Melinda segera bergegas menuju ke rumah keluarga Anderson dengan mengendarai mobil mewah miliknya, meski saat ini hati wanita itu terlihat sangat kacau, namun dia masih memiliki segenggam kesombongan, dia tidak akan pernah mau dikalahkan oleh siapapun, terlebih lagi jika orang itu adalah Aleena.
Walaupun secara fisik dan juga wajah, Melinda kalah jauh dari Aleena, namun dia yang memang terlahir dari keluarga berada, merasa jika dirinya jauh lebih baik daripada gadis yang hanya berasal dari sebuah desa kecil yang kemudian merantau ke kota untuk mencari sesuap makanan.
Meskipun dirinya menyadari, jika selama ini kesuksesan yang didapatkan oleh Aleena sehingga dia mendapatkan kepercayaan penuh dari bosnya yang bernama Mayla adalah hasil kerja keras dan juga ketekunannya dalam mempelajari fashion, tapi tetap saja Melinda merasa itu bukanlah sebuah pencapaian, baginya uang lah yang merupakan kekuatan tertinggi atas segala hal.
Sehingga saat ini dia pun masih memiliki kepercayaan yang tinggi, jika keluarga Anderson akan kembali menerima dirinya karena uang yang telah digelontorkan oleh keluarganya, untuk membantu usaha dari keluarga itu, sehingga terhindar dari kebangkrutan.
Melinda turun dari mobilnya, dia pun berjalan dengan dagu terangkat, meski saat ini semua orang telah mengetahui kebusukan dirinya, nyatanya hal itu tak membuat wanita itu menjadi seorang yang tahu malu.
Dia masih tetap dengan sikap Arogan dan juga sok nya terhadap orang lain, bahkan beberapa orang pelayan yang menyambutnya pun hanya di liriknya dengan pandangan sinis, Melinda merasa jika pelayan dan dirinya tidaklah sebanding, jadi dia tak perlu banyak berbasa-basi dengan para pelayan yang ada di rumah keluarga Anderson.
Apalagi dia pun berfikir jika keberadaan para pelayan yang bersikap baik terhadap dirinya, tak lebih hanyalah sebuah tindakan untuk mencari muka.
Tap...
Tap....
Tap...
Terdengar langkah kaki Melinda menyelusuri teras rumah keluarga Anderson, wanita itu telah mengganti gaun pengantin yang tadi dipakainya dengan sebuah pakaian yang sangat seksi dan juga terbuka, dia bahkan menggunakan high heels yang sangat tinggi untuk menunjang penampilannya, agar terlihat semakin memukau.
Begitu langkah kakinya memasuki ruangan pertama dari rumah keluarga Anderson, Melinda dibuat terpaku, karena saat ini rumah itu dalam keadaan kosong, sepertinya keluarga dari mertuanya itu belum kembali ke kediaman pribadi mereka.
Melinda pun segera menjatuhkan dirinya di atas sebuah sofa di ruang tamu dan segera memerintahkan kepada para pelayan yang ada di sana untuk menyiapkan minuman dingin, dia ingin sejenak menenangkan diri sambil menikmati minuman.
Tangan wanita itu segera mengambil remote TV, dia pun menyalakannya dan menonton, namun tak lama kemudian, matanya membelalak kaget, rupanya video yang tadi diputar di depan semua tamu undangan, kini telah tersebar di berbagai dunia maya, sehingga gosip miring tentang dirinya pun semakin menjadi-jadi.
Melinda terlihat geram, tangannya terkepal sambil sesekali menggumamkan sebuah nama dari orang yang paling dibencinya.
"Dasar gadis bermuka dua! sepertinya anak Kampung yang tak tahu diri itu harus segera diberi pelajaran, agar dia tak lagi berani macam-macam padaku." umpat Melinda sambil mematikan siaran TV yang saat ini sedang gencar menyebarkan gosip yang beredar tentang dirinya.
Bahkan beberapa orang dari tamu undangan itu pun terlihat diwawancara dan memberikan kesaksian jika mereka memang benar-benar melihat dengan mata dan kepala sendiri, video yang diputar di acara pesta pernikahan Melinda dan juga Calvin.
Melinda dengan segera mengambil ponselnya, dia pun menghubungi seseorang agar segera memberikan pelajaran kepada Aleena, tanpa ragu dia pun memberikan alamat tempat tinggal Aleena yang lama dan memerintahkan mereka semua untuk membuat keributan di dalam rumah itu, sekaligus untuk menyiksa Aleena agar tak lagi berurusan dengannya.
Keluarga Anderson yang saat ini baru sampai di kediaman Mereka pun dibuat terkejut dengan kemunculan Melinda, yang saat ini tengah bersantai di atas sofa ruang tamu mereka, sambil meminum jus alpukat. Wanita itu benar-benar terlihat seperti seorang ja*ang mengingat saat ini pakaian yang dipakainya begitu ketat dan juga menunjukkan lekuk tubuhnya, bahkan itu juga tak pantas untuk disebut dengan pakaian, karena ada beberapa bolongan di area tertentu, yang membuat penampilan wanita itu terlihat semakin terbuka.
"Apa yang kau lakukan di rumahku, Melinda?" tanya Tuan Anderson sambil berjalan mendekati Melinda, kemudian dia pun duduk di seberang sofa yang diduduki oleh menantu barunya itu.
Melinda melirik sekejap, kemudian dia pun segera menjawab pertanyaan dari tuan besar sekaligus ayah mertuanya itu.
"Apa maksudnya, Pah? Bukankah aku sudah sah menjadi istri dari Calvin, Putra kalian? itu berarti aku adalah menantu di rumah ini." jawab Melinda dengan tidak tahu malunya.
Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh wanita itu, wajah semua orang pun menjadi merah, mereka mengetatkan rahangnya untuk menahan amarah yang kini memuncak di dada.
"Apakah kau benar-benar tak punya malu Melinda? Setelah semua orang mengetahui bagaimana kelakuan liarmu di luaran sana, kau masih berani menginjakkan kaki di rumah keluarga kami dan juga mengaku sebagai menantu?" cecar sang ibu mertua.
Melinda hanya tertawa, ada rasa sakit di dalam hatinya, jika beberapa waktu yang lalu keluarga Anderson terlihat sangat menghormati keberadaannya, kini hanya tatapan merendahkan sekaligus penghinaan yang dia dapat dari mereka semua.
"Apapun yang terjadi, aku sudah menjadi istri sah dari Calvin Anderson, Putra kalian dan kalian tidak miliki hak untuk mengusirku dari rumah ini, lagi pula aku memiliki 30% saham di perusahaan keluarga Anderson, bukankah itu berarti jika kalian juga harus menghormatiku sebagai salah seorang pemegang saham?" tanya Melinda.
Mendengar ucapan dari menantunya itu, sontak membuat wajah semua orang pun semakin kecut, mereka tak menyangka, Melinda bukan hanya tidak tahu malu melainkan dia juga seorang wanita yang sangat menjijikan.
"Kau tahu Melinda? bahkan seorang pengemis pun jauh lebih memiliki harga diri dibandingkan kau yang menyebut dirimu sebagai seorang wanita terhormat dan memiliki martabat! Lalu di mana otakmu kau letakkan saat kau berbuat tindakan seperti yang ada di dalam video itu?" tanya Nyonya Anderson.
Reina Anderson yang saat ini melihat pertengkaran kedua orang tuanya beserta kakak ipar yang baru saja resmi dinikahi oleh kakaknya itu, hanya bisa diam, dia tak ingin terlalu banyak ikut campur, meski begitu diam-diam gadis itu pun telah mengirimkan pesan kepada Calvin Anderson, agar segera kembali ke rumah dan mengurusi wanita tak tahu malu yang saat ini tengah bersantai di rumah keluarga besar mereka.
Calvin yang saat ini tengah berdiri di taman Sambil memandangi langit pun segera mengambil ponselnya, setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh sang adik, dia pun segera bergegas untuk kembali kerumahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
🌸 Airyein 🌸
Urus sono jal*ng favorite loe 😏😏
2024-01-28
1
🌸 Airyein 🌸
Mampusssss kau hilih
2024-01-28
1
🌸 Airyein 🌸
Siang bolong pake pakean begini memang mitip lonthhhh
2024-01-28
1