Setelah menumbangkan keenam orang pria itu, Aleena pun segera ajak gadis, ternyata bernama Susan untuk pergi dari sana, keduanya terlihat berjalan dengan sangat tenang, sambil sesekali melirik ke kanan ke kiri, mana tahu ada seseorang yang juga membutuhkan bantuan sama seperti Susan tadi.
Aleena juga sudah mengatakan keinginannya untuk membangun sebuah mafia kepada Susan, namun dia bertekad jika seluruh anggota mafia yang akan dibangunnya nanti adalah seorang wanita.
Susan menyambut baik keinginan Aleena, dia pun berjanji akan membantu untuk mewujudkan impian Aleena dan akan tetap berada di sisinya. Aleena yang mendengar ucapan dari Susan pun merasa bahagia, akhirnya setelah Tara, dia pun mendapatkan seorang bawahan lagi yang sama setianya seperti Tara.
Akhirnya keduanya pun berjalan untuk mencari dan merekrut anggota lain, tak lama mereka pun melewati sebuah sungai, Aleena berencana untuk duduk-duduk sebentar di sana, sekedar mencari angin.
Namun tiba-tiba saja, Aleena mendengar suara yang sangat lemah dari balik pepohonan, akhirnya dia pun segera mendatangi tempat itu. Matanya nampak melotot menyaksikan sendiri 3 orang perempuan yang saat ini dalam kondisi sekarat, sepertinya mereka adalah korban pelecehan dan juga penganiayaan.
Alina pun segera menyuruh Susan untuk menelpon ambulans, mereka segera membawa ketiga orang wanita itu ke rumah sakit, untuk diberikan pertolongan.
Selang waktu 2 jam, ketiga orang wanita itu pun tersadar, meski dengan tubuh yang penuh luka, ketiganya tetap mengucapkan terima kasih kepada Aleena yang telah mau bersusah payah membawa mereka ke rumah sakit.
"Apa yang terjadi dengan Kalian bertiga? Kenapa kalian bisa ditemukan di tempat itu dalam keadaan yang sangat mengenaskan?" tanya Aleena.
Ketiga gadis itu pun menangis, mereka benar-benar tak menyangka jika harus mengalami kejadian buruk, di mana saat ketiganya baru pulang dari pabrik, mereka dicegat oleh para preman kemudian dilecehkan dan juga dipukuli dan akhirnya dibuang di belakang sebuah pohon besar yang tak jauh dari sungai itu.
Mendengar cerita dari ketiga wanita itu, Aleena pun segera menganggukkan kepalanya, dia memahami apa yang terjadi pada ketiga orang itu, karena dia juga pernah mengalami hal yang sama, Namun sepertinya dia beruntung, karena pria yang telah mengambil kehormatannya, tidak menyiksanya.
"Jika kalian mau, aku bisa menjadikan kalian sebagai anak buahku, aku akan menjaga dan menjamin kehidupan kalian juga melatih kalian untuk menjadi seorang wanita yang tangguh, agar suatu saat nanti kalian bisa membalaskan dendam terhadap orang-orang yang telah menyakiti dan juga menghancurkan hidup kalian!" ucap aleena.
Ketiga orang itu pun sangat terharu mendengar perkataan dari Aleena, meskipun gadis yang dihadapan mereka saat ini hanyalah seorang gadis cupu yang sangat jelek, tapi mereka meyakini jika gadis itu memiliki hati yang sangat tulus, sehingga mau menolong hidup mereka.
"Apa itu benar, nona?" pertanyaan itu pun terlontar dari mulut salah seorang wanita yang ditolongnya.
Alina menganggukkan kepalanya, "Aku akan membangun sebuah mafia yang akan kuberi nama Queen Devil dan saat ini aku sedang merekrut orang-orang yang mau aku latih sehingga di kemudian hari kita bisa bersama-sama untuk membalaskan dendam terhadap orang-orang biadab yang telah menghancurkan kehidupan kita semua." ucap Aleena dengan mata yang terlihat membara.
Meskipun saat ini dia sudah Memiliki segalanya, nyatanya Aleena masih belum merasakan bahagia, dia ingin agar pria yang dulu pernah menghancurkan hidupnya merasakan hal yang sama bahkan jika perlu 1000 kali lipat lebih menyakitkan dibanding yang diterimanya.
Ketiga gadis itu pun menganggukkan kepalanya, mereka menyetujui keinginan Aleena dan akan membantu dalam segala hal. Ketiganya juga tidak keberatan jika diberikan pelatihan yang sangat keras di kemudian hari, karena mereka meyakini jika dengan memiliki beladiri, tidak ada satu orang pun yang akan meremehkan kemampuan mereka di masa depan.
Aleena tersenyum, dia benar-benar merasa takjub dengan tekad baja yang dimiliki oleh ketiga wanita yang teraniaya itu, dia pun berjanji akan menyiapkan tempat yang layak untuk ketiganya.
Setelah itu Aleena pun segera pergi dari rumah sakit, tak lupa dia pun meminta agar ketiga wanita itu ditempatkan di sebuah kamar dan diberikan penjagaan juga perawatan yang sangat bagus. Sementara Aleena dan juga Susan langsung pergi meninggalkan Rumah Sakit, keduanya akan mencari tempat yang cocok untuk mereka jadikan markas mafia yang akan dibangunnya.
Hingga akhirnya sebuah rumah besar yang ada di pelosok menjadi pilihan Aleena, dia merasa jika rumah itu cukup bagus dan bisa menampung hingga ratusan orang. Aleena tidak memerlukan anggota yang terlalu banyak, baginya cukup 100 orang wanita saja, asalkan mereka memiliki kemampuan dalam berbagai bidang, maka hal itu bisa dibandingkan dengan 1000 orang yang hanya mampu menggunakan ototnya saja.
Setelah melakukan transaksi jual beli, akhirnya rumah itu pun berpindah tangan menjadi milik Aleena, dengan cepat dia pun segera mencari beberapa orang pelayan untuk membersihkan dan juga menata kembali rumah besar yang ternyata telah terbengkalai selama lebih dari satu tahun.
Rumah itu dulunya merupakan rumah seorang pengusaha kaya, namun karena dia bangkrut hingga akhirnya rumah itu dijual kepada salah seorang temannya, tapi ternyata istri dari pemilik rumah yang baru itu tidak ingin tinggal di pelosok, hingga akhirnya mereka pun meninggalkan rumah itu dan kembali mencari rumah yang baru di kota besar.
Aleena cukup puas dengan harga yang diberikan untuk rumah itu, mereka tidak terlalu menekan harga yang tinggi sehingga Aleena pun tanpa perlu negosiasi kembali, langsung membayar sejumlah uang yang diminta oleh pemilik sebelumnya. Akhirnya keduanya pun sepakat dan transaksi pun selesai.
Saat ini Susan diberi tugas oleh Aleena untuk menjaga ketiga wanita yang bernama Dhea, Rima dan juga Sinta di rumah sakit, sementara dirinya memiliki keperluan lain. Susan tak banyak tanya, dia langsung saja berangkat dan menjalankan perintah yang diberikan oleh Aleena.
Saat ini Susan sudah mengetahui, jika Aleena bukanlah seorang gadis cupu dan jelek, melainkan seorang bidadari, dua hari kemudian, ketiga orang wanita itu pun telah dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah, Susan dengan cepat segera mengajak ketiganya menuju rumah yang baru saja dibeli oleh Aleena.
Tentu hal itu membuat ketiganya senang, terlebih saat ini mereka bisa tinggal di sebuah rumah yang sangat besar.
"Dimana Nona Aleena?" tanya Dhea.
"Sepertinya dia tidak bisa datang hari ini, mungkin dia ada kesibukan lain, lebih baik kalian bertiga segera istirahat di kamar masing-masing, dan mulai besok kita semua akan menjalani pelatihan yang mungkin saja akan banyak menguras tenaga dan juga pikiran kita semua." ucap Susan dengan cepat.
Akhirnya Mereka pun segera memilih kamar yang cocok untuk mereka tinggali dan beristirahat sambil menunggu Alena kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Bunda Pertiwi
Bukan SEBUAH MAFIA kali Thor. Tapi KELOMPOK MAFIA.
2024-01-14
2
Fatma Wati
kenapa jarang sekali ada kenzy nya thor
2023-05-14
6
Ernadina 86
3 korban ini tidak punya keluarga?
2023-05-11
1