Pagi ini, cuaca teramat mendung, Aleena berjalan dengan santai menyusuri jalanan sepi, tak jauh dari rumah yang ditinggalinya. Dia menggunakan kaos warna putih yang dipadukan dengan rok selutut, rambutnya dikuncir, jangan lupakan tompel besar yang kini ada di pipinya.
Bibirnya menyunggingkan senyuman manis, ini adalah pertama kalinya dia keluar dari rumah, untuk sedikit menenangkan pikirannya yang kalut. Entah di mana dia harus mencari pria brengsek yang pernah menghancurkan hidupnya.
Langkah Aleena tiba-tiba terhenti, di hadapannya kini berdiri tiga orang sosok bertubuh besar, ketiganya menyeringai melihat Aleena yang berjalan sendirian.
"Serahkan uangmu! Dan kau bisa pergi dari sini!" ucap salah seorang pria tersebut.
Aleena yang mendengar ucapan pria itu hanya tersenyum kecut, sepertinya ketiga pria ini cukup untuk dia meregangkan ototnya, terlebih preman jelek di hadapannya itu ingin merampoknya.
"Apa kau tuli? cepat serahkan seluruh uangmu dan kau bisa pergi dari sini!" hardik pria yang satunya lagi.
Aleena mendengus mendengar ucapan pria itu, sepertinya mereka belum berkenalan dengan wanita yang baru saja keluar dari neraka, hingga berani menggertak bahkan berniat untuk merampok.
Aleena berkacak pinggang, bibirnya menyunggingkan senyuman sinis. "Apakah kalian bertiga itu buta? ataukah memang kalian cacat, sehingga harus mengemis di hadapanku?"tanya Aleena.
Ketiganya terlihat sangat marah mendengar ucapan dari perempuan cupu, dan juga jelek yang kini berdiri dengan begitu sombong, di hadapan mereka, bagaimana mungkin perempuan itu tidak tahu, jika yang saat ini dia hadapi adalah preman yang sudah terkenal dan sangat ditakuti di wilayah itu?
"Dasar wanita bodoh! apa katamu tadi? pengemis? kami bukan pengemis dan asal kau tahu saja jika kau ingin melanjutkan perjalananmu, kau harus memberikan uangmu pada kami." ucap pria ketiga menegaskan seraya melotot pada Aleena.
"Hanya 3 cecunguk kecil, berani sekali kalian Menghadang jalanku? Apa kalian belum tahu siapa aku?" tanya Aleena.
Ketiganya serempak tertawa mendengar ucapan gadis cupu itu.
"Siapa kamu? Kamu hanyalah seorang gadis cupu!" ucap salah seorang pria itu sambil terus tertawa.
"Mungkin di mata kalian, aku hanyalah seorang gadis cupu. Tapi sayangnya, kalian Mencari Lawan yang salah!" ucap aleena seraya mengepalkan tinjunya, dia bergerak dengan sangat cepat dan langsung menghajar ketiga pria berbadan besar itu dengan tangan dan juga kakinya.
Bak! Buk!
Bak! buk!
Bak! Buk!
Duagh...
Argh...
Pukulan dan juga tendangan beruntun, dilayangkan oleh Aleena dengan sekuat tenaga, sehingga merobohkan ketiga pria berbadan besar itu, sudut bibir mereka terlihat mengeluarkan darah, bahkan beberapa gigi Mereka pun tanggal.
Serangan yang dilakukan Aleena, tidaklah main-main. Dia sengaja menjadikan ketiga pria itu sebagai samsak tinju, untuk melampiaskan kekesalannya, sekaligus sebagai bahan latiha
Sedangkan ketiga pria itu terlihat melotot, seolah tak percaya jika gadis cupu yang kini berdiri di hadapan mereka, bisa menumbangkan ketiganya hanya dalam beberapa detik saja.
"Huh! Kalian benar-benar menguji kesabaranku! Untung saja Aku ini seorang wanita yang baik, sehingga kalian masih bisa hidup, tapi jika kalian masih terus berbuat kejahatan seperti itu! Aku bahkan tidak segan-segan untuk memotong kebanggaan kalian dan menjadikannya makanan kucing di rumahku!" ucap Aleena sambil menunjuk ke arah adik kecil mereka.
Ketiganya pun serempak menutup aset berharga mereka dengan tangan, seolah takut jika wanita cupu itu benar-benar memotong kejantanannya. Setelah selesai mengurus ketiga preman itu, Aleena pun kembali berjalan dengan sangat santai, dia bahkan tak melirik lagi ke belakang dan fokus dengan jalan.
Sesekali dia pun melihat beberapa orang yang sedang berlalu-lalang, sepertinya mereka sedang berolahraga. Aleena jadi berpikir jika selama ini dia terlalu lama meninggalkan rumahnya, akan tetapi dia merasa Jika dengan cara seperti ini maka dia bisa membalas dendam dengan sangat cepat kepada orang-orang yang telah menyakiti dan juga menghancurkan hidupnya di masa lalu.
Tanpa sengaja mata Aleena bersitatap dengan seorang wanita yang terlihat berwajah sendu, tatapannya kosong seolah dia telah kehilangan jiwanya, Alina berjalan mendekat ke arah wanita itu, dia sangat penasaran terlebih setelah melihat jika ditangan wanita itu terdapat memar-memar.
'Sepertinya wanita ini korban penyiksaan, aku harus membuat dia mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, dan merekrutnya menjadi bawahanku!' gumam Aleena dalam hati.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Aleena.
Dia memperhatikan wanita itu dengan seksama, seolah Tengah menelisik apa yang terjadi padanya, hingga harus tinggal di pinggir jalan, dengan tubuh yang penuh dengan luka.
"Ya! aku baik-baik saja." ucap wanita itu sambil menundukkan wajahnya.
"Kalau kau berbicara dengan orang lain, kau harus menatap matanya." ucap Aleena dengan tegas.
Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya, dia terbiasa menunduk di hadapan orang lain, bagaimana mungkin dia bisa menengadahkan wajahnya dan memandang Aleena?
"Apa kau tahu? sangat tidak sopan jika kau berbicara dengan orang lain tanpa menatap matanya!" ucap Aleena kembali.
Wanita itu hanya terdiam, namun jelas matanya kini berembun, sepertinya dia menyembunyikan sejuta kesedihan di dalam hatinya.
"Kau bisa membicarakan apapun denganku! bahkan jika kau mau, aku bisa membantumu untuk membalas orang-orang yang telah menyakitimu." ucap Aleena.
Perlahan wajah wanita itu mendongak, dia bisa melihat keseriusan di mata Aleena. "Apa kau sungguh-sungguh?" tanyanya.
"Hanya jika kau mampu melupakan masa lalumu, dan Menjadikan dirimu lebih kuat, maka aku akan merekrutmu dan menjadikan kepercayaanku!" ucap Aleena.
"Tapi bagaimana mungkin? Bukankah kita baru saja bertemu?" tanya wanita itu seolah tak percaya.
"Aku bisa melihat kesedihan di Matamu, sebagai sesama wanita,tentu aku tahu bagaimana rasanya, jika kau mau aku bisa membantumu membalaskan dendam." ucap aleena.
"Aku mau." wanita itu pun langsung mengangguk.
"Lalu Apa untungnya untukku? jika aku membantumu dengan cuma-cuma, tentu saja aku juga tidak mau!" ucap Aleena.
"Aku bisa mengabdi padamu dan aku bisa melakukan apapun yang kau perintahkan, asal kau mau membantuku, membalaskan dendam pada suami dan juga pelakor yang telah merusak Rumah tanggaku!" ucap wanita itu.
"Oh.. jadi kau itu korban perselingkuhan suamimu?" tanya Aleena lagi.
Wanita itu hanya mengangguk, tangisnya pecah dengan sesenggukan. "Suamiku menceraikanku, hanya karena aku tidak bisa memberikan dia anak, dan sekarang dia menikahi wanita selingkuhannya." ucapnya dengan getir.
"Lalu kenapa kau bisa tinggal di jalanan?" tanya Aleena.
"Aku diusir setelah seluruh hartaku berpindah tangan pada suamiku, dia langsung menikahi pelakor itu dan menceraikanku." ucapnya.
"Lalu bagaimana dengan luka-luka yang ada di tubuhmu?" tanya Aleena.
"Dia dan juga perempuan itu menyiksaku, hanya karena aku tidak mau keluar dari rumah itu! itu adalah rumah warisan keluargaku dan dia merebutnya dariku." ucap wanita itu.
Lalu apa yang kau inginkan sekarang?" tanya Aleena kembali.
"Tentu saja membalas dendam! sampai kapanpun aku takkan rela rumah dan seluruh hartaku, dinikmati oleh mantan suami dan juga istri barunya." ucap wanita itu.
"Ikutlah denganku! mulai hari ini aku akan melatihmu menjadi seorang perempuan yang kuat, kau juga akan kujadikan orang kepercayaanku!" ucap Aleena seraya mengulurkan tangannya.
Wanita itu menyambut uluran tangan Aleena dan bergegas berdiri di sampingnya, kemudian mengikuti dari belakang. Aleena mengajak wanita yang bernama Tara itu ke rumahnya, dan melatih berbagai macam ilmu bela diri, sehingga Tara mampu melindungi dirinya dan suatu saat nanti bisa menjadi seseorang yang berguna untuk Aleena.
"Cepat ataupun lambat, aku pasti akan Menemukanmu pria brengsek! dan saat itu kau bahkan tidak akan pernah tahu apa yang bisa aku lakukan padamu?" ucap Aleena seraya mengepalkan tangannya, saat mengingat kembali pria bejat yang telah merenggut kehormatannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Nf@. Conan 😎
anaknya buat g aja lah dri pda d benci, shrusnya nggak bleh bnci sma anak yg sdah dy kandung slam 9 bulan msa nggak ada ikatan batin sma sX emak sma anak
2024-03-29
5
zahra ou
tp jgn benci dong sma ank nya
mulai blajar nriman. nrimo opo anane
2024-01-30
2
🌸 Airyein 🌸
Ini jodoh km mungkin. Mungkin tapi
2024-01-28
2