Chapter 19

Melinda segera bergegas menuju ke rumah keluarga Anderson dengan mengendarai mobil mewah miliknya, meski saat ini hati wanita itu terlihat sangat kacau, namun dia masih memiliki segenggam kesombongan, dia tidak akan pernah mau dikalahkan oleh siapapun, terlebih lagi jika orang itu adalah Aleena.

Walaupun secara fisik dan juga wajah, Melinda kalah jauh dari Aleena, namun dia yang memang terlahir dari keluarga berada, merasa jika dirinya jauh lebih baik daripada gadis yang hanya berasal dari sebuah desa kecil yang kemudian merantau ke kota untuk mencari sesuap makanan.

Meskipun dirinya menyadari, jika selama ini kesuksesan yang didapatkan oleh Aleena sehingga dia mendapatkan kepercayaan penuh dari bosnya yang bernama Mayla adalah hasil kerja keras dan juga ketekunannya dalam mempelajari fashion, tapi tetap saja Melinda merasa itu bukanlah sebuah pencapaian, baginya uang lah yang merupakan kekuatan tertinggi atas segala hal.

Sehingga saat ini dia pun masih memiliki kepercayaan yang tinggi, jika keluarga Anderson akan kembali menerima dirinya karena uang yang telah digelontorkan oleh keluarganya, untuk membantu usaha dari keluarga itu, sehingga terhindar dari kebangkrutan.

Melinda turun dari mobilnya, dia pun berjalan dengan dagu terangkat, meski saat ini semua orang telah mengetahui kebusukan dirinya, nyatanya hal itu tak membuat wanita itu menjadi seorang yang tahu malu.

Dia masih tetap dengan sikap Arogan dan juga sok nya terhadap orang lain, bahkan beberapa orang pelayan yang menyambutnya pun hanya di liriknya dengan pandangan sinis, Melinda merasa jika pelayan dan dirinya tidaklah sebanding, jadi dia tak perlu banyak berbasa-basi dengan para pelayan yang ada di rumah keluarga Anderson.

Apalagi dia pun berfikir jika keberadaan para pelayan yang bersikap baik terhadap dirinya, tak lebih hanyalah sebuah tindakan untuk mencari muka.

Tap...

Tap....

Tap...

Terdengar langkah kaki Melinda menyelusuri teras rumah keluarga Anderson, wanita itu telah mengganti gaun pengantin yang tadi dipakainya dengan sebuah pakaian yang sangat seksi dan juga terbuka, dia bahkan menggunakan high heels yang sangat tinggi untuk menunjang penampilannya, agar terlihat semakin memukau.

Begitu langkah kakinya memasuki ruangan pertama dari rumah keluarga Anderson, Melinda dibuat terpaku, karena saat ini rumah itu dalam keadaan kosong, sepertinya keluarga dari mertuanya itu belum kembali ke kediaman pribadi mereka.

Melinda pun segera menjatuhkan dirinya di atas sebuah sofa di ruang tamu dan segera memerintahkan kepada para pelayan yang ada di sana untuk menyiapkan minuman dingin, dia ingin sejenak menenangkan diri sambil menikmati minuman.

Tangan wanita itu segera mengambil remote TV, dia pun menyalakannya dan menonton, namun tak lama kemudian, matanya membelalak kaget, rupanya video yang tadi diputar di depan semua tamu undangan, kini telah tersebar di berbagai dunia maya, sehingga gosip miring tentang dirinya pun semakin menjadi-jadi.

Melinda terlihat geram, tangannya terkepal sambil sesekali menggumamkan sebuah nama dari orang yang paling dibencinya.

"Dasar gadis bermuka dua! sepertinya anak Kampung yang tak tahu diri itu harus segera diberi pelajaran, agar dia tak lagi berani macam-macam padaku." umpat Melinda sambil mematikan siaran TV yang saat ini sedang gencar menyebarkan gosip yang beredar tentang dirinya.

Bahkan beberapa orang dari tamu undangan itu pun terlihat diwawancara dan memberikan kesaksian jika mereka memang benar-benar melihat dengan mata dan kepala sendiri, video yang diputar di acara pesta pernikahan Melinda dan juga Calvin.

Melinda dengan segera mengambil ponselnya, dia pun menghubungi seseorang agar segera memberikan pelajaran kepada Aleena, tanpa ragu dia pun memberikan alamat tempat tinggal Aleena yang lama dan memerintahkan mereka semua untuk membuat keributan di dalam rumah itu, sekaligus untuk menyiksa Aleena agar tak lagi berurusan dengannya.

Keluarga Anderson yang saat ini baru sampai di kediaman Mereka pun dibuat terkejut dengan kemunculan Melinda, yang saat ini tengah bersantai di atas sofa ruang tamu mereka, sambil meminum jus alpukat. Wanita itu benar-benar terlihat seperti seorang ja*ang mengingat saat ini pakaian yang dipakainya begitu ketat dan juga menunjukkan lekuk tubuhnya, bahkan itu juga tak pantas untuk disebut dengan pakaian, karena ada beberapa bolongan di area tertentu, yang membuat penampilan wanita itu terlihat semakin terbuka.

"Apa yang kau lakukan di rumahku, Melinda?" tanya Tuan Anderson sambil berjalan mendekati Melinda, kemudian dia pun duduk di seberang sofa yang diduduki oleh menantu barunya itu.

Melinda melirik sekejap, kemudian dia pun segera menjawab pertanyaan dari tuan besar sekaligus ayah mertuanya itu.

"Apa maksudnya, Pah? Bukankah aku sudah sah menjadi istri dari Calvin, Putra kalian? itu berarti aku adalah menantu di rumah ini." jawab Melinda dengan tidak tahu malunya.

Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh wanita itu, wajah semua orang pun menjadi merah, mereka mengetatkan rahangnya untuk menahan amarah yang kini memuncak di dada.

"Apakah kau benar-benar tak punya malu Melinda? Setelah semua orang mengetahui bagaimana kelakuan liarmu di luaran sana, kau masih berani menginjakkan kaki di rumah keluarga kami dan juga mengaku sebagai menantu?" cecar sang ibu mertua.

Melinda hanya tertawa, ada rasa sakit di dalam hatinya, jika beberapa waktu yang lalu keluarga Anderson terlihat sangat menghormati keberadaannya, kini hanya tatapan merendahkan sekaligus penghinaan yang dia dapat dari mereka semua.

"Apapun yang terjadi, aku sudah menjadi istri sah dari Calvin Anderson, Putra kalian dan kalian tidak miliki hak untuk mengusirku dari rumah ini, lagi pula aku memiliki 30% saham di perusahaan keluarga Anderson, bukankah itu berarti jika kalian juga harus menghormatiku sebagai salah seorang pemegang saham?" tanya Melinda.

Mendengar ucapan dari menantunya itu, sontak membuat wajah semua orang pun semakin kecut, mereka tak menyangka, Melinda bukan hanya tidak tahu malu melainkan dia juga seorang wanita yang sangat menjijikan.

"Kau tahu Melinda? bahkan seorang pengemis pun jauh lebih memiliki harga diri dibandingkan kau yang menyebut dirimu sebagai seorang wanita terhormat dan memiliki martabat! Lalu di mana otakmu kau letakkan saat kau berbuat tindakan seperti yang ada di dalam video itu?" tanya Nyonya Anderson.

Reina Anderson yang saat ini melihat pertengkaran kedua orang tuanya beserta kakak ipar yang baru saja resmi dinikahi oleh kakaknya itu, hanya bisa diam, dia tak ingin terlalu banyak ikut campur, meski begitu diam-diam gadis itu pun telah mengirimkan pesan kepada Calvin Anderson, agar segera kembali ke rumah dan mengurusi wanita tak tahu malu yang saat ini tengah bersantai di rumah keluarga besar mereka.

Calvin yang saat ini tengah berdiri di taman Sambil memandangi langit pun segera mengambil ponselnya, setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh sang adik, dia pun segera bergegas untuk kembali kerumahnya.

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Urus sono jal*ng favorite loe 😏😏

2024-01-28

1

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Mampusssss kau hilih

2024-01-28

1

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Siang bolong pake pakean begini memang mitip lonthhhh

2024-01-28

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Promo
93 Chapter 92
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Promo
93
Chapter 92

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!