Hari ini, Aleena dihadapkan kembali pada satu kenyataan pahit, di saat dia sudah mulai melupakan sejarah kelam masa lalu, dia kembali harus merasakan kepahitan. Saat dia sedang mempelajari beberapa jurus, tubuhnya tiba-tiba saja oleng.
Aleena merasakan kepalanya berdenyut sakit, dia merasa benar-benar pusing dan badannya pun terasa lemas. Lukman dan Sari yang melihat keadaan Aleena langsung mendekat, keduanya terlihat begitu khawatir, melihat keadaan Putri yang baru saja mereka angkat.
"Ada apa nak? apa kau baik-baik saja?" tanya Sari seraya mengapit tangan Aleena.
Begitupun dengan Lukman, dia bergegas membantu Aleena untuk kembali ke gubuk mereka, Alina menggelengkan kepalanya perlahan, dia tak tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya, yang jelas saat ini dia merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Sari segera pergi ke dapur untuk mengambilkan air putih, dengan cepat dia pun menyuruh Aleena untuk segera meminumnya dan beristirahat. Sementara itu, Lukman yang saat ini tengah duduk di luar, mencurigai sesuatu yang lain dari tubuh Sang Putri.
'Mungkinkah Aleena saat ini sedang mengandung?' fikir Lukman.
Begitu juga dengan Sari, diam-diam wanita paruh baya itu berpikiran hal yang sama seperti sang suami, namun dia tak bisa mengungkapkan apa yang menjadi kecurigaannya, karena harus menjaga hati Aleena agar tidak semakin sedih dan hancur.
Keesokan harinya, Lukman mengajak Aleena dan juga Sari, untuk kembali ke kota. Dia tak ingin Aleena melahirkan di hutan, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang baik. Lukman berpikir untuk membawa Putri angkatnya itu ke sebuah klinik, untuk memastikan kecurigaannya benar ataupun tidak.
Aleena hanya mengangguk perlahan, dia sudah tak memiliki kekuatan untuk menolak, badannya terasa begitu lemah bahkan Kini dia pun merasakan mual di perutnya.
'Mungkinkah aku hamil?' fikir Alina.
Mata wanita itu terlihat berkaca-kaca, dia begitu takut dan khawatir, jikalau apa yang ada di fikirannya benar-benar terjadi. Jika itu benar, maka kesempatan dia untuk membalas perbuatan orang-orang yang pernah menyakitinya, tentu saja harus ditunda kembali.
Aleena sebenarnya merasa takut, saat Lukman dan Sari membawanya ke klinik. Tapi berkat kesabaran dari kedua orang itu, akhirnya Aleena pun luluh dan bersedia untuk di periksa. Tak lama, dokter yang memeriksa Aleena pun memberitahukan, bahwa saat ini Aleena telah mengandung, hal itu tentu membuat wajah wanita itu semakin kecut,dia benar-benar marah dengan nasib yang harus diterimanya.
"Bersabarlah nak.. Semua pasti ada waktunya." ucap Sari membesarkan hati Aleena, sedangkan Lukman hanya mengelus rambut Putri kesayangannya itu dengan penuh kasih, seolah dia tengah menyalurkan kekuatan pada Aleena agar mampu menjalani seluruh penderitaan hidupnya dengan berani.
Aleena kembali menangis seraya memeluk kedua orang tua angkatnya, jika saja dia tak bertemu dengan Lukman dan juga Sari entah apa yang terjadi padanya, mungkin saat ini dia telah menjadi makanan cacing, di bawah jurang sana.
Dia juga merasa sangat beruntung, karena akhirnya bisa memiliki keluarga yang utuh, meskipun Lukman dan Sari bukanlah orang tua kandungnya, setelah selesai, Lukman dan Sari pun segera mengajak Aleena untuk tinggal di rumah mereka, Aleena sengaja tidak kembali ke kediamannya, karena dia merasa jika saat ini mungkin saja pria tak dikenal itu akan mencarinya dan dia membutuhkan tempat untuk bersembunyi sementara waktu sebelum akhirnya dia memiliki kekuatan untuk bisa membalas dendam.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, menghabiskan waktu hingga 2 jam, akhirnya Aleena beserta Lukman dan Sari Pun sampai di sebuah rumah sederhana, rumah itu merupakan tempat tinggal Lukman dan juga Sari, meskipun kecil tapi terlihat asri dan sangat bersih, hingga Alina pun tak yakin jika sebenarnya Lukman dan Sari benar-benar tinggal di hutan.
Sesampainya di rumah, Aleena segera beristirahat, Sari memberikan kamar depan untuk putri barunya itu, dia juga mengeluarkan beberapa pakaian nya, untuk digunakan oleh Aleena.
Sedangkan Lukman segera pergi ke belakang, dengan cepat dia menemui seseorang, yang sejak tadi memperhatikan kedatangan mereka dari jauh, nampaknya Lukman bukanlah orang biasa, terbukti saat Lukman tiba di belakang, dan berjumpa dengan orang yang sejak tadi mengawasi kedatangan mereka, orang itu pun segera membungkuk memberikan hormat.
Lukman hanya tersenyum, dia segera bertanya "Apakah ada sesuatu yang terjadi saat aku pergi?" tanya Lukman.
Pria itu menggeleng, "Tidak ada hal yang serius, hanya saja beberapa waktu ini ada beberapa orang yang bersekongkol ingin menjatuhkan anda" ucapnya.
"Apa kau sudah Mencari tahu siapa orang itu?" tanya Lukman kembali.
"Sepertinya dia adalah orang-orang dari keluarga Oktora, mereka bekerja sama dengan beberapa orang anggota mafia Black Demon sehingga memiliki nyali untuk menentang anda" ucap pria itu lagi.
"Lalu Bagaimana keadaan perusahaan dan juga toko?" tanya Lukman.
"Semuanya baik-baik, hingga saat ini kita masih bisa mempertahankan semuanya, meskipun keluarga Oktora, terus saja mengklaim diri mereka sebagai orang yang paling kaya di kota ini." ucap pria itu.
"Apakah kita perlu membuat tindakan untuk keluarga Oktora?" tanyanya.
"Tak perlu! cukup awasi saja, jika mereka kembali berbuat ulah, baru kita akan bertindak." ucap Lukman.
"Baik bos!" ucap pria itu seraya pergi meninggalkan Lukman.
Aleena yang diam-diam mendengarkan percakapan antara Lukman dengan pria itu, merasa curiga dengan identitas ayah angkatnya, dia pun segera mendekati Lukman, dan meminta agar sang ayah menceritakan siapa sebenarnya dirinya.
Lukman hanya tersenyum, saat mendengar permintaan dari Aleena, namun dia pun tidak merahasiakan tentang jati dirinya bersama sang istri, dari Putri angkatnya itu.
Dengan terang-terangan, Lukman menyatakan bahwa dirinya adalah pemilik perusahaan terbesar di kota itu, dia juga merupakan seorang ketua mafia yang bernama Black Tiger. Aleena sempat kaget saat mengetahui kebenaran tentang sang ayah, namun dibalik itu dia pun merasa bangga, Bahwa saat ini dia adalah putri dari seorang pengusaha yang kaya raya sekaligus seorang yang memiliki kekuatandi dunia bawah.
Aleena bertekad, jika suatu hari nanti, dia juga akan membuat geng mafia tersendiri yang isinya merupakan wanita-wanita Yang Tersakiti, agar bisa saling bahu-membahu untuk membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti dan juga menghancurkannya.
Mendengar tekad sang Putri, Lukman hanya tersenyum tipis, dia hanya mengatakan "Lahirkan anakmu, dan setelah itu kembalilah berlatih, kau harus segera menjadi kuat agar bisa menjadi seorang Queen mafia dan ingat satu hal, Ayah tidak akan pernah melarangmu untuk membalas dendam, tapi jangan pernah menyakiti orang-orang yang tidak bersalah." ucap Lukman.
Aleena mengangguk, dia pun setuju dengan ucapan sang ayah. Setelah anaknya lahir nanti, Aleena akan segera mencari pria brengsek yang sudah merenggut kehormatannya, dan membalaskan dendam pada pria itu, hingga tak bisa lagi berbuat semena-mena terhadap wanita.
.
.
.
Sembilan bulan kemudian, Aleena pun melahirkan seorang bayi laki-laki, wajah bayi itu terlihat sangat mirip dengan pria yang telah menodainya hingga membuat Aleena tidak ingin melihatnya sama sekali.
Sari yang mengetahui trauma Aleena, segera membawa bayi itu, dia sengaja menjauhkannya dari Aleena agar putri angkatnya itu bisa kembali fokus untuk membalas dendam.
Aleena kini di ajari berbagai macam bela diri, dia juga mulai mahir menggunakan berbagai senjata, demi bisa memancing pria brengsek itu, Aleena juga merubah penampilannya, dia kini menjadi seorang gadis cupu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
aphrodite
👍👍
2024-12-11
1
pioo
pasti hamidun🙃
2024-06-03
3
Rosmaliza Malik
kesian dengan baby tu
2024-04-04
2