Keesokan harinya, Aleena pun datang ke rumah yang baru saja dia beli, dia membawa serta Tara dan memperkenalkannya kepada keempat orang anggota yang lain.
Kedatangan Aleena disambut dengan sangat ramah oleh keempat orang itu, mereka juga memeluk Tara, seolah-olah telah berkenalan dalam waktu yang sangat lama.Tara yang melihat reaksi keempat orang itu pun ikut memeluk mereka, hari ini dia merasa bahagia, karena setidaknya, meskipun selama ini Tara hidup sendirian, kali ini dia merasa memiliki saudara.
Tak lama muncul seorang pria berpakaian hitam, dia adalah seorang guru bela diri yang dibawa oleh Aleena, untuk melatih keempat orang anggota barunya.
Tara yang saat ini masih tinggal di rumah milik Lukman dan Sari, akhirnya memutuskan untuk pindah dan tinggal bersama keempat orang anggota yang lain, dia yakin jika di tempat ini dia tidak akan merasa kesepian, keinginan Tara langsung disetujui oleh Aleena, dia tak ingin sahabat barunya itu merasa tidak nyaman dan terpaksa.
Akhirnya di pagi ini, keempat orang itu pun segera memulai latihan pertamanya, mereka mulai dengan pelatihan fisik terlebih dahulu, ketahanan fisik memang merupakan yang utama sebelum melakukan bela diri, karena jika seseorang yang memiliki fisik yang kuat, maka dia akan memiliki kemampuan yang sangat cepat dalam menangkap setiap gerakan-gerakan yang akan diajarkan oleh sang pelatih nanti.
Tara pun segera turun tangan, dia ikut bersama keempat orang wanita itu berlari mengelilingi rumah besar selama 100 putaran, jika keempat wanita itu sudah mulai kelelahan, Tara masih bersemangat, dia terus berlari sambil menyerukan kata-kata yang berhasil memprovokasi keempat orang itu, sehingga akhirnya mereka pun dengan cepat kembali bangkit dan mengejar Tara.
Mereka berkejar-kejaran sebagaimana layaknya anak kecil, sambil sesekali terdengar tawa menggelegar dari mulut mereka, sepertinya ini bukanlah lagi sebuah latihan fisik melainkan permainan anak kecil.
Akhirnya mereka menyelesaikan 100 putaran Dalam waktu 5 jam, terlihat saat ini keempat orang itu duduk sambil bersandar, kakinya sengaja dijulurkan ke depan.
Mereka pun langsung menstabilkan nafasnya yang memburu, 100 putaran bukanlah hal yang mudah, terlebih saat ini mereka harus mengelilingi rumah besar yang mereka tinggali.
Tara kembali berdiri, dia pun mengeluarkan kata-kata yang berhasil memacu semangat keempat orang wanita itu, untuk segera bangkit dan menjalani pelatihan yang lain.
"Kalian harus segera menjadi kuat! Musuh kalian saat ini sedang tertawa, mereka senang melihat kalian yang lemah dan tidak berdaya, sehingga mereka bisa menginjak-injak kalian dengan seenaknya!"ucap Tara.
Ke-4 orang itu pun segera bangkit sambil mengepalkan kedua tangannya, mata Mereka terlihat memerah menahan amarah yang mulai memuncak di dada, kesakitan demi kesakitan kembali muncul dalam fikiran mereka, kilas balik kesedihan dan juga ketidakadilan yang mereka terima kembali membuat hati mereka melolong sedih.
Hingga akhirnya mereka bertekad dalam hati, bahwa mulai saat ini mereka tidak akan pernah mengeluh, dengan pelatihan sekejam apapun, selama itu bisa membuat mereka menjadi manusia yang lebih kuat di masa depan, mereka akan menjalaninya dan mereka akan segera membalas semua ketidakadilan yang telah mereka terima, dari orang-orang biadab yang telah menghancurkan kehidupan mereka.
Keempatnya langsung melangkah ke arah pria berpakaian hitam, yang kini tengah tersenyum tipis setelah mendengar provokasi yang diucapkan oleh Tara, sepertinya pria itu sedikit tertarik dengan Tara, entah kenapa wanita yang satu itu terlihat sangat berbeda di matanya.
Meskipun dia menyadari jika untuk bisa mendapatkan Tara, Mungkin dia harus melalui jalan yang panjang, karena wanita itu merupakan orang kepercayaan dari Aleena, anak angkat dari sang Bos.
Aleena terlihat sangat bahagia melihat keempat orang anggota barunya begitu bersemangat dan berlatih dengan cepat, mereka seolah-olah tidak ingin kehilangan banyak waktu untuk sekedar beristirahat, keempatnya terus belajar dan belajar dari hari ke hari, mereka berlatih tanpa henti dan tak kenal lelah hingga dalam kurun 6 bulan kemudian, mereka pun tumbuh menjadi wanita-wanita tangguh yang akan berdiri sama tinggi, duduk sama rendah bersama dengan orang yang telah menyelamatkan hidup mereka, Aleena.....
.
.
.
Di tempat lain saat ini, nampak Keenan dengan raut wajah jengkelnya, setelah perjuangan selama 6 bulan mencari tahu keberadaan putranya bersama Aleena, dia terus saja mendapatkan kebuntuan, sepertinya calon Nyonya mudanya itu memang telah mengganti identitasnya, sehingga seberapa keras pun Keenan berusaha, dia tak bisa menemukan petunjuk apa pun.
Keenan benar-benar dibuat frustasi, entah bagaimana caranya dia bisa bertemu dengan bayi yang sudah dia klaim sebagai putranya itu. CCTV di mall pun tidak bisa menunjukkan plat nomor mobil yang membawa putranya itu pergi dari sana.
Terlebih saat ini keluarganya terus saja mempertanyakan kebenaran hubungan antara Kenan dengan bocah itu, mereka benar-benar curiga jika bayi yang pernah mereka lihat 6 bulan yang lalu di mall itu benar-benar merupakan darah daging Keenan.
Karena desakan dari keluarganya, akhirnya Keenan pun memutuskan untuk berterus terang, dia menceritakan semua kejadian yang terjadi pada dirinya bersama Aleena 2,5 tahun yang lalu.
Keluarga Keenan nampak berkaca-kaca, mereka benar-benar tidak menyangka jika putranya telah melakukan kecerobohan sehingga mengakibatkan kehancuran hidup seorang gadis.
Sementara Gerald dan Rama saat ini mengepalkan tangannya, Mereka terlihat sangat kesal setelah mengetahui jika apa yang terjadi pada Aleena dan juga Keenan saat itu, merupakan rencana dari keluarga Oktora. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk membalas perbuatan dari keluarga licik itu.
Tak lama pintu rumah mereka pun diketuk, seseorang saat ini tengah menyambangi rumah kediaman keluarga Ferdian, untuk menyampaikan surat undangan yang dikirimkan oleh keluarga Oktora pada mereka, pelayan dari keluarga itu pun segera membuka pintu dan mengambil surat undangan yang diberikan oleh sang kurir kemudian membawanya kehadapan sang majikan.
Rama dan juga Gerald terlihat menyunggingkan senyuman sinis, keduanya saling pandang sambil mengganggukan kepalanya, nampaknya sepasang ayah dan anaknya itu tengah merencanakan sesuatu, sedangkan Mayang dan juga Monica terlihat begitu penasaran dengan surat undangan yang kini ada di tangan suami dan anaknya.
"Undangan dari siapa, pa?" tanya Monica.
Gerald segera menoleh ke arah sang istri sambil tersenyum manis, "Sepertinya saat ini kita sedang kejatuhan durian runtuh, ma. Kita tak perlu mencari cara untuk masuk ke dalam rumah keluarga Oktora, karena mereka sendiri yang datang untuk menyampaikan undangannya kepada kita." ucap Gerald.
"Tapi Undangan apa, Pa?" tanya Monica kembali.
"Tentu saja undangan pernikahan putrinya dengan anak dari keluarga Anderson, dan kita semua diundang untuk menghadirinya." jawab Gerald kembali sambil menyerahkan surat undangan itu pada Monica.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
aphrodite
butuh waktu 2setengah tahun untuk mereka menikah..terus anaknya gimana kan waktu itu melinda lagi hamil katanaya..harusnya umur anaknya lebih tua sebulan atau 2bulan dg Kenzie anak Aleena
2024-12-11
0
Jul lay
kan bnr si keenan bgtu krena ada yg berniat buruk sma dia mngknya diksi obat perangsang
2024-06-13
1
Dewi Fuzi
itu s Melinda sama calvin baru mau nikah trus yg dulu hamil berarti anak nya udah gede dong lebih gede dr anak nya Alena 🤔🤔
2023-09-07
3