setelah melahirkan, kenapa sekarang jadi berbeda lagi atau dia salah memahami data-data rumah sakit itu.
"mama yakin?"
"mama yakin sayang, karena tahun Rhea melahirkan itu tahun dimana kamu baru berusia 1 tahun tidak mungkin salah, jika tahun di batu nisan Rhea itu tandanya kamu sudah umur 2 tahun sayang"
Benar juga, ditahun itu seharusnya dia berumur 2 tahun. Sekarang bagaimana caranya dia menjawab pertanyaan baru ini, kepada siapa dia harus bertanya dan kemana dia harus mencari.
"sayang, kamu kok diam saja? are you okay son?"
Revan pun tersadar dari lamunannya "Revan oke kok ma, Revan cuma lagi mikir aja. yaudah mama yang tenang ya Revan bakal berusaha memecahkan teka-teki baru ini, yaudah Revan tutup dulu yahh ma, mama take care disana salam buat papa juga"
Flashback Off~
"Arghh..." Geram Revan sambil menjambak rambutnya sendiri.
"kenapa jadi gini" lirih Revan.
...****************...
"Nona Vi cabang kita di Italia kini sudah di rampas oleh mafia disana, mereka menahan beberapa anggota kita dan beberapanya lagi tengah bersembunyi di tempat persembunyian rahasia kita dengan keadaan luka"
"Bagaimana bisa? kenapa mereka tidak becus seperti ini, saya tebak ada penghianat?"
"Benar Nona Vi, Dixon yang anda tunjuk sebagai pemimpin disana menghianati kita"
"Bajingan, dikasih hati minta jantung rupanya" ucap Nona Vi dengan smirknya yang terkesan horor bagi siapapun yang melihatnya apalagi dengan sorot matanya yang tajam bak serigala yang tengah menatap musuhnya.
"kita kesana, kita ratakan mereka semua dan untuk Dixon jangan biarkan dia mati, saya ingin bermain-main dengannya" ucap Nona Vi sembari terkekeh namun bukan kekehan yang ceria melainkan kekehan horor.
"siapkan pesawat pribadi kita dan kerahkan semua anggota kita, kumpulkan semuanya tanpa terkecuali hari libur sudah selesai waktunya bekerja"
...****************...
perjalanan dari Jakarta menuju ke kota Venice di Italia menempuh waktu sekitar 18 jam lebih, hal itu membuat Viona bosan di dalam pesawat. Dia hanya memandang foto bundanya yang ia dapat dari Rosa Arsenio.
"Bun, doain Viona agar cepat mengetahui kebenarannya"
"Robert" panggil Viona kepada salah satu anak buahnya.
"iya nona Vi, ada apa"
"suruh penjaga mansion disana untuk menyiapkan sahabatku, sudah lama tidak bertemu aku akan membawanya berpetualang, aku yakin dia merindukan berpetualang bersama ku menghabisi petisi petisi jahat di muka bumi" titah nona Vi.
"baik nona" jawab Robert dan hendak beranjak pergi.
"apa kita bisa membawanya ke Indonesia? Urus surat izin ke pemerintahan Indonesia bukankah aku sudah memiliki surat izin dari kepemerintahan di Italia mungkin bisa kau tunjukkan kepada mereka. Aku tidak bisa lagi membuat dia sendirian disana tanpa adanya diriku, hanya dia sahabatku"
"baik nona, nanti akan saya urus"
"kak" panggil Viona ada Robert, Robert bukan hanya sekedar anak buah Viona, tapi juga kakak baginya, Robert lah yang membuat Viona menjadi seperti saat ini Viona yang tangguh, kuat, namun tetap lemah lembut untuk keluarga.
Diluaran sana Viona akan membabi buta menghajar musuh-musuhnya, dia akan bertindak kejam kepada musuhnya tanpa ampun. Menyiksa musuh-musuhnya hingga mereka meminta kematian kepada Viona, namun ketika berhadapan dengan papa dan kakaknya Viona akan berperan sebagai gadis yang lemah, rapuh, dia tidak akan melawan jika papa dan kakaknya menyiksa dirinya dia hanya akan diam saja, bukan berarti Viona lemah, tapi dia tidak pernah mau menyakiti keluarganya merki keluarganya membencinya tapi dia tetap menyayangi mereka.
Selama ini Viona lah yang menjaga papa dan kakaknya yang akan diserang oleh musuh bisnis-bisnis mereka, namun baik papa maupun kakaknya tidak mengetahui itu. Viona hanya memiliki papa dan kakaknya begitulah pikirnya, tanpa dia tahu dia masih memiliki seorang kakek yang kini tengah berada di Korea Selatan. Sang kakek tidak mengetahui perilaku putranya yang menyiksa cucu perempuannya, karena dia tidak di beri akses untuk berkomunikasi secara langsung dengan Viona. jika mengetahui hal itu, Abraham yakin bahwa ayahnya akan langsung membawa Viona ke Korea Selatan. Abraham tidak ingin jauh dengan Viona sebab gadis itu mirip dengan istrinya, namun karena ada hal lain yang membuat Abraham membenci putri semata wayangnya itu.
"iya Vi kenapa hm?" jawab Robert.
"kak, apa semuanya akan baik-baik saja? Apa aku bisa mendapat benaran tentang kasus bunda?" tanya Viona dengan mata yang berkaca-kaca.
Robert pun menghampiri Viona, dia mengelus kepala Viona dengan lembut "semua akan baik-baik saja percayalah, kakak akan bantu kamu oke. Jangan merasa sendiri ada kakak disini, kita buat keluargamu menyayangi mu yahh, jika memang tidak bisa kamu bisa berpindah menjadi adik kakak oke, kamu sudah janji?" ucap Robert Lembut.
Robert sejak dulu selalu mengajak Viona untuk menjadi keluarganya sebab ia tak kuasa melihat Viona yang harus selalu mendapat luka fisik maupun batin tanpa kejelasan yang pasti. Robert pernah kehilangan seorang adik perempuan tanpa kejelasan apa apa penyebab adiknya itu pergi, hingga saat dia bertemu dengan Viona dia teringat akan adik kandungnya sendiri yang telah meninggal.
Robert bersumpah jika Ezra tidak segera sadar maka dia akan membawa Viona bersamanya, menurut Robert Ezra sangat bodoh karena telah menyia-nyiakan Viona. Gadis yang cantik, baik, pintar, berprestasi, gadis ini sangat dermawan dan lembut di dalamnya hanya covernya saja yang keras.
Robert pastikan Ezra akan menyesal di kemudian hari seperti apa yang pernah dia rasakan, dan itu sangat menyakitkan itu sebabnya Robert menjadi tangan kanan Viona, dia selalu ada untuk Viona dan selalu menjaga Viona. Namun terkadang gadis itulah yang selalu menyembunyikan lukanya sendiri, menyembunyikan penderitaannya sendiri
...****************...
Italia tepatnya di kota Venice terdapat geng mafia yang tengah berpesta di tempat baru yang berhasil mereka rebut.
"Mafia Oscura" dalam bahasa Italia yang artinya Mafia Kegelapan, itulah nama perkumpulan mereka. Pemimpin mereka seorang blasteran Italia Indonesia yaitu kalandra mercallio, pria berkulit putih, mancung dengan rahang yang tegas dan bola matanya yang berwarna coklat.
"hahaha, kekuasaan kita semakin bertambah"
(keterangan : mereka berbicara menggunakan bahasa Italia namun author kasih tulisan Indonesia aja biar ga bingung bacanya)
"benar bos, kita rayakan kemenangan kita 3 malam atau 7 hari 7 malam?" ucap salah satu anak buah Mafia Oscura.
"boleh saja, mari kita habiskan waktu untuk bersenang-senang"
"bagaimana laporan tentang anak buah musuh kita yang berhasil kabur? Ini sudah 24 jam lebih tapi tidak ada kabar kelanjutannya" tanya Kalandra.
"belum ada bos, karena mereka sama sekali tidak meninggalkan jejak apapun"
"siapa ketua mereka sebenarnya?"
Semua anak buah Kalandra menggelengkan kepala tanda tidak mengetahuinya.
"apa nama mereka?" tanya Kalandra.
"Cruel Devil" jawaban tersebut bukan dari salah satu anggota Mafia Oscura, membuat semua orang yang berada di gedung itu menoleh ke sumber suara.
Sumber suara itu berasal dari ambang pintu gedung ini, nampak seorang gadis dengan pakaian serba hitam dari atas hingga ke bawah.
"I'm The Queen Of Cruel Devil" setelah mengatakan itu terdengar suara Auman singa dan muncul dari balik gadis itu.
"This is my lion, introduce him Leon"
"He is Angry, Very Very Angry, because..."
"kalian telah mengambil tahta seorang Queen Devil" (dalam bahasa Italia)
"siapa kau?"
"sudah ku katakan, I'm The Queen"
"so, aku ingin mengambil tahta ku kembali"
Setelahnya Viona memberi isyarat tangan yang dimana anak buahnya langsung memasuki ruangan dan menyerang Mafia Oscura yang tanpa persiapan dan sedikit mabuk. Viona berjalan dengan anggun dan gagah di tengah perkelahian dengan Leon di sebelahnya yang melangkah sejajar dengan Viona, Kalandra yang melihat itu pun ketakutan namun dia berusaha menetralisir rasa takutnya meski di depannya singa jantan itu tengah berjalan ke arahnya namun di sampingnya hanyalah seorang gadis.
Setelah Viona naik ke persada (lantai yang lebih tinggi atau bertangga, tempat duduk seperti seorang raja dsb) dan sampai di depan singgasananya Viona mengelus kepala Leon.
"Mr, Kalandra" ucap Viona dengan nada yang membuat siapa pun merinding mendengarnya.
"sudah puas duduk di singgasana ku? Aku sudah bermurah hati dengan membiarkanmu merasakan duduk di singgasana ku selama kurun waktu 28 jam"
Viona semakin mendekat ke arah Kalandra dan mendekatkan wajahnya di telinga Kalandra "waktunya kita bermain Mr, Kalandra" ucap Viona horor.
Setelahnya Viona menyeret Kalandra turun dari singgasana dan turun dari persada diikuti oleh Leon di belakangnya, Kalandra yang diseret hendak memberontak namun melihat tatapan Leon membuat nyali nya menciut.
Setelahnya Viona menghempaskan Kalandra di pertengahan perkelahian itu, dan semuanya langsung berhenti berkelahi. Anak buah Kalandra telah banyak yang tumbang dan berada di bawah kuasa anak buah Viona.
"Mr. Kalandra, Tunjukkan kekuatanmu" setelahnya Viona mengambil ancang-ancang untuk fight dengan Kalandra.
Kalandra yang mengerti pun langsung menyeringai, pikirnya ia akan bisa mengalahkan Viona karena dia hanya seorang gadis yang kekuatannya jauh dibawahnya.
"Come on Queen, jangan melukai diri sendiri kekuatanmu tak sebanding denganku lebih baik bekerja samalah denganku atau menjadi kekasihku" ucap Kalandra sombong.
"Mr. Kalandra, you don't know how I'am?"
Viona menyeringai horor "I'm The Mafia" setelahnya Viona menyerang Kalandra dengan gerakan secepat kilat membuat Kalandra tersungkur namun Kalandra kembali bangkit dan berusaha membalas serangan Viona.
Viona menangkis semua serangan Kalandra dengan begitu ahli, keduanya saling memukul dan menangkis. Hingga Viona memegang sebelah tangan Kalandra dan Viona melompat lalu memutari tubuh Kalandra seakan Viona sedang terbang padahal dia hanya memegang tangan Kalandra, lalu dia memiting kepala Kalandra dengan kedua kakinya yang sudah berada di atas kepala Kalandra membuat Kalandra tumbang dengan terlentang dan Viona terduduk di lantai dengan posisi kedua kaki yang menghimpit kepala Kalandra.
Kalandra hendak mengambil senjata tajam di sakunya dan hendak menyerang Viona diam-diam namun Viona sudah dapat membaca situasi dengan cekatan dia membalikkan posisi dengan memutar tangan Kalandra yang tengah memegang senjata tajam mengarah ke leher Kalandra sendiri.
"Cheat" ucap Viona dengan smirknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments