Tap...
Tap...
Tap...
Seorang pemuda baru saja melangkahkan kakinya menuju sebuah Mansion besar, dia disambut oleh salah seorang pelayannya.
"Tuan muda, Anda baru kembali?"tanyanya.
"Ya." jawab pemuda itu singkat, dia langsung melangkahkan kakinya menuju lantai 2 di mana kamarnya berada. Tak lama kemudian, pemuda itu langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi orang kepercayaannya.
Tuuuuut...
Tuuut...
Panggilan suara pun tersambung, tut... Terdengar suara seseorang di seberang mengangkat panggilan.
📱"Halo Bos." ucap suara di seberang.
📱"Datang ke Mansion dalam waktu 10 menit." ucap pemuda itu.
📱"Baik bos." jawaban dari seberang.
Akhirnya pemuda itu pun segera mematikan panggilan teleponnya, dia meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan segera mengambil handuk, kemudian berjalan menuju kamar mandi, dia harus segera menyegarkan kembali tubuhnya setelah td berkeringat.
Tak berselang lama terdengar suara mobil parkir di depan Mansion besar itu, seorang pemuda dengan rambut cepak muncul sambil berlari ke arah Mansion, dia segera melangkahkan kakinya menuju lantai 2, tempat di mana kamar sang bos berada.
Tok...Tok...Tok...
Pintu kamar diketuk dari luar, tak lama pemuda itu pun langsung membuka pintu dan memasuki kamar tempat bosnya berada.
Gemerincik air membuat dia sadar bahwa saat ini orang yang dia tuju sedang berada di kamar mandi, kemudian dia pun segera mendudukkan dirinya di atas sofa yang ada di kamar itu.
Selang beberapa menit kemudian pemuda yang dipanggil Bos itu pun muncul, dengan segera dia berdiri.
"Bos." panggilnya.
"Sepertinya pria tua itu mulai mencari masalah denganku, Lakukan sesuatu secepatnya jangan biarkan dia mendekatiku lagi lain kali." ucap pemuda itu dengan dingin.
"Baik bos." jawab sang kepercayaan.
"Satu lagi Arya," ucapnya Seraya mengambil ponsel yang ada di atas meja, dia menunjukkan gambar seorang gadis kepada orang kepercayaannya yang dia panggil Arya.
"Dia adalah calon nyonya mudamu, jangan biarkan dia mendapatkan masalah apapun. Jika ada yang berani menyentuhnya, walaupun hanya sehelai rambut,kau tahu apa yang harus kau lakukan." ucap si Pemuda itu dengan tegas.
"Oke bos." jawab Arya. Pemuda itu pun segera mengambil ponsel dari tangan bosnya dan melihat gambar calon nyonya mudanya.
Mata pemuda itu membola, dia seakan tak percaya, saat melihat bahwa orang yang disebut calon Nyonya muda oleh Bosnya itu merupakan teman saat dia di sekolah dulu.
"Aleena?" ucap Arya seraya mengucek matanya.
"Siapa Aleena?" tanya si pemuda yang di panggil bos itu seraya mengerutkan keningnya.
"Bukankah ini Aleena?" tanya Arya mengulangi kembali ucapsnnya.
"Apa kau mengenalnya?" tanya si pemuda.
"Tentu saja, dia itu teman satu sekolahku dulu. Setahuku dia bekerja menjadi seorang asisten di salah satu butik besar yang sangat terkenal di kota ini." jawab Arya.
"Apa kau yakin?" pemuda yang dipanggil bos itu seolah tak percaya mendengar ucapan Arya, bagaimana pun gadis yang dia potret itu memiliki rumah yang sangat besar dan juga mobil pribadi, tidak mungkin rasanya jika dia hanya menjadi seorang asisten di butik.
Jika pun benar, sudah pasti gadis itu merupakan seorang nona muda dari keluarga kaya.
"Tentu saja, aku bahkan berteman di sosial media dengannya." ucap Arya.
"Tunjukkan!" pemuda yang dipanggil Bos itu pun seolah penasaran mendengar ucapan Arya, dia segera merebut ponsel milik orang kepercayaannya, dan berselancar di akun sosial media milik Arya.
Dia menuliskan Aleena pada kolom pencarian, hingga akhirnya netranya bisa menangkap gambar dari gadis yang dicarinya dan telah dia klaim sebagai calon Nyonya mudanya.
Arya begitu terkejut, ini adalah pertama kalinya sang bos begitu penasaran terhadap seorang gadis, bahkan selama ini keluarganya berulang kali menjodohkan Bos muda itu dengan beberapa orang gadis cantik putri dari teman-teman sosialita sang mama maupun rekan-rekan bisnis sang papa namun selalu saja ditolaknya.
Bos mudanya itu seolah tidak memiliki ketertarikan sedikitpun terhadap seorang gadis, dia selalu bersikap dingin bahkan tidak ada satu orang pun karyawan wanita di perusahaannya yang berani menatap wajahnya.
Walaupun dia memiliki sejuta pesona ketampanan, tapi tidak bisa membuat orang mengaguminya, mereka dengan terpaksa harus selalu menundukkan matanya saat bertatapan dengan sang Bos muda, selain karena sifatnya yang dingin dan juga kejam, dia juga merupakan orang yang tidak tersentuh.
"Apa-apaan ini? Siapa pemuda ini? Berani sekali dia berdampingan dengan Gadisku!" ucap sang Bos muda itu dengan mata merah, dia terlihat begitu marah saat melihat foto Aleena yang sedang berdiri berdampingan dengan Calvin.
Mendengar pertanyaan dari sang Bos, Arya segera melirik ke arah layar ponselnya, untuk melihat siapa pemuda yang dimaksud oleh sang Bos. Tak lama kemudian Arya pun tersenyum tipis, setelah dia mengetahui identitas dari pemuda itu.
"Sepertinya anda memiliki saingan, bos. Itu adalah tuan muda dari keluarga Anderson, Calvin Anderson." ucap Arya.
"Bagaimana mungkin gadisku mengenal pemuda badjingan itu?" tanya sang Bos.
Arya hanya menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya, melihat Betapa posesifnya sang bos saat melihat foto kebersamaan antara Aleena bersama Calvin.
"Suruh seseorang untuk mengawasi Calvin Anderson, Jangan biarkan dia mendekati gadisku lagi!" ucap sang Bos.
Arya pun mengangguk tanpa membantah sedikitpun.
"Dan ingat! Pantau terus calon nyonya mudamu, Jangan biarkan dia mendapatkan kesulitan dan laporkan semua kegiatannya padaku." ucap si Bos Seraya mengambil kaos dari lemari pakaiannya kemudian memakainya.
Arya pun dengan cepat mengambil ponselnya, dia segera menghubungi anak buahnya untuk melaksanakan semua perintah dari sang Bos. Bagaimanapun juga bosnya bukanlah orang yang bisa bersabar, jadi Arya harus dengan cekatan melakukan segala apapun yang diminta oleh sang Bos tanpa disuruh dua kali.
.
.
.
Sementara di tempat lain saat ini, Aleena terduduk diam di sebuah gubuk bersama sepasang paruh baya, dia belum bisa bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya, hingga memutuskan untuk mengakhiri hidup.
Rasa sakit yang mendera batinnya, membuat dia tak lagi memiliki kepercayaan terhadap orang lain. Apalagi setelah mengetahui jika orang-orang yang begitu dia sayangi dan sangat dia percaya telah tega menghianatinya.
Namun, melihat kesabaran dan juga cinta kasih yang diberikan oleh sepasang paruh baya itu, membuat Aleena akhirnya luluh, meski dengan derai air mata, dia menceritakan seluruh tragedi yang menimpa hidupnya.
Sepasang paruh baya itu bernama Lukman dan Sari, mereka telah tinggal selama beberapa waktu di gubuk yang ada dihutan itu, karena merasa sangat sedih, setelah 30 tahun pernikahannya, belum juga di karuniai seorang anak.
Akhirnya mereka pun mengangkat Aleena sebagai putri mereka, dan berjanji akan membantu membalaskan dendam pada Calvin Anderson dan juga pria tak dikenal itu. Bahkan Lukman dengan senang hati, mengajarkan berbagai ilmu beladiri pada Aleena, agar kelak dimasa depan, dia tak perlu lagi merasa takut jika berhadapan dengan pria badjingan.
Aleena kembali ceria, dia mulai melupakan sejarah kelam masa lalu nya dan mulai membuka lembaran baru. Dia mempelajari berbagai macam bela diri sebagai bekal untuk kehidupannya dimasa depan.
Meskipun Lukman menawarkan diri untuk membantu Aleena, nampaknya wanita itu tidak setuju. Dia ingin membalaskan dendam dan juga sakit hatinya sendiri, agar tak lagi dibayang-bayangi oleh ketakutan masa lalunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Osie
nah satu lg karyamu say..aku mampir nih .krn ini cerita udah end..jadi aku g akan koment ya disetiap babnya.. dah gak guna..kan udah end .hehehe
2024-03-29
4
YNa Msa
😍😍😍😍😍👍
2024-03-18
2
🌸 Airyein 🌸
Belum apa2 udh cemburu 🤣🤣🤣. Jadian aja belum bang
2024-01-28
3