Bab 18 : Mencari Kumbang

Di saat Melati menemani sang anak, dokter pun menghampiri Melati dan segera meminta Melati untuk segera mencarikan donor darah secepatnya, jika tidak maka akan semakin berbahaya untuk keselamatan Amanda.

"Permisi, Nyonya! Bagaimana, apakah sudah ada pendonornya? Kami harus secepatnya mendapatkan darah itu, dan kami juga sudah berusaha mencari golongan darah itu di seluruh rumah sakit di daerah ini, tapi rasanya itu sangat kecil kemungkinan, karena golongan darah itu benar-benar langka dan jarang sekali orang yang memiliki golongan darah itu, Nyonya!" ucap sang dokter.

"Dokter, berikan saya waktu untuk mencari golongan darah itu, saya pasti akan mendapatkannya," rengek Melati yang meyakinkan dokter jika dirinya pasti bisa mendapatkan darah yang dibutuhkan untuk sang anak.

"Kami hanya membutuhkan waktu paling lambat besok pagi, jika Nyonya tidak segera mendapatkannya, kami tidak bisa berbuat apa-apa," balas sang dokter dengan sangat menyesal.

Melati pun tidak punya pilihan lain, ia terpaksa harus mencari keberadaan Kumbang, ia menitipkan Amanda kepada perawat, sementara dirinya harus segera bertemu dengan ayah kandung putrinya.

"Aku harus bertemu denganmu, Kumbang! Anakmu benar-benar membutuhkan dirimu, tapi dimana aku harus mencari mu? Ah iya di kantor, aku akan mencari Kumbang di kantornya.

Karena sejatinya Melati tidak mau tahu dimana keberadaan Kumbang sebelumnya, karena dirinya fokus pada suami dan mertuanya, sehingga Melati tidak tahu dimana Kumbang tinggal, yang ia tahu pria itu merupakan Direktur utama PT. Angkara Murka dimana sang suami memiliki hubungan buruk dengan pimpinan perusahaan itu.

Hari yang semakin sore, Melati berharap dirinya bisa bertemu dengan Kumbang, meskipun itu kecil kemungkinannya, karena Kumbang jarang berada di kantor itu, karena Kumbang saat ini tengah berada di luar kota untuk urusan bisnisnya dan untuk menjenguk sang adik yang dirawat di rumah sakit jiwa.

Akhirnya dengan tekad yang bulat, Melati mendatangi kantor milik Kumbang yang jaraknya sekitar empat puluh lima menit dari arah rumah sakit, karena tempat kantor utama perusahaan Kumbang ada di kota yang berbeda dengan rumah sakit dimana sang anak dirawat. Melati turun dari taksi, ia melihat kantor mulai sepi, beberapa karyawan mulai meninggalkan kantor.

"Semoga saja Kumbang masih ada di kantornya," Melati berharap penuh. Ia pun langsung masuk ke dalam kantor besar itu, kemudian ia menanyakan keberadaan Kumbang kepada petugas di sana.

"Maaf, Pak! Em pak direktur nya ada? Saya Melati, saya ingin bertemu dengan beliau!" seru Melati kepada seorang security.

"Oh pak Kumbang, waduh sayang sekali, Bu. Pak Kumbangnya sedang keluar kota, jadi maafkan saya, Ibu tidak bisa bertemu dengan beliau," balas sang satpam.

"Keluar kota? Kapan beliau pulang?" desak Melati.

"Waduh itu saya kurang tahu, Bu. Udah beberapa Minggu ini Pak Kumbang ke luar kota," tegas security itu. Melati pun bingung harus bagaimana lagi ia mencari ayah kandung anaknya.

"Memangnya pak Kumbang ada di kota mana? Apa bapak bisa memberi tahukan kepada saya di mana pak Kumbang sekarang? Tolonglah, Pak! Saya benar-benar ingin bertemu dengan beliau, ini sangat penting," desak Melati, ia berharap bisa menyusul Kumbang, karena ia tidak bisa menghubungi Kumbang via telepon, nomor pribadi Kumbang ada pada ponsel yang sudah dibawa oleh suaminya.

"Itu juga saya kurang tahu, Bu. Ah ... coba tanya pak Billy, beliau itu perwakilan dari pak Kumbang, mungkin pak Billy bisa membantu Anda, Bu!" seru pak satpam saat tak sengaja melihat pak Billy, salah satu orang kepercayaan Kumbang yang ditugaskan untuk mengawasi kantornya.

Pak Billy pun menghampiri Melati saat sang satpam memintanya untuk menolong Melati.

"Ada apa, ada yang bisa saya bantu?" seru pak Billy kepada Melati.

"Maaf, Pak. Tolongin saya! Saya ingin bertemu dengan pak Kumbang, ini sangat penting, tolong katakan padanya jika saya mencarinya, tolonglah, Pak!" rengek Melati memohon kepada pak Billy untuk mempertemukan dirinya dengan Kumbang, atau paling tidak memberi tahukan kepada Kumbang jika dirinya sedang mencarinya.

"Maaf, Bu. Untuk saat ini Pak Kumbang sedang tidak ingin diganggu, jadi saya minta maaf tidak bisa menolong, Ibu." ucap pak Billy.

Melati pun merengek dengan sangat agar pak Billy menelpon Kumbang sebentar saja, karena saat ini kondisinya sangat darurat. Namun, lagi-lagi pak Billy menolaknya, karena sesuai perintah Kumbang, tidak boleh ada yang menghubunginya selama dia bertemu dengan sang Adik, sehingga tidak ada yang berani menghubungi Kumbang disaat pria itu sedang bertemu dengan adiknya.

Karena Melati tidak bisa meyakinkan pak Billy untuk menghubunginya, akhirnya ia meminta alamat dimana Kumbang sekarang berada.

"Jika Bapak tidak bisa melakukannya, saya minta alamat Pak Kumbang saja, saya akan mencarinya sendiri," pinta Melati yang akhirnya terpaksa dikabulkan oleh pak Billy, karena bagaimanapun juga pak Billy juga takut jika Kumbang marah karena sudah berani mengganggunya saat bersama dengan sang adik.

Pak Billy memberikan alamat dimana Kumbang saat ini, setelah mendapat alamat itu, Melati pun segera berangkat ke kota dimana Kumbang berada, sebuah kota yang membutuhkan perjalanan sekitar satu jam setengah dari tempat Melati saat ini.

Ia berharap secepatnya bertemu dengan Kumbang sebelum pagi, mengingat saat ini sudah malam, Melati tidak tahu lagi harus berbuat apa, apalagi Surya sudah tidak perduli lagi dengan putrinya, Surya lepas tanggung jawab dan pergi begitu saja meninggalkan dia dan putrinya, harapannya cuma Kumbang.

"Ya Tuhan! Semoga saja aku segera bertemu dengan Kumbang sebelum besok pagi, jika tidak aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri, Amanda maafkan Mama, Nak!!" sepanjang perjalanan Melati selalu menangis dan menangis.

...BERSAMBUNG ...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

moga melati bisa ketemu dengan kumbang dengan segera agar Amanda bisa diselamatkan

2023-05-11

0

Mey-mey89

Mey-mey89

...

2023-04-17

1

k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§

k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§

yah mpin kasih keajaiban ke Thor 😭😭😭😭😭

2023-04-11

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!