Melihat Calvin yang berusaha mengejar Aleena, Melinda pun segera bangkit dari kursi yang didudukinya, dia berjalan dengan cepat dan menarik pergelangan tangan Calvin, berusaha untuk menahan langkah pemuda itu untuk mengejar Aleena.
"Apa yang kau lakukan Calvin? Bukankah kau telah berjanji untuk menikahiku? Lalu kenapa kau harus mengejar Aleena?" tanya Melinda dengan mata yang menyorot marah.
Calvin berbalik ke arah Melinda, matanya menunjukkan rasa tidak suka atas pertanyaan yang ditujukan olehnya.
"Bukankah kau telah mengetahui jika Aleena adalah tunanganku? jika sampai dia buka mulut, maka habislah semua image yang aku bangun selama ini. Aku sudah bersusah payah untuk mengembangkan bisnis yang diwariskan keluargaku dan hanya karena dekat dengan Aleena, aku berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa orang Pengusaha terkenal di kota ini." jawab Calvin
Mendengar jawaban Calvin, Melinda terlihat sangat marah. Siapa Aleena sampai-sampai Calvin terlihat begitu kalut? sedangkan dia Melinda Oktora seorang putri sekaligus Nona muda pemilik perusahaan terbesar di kota itu sanggup memberikan suntikan dana pada perusahaan milik keluarga besar Anderson. Tidak ada yang tidak mungkin bisa dia dapatkan. hanya dengan satu panggilan telepon saja dia bisa mengeluarkan uang sebanyak yang dibutuhkan oleh Calvin.
Akhirnya Melinda pun mencengkram tangan pergelangan tangan Calvin dan menghempaskannya, matanya terlihat melotot dengan wajah yang menghitam. Betapa Calvin tidak menghargai dirinya, Padahal dia telah memberikan segalanya untuk Calvin.
"Kau benar-benar pria bodoh Calvin, Aleena hanyalah gadis biasa. Sedangkan aku? Aku punya segalanya. Aku bisa memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh Aleena, harusnya kau sadar itu!" ucap Melinda dengan marah.
"Apa maksudmu Melinda?" tanya Calvin.
"Aku adalah Putri dari keluarga Oktora, aku seorang penerus sekaligus pewaris utama dan satu-satunya seluruh kekayaan milik keluargaku. Apa pantas jika aku dibandingkan dengan Aleena yang hanya seorang gadis kampung yang tidak tahu diri? Dia hanyalah seorang asisten tak lebih dari babu sedangkan akulah ratunya dan kau ingin menyingkirkan aku hanya demi seorang wanita seperti Aleena?" tanya Melinda dengan sangat geram.
Akhirnya Calvin pun melihat Melinda dengan pandangan yang sangat berbeda, Dia baru saja mengetahui sebuah kenyataan, jika gadis yang selama ini menjadi selingkuhannya, ternyata adalah anak dari orang terkaya nomor 1 di kota itu. Dia pun memutuskan untuk kembali dan meminta maaf pada Melinda.
"Maafkan aku Melinda, Aku hanya takut jika sampai bisnis keluargaku bangkrut hanya karena rumor aku telah menyelingkuhi Aleena dan aku juga tak ingin nama baikmu hancur jika sampai Aleena memberitahu semua orang alasan dari putusnya pertunangan kami." ucap Calvin Seraya memeluk tubuh Melinda.
Mendengar ucapan Calvin apalagi ditambah raut wajahnya yang terlihat sangat khawatir, membuat Melinda akhirnya luluh. Dia pun memaafkan kesalahan Calvin dan membalas pelukannya.
"Aku harap kau tidak akan pernah menghianatiku Calvin, dan untuk masalah bisnis keluargamu, Aku akan segera membicarakannya dengan papaku, agar dia mau membantu untuk mengembangkan bisnismu menjadi semakin besar" ucap Melinda.
"Terima kasih sayang, kamu memang gadis yang paling baik. Aku beruntung bisa mendapatkan gadis sepertimu." ucap Calvin Soraya mengecup dahi Melinda.
Mendapatkan perlakuan lembut dari Calvin, Melinda pun tersenyum hatinya kembali bahagia. Dia tak akan pernah mengalah pada Aleena karena baginya Alina bukanlah apa-apa.
Aleena berlari menuju ke mobilnya, dia ingin segera sampai di rumah, merebahkan seluruh kekecewaan dan rasa sakit yang menggunung di hati. Betapa sesak dadanya, saat mengetahui jika tunangan yang selama ini begitu dia percaya, ternyata telah tega menghianatinya.
Akhirnya Aleena melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, air mata terus meluncur dengan sangat deras, seolah Langit Runtuh bumi pun hancur di hadapannya, pemuda yang selama ini begitu dia sayangi dan sangat dibanggakan ternyata hanyalah seorang pecundang, dia hanyalah pria tak tahu malu yang dengan teganya menyelingkuhi dirinya bersama sahabatnya sendiri.
Jika saja Calvin dan Melinda berterus terang padanya, mungkin hati Aleena tidak akan sesakit ini. Tapi apalah daya, nasi telah menjadi bubur. Meskipun begitu Aleena tetap saja merasa sangat sakit.
Brum...
Brum...
Akhirnya mobil Aleena pun sampai di pekarangan rumah, dia berjalan dengan langkah yang gontai, matanya terlihat sembab dengan wajah yang merah. perlahan tangan Aleena mengambil kunci dari tasnya, dia membuka pintu dengan perlahan, namun baru saja Aleena memasuki rumah, tiba-tiba seorang pemuda menerobos masuk mengikutinya dan langsung Mengunci pintu.
Pemuda yang tidak dikenal itu dengan cepat memeluk tubuh Aleena, Aleena mencoba untuk berteriak meminta tolong tapi mulutnya dibungkam hingga dia tidak bisa mengeluarkan suaranya. Aleena berontak tapi ternyata tenaganya tidaklah lebih besar dari tenaga pria itu.
"Diam! Aku tidak akan kasar padamu! Aku hanya butuh bantuan saat ini, aku telah dijebak dan aku butuh pelampiasan." ucap pria itu dengan tak tahu malu.
"Lepaskan aku! Apa yang kau inginkan dariku? Kenapa kau memasuki rumahku?" tanya Aleena dengan takut-takut, dia masih berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa lepas dari cengkraman pria itu.
Aleena terus memohon agar pria itu melepaskannya, tapi Malang, ternyata pria yang ada di hadapannya saat ini telah terkena obat perangsang sehingga apapun yang dikatakan Aleena, Tak ada satupun yang diperdulikannya.
Pria itu berusaha untuk menodai kehormatan Aleena, sedangkan Aleena terus berusaha untuk memberontak, dia tak ingin kesucian yang dia jaga selama 20 tahun ternoda hanya karena pria yang tidak dia kenali.
"Lepaskan aku, kumohon," ucap Aleena kembali.
"Diam! aku akan membayar kerugianmu nanti" ucap pria itu seraya merobek pakaian Aleena. Aleena hanya bisa menangis saat tubuhnya dijamah oleh pria tak dikenal, dia tak bisa berbuat apa-apa karena tenaganya tidak sebanding dengan tenaga pria yang saat ini mengungkung dirinya.
Aleena merutuki nasib buruknya, setelah mengetahui jika pria yang selama ini menjadi tunangannya berselingkuh bersama sahabat baiknya, akhirnya dia juga kehilangan kehormatan yang selama ini dijaganya.
Aleena menangis tersedu-sedu, betapa Malang nasib nya, entah kesalahan apa yang telah dia perbuat selama ini, hingga Tuhan mengutuknya. Aleena sakit, dia benar-benar merasa dunia tak adil padanya, sementara pria yang telah puas menjamah tubuhnya itu, langsung memunguti pakaiannya, dia juga dengan tak tahu malunya mengambil ponsel dan memotret wajah Aleena.
"Tak perlu menangis lagi! Aku akan bertanggung jawab padamu!" ucap pria itu seraya memasang kembali pakaiannya dan langsung berjalan menuju pintu keluar dari rumah Aleena.
Aleena berjalan dengan tertatih-tatih menuju ke kamar mandi, menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air. Dia merasa sangat kotor dan berusaha menggosok seluruh badannya dengan sangat keras untuk menghilangkan bekas pria itu.
Seketika pikirannya langsung melayang tak tentu arah, dia merasa dunia tak lagi berpihak padanya, mungkin kematian lah yang lebih cocok untuknya. Aleena bergegas mengganti pakaiannya, dia berjalan dengan tertatih-tatih menuju hutan hingga pagi menjelang akhirnya Aleena pun sampai di depan sebuah jurang yang sangat curam.
Tangis Alina kembali terdengar, dia terisak... Betapa miris nasibnya, siapa pun yang mendengar ratapannya, pasti akan turut menjatuhkan air mata.
Aleena berusaha menjatuhkan tubuhnya, namun dua sosok muncul dan menarik tubuh Aleena kembali hingga akhirnya dia terselamatkan.
"Apa yang kau lakukan? sebesar apapun dukamu jangan pernah berpikir untuk mengakhiri kehidupanmu seperti ini, kau berharga ingat itu!" ucap Seorang Pria tua yang kini berdiri di hadapan Aleena.
"Bersabarlah nak Tuhan sedang mengujimu jika kau kuat, kau pasti akan tahu betapa Tuhan menyayangimu" ucap seorang wanita tua dengan penuh kelembutan menguatkan hati Aleena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Nadia Farah Dini
kurang aja banget ni org kalo gue ada disitu udah gue tendang tuh biar patah junior lu
2024-07-20
3
pioo
heleh ngaku ngaku anaknya pengusaha
2024-06-03
3
Rebecca Jaimin
jiwa ku hempas paksa Thor😭😭tega kli Kau.. musibah gk hbs2
2024-04-06
2