Melati melihat ke arah pintu, ternyata sang suami yang sedang masuk ke dalam kamar. Tentu saja Melati sangat terkejut saat melihat wajah suaminya yang tiba-tiba datang.
"Em Mas Surya, nggak ada, bukan apa-apa kok, sejak kapan kamu datang, Mas? Maaf aku tidak tahu kalau kamu sudah pulang," seru Melati yang tampak salah tingkah. Surya pun menjawabnya, "Iya ... hari ini aku pulang agak cepat, aku malas berada di kantor, kepalaku pusing sekali, hari ini aku dapat masalah besar," ungkap Surya sambil duduk di tempat tidur.
Sebagai istri yang baik, Melati pun berusaha untuk mendengarkan keluhan suaminya, perlahan ia membukakan jas sang suami dan juga sepatu Surya.
Setelah itu ia duduk di samping sang suami sembari memijit kaki suaminya.
"Memangnya ada masalah apa, Mas? Kok tumbenan kamu pulang cepat banget? Ini masih sore banget loh!" tanya Melati. Surya pun menghela nafasnya, wajahnya terlihat kusut seperti ia memiliki banyak masalah di kantornya.
"Hari ini Mas sedang pusing, Mas nggak tahu harus berbuat apa, ada seseorang yang berusaha untuk menghancurkan Bisnisku, dan dia menginginkan Mas harus segera keluar dari kantor yang selama ini Mas tempati," ungkap Surya yang seketika membuat Melati ikut bersedih dengan apa yang menimpa sang suami.
"Apa, Mas? Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Melati serius. Kemudian Surya menjelaskan tentang apa yang terjadi pada perusahaannya, bahwasanya ada seorang pengusaha yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaannya, dengan melakukan berbagai cara untuk melengserkan jabatan Surya sebagai general manager di perusahaan yang sekarang Surya tempati.
Melati terlihat kasihan kepada sang suami, ia pun berinisiatif untuk menemui seseorang yang sudah membuat suaminya seperti itu.
"Ya Tuhan! Kasihan sekali mas Surya, aku harus membantunya, ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menemui orang lain sudah membuat Mas Surya seperti ini, rasanya ini tidak adil, jika Mas Surya harus pergi!" batin Melati yang terlihat begitu bersedih. Surya bercerita panjang lebar hingga akhirnya pria itu tertidur pulas, Melati melihat wajah sang suami yang sedang tertidur, sangat tidak tega dirinya melihat Surya seperti itu.
Setelah meletakkan posisi sang suami dengan benar, hari itu juga Melati berusaha untuk mendatangi nama perusahaan yang sudah disebutkan oleh sang suami, dimana pemilik perusahaan itu menginginkan Surya lengser dari jabatannya.
"Aku harus pergi sekarang, semoga saja aku bisa membuat pemilik perusahaan itu mengerti, dan tidak membuat keputusan yang merugikan suamiku," ucap Melati sembari beranjak mengambil tas miliknya.
Kemudian, ia pun segera pergi ke luar untuk datang ke perusahaan yang disebutkan oleh suaminya yaitu PT. Angkara Murka yang letaknya tidak jauh dari perusahaan Surya bekerja.
Waktu masih sore dan jam menunjukkan pukul setengah lima, Melati diantar oleh sopir pribadinya untuk menuju ke tempat yang dimaksud, sebuah perusahaan besar yang juga memiliki pengaruh besar.
Tak berselang lama, sekitar perjalanan setengah jam, Melati tiba di depan kantor PT. Angkara Murka. Ia pun segera masuk ke dalam kantor yang sebentar lagi akan tutup.
"Maaf, Nyonya! Kantor akan segera tutup, jadi besok saja Anda datang ke sini!" ucap seorang security kepada Melati.
Melati pun tidak perduli, karena ia yakin jika atasan mereka masih berada di dalam kantor.
"Saya ingin bertemu dengan Direktur kalian, pemilik perusahaan ini, pasti beliau ada di dalam, bukan?" seru Melati kepada security itu. Dan diam-diam, seorang pria mengintai kedatangan Melati dari arah CCTV, dengan cepat pria itu yang tak lain adalah Kumbang segera meminta satpam untuk mengizinkan Melati masuk ke dalam ruangannya.
"Biarkan wanita itu masuk!" titah Kumbang kepada security.
Sang security pun mengerti dan langsung membiarkan Melati untuk menemui Kumbang di ruangan direktur utama PT. Angkara Murka.
"Silahkan Nyonya masuk! Mari saya antar ke ruangan pak Direktur," seru security tersebut. Dan Melati pun mengikuti perintah sang security.
Setelah tiba di depan pintu ruangan Direktur utama, security tersebut meninggalkan Melati.
"Ini ruangan pak Direktur, silahkan Nyonya masuk, saya permisi dulu!" pamit sang security.
Setelah security itu pergi, kemudian Melati mulai mengetuk pintu ruangan itu. Namun, belum sampai Melati melakukannya, pintu ruangan Direktur utama itu terbuka sendiri secara otomatis.
Melati pun segera masuk ke dalam ruangan yang cukup mewah itu, sejenak Melati memperhatikan sekeliling, hingga akhirnya ia melihat seseorang yang sedang berdiri membelakanginya. Dan Melati sangat yakin jika itu adalah Direktur utama perusahaan yang berusaha untuk menggulingkan jabatan suaminya.
"Itu pasti orangnya, sepertinya aku sedikit mengenali postur tubuh itu, sepertinya dia ... ah itu tidak mungkin, banyak orang yang memiliki postur tubuh yang sama tidak mungkin itu Kumbang, lagipula untuk apa aku mengingat Kumbang," batin Melati saat melihat Direktur utama itu sedang berdiri dengan gagahnya.
Melati pun memberanikan diri untuk berkata kepada pria yang belum ia ketahui wajahnya itu.
"Maaf Pak! Saya adalah Melati, saya isteri dari Surya Kencana, general manager di PT. Mondar-mandir, saya kesini untuk menyampaikan sesuatu ketidakadilan yang sudah bapak terapkan dan itu sangatlah merugikan suami saya," ungkap Melati yang memaksa Kumbang untuk membalikkan badannya.
Perlahan namun pasti, wajah seseorang yang dulu pernah singgah di hati Melati, kini pria itu berdiri di depannya, pria yang sama yang sudah menyentuh dirinya selain sang suami.
Spontan Melati membelalakkan matanya saat melihat wajah Kumbang, pria yang seharusnya ia hindari.
"Ka-kamu!!" seru Melati dengan sangat terkejut. Kumbang pun hanya tersenyum tipis sembari berkata, "Selamat datang, Melati! Akhirnya kamu datang juga ke sini."
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Dee
Nama perusahaan nya serem banget 🙈🙈🙈
2023-05-28
0
Yunerty Blessa
lucu sekali nama perusahaan 🤣🤣
2023-05-11
0
Sinta Warnasari
lg asik baca... ehh pas baca nama perusaan nya itu...🙄 PT. Mondar Mandir
2023-04-16
1