Aleena dan Tara meninggalkan rumah itu dengan senyum semringah, keduanya begitu bahagia karena telah mendapatkan apa yang mereka inginkan, tanda tangan yang dibubuhkan di atas kertas kosong itu merupakan jawaban dari kegundahan Tara selama ini.
Keduanya langsung bergegas menuju motor besar yang diparkir di depan rumah mantan suami tara, dengan tanpa pikir panjang, keduanya pun langsung melajukan motor yang ditungganginya dengan kecepatan penuh.
Jalanan yang lengang, membuat kedua wanita itu bebas melakukan balapan untuk bisa segera sampai di rumah milik Lukman dan juga Sari. Beberapa saat kemudian, motor yang mereka tunggangi berhenti di depan lampu merah, tepat setelah itu sebuah mobil hitam juga berhenti di samping motor milik Aleena.
Deg...
Deg...
Deg...
Degup jantung Aleena terdengar sangat cepat, begitu netranya menangkap siluet tubuh yang ada di dalam mobil, benar itu adalah pria brengsek yang pernah menghancurkan hidupnya dulu.
Akhirnya Setelah lampu hijau menyala, Aleena pun dengan cepat mengejar mobil itu, sedangkan Tara yang tidak tahu menahu tentang masa lalu Aleena, hampir saja tertabrak oleh pengendara lain, karena terpaku.
Dia lupa untuk melajukan motornya, hingga akhirnya suara klakson mobil orang dibelakangnya menyadarkan wanita itu. Tara bergegas mengejar Aleena, dia takut jika bosnya itu mengalami masalah besar.
Aleena merogoh tas nya dan mengeluarkan sebuah tongkat baseball, dia dengan cepat melemparkan tongkat itu ke arah kaca mobil hitam yang masih melaju di depan motornya.
Prang...
Kaca mobil pun terpecah Tak lama kemudian mobil itu pun berhenti, dua orang pria berpakaian hitam keluar dari dalam mobil dan menatap Aleena yang saat ini masih menggunakan helm full face nya.
"Siapa kau? apa masalahmu dengan kami?" tanya salah seorang pria itu seraya menunjuk Aleena dengan jarinya.
Aleena hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari orang itu, dia pun segera menjawabnya dengan dingin, "Tanyakan saja pada bosmu, yang telah menghancurkan hidup seseorang! aku hanya memberi peringatan dengan memecahkan kaca mobilnya! tapi mungkin suatu hari nanti, aku akan melenyapkan kalian semua dengan tanganku sendiri!" ucap Aleena seraya mengepalkan tangannya.
Wanita itu langsung melanjukan kembali motornya dengan sangat cepat, di belakangnya Tara tampak menyusul motor yang ditunggangi Aleena dengan bingung.
Kedua pria itu masih terbengong di tempatnya, mereka tidak percaya jika orang yang telah berani memecahkan kaca mobil milik Tuan mereka merupakan seorang wanita.
Tak lama kemudian, seorang pemuda turun dari mobilnya, dia bertanya pada kedua orang itu.
"Siapa manusia yang berani memecahkan kaca mobilku?" tanyanya dengan sangat dingin.
Kedua pria itu menunduk mereka tak berani mengatakan apa yang diucapkan oleh Aleena, hingga akhirnya, suara pukulan tangan pemuda itu menyadarkan mereka kembali dan segera menengadahkan wajahnya memandang sang Bos.
"Dia seorang wanita bos." ucap salah satu ansk buahnya.
"Wanita?" pemuda itu seolah tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh kedua anak buahnya, dia pun mengulang kembali pertanyaan yang sama, hingga kedua anak buahnya pun menganggukkan kembali kepalanya.
Akhirnya mau tak mau, anak buahnya itu pun segera mengatakan apa yang telah dikatakan oleh Aleena tadi sebelum dia kembali melajukan motornya, pemuda itu nampak kaget namun senyuman tipis tersungging dari wajah dingin dan kakunya.
"Cepat masuk ke mobil dan ikuti motor itu! dia calon Nyonya mudamu!" ucap pemuda itu.
Akhirnya kedua anak buahnya pun dengan bergegas, segera berlari dan membuka pintu mobil, mereka melajukan kembali perjalanan mereka sesuai arah yang ditinggalkan oleh Aleena.
"Bos, sepertinya kita kehilangan jejak!" ucap anak buahnya seraya melirik ke arah sang bos yang duduk di jok belakang.
Pemuda itu dengan segera mengambil ponselnya, dan menghubungi seseorang.
Tuuuut....
Klik...
Panggilan pun tersambung.
📱"Hallo bos!" terdengar suara seorang pria menyahut dari seberang psnggilan.
📱"Arya, lekas suruh seseorang untuk meretas CCTV yang ada di Jalan X Blok G dan temukan plat nomor motor dari orang yang telah memecahkan kaca mobilku!" ucap pemuda itu memberikan perintah dengan dingin.
📱"Apaa? Bos baik-baik saja kan? Apa perlu panggil dokter Daniel?" tanya Arya khawatir.
📱"Aku baik-baik saja, aku hanya membutuhkan plat motor itu segera." ucap si pemuda itu kembali.
📱"Baik bos." jawab Arya dengan cepat, dia tak ingin bosnya mengucapkan perintah 2x dan langsung menghubungi salah seorang hacker andalan mereka.
.
.
.
Aleena saat ini telah sampai di depan rumah Lukman dan juga Sari, dengan cepat dia pun segera memarkir motornya, dan langsung masuk ke dalam rumah, disusul oleh Tara.
Wajah cantik Aleena berubah menjadi muram, setelah dia bertemu dengan Pemuda brengsek yang selama ini dicarinya, untung saja gadis itu telah mengingat plat mobil milik Pemuda sialan itu, sehingga dia tak perlu lagi repot-repot, untuk mencari tahu siapa sebenarnya pria pecundang yang sebentar lagi akan menjadi samsak tinjunya, untuk melampiaskan seluruh sakit hati dan juga dendam yang membara di dalam hatinya.
Aleena segera melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam kamar, dia ingin menenangkan pikirannya yang saat ini tengah kalut.
Braaak...
Pintu kamar pun dibanting oleh Aleena dengan sangat keras, malam ini suasana hatinya sangatlah buruk, jika saja dia tidak mengingat bahwa hari sudah semakin pagi Mungkin dia akan menyempatkan waktu untuk memberikan pemuda itu pelajaran.
Aleena pun segera mengeluarkan laptop miliknya, semenjak tinggal di rumah Lukman dan Sari, Aleena juga telah mempelajari cara untuk meretas data, dari seseorang yang merupakan kepercayaan Lukman, sehingga hanya untuk mencari tahu siapa pemilik dari plat mobil yang kini ada di tangannya, Aleena tidak perlu meminta pertolongan kepada orang lain.
Tangan mungil Aleena, terus berselancar di atas keypad laptop, dia pun menggerakkan Mouse ke kanan, ke kiri, ke atas dan ke bawah untuk mendapatkan petunjuk atas apa yang dia cari, hingga akhirnya mata Aleena terlihat membola saat membaca sebuah nama 'Keenan Ferdian' muncul di layar laptopnya, bersamaan dengan photo pemuda yang paling dia benci.
"Cih, Rupanya pemuda itu merupakan keturunan dari keluarga besar Ferdian, Baiklah! Mari kita buat pertunjukan yang sangat bagus, untuk kalian nikmati." ucap Aleena seraya menutup laptopnya.
Dia pun segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil memikirkan cara yang paling efektif, untuk bisa membalas dendam pada keluarga besar Ferdian, khususnya untuk seorang Keenan Ferdian.
Keesokan harinya, Aleena pun berniat untuk memasuki rumah keluarga Ferdian dengan menyamar menjadi seorang pembantu, dia akan mulai menjalankan rencana balas dendamnya dimulai dari rumah besar keluarga itu.
Dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, Aleena pun segera memoles kembali wajahnya, dengan berbagai macam kosmetik, hingga menyerupai seorang gadis yang cupu, tak lupa dengan tompel besar yang kini kembali menghiasi pipi mulus wanita itu, dan juga kacamata bulat yang membuat penampilannya semakin meyakinkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
aphrodite
ngapain harus pake tompel.. make up dan kacamata saja sudah cukup padahal
2024-12-11
1
Jul lay
jangan smpe alena tergesa gesa balas dendam, soalnya keenan jg ada niatan baik buat tanggung jawab tp keburu pergi alena nya jd smpe ga ditemukan sma org kepercayaan keenan
2024-06-13
3
Rosmaliza Malik
kan ayah Lukman pernah cakap boleh nak balas dendam tapi jangan sakiti orang yang tak bersalah
2024-04-04
1